iptn aja yg komponen pesawatnya bikin sendiri gagal bersaing, apalagi mobil esemka :ninja:
Printable View
iptn aja yg komponen pesawatnya bikin sendiri gagal bersaing, apalagi mobil esemka :ninja:
jokowi ketahuan belangnya? ::ninja::
^ bukannya kebanggaan lw mon:ninja:
bukan :ninja:
waduh pak habbie... jangan sepeda motor donk... mau penuh sesak gimana nih jalanan
daripada sepeda motor mendingan kembangin MRT aja...
ah enggak, omongan habibie kan utk m'buat semua org bijak n menyudahi pro kontra
sudah ada yg test drive esemka belum?
kemaren sudah sempet nyoba
dari segi model sudah oke, perpaduan crv dan grand vitara... tp setelah dipikir2, mirip banget sama cherry tiggo.
bodinya keras banget, berat banget jg. sayang pengerjaannya sedikit kurang rapi disana sini, tp maklum lah
trus mesinnya... luar biasa senyap waktu didengar dari luar, bahkan waktu ditinggal noleh bentar, balik badan, kaget mobilnya sudah gak ada.. halus banget pokoknya. sayang begitu masuk kabin, justru lebih berisik daripada diluar. suara roda dan aspal juga kedengeran dari kabin
suspensi nyaman, buat offroad berani jg. lubang besar dan jalan gak rata gak bikin sakit pinggang.
tenaga mesin biasa biasa aja. tarikan siplah. gigi 2 bisa nyampe 60km/jam
yg jadi nilai plus lagi.. naik mobil itu bikin orang2 noleh :)
tp kalau suruh beli, banyak mikir, dgn harga 140, masi banyak mobil yg lebih bagus. kalau masih 90 kayak pertama keluar, oke dah
---------- Post Merged at 04:15 PM ----------
sudah ada yg test drive esemka belum?
kemaren sudah sempet nyoba
dari segi model sudah oke, perpaduan crv dan grand vitara... tp setelah dipikir2, mirip banget sama cherry tiggo.
bodinya keras banget, berat banget jg. sayang pengerjaannya sedikit kurang rapi disana sini, tp maklum lah
trus mesinnya... luar biasa senyap waktu didengar dari luar, bahkan waktu ditinggal noleh bentar, balik badan, kaget mobilnya sudah gak ada.. halus banget pokoknya. sayang begitu masuk kabin, justru lebih berisik daripada diluar. suara roda dan aspal juga kedengeran dari kabin
suspensi nyaman, buat offroad berani jg. lubang besar dan jalan gak rata gak bikin sakit pinggang.
tenaga mesin biasa biasa aja. tarikan siplah. gigi 2 bisa nyampe 60km/jam
yg jadi nilai plus lagi.. naik mobil itu bikin orang2 noleh :)
tp kalau suruh beli, banyak mikir, dgn harga 140, masi banyak mobil yg lebih bagus. kalau masih 90 kayak pertama keluar, oke dah
^^
Jadi ngiler mendengar reviewnya. Pengen mencoba menyetirnya di jalan buruk.
Kalau soal suara, emang seberisik apa sih?
esemka ga dapet insentif pajak ya?
nggak dapat yg dapat agya....wkwkwkwkwkwkwk
masih lebih senyap daripada xenia generasi pertama sih
Maklum esemka cuma dianggap angin lalu buat pemerintah yg doyan duit dari pengusaha
gwe perlu liat hasil uji emisi terutama parameter SOx, NOx, CO, CO2, Particulate Matter, dan HC, sebelum kasih komen.
memang ambang batasnya makin diperketat dg aturan baru. dan itu ngaruh ke efisiensi bahan bakar jg, jadi memang
betul klo Esemka mau berkompetisi, perlu dibikin irit bbm. 1l = 30km lah. ::ngakak2::
halo Pak Kiat, kasih IC injeksi electronic wae piye boss?
ketmbang stress, mending di-swap mesin diesel, malah jelas lolos, dah ditunggu Organda ini. sing penting dadi duit...::hihi::
--------------------------------------------------------
kompas, januari 2012,
“Esemka dan Timor berbeda. Timor itu Korea dan kita (Esemka) Indonesia. Hanya ada beberapa komponen dari China, Korea dan Jepang,” kata Guru di SMKN 2 Surakarta itu kepada detikOto, Kamis (5/1/2012).
Untuk blok mesin Esemka, lanjut pria yang akrab disapa Toto itu diproduksi di PT Autocar Industri Komponen (AIK) di Karawang (Sebelumnya ditulis diimpor dari China-red).
Sasisnya buat sendiri berikut pelek yang diproduksi di Indonesia. Sedangkan ring seher, katup, altenator dari Jepang. Untuk sistem injeksi dari Korea.
Transmisi berikut kopelnya merek Fuday yang dipesan di China. Tidak hanya itu axle untuk penggerak Esemka juga sengaja didatangkan dari China.
“Mesin, axle kita beli di China. Mesinnya Esemka dan Timor berbeda. Kalau kita beli produk mobil lain dan disematkan apa mau terima? Nanti bermasalah,” imbuhnya.
Esemka Rajawali bermesin 1.500cc multi point injection 4 silinder yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 105 Hp pada putaran 5.500 RPM dengan torsi puncak hingga 145 Nm di 4.100 RPM.
Rajawali mampu menampung 7 orang karena mempunyai panjang 5.035 mm, lebar 1.690 mm, dan tinggi 1.630 mm. Rajawali juga telah dibekali sederet fitur elektronik mirip SUV premium lainnya, misalnya power steering, central lock, power windows, AC dual zone, sensor parking, hingga head unit CD player.
Sementara ketika ditanyai soal interiornya, Toto mengatakan jujur ada beberapa komponennya diproduksi di dalam negeri.
Hanya pihaknya menjelaskan bagian dashbord diimpor langsung dari China. Interiornya didesain di Kiat Motor Klaten. Dan bodi buat di Kiat Motor dimana anak-anak yang mengerjaknnya.
Saat ini Toto mewakili tim Esemka menegaskan jika kendaraan Esemka dan Digdaya masih membutuhkan pembaruan, agar kehadirannya bisa maksimal dan memuaskan konsumen.
“Sampai saat ini tidak ada masalah, tapi kita masih banyak PR untuk lebih baik lagi,” tutupnya.
Rencananya, Esemka dalam 1 bulan ke depan bakal ditingkatkan lagi di sektor eksterior, mesin hingga interior
dikurangi jadi 1000cc aja, biar dapet insentif pajak dan jadi saingan agya
---------- Post Merged at 04:20 PM ----------
eh body esemka ini gede ya ::ungg::
gede lah, muat 7 orang sesuai kebiasaan indonesia kalau kemanamana ramerame ;D
^ya kan kalo pergi bisa rame2 ::hihi::
kalopun diperbaiki, bakalan berat bwt bersaing jika ga ada support dari pemerintah. Harganya klo diatas 120jt an OTR masyarakat jelas2 lebih milih pabrikan jepang. Ah gila ini mah, menteri yg ngurusin hal ini kayak dininabobokkan ama produsen gede ::grrr::
Kalo masih dengan hrga 140jt orang masih milih avanza.
mobil dan motor lokal yg pernah ada, akhirnya mati juga
jaringan service dan penjualan kalah jauh dengan merk pabrikan yg udah mapan
seharusnya sebelu di jual ke pasaran harus ada jaringan service yang luas dulu..kan gak lucu mo serivce esmka harus ke solo..