Originally Posted by
kandalf
J
Emang kalau nonton Die Hard mikirin alur ceritanya?
Ini film laga, Ibu Cha_n, bukan film drama untuk merebut Academy Awards.
Tapi ingat kata grandpa Alip di awal-awal yang bilang kalau di dunia nyata, tim nyerbu gedung tanpa backup itu melanggar prosedur?
Yup. Di film ini, tim-nya Iko juga melanggar prosedur. Dan ada penjelasannya kenapa tim ini melanggar prosedur (tapi dialognya kaku.. tapi sekali lagi, termaafkan ketika melihat adegan aksinya).
Sebenarnya, waktu baca2 resensi dari luar negeri, aku sempat turun harapan waktu mendengar akan ada adegan slow-motion. Hah? Adegan gerakan lambat? Euuuggghhhh... (membayangkan film-film Zack Snyder yang kubenci). Namun di film ini, adegan slow-motion-nya justru sangat tepat sasaran.
Kelemahannya emang di dialog dan akting misalnya penggunaan kata 'anda' yang seharusnya pakai kata 'engkau', 'kau', atau bahkan 'elo' agar lebih luwes.
Tapi Ray Sahetapi di sini sangat tidak mengecewakan. Waktu mendengar Ray Sahetapi yang berperan sebagai Tama, aku percaya bahwa dia pasti akan bermain bagus (dan aku bilang begitu ke beliau setelah film usai) dan ternyata memang mantab.
Oh iya, waktu pertama film dibuka dengan adegan Iko meninju sansak, aku agak kecewa karena efek suaranya tidak pas, tidak senada dengan visual yang ditampilkan. Namun setelah itu, semua efek suaranya sangat mantabh, dari suara pisau menusuk leher, suara parang dibenturkan ke dinding, suara pukulan mendarat ke tubuh lawan, suara senapan baik dari lantai atas, dari depan, dari balik dinding.