Wah ciko kemajuan.
Biasanya sensi soal arab.
Skrg malah ngebelain.
:P
Printable View
tergantung lawannya ;p. Kalo yahudi palestina, yahudi, kalo indon lawan arab liat kasus ...
Ada sebab ada akibat , knapa kita nga pernah denger atao jarang denger pmbantu filipine ditindas/diperkosa ??? mnurut knalan gw orang UEA , orang indon indentik dengan nyolong .
jadi karena rasa identik itu kah sampai ada yg digunting bibirnya? di setrika? di pukuli? penting banget sampe harus di gituin?
dan terahir di tebas lehernya??
hukum rimba harusnya di lakukin didalam rimba hutan belantara..bahkan para primata lebih ber pri kebinatangan
^ theres ur answer ciko
and wonder who ur UEA friend is? :kabur:
hahahahhaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
*ambil kopi duduk dipojokan
kasian yg baru berangkat masa dideportasi perginya dah keluar modal lagi
Tak sepakati perlindungan bagi pekerja, Arab Saudi pilih tolak buruh asal Indonesia dan Filipina
Sumber: http://arrahmah.com/read/2011/06/30/...-filipina.html
JAKARTA (Arrahmah.com) – Sejak tanggal 2 Juli 2011 Kerajaan Arab Saudi akan menghentikan pengeluarann visa kerja bagi pekerja rumah tangga untuk Indonesia dan Filipina. Hal tersebut terkait keputusan Arab Saudi untuk tak mempekerjakan lagi buruh migran asal Indonesia dan Filipina karena Arab saudi menilai pemerintah kedua negara memberlakukan persyaratan yang ketat dan tidak adil.
“Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi berhenti mengeluarkan visa kerja bagi pekerja rumah tangga untuk Indonesia dan Filipina sejak Sabtu, 2 Juli 2011,” kata juru bicara Departemen Tenaga Kerja Arab Saudi, Hattab Bin Saleh Al-Anzi, kepada media setempat, Rabu (29/6/2011).
Al-Anzi mengatakan agen perekrut tenaga kerja Saudi akan merekrut pekerja domestik, termasuk pembantu rumah tangga, dari negara lain selain Indonesia dan Filipina.
Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melarang warganya menjadi pembantu rumah tangga di Arab Saudi usai eksekusi mati tenaga kerja wanita Indonesia, Ruyati binti Sapubi. Larangan tersebut mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2011 sampai Pemerintah Arab Saudi setuju menandatangani nota kesepahaman itu demi melindungi hak-hak buruh migran Indonesia di sana.
Hattab Bin Saleh Al-Anzi mengatakan saat ini Arab Saudi telah menjalin kerja-sama dengan negara lain untuk memenuhi kekurangan pembantu rumah tangga setelah penghentian perekrutan buruh migran dari Indonesia maupun Filipina. Di antaranya, dari Bangladesh, Ethiopia, India, Nepal, Eritrea, Sri Lanka, Mali, dan Kenya.
Arif Jamal, agen perekrutan tenaga kerja asal Indonesia untuk Saudi, mengatakan keputusan Arab Saudi menghentikan pemberian visa bagi pekerja migran perempuan Indonesia akan menutup semua pintu perundingan. Keputusan Arab Saudi ini berlaku untuk menunda perekrutan pekerja migran perempuan dari Filipina setelah negara itu juga mengajukan beberapa persyaratan yang ketat pada perekrutan pembantu rumah tangga.
Sementara itu, atase tenaga kerja Kedutaan Filipina di Riyadh, Albert T. Valenciano, menyatakan kesedihannya dan tidak percaya atas keputusan Kerajaan Arab Saudi tersebut. Valenciano mengatakan Kedutaan Filipina telah mengirim draft catatan untuk Kementerian Luar Negeri Saudi pada 19 Juni yang meminta agar digelar pertemuan tindak lanjut bersama, tapi belum ditanggapi Pemerintah Saudi.
Berdasarkan data Pemerintah Filipina, sebanyak 1,2 juta warganya bekerja di Arab Saudi dan sekitar 15 persen atau 180.000 di antaranya adalah pekerja domestik seperti pembantu dan sopir. Adapun tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi lebih dari satu juta jiwa, sebagian besar sebagai pembantu rumah tangga.
Hilang satu, seribu berganti. Mungkin itu yang dipikirkan pemerintah Arab Saudi. Tak mau ambil pusing dengan nota kesepakatan toh masih banyak negara lain yang mau mengirimkan warganya. Dengan banyaknya kasus yang terus muncul ke permukaan sungguh aneh jika masih ada negara yang “nekat” kirim rakyatnya untuk bekerja tanpa kerjasama perlindungan yang jelas. (ans/rasularasy)
-----------------------------------
Setuju dg moratorium pemerintah RI.
Tapi .... kesaaaaallll banget ternyata Saudi tidak berusaha melakukan perbaikan ke dalam alias spt tidak tertarik buat berusaha agar tidak ada lagi kekerasan kpd para pekerja asing non informal spt pembantu rumah tangga.
Bagus kalo Arab tolak babu Indonesia. Kalo lihat di teve, babu Indonesia kebanyakan dari NTT dan NTB. Sementara Ostrali sedang memboikot sapi ke Indonesia. Nah, kesempatan buat pemerintah utk mengembangkan NTT dan NTB sebagai gudang sapi Indonesia dgn mempekerjakan para calon babu yg tersisa sebagai gembala sapi. Jangan uang rakyat dibeliin saham Newmont dan dibawa kabur orang keturunan Arab ke Singapur. Mendingan tuh duit buat modalin rakyatnya jadi raja sapi di kampung halamannya sendiri.
:))
^ kalo dari dulu kerja dipedesaan indo dapet duit banyak mereka ga bakal mau jadi babu diperkotaan apalagi luar negeri
Dan setahu saya Bangladesh pun melarang warganya jadi TKW di Arab Saudi, tapi entah kenapa di berita diatas malah Arab Saudi mau merekut TKW dari Bangladesh.
^ mungkin TKW bangladesh tahan siksa semua:D
Arab Saudi merasa dia tuannya, jadi Indonesia sama Filipine mesti nurutin, begitu pada pengen duduk sejajar, tuan besar gak mau dong...
Ini PR pemerintah, supaya lapangan kerja mulai dperhatikan yang di dalam negeri