Curahan Hati Mario Balotelli
Perjalanan Italia sudah kandas di Piala Dunia 2014. Mereka kalah bersaing dalam Grup D yang disebut kelompok neraka, dengan meloloskan Kosta Rika dan Uruguay.
Sebuah ironi, karena Gli Azzurri merupakan negara yang jadi salah satu kiblat sepakbola dunia, dengan koleksi empat Piala Dunia.
Publik dan para pendukung mereka mencomooh performa buruk tim asuhan Cesare Prandelli yang tak sesuai harapan. Sorotan utama datang untuk Mario Balotelli.
Tak tahan dengan segala hujatan yang datang, Super Mario lantas mencurahkan isi hati melalui tulisan mendalam di laman twitter pribadinya.
"Saya Mario Balotelli, saya berusia 23 tahun, dan saya tidak memilih untuk jadi seorang Italiano. Saya benar-benar ingin membela karena saya lahir dan besar di negara ini. Saya sungguh tak ingin dunia ini sedih dan kecewa pada saya," tulis Balo di beberapa posting laman resmi twitter-nya.
"Gol? Saya bisa saja melakukannya saat melawan Kosta Rika. Tapi kemudian apa? Apa masalahnya? Apa yang bisa Anda katakan melihat fakta yang ada?
"Jangan salahkan saya, saya mengatakan hal ini karena Mario Balotelli memberikan segalanya untuk tim nasional dan tak kehilangan apapun. Jadi cobalah alasan lain, karena Mario Balotelli memiliki hati nurani yang bersih dan siap bergerak maju lebih kuat dari sebelumnya dengan kepala tegak!
Penyerang AC Milan ini lantas melanjutkan curahan hatinya dengan menyinggung isu yang lebih sensitif, menyoal rasisme.
"Saya bangga sudah memberikan segalanya untuk negara Anda. Atau bahkan seperti yang kalian katakan, saya bukan orang Italia. Afrika tidak pernah dianggap sebagai saudara, tidak pernah. Negro adalah kami dalam hal ini, seperti yang biasanya kalian sebut.
"Memalukan untuk melewatkan kesempatan mencetak gol atau kans lainnya. Memalukan adalah gambarannya. Ini Italia yang nyata!
Andrea Pirlo Pastikan Pensiun Dari Timnas Italia
Tersingkirnya Italia di babak fase grup Piala Dunia 2014 boleh disebut bencana bagi persepakbolaan Negeri Pizza. Bagaimana tidak, torehan buruk ini jadi yang kedua secara beruntun, setelah mengalami hal serupa pada pagelaran 2010.
Pergantian generasi kemudian didengungkan publik dan media setempat. Andrea Pirlo mengawalinya dengan memastikan diri pensiun dari timnas.
"Partai ini [melawan Uruguay] bisa saya pastikan sebagai laga terakhir saya bersama timnas Italia," terang Pirlo singkat, seperti dikutip Goal Italia.
Meski begitu, beberapa rekan setimnya terlihat tak rela melepas kepergian sang metronom. Salah satunya adalah sang suksesor, Marco Verratti.
"Tidak Pirlo, saya masih memiliki harapan besar untuk melihatmu bermain lagi [di timnas Italia]," harap sang gelandang andalan Paris Saint-Germain.
Laporan Pertandingan: Bosnia & Herzegovina 3-1 Iran
ran gagal meraih mimpinya untuk lolos ke babak 16 besar, setelah dikalahkan Bosnia & Herzegovina lewat skor 3-1, dalam duel pamungkas Grup F Piala Dunia 2014, Kamis (26/6) dini hari WIB.
Bermain dalam tensi tinggi, tim asuhan Carlos Queiroz seakan tak bisa mengimbangi kualitas para penggawa lawannya. Bosnia & Herzegovina pun mampu mencatat keunggulan tiga gol melalui Edin Dzeko, Miralem Pjanic, dan Avdija VrÅ¡ajević . Sementara Iran hanya bisa membalas satu lewat Reza Ghoochannejhad.
Babak Pertama
Bosnia & Herzegovina sukses mendominasi jalannya laga sejak sepakan mula dilakukan, meski sudah tak memiliki kepentingan dalam duel ini. Peluang pertama lantas dihasilkan bintang utama mereka, Edin Dzeko. Tandukannya pada menit kesembilan menyambut umpan Toni Susic, berhasil diamankan oleh Haghighi.
Gol dalam pertandingan pun lahir di menit ke-23. Adalah Bosnia & Herzegovina yang mampu mencetak gol terlebih dahulu melalui striker Manchester City, Dzeko. Striker 28 tahun itu menggiring bola hingga didepan kotak penalti Iran, sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang mengarah ke pojok kiri bawah gawang yang tidak mampu dijangkau oleh Haghighi! Skor 1-0 untuk Bosnia & Herzegovina.
Selepas unggul satu gol, Bosnia & Herzegovina terus mengurung pertahanan Iran. Namun karena kurang baiknya kontrol laga dari para penggawa Naga Balkan, beberapa peluang berhasil didapatkan sang wakil Asia. Salah satunya melalui kans yang dimiliki Masoud di menit ke-16, meski masih hampa hasil.
Sisa waktu yang ada gagal dimanfaatkan Iran karena aliran serangan mereka selalu mandek di kaki Sead Kolasinac cs. Tak pelak, skor tipis 1-0 untuk tim asuhan Safet Susic pun bertahan hingga jeda.
Babak Kedua
Babak kedua berlangsung semakin seru. Hal itu terjadi lantaran kebutuhan Iran untuk menang demi menjaga asa lolos ke babak 16 besar. Permainan terbuka jadi tersaji di babak penentuan ini dan adrenalin pun semakin meningkat.
Drama kemudian dimulai melalui gol Miralem Pjanic yang memperbesar keunggulan Bosnia & Herzegovina menjadi 2-0. Menyambut umpan Susic, bintang AS Roma itu menyelesaikan umpan tersebut dengan menaklukan Haghighi, setelah lolos jebakan offside.
Tak mau menyerah, perjuangan heroik diperlihatkan Alireza cs untuk meraih kemenangan. Gol yang ditunggu Tim Melli pun lahir ketika laga memasuki menit ke-82. Aktornya adalah Reza Ghoochannejhad yang melepaskan sepakan terarah masuk ke jala Asmir Begovic.
Kala laga makin meninggi tensinya, Bosnia & Herzegovina lantas menyudahi pertandingan melalui gol ciamik Avdija VrÅ¡ajević di menit 83. Lewat skema serangan balik, pemain botak itu sukses menyelesaikan sodoran membelah pertahanan milik Sejad Salihovic.
Kedudukan menjadi 3-1, dan Iran tak lagi mampu bereaksi setelahnya. Mereka gagal mewujudkan impian untuk lolos, meski di tempat lain pesaing mereka, Nigeria, kalah dari Argentina. Sementara kemenangan ini jadi yang pertama sepanjang sejarah Bosnia & Herzegovina dalam debutnya di Piala Dunia.
Jerman dan Amerika Serikat Main Mata ?
Jerman dan Amerika akan melangsungkan bentrok mereka di Stadion Itaipava Arena Pernambuco. Saat ini Jerman dan Amerika Serikat memiliki nilai yang sama yaitu 4 point. Kedua tim dibesut oleh pelatih yang berasal dari negara yang sama yaitu Jerman. Jerman dilatih oleh Joachim Loew sedangkan Amerika Serikat dilatih oleh Jurgen Klinsmann dan direktur teknik Berti Vogts. Dan yang unikya Joachim Loew adalah asisten pelatih Jurgen Klinsmann saat di Piala Dunia 2006 saat itu Jerman berhasil sampai babak Semifinal dan kalah dari Italia yang akhirnya menjadi juara.
Sehingga baik Jerman maupun Amerika Serikat otomatis memiliki ikatan yang kuat antar kedua pelatih. Dan bukan tidak mungkin dipertandingan kali ini kedua tim akan bermain mata cukup meraih hasil imbang. Karena disamping sudah aman kedua tim bisa lolos sebagai wakil Grup G ini. Jadi hasil pertandingan Jerman melawan Amerika Serikat akan mempengaruhi hasil dari pertarungan antara Portugal dan Ghana. Jika Jerman dan Amerika Serikat bermain imbang maka baik Portugal maupun Ghana harus tersingkir.
Posisi Portugal adalah yang paling tidak bagus karena selain nilainya masih 1 namun selsih golnya pun sangat buruk 2-6 atau -4 jadi untuk lolos harus menang besar. Sedangkan Ghana punya selisih gol 3-4 atau -1 cukup menang 2-0 untuk bisa lolos ke 16 Besar.
Kans terbaik berada di Jerman dan Amerika Serikat. Jerman punya selisih gol 6-2 atau +4 Jerman sudah dibilang pasti lolos dan aman walaupun kalah dari Amerika Serikat. Amerika Serikat punya selisih gol 4-3 atau +1 jika Amerika Serikat kalah dari Jerman dan Ghana menang atas Portugal 2-0 maka Ghanalah yang akan lolos.
Tapi sepertinya skenario bermain mata akan dijalankan oleh Jerman dan Amerika Serikat dengan lebih mengistirahatkan sebagian pemain inti untuk persiapan kebabak 16 besar. Karena cukup imbang saja kedua tim akan melenggang mulus dari Grup G ini. Apakah benar akan berakhir imbang? Tinggal kita saksikan saja pertandingan terrsebut
Aljazair dan Rusia berebut tiket terakhir
Bentrok seru akan terjadi dipertandingan pamungkas Grup H antara Aljazair dengan Rusia di Stadion Arena da Baixada dikota Curitiba. Pertarungan ini bisa dibilang pertarungan hidup dan mati atau pertandingan final bagi kedua tim. Baik Rusia maupun Aljazair memiliki kans untuk lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 2014 mewakili Grup H.
Saat ini Aljazair berada diperingkat kedua dengan nilai 3 dengan selisih gol 5-4 atau +1 sedangkan Rusia berada diperingkat ketiga dengan nilai 1 dengan selisih gol 1-2 atau -1. Rusia bila ingin lolos harus minimal menang dengan skor 2-0 tapi untuk Aljazair cukup bermain imbang akan memastikan lolos ke babak 16 besar.
Aljazair tampil mengejutkan terutama dipertandingan pertama. Walaupun kalah dari Belgia 1-2 tapi Belgia dibuat repot dan harus bersusah payah hingga menunggu sampai menit-menit akhir dibabak kedua. Begitu juga dipertandingan kedua, Aljazair berhasil menang atas Korea dengan skor telak 4-2. Aljazair memiliki kans yang bagus untuk bisa lolos ke babak 16 Besar dan akan menjadi flashback pencapaian gemilang mereka.
Rusia pun dipertandingan pertama mengalami kesulitan menembus ketatnya benteng Korea dan harus puas bermain imbang. Begitu juga dengan dipertandingan kedua harus mengakui keunggulan Belgia di menit-menit akhir. Tentu saja Capello harus berpikir keras untuk meracik strategi yang akan dipakai untuk menghadapi Aljazair.
Aljazair memiliki ciri permainan Afrika yang keras, militan dan pressing tinggi. Ditambah dengan kecepatan pemain-pemain Aljazair dan diprediksi akan menyulitkan Rusia untuk dapat mengimbangi Aljazair. Rusia harus mampu memperlambat tempo dan menguasai lebih banyak bola. Sehingga ritme permainan akan dimiliki oleh Rusia. Apabila Rusia tidak mampu melakukannya maka Aljzairlah yang akan melenggang ke babak 16 Besar