Hentikan harimu,
lenyaplah dalam pelukku.
Dengarkan detak jantung.
yang berlari. gemuruh meraja.
Tinggallah bersamaku. hingga akhir waktu.
Akan kuberikan seluruh napas.
Aku akan selalu bernyanyi untukmu.
Printable View
Hentikan harimu,
lenyaplah dalam pelukku.
Dengarkan detak jantung.
yang berlari. gemuruh meraja.
Tinggallah bersamaku. hingga akhir waktu.
Akan kuberikan seluruh napas.
Aku akan selalu bernyanyi untukmu.
Goresan penamu, memikat mataku. Ada sayap bidadari. Telaga. Dan matahari. Pada kertas usang yang berkali berpindah. tangan. Lengkung pensilmu menusuk hatiku. Meninggalkan celah. Untukmu.
Harum ruang kelasku. Tercium samar. Dan engkau, bintang. Yang menghujam lembaran kertas putih. Mengisinya dengan warna. Aku tidak tahu bagaimana memalingkan wajah. Goresan penamu membuat hatiku. jatuh.
Selamat pagi, Bintang. Dapatkan kau berhenti. Agar dapat kulihat apa warna matamu?
~Daisyflo. YTH.
Young Adult: MISS JUTEK
Yennie T. Hardiwidjaja
-Edisi Revisi, pernah diterbitkan tahun 2004.
Sinopsis:
Masih ingat Salma Dirga?
Kamu boleh menganggapnya cantik, tapi kata yang paling tepat untuk mendeskripsikannya adalah keren. Dia menyebalkan bagi banyak orang, tapi menyenangkan untuk segelintir orang. Yang pasti, jangan cari masalah atau menantangnya: dia tidak pernah ingkar janji. Dan dia tidak akan bilang “sorry” atau “thank you” atas apa yang terjadi. Kalaupun kamu terpaksa bersinggungan dengannya, selesaikan dengan cepat. Ingat, dia lebih suka ditonjok daripada ditampar. Jangan memanggilnya babe apalagi darling, jangan mengganggu sahabatnya atau riwayatmu akan segera tamat. Tidak perlu menjilatnya, bersikaplah apa adanya. Walaupun dia jengkel pada kritikanmu, dia akan lebih menghargainya. Jangan menghakimi masa lalunya: kisah kelam yang telah menjadikannya monster... harus kamu ketahui bahwa dia sedang berjuang keras untuk melepaskan diri dari rasa bersalah. Dia sudah cukup menderita. Karena di balik kegarangannya, dia hanyalah seseorang yang rapuh dan kesepian.
Salma is amazing, unique, and powerful...
Kalaupun kamu memilih untuk membencinya, ingatlah bahwa she’s only a girl, not yet a woman. Dan jika kamu memilih untuk mencintainya, well, yeah... be my guest. Kamu akan berhadapan denganku.
~ Ethan Williams.
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Tebal : 328 halaman
Harga : Rp. 60.000,-
Cover : Softcover
ISBN : 978-602-03-1175-3
Aku mencintaimu.
aku sangat mencintaimu. Kembalilah padaku.
#Bonnie
---------- Post Merged at 12:24 PM ----------
Satu minggu.
kepergianmu membuat senyumku menguap.
kenangan tentangmu seperti paku didalam hatiku.
Setiap hari, aku mencarimu. Merindukanmu. Mengkhawatirkanmu.
Kembalilah padaku.
Engkau harus tahu,
bahwa tempat teraman adalah berada didekatku.
Aku ingin memelukmu. Mendekap. Dan mencium harummu.
mengintip tidurmu. Menggelitik kulitmu.
dapatkah kau berpaling dan kembali kepadaku?
Aku akan terus mencarimu.
Ketika engkau pergi,
yang tertinggal hanyalah kesepian. Tanpa batas.
Seharusnya kamu tahu
Sejak awal mula telah kuletakkan nyawaku dibahumu.
Kamu tidak perlu mencintaiku. Tidak perlu lagi..
Cukup kasihi dirimu,
Agar aku dapat terus bernapas.
Aku pernah berkata aku akan menjagamu.
Aku bersungguh-sungguh. akan selalu menjagamu.
---------- Post Merged at 11:31 AM ----------
Kadang rindu mengamuk. seperti laut. badai menyapu bersih.
semua waras.
Aku ingin berlari. melesat. meregang pada celah waktu.
Dimana siang menghangatkan malam. kala hatimu pernah kumiliki.
Lalu tiada bertuan.
perlahan memudar. rasamu hilang. lirik matamu kosong.
menatapku bagai pengelana.
terasa asing. dimana kamu yang dulu. mencintaiku?
---------- Post Merged at 11:33 AM ----------
Titik-titik penamu pernah membentuk rupa.
menjatuhkan hatiku. dalam taman penuh bunga.
Semakin aku mencoba melupakanmu,
semakin aku tahu kamu tidak akan pernah terganti.
---------- Post Merged at 11:35 AM ----------
Sebait katamu,
membuatku tersenyum.
meringankan langkahku.
membuat hari terasa berseri.
Sebait katamu. saja.
menggemerlapkan duniaku.
Belatimu sempat tertancap dihati.
Tidak kurang dari seratus ribu hari.
Hingga rasa perih, adalah senandung sunyi.
dan mengubah luka menjadi candu. yang terpaksa dinikmati.
Kini,
semua memudar.
Cukup kau perbudak jiwaku dengan binar matamu. kala menatapku.
Aku tak akan menangis lagi. Pun tak akan kembali.
Belatimu tidak akan dapat meyakitiku lagi.
---------- Post Merged at 11:07 PM ----------
Engkau pernah berkata kepadaku
bahwa satu-satunya air mata yang ingin kau seka
adalah air mata bahagia.
Kenyataannya adalah..
aku tidak pernah menangis karena bahagia.
Teruslah tersenyum dan menjadi terang dunia.
Aku ingin kamu bahagia,
Walau bersamanya
It doesn't matter if you don't love me anymore.
But please stop torturing my heart.
~Satu Juta Burung Kertas
I don't need a room to laugh,
But I need a room to cry.
~SJBK
---------- Post Merged at 03:53 PM ----------
When I came into her life,
She is just an ordinary girl.
The most I know her,
She become extra ordinary.
And when I realized,
it was too late to turning back.
~SJBK
---------- Post Merged at 04:01 PM ----------
I can find some many ways to turn back.
But I don't want to.
My heart told me to stay, even it hurt me badly.
Let them comes to me.
~SJBK
Jejak rindu. Berlarian mengejar bayang rembulan.
Memantul lemah. Serapuh tirai sutera yang mengisut.
Dan menjadi kaku.
Jejak rinduku. Berceceran.
Kupikir akulah juara. Pemenang kerling matamu.
Yang menikung rasa. Mengalahkan keangkuhan.
Kisahmu. Bergelimpangan pada keremangan malam.
Diammu. Pergimu. Walau berkali-kali.
Tetap saja menyakitkan. Masih.
Namamu. Muncul diantara hari yang berlari.
Bagaikan koma. merehatkan hati. Menimbulkan tanya.
Apa kabarmu hari ini.
Namamu. Tersebut diujung bibir. Membuat mataku basah.
Tawamu menjelma pada semerbak bunga. Terik mentari. Wajah-wajah asing.
Apalah namanya semua itu. Dimana rindu tak mengenal teman.
Namamu. Ada diujung jariku. Biarlah malu. Biarlah kaku.
Namun, tidak pula terasa cukup.
Cincin itu memang tak sempat melingkar dijarimu.
Namun kau jadikan liontin,
agar tetap dekat dihatimu.
Tempat dimana aku seharusnya ada.
Kamu seperti lilin. Dengan liuk apimu yang memancar indah.
Menerangi hari-hari tergelapku. Yang tak aku mengerti mengapa.
aku masih memujamu. menunggumu, mungkin.
Kamu seperti lilin. Putih dan ringkih.
Dengan lidah apimu yang kecil. Namun sanggup membakar. hatiku.
Menjadikannya bara. Yang meledak dalam kesunyian.
Tanpa daya. Dan sia-sia.
lama sekali
- ::nangis::
Waktu yang bergulir. Tidak akan mampu menghapusmu.
Setiap detil melekat disanubari. Mengikat jiwaku.
Aku ingat dinihari. Yang meregangkan diri,
Namun terasa bagai kejap angin.
Hangat nadimu mengalungi leherku.
Dan matamu, mengukir wajahku.
Aku ingat dinihari.
Kala air mata menjawab semua rindu.
---------- Post Merged at 12:26 PM ----------
Seharusnya engkau ada.
Seharusnya engkau mengerti.
Seharusnya engkau,berhenti. Walau sesaat saja.
Seharusnya engkau,
Tidak meninggalkan aku sendirian kala air mata menamai diri.
Apakah kau rasakan peluk. melingkar bahumu?
Membungkus tenguk, yang berusaha mencari wewangian.
Untuk kembali, menemukan keping ingatan.
Inderaku mati. rasa.
Sebab kala peluk,
Membungkus bahumu. Hatiku jatuh.
Jatuh..
Semakin dalam.
---------- Post Merged at 12:05 PM ----------
Apakah kau rasakan
Degup jantung yang melambat
Dan terasa melata
Kala menenggelamkan wajah, dibahumu?
Dapatkah kau bantu aku
merekatkan kembali
Keping-keping kisah yang memudar
Kala napas meninggalkan raga?
---------- Post Merged at 12:09 PM ----------
Mungkin dulu aku pernah mencintaimu.
Pernah bersama dan bahagia.
Jangan tinggalkan aku lagi.
Teruslah bersamaku. Hingga saat diujung napasku,
Teruslah menggenggam tanganku.
Aku akan menemukanmu.
---------- Post Merged at 12:10 PM ----------
Tunggu aku.
Engkau tahu duniaku fana,
Dan tak lagi lama.
---------- Post Merged at 12:17 PM ----------
Mimpi,
Hanya kepadamu aku pulang.
Untuk merengkuh lembaran yang terasa kosong,
Penuh rindu.
Maafkanlah,
hingga rasa hatimu hampa.
Dan yang terlihat hanyalah nama-nama samar,
dari luka yang menamai diri.
Maafkanlah,
hingga nama-nama itu tak lagi mengganggu damaimu.
Maafkanlah hingga engkau mati rasa.
Mereka menamakannya pelintasan pelangi. Tempat jiwa-jiwa menanti dilahirkan kembali. Sosok yang berduyun-duyun melintas dan beriringan. Wajah-wajah kosong, yang terlihat samar, dan sama. Lalu engkau, setitik cahaya diantara keremangan waktu. Entah itu pagi, siang atau malam. Mungkin berabad yang lalu engkau hidup. Yang bersinar bagai malaikat. Menggenggam tanganku, memelukku hangat. Lalu yang kulihat hanyalah tenguk dengan rambut yang selalu rapi tercukur. Kupejamkan mataku, ya.. inilah engkau, pemilik gerbang mimpi. Yang berkuasa pada alam tanpa masa. Memakuku pada cahaya.
Lalu wajahku bersemu. Bagai semburat pelangi.
---------- Post Merged at 04:28 PM ----------
Sinar matamu,
melontarkan hari-hari. pada cahaya.
---------- Post Merged at 04:38 PM ----------
Rasa rinduku tiada berperi. Kunamakan bedebah.
Sebab dia selalu berhenti pada namamu. Yang tidak mampu aku gapai.
Kau terbang terlalu jauh. Setelah janjiku, menjatuhkanmu.
Apalah aku kini. Mereka menamakanku manusia tapi tanpamu,
rasanya aku bukan.
Sebab kepergianmu membawa separuh jiwaku,
yang perlahan membawa napas meninggalkan raga.
Kembalilah kepadaku. Aku tidak bisa tanpamu.
Mengenangmu, mudah terasa.
Melupakanmu, ribuan hari tak terasa cukup. masih.
Pun setelah jejakmu mengabu pada lorong waktu,
kamu masih masih menghantui. Lalu kenangan berubah menjadi siksa.
Sosokmu menjelma pada segala unsur bumi,
suaramu bergema bagai bisikan ditelinga,
dan tawa manismu menguliti relung hatiku. dengan pasti, walau perlahan.
Harummu tercium lembut pada benang-benang yang saling merubah bentuk,
disudut kamarku. Ruang yang membuatku takut merebahkan diri.
Kamu tidak pernah bisa meninggalkanku.
Dan aku pun tidak pernah akan bisa.
Perih dihatiku menelan ribuan hari,
yang mengunci diri.
Aku sungguh-sungguh tak bisa, tanpamu.
---------- Post Merged at 02:03 PM ----------
Aku ingat kala menyentuhmu. Kilap diwajahmu yang terbakar oleh panas bumi.
Engkau memandangku lembut, tanpa kata. Mungkin engkau hidup berabad yang lalu,
kala aku bukanlah aku. Tetaplah menunggu.
Biarkan kusebut namamu didalam doa,
yang akan memulangkanmu pada cahaya, dimana engkau seharusnya berada.
Kadang rasa rindu dan benci melesat bersama
Membuatku marah. Membekap pilu tanpa daya.
Cabiklah sepuasmu. Lepaskan amarah.
Setelah itu luruhlah.
Biarkan bahuku menelan tangismu.
---------- Post Merged at 11:07 AM ----------
Mencintaimu,
membuat hatiku rapuh,
dan jauh dari bahagia.
Mencintaimu,
membuat hari-hariku mengambang bagai hantu.
---------- Post Merged at 11:25 AM ----------
Lalu kau bilang akulah siluman itu,
menggentayangimu bagai hantu,
yang tak mampu kau lenyapkan,
walau dengan segala mantra.
---------- Post Merged at 11:29 AM ----------
Kini lentik bulu matamu membuatku benci.
Kala ingat bagaimana dia menelusuri wajahku,
yang membuat belulang tak mampu menyangga tubuh.
Segalanya berhenti pada sepasang matahari kembar,
dekat dimataku. Membingkai matamu,
menjatuhkan hatiku tanpa dasar.
Rasanya mati, jauh lebih mudah.
It is a good thing if you can get married,
but if you couldn't, it is not the end of the world.
It is so blessed if after married and you are happy,
but if you're not, you don't have to pretend that you are happy.
It is humble if you get married and happily ever after,
but if you're not, you don't have to continue. You can quit and continue your own life.
Face your fear.
Don't run. Don't keep silent. Don't let them and your mind tortured you.
Unchained your life.
---------- Post Merged at 03:24 PM ----------
I can fake a smile and laugh.
I can fake my happiness.
I can fake my existence.
Anytime. Anywhere.
Into a small closet where I can lay down my mind and feeling safe.
---------- Post Merged at 03:27 PM ----------
Finally,
I have no motivation to save my self anymore.
Let the death comes to me.
---------- Post Merged at 03:30 PM ----------
I am also
believe
that
life
after d e a t h,
is
p e a c e f u l l y .
---------- Post Merged at 03:39 PM ----------
It is not in my list.
This is not what I want.
Maam,
are you happy now?
---------- Post Merged at 03:49 PM ----------
Gosh,
I should marry my self long time a go.
You don't want to feel me.
I am just a l o n e.
---------- Post Merged at 03:54 PM ----------
Words,
please hide my tears.
No, don't trust me.
I can also fake my words and my tears.
Try, I am a dreamer.
---------- Post Merged at 04:01 PM ----------
Lalu debu-debu emas membentuk rupa,
kisah cinta seumur dunia,
yang mengapur pada baut waktu.
Ingatanku mengabur,
namun kuingat bagaimana mematri lekukmu pada jemariku.
Ruangan-ruangan yang penuh tawa, dulu.
Lalu engkau,
ada diantara kerumunan itu. Melayang dan memapah hatiku,
yang sedemikian rapuh dan renta.
Aku tak lagi sanggup terbang.
Ragaku menua sebelum daun pertama menyentuh bumi.
Tapi aku mencintaimu. masih.
-- got what I mean?
This is more than I can bear.
Will you be there for me?
Dia ingat bagaimana suara gadis itu menggelitik gendang telinganya. Wajahnya berseri sambil melantunkan lagu apa saja yang diputar dari radio keretanya. Dia menyukai bagaimana binar wajahnya menghipnotis bawah sadarnya. Dia suka suaranya yang sesekali sumbang dan berbaur tawa sambil tersipu malu. Dia suka bagaimana ia itu melengkingkan suaranya sambil sesekali meledeknya. Dia suka bagaimana ia bertanya berapa nilai buruk untuk kualitas suaranya. Dia suka bagaimana gadis itu tersipu menyembunyikan wajahnya yang merah padam. Dia menikmati perjalanan yang terasa begitu lama dan tak diinginkan berakhir, seolah dia ingin memutari dunia hanya untuk mendengarnya menyanyi.
Kini suara biduanita dunia tak lagi dapat mencuri hatinya. Dia telanjur jatuh dan nyaman mendengar suara entah indah, entah sumbang, entah fals... Dia menyukai binar mata yang menyemarakkan hari-harinya. Dia mencintai segala hal yang ada dalam diri gadis itu. Seseorang yang mencuri hatinya, menjatuhkan sukmanya dalam jurang tanpa dasar. Sosok yang membuatnya tidak mungkin bisa beralih, apalagi jatuh cinta.
Namun, memandangnya bagai sebuah patung membuat hatinya terasa retak. Binar matanya redup dan dia tak lagi dapat tersenyum seperti dulu. Jangankan mendengarnya kembali bersenandung, jawabannya begitu singkat dan datar, seolah mereka tidak pernah bahagia. Ketika dia melihatnya sekali lagi, laki-laki itu sadar gadisnya yang dulu tidak lagi sama. Ia terlihat hidup namun tanpa jiwa.
Wajahmu merona bagai kuntum mawar merah muda yang baru merekahkan diri.
Membuat kata-kata yang tersekap semalaman, menguap seketika.
Suara lembutmu memutarbalikkan duniaku. Membinasakanku.
Aku ingin bertanya bagaimana kelembutanmu terasa begitu menyakitkan hatiku,
sebab engkau bukan milikku.
Aku bertanya mengapa aku tidak mampu menolak binar matamu
yang menghangatkan hatiku. Membuatku sadar engkau masih kucintai. Dan kuinginkan.
Dekat denganmu, sesungguhnya teramat pilu. Bagaikan berjuta jarum yang menusuk hatiku bersamaan.
Namun tanpamu, memeluk bayangmu disudut kamarku ternyata jauh lebih menyakitkan.
Maafkanlah. Aku belum sanggup melupakanmu.
Terkutuklah aku yang masih ingin memilikimu.
Do not fall.
I swear I'll break your heart.
Berhentilah mencintainya.
Tinggi hatinya telah membuatmu malu.
untuk bermimpi.
Berhentilah menginginkannya.
Engkau tahu dia selalu gagal,
membukukan rasa. Berhentilah.
untuk meminta waktunya.
Dia tidak pernah mencintaimu.
Kamu,
masih menyimpan sekeping puzzle didalam hatiku.
Sekeping puzzle yang kecil,
namun berarti.
--- Daisyflo.
Sekeping puzzle dalam genggaman tanganmu retak sudah.
Belum usaikah kisah?
Belum bosankah bertemankan air mata?
Bahkan air mata pun bosan sudah,
menemanimu.
- - - Updated - - -
Ada jutaan nama yang tertulis ulang,
pada buku hidupku.
Jutaan nama dengan beribu warna darah.
Aku melihat malam yang menyamar menjadi senja hari.
Akan kemanakah kau bawa kisah ini?
Percayalah pada akhirnya,
kita akan saling menyakiti.
Pada akhirnya,
kita akan saling meninggalkan.
Kita sedang menggali kuburan kita sendiri.
Sadarkah kamu?
Binar matamu menjatuhkan hati. membuat diri terasa bodoh
dan lupa akan segalanya.
Tawamu memutarbalikkan duniaku. memojokkanku tanpa daya.
tersekap gelora.
Aku ingin merengkuhmu dalam. menguncimu didalam rusukku.
menyekapmu sepuas hati. hanya untuk mengagumi indahmu.
Gemerlapmu, yang telah menerangi dunia gulitaku. Tak ingin engkau pergi.
walau aku sadar memilikimu hanyalah mimpi. Namun,
binar matamu membuatku terasa hidup. mengisi kekosongan hati.
Bagaimana harus kulepaskan?
Kupertaruhkan segalanya untukmu.
Monday, March 19, 2018.
Memandangmu,
membuat otakku terasa kosong.
Dan menjadi bodoh. Membuat keakuanku luruh.
Tak ada beban. Tanpa memori.
Melupakan diri. Meniadakan waras.
Memandangmu, membuatku ku merasa Aku bukanlah aku.
- - - Updated - - -
Kupejamkan mataku. Kegelapan memetakan bidang segi empat dengan deretan meja-meja gambar. Berbaris-baris. Dan sosok yang berlarian, bergelut dengan warna-warni crayon. Harum ruang kelasku tercium samar. Dan engkau Bintang, yang menghujam lembaran kertas putih. Mengisinya dengan warna-warna indah dari kebaikan hatimu. Binar matamu membuat hatiku. jatuh tak berdasar. Terlepas tanpa daya. Pesonamu melelahkanku. Sebab dia selalu berusaha menemukanmu. Disudut ruang kelasku.
Apa kabarmu hari ini, Bintang? Dapatkah kamu berhenti agar dapat kulihat apa warna matamu hari ini?
~Daisyflo,
Kekasihku, janganlah menangis.
Genggamlah tanganku dan benamkan wajahmu didadaku.
Mungkin aku tak dapat memulangkan semua air matamu,
tapi percayalah... kita akan menghadapinya,
dan akan selalu bersama. Apapun yang terjadi.
Lalu engkaulah cahaya itu.
yang menerangi hari-hari tergelapku,
mengembalikan napas,
menggeliatkan hasrat,
apapun akan kulakukan,
untuk selalu dapat bersamamu.
Ada masa dimana mata mempermalukan diri.
Sebab ia tak mampu beralih darimu.
Maaf,
apabila mataku meneliti setiap jengkal lekuk tubuhmu,
mereguk harum yang membuat raga mengambang bagai kapas.
Maaf,
apabila degup jantungku mengganggu alunan lagumu.
Maaf,
apabila aku mendadak bodoh dan tak mampu mengingat kisahmu.
Engkau,
lebih dari sekedar indah.
- - - Updated - - -
Cintailah aku dengan cara yang bodoh.
Aku mencintaimu, dan kamu mencintaiku.
Sesederhana itu.
"Tapi kamu tahu beberapa cinta tidak ditakdirkan untuk bersama."
Mungkin. Tapi hanya beberapa bukan?
Beberapa, yang pasti bukan cintaku.
~SJBK.
- - - Updated - - -
Aku mencintaimu dengan cara yang terbodoh. Cara yang paling bodoh yang pernah dilakukan oleh seorang manusia. Aku mencintaimu, kamu mencintainya, dan biarkan aku tetap mencintaimu.
"Itu gila, Re... Kamu tidak akan sanggup. Tidak akan ada yang pernah sanggup."
Kamu hanya perlu membiarkan aku untuk tetap mencintaimu. Selebihnya, aku tidak perduli.
~SJBK
Seribu anak panah melesat menghujam jantungku,
membuatnya berubah menjadi kupu-kupu...