Bibirnya berkilat / menyeringgai seperti sedang menungguku keluar dari semak belantara / "lihat aku! balas tatapanku!" / Aku meraung...berlumuran malu, lari menenggelamkan diri.
Printable View
Bibirnya berkilat / menyeringgai seperti sedang menungguku keluar dari semak belantara / "lihat aku! balas tatapanku!" / Aku meraung...berlumuran malu, lari menenggelamkan diri.
Bulan menyabit dedaunan
Berulang-ulang
Hingga malam tinggal kepingan.
Hijab dan Kitab.
di dek waktu,
jawab tak bisa menunggu
kebebasan!
bukan separuh
jika hijab dan kitab,
membungkam saudara kandung
sudah pasti, kepuasan adalah Tuhanmu.
aku tidak mengerti, mungkin dunia hitam-putih
dan cinta bukanlah jawaban saat ini
kau membawa payung untuk meneduhiku dari badai yg menjerit
sedangkan aku ragu apakah kita bisa bertahan disini?
...
lalu akupun pergi, meninggalkanmu sendiri dengan payung yang kau miliki
sambil berjalan menembus badai pasir, berharap kita mati sendiri-sendiri
kekasih... akankah kau mengerti?
sayang, yuk kita keluar angkasa
membangun koloni dan menjadi raja atas kesepian yg purba %kis2
stars wait
when its awake
Slight!
i don't think we are worthy
to be liberated
Pillow case
Where hope lies
You drown.
I say you should worry
what dawn could steal
more than just a feel
But, lover
You are
Breathe, live
in such weak.
If you always follow the crowd,
and can't even say what you feel inside
then, I am so pity on you
#MUDIK
Lalu-lalang untuk pulang
pulang ke kampung halaman yang dirindukan
cepat!
cepat!
cepat!
cepat-cepat kendaraan dilajukan cepat
berjubel bersama keluarga
oleh-oleh dari kota
baju-baju indah untuk nenek dirumah
motor dilajukan kencang
pulang berharap cepat pulang
cepat pulang!
lari kencang!
....
kecelakaan di ruas jalan raya
berita mencekam terpampang di layar
nenek gemetar mendengar kabar
kabar anaknya yg telah berpulang
*nenek pingsan*
Kangen Simbok
Mbok, aku kangen.
Telpun gur dilit thok amargo panjenengan kedah nemoni tamu.
Padahal wingi Kemis ugo bar ngobrol liwat telpun.
Mbok, anakmu clingus'e kumat.
Males ketemu sopo-sopo.
Mbok, critamu bab masakan lan gudir kagem klempalan wingi rebo,
marai pengin lan kangen masakan simbok.
Mbok, crita2ku bab bogor lan menyang tuna grahita.
diimbangi kaliyan crita2 panjengan nalika tindhak panti wreda.
duh pengen lelungan kalih panjenengan.
Mbok, benjang sonten kempalan sedulur ageng nggih dateng dalemipun suwargi eyang buyut.
titip sungkem kagem eyang putri... .
Peperangan di Kali Pesing
Tirai rotan
Bercorak daun bambu
Kali berbau kencing
Bisu,
Mungkin bagimu
Peperangan di mulai
di tiap alir.
Yang terluka ditarik ke tepi
Disembuhkan kelembutan pagi.
Tapi perang adalah mahluk yang percaya diri,
Menunggumu bangkit lagi.
Petasan dan kembang api,
Bukan..itu bukan teriak kemenangan
Kau tak bisa sembunyi di balik kerudung dan sarung
Petasan dan kembang api,
Menandai satu lagi dekade
Kulit yang terkuliti
Sepi menyeringai,
Begitu ledakan menyerah oleh api.
Dadaku sesak,
Aliran sungai berbau kencing mendesak ke pinggir,
Luka
Tapi esok kulitku akan tumbuh lagi
Terseret bersama gangang dan lumut
Mampir,
Di got depan rumahmu.
--
Agt 2012
...........................................
Sesamar embun menggantung di ujung daun,
kuselesaikan episode paling sinis di sepanjang musim yang rutin saling kawin mengawin
Semacam menampi kulit ari dari perasaan prematur yang tak butuh pengakuan
Doamu sepertinya harus berhenti
karena kecemasan kehilangan muka, di depan merah kirmizi dosaku
Mungkin nanti aku akan bersimpuh
dengan luka lepuh,
merapal satu persatu kenang
di atas sejarah pusaramu
lalu kutabur bebungaan
dari airmata yang sudah kering sedari tadi.
Aku berpura pura tidak sakit hati, meski hujan membacakan berulang ulang... namamu ; sajak yang paling pedih.
Kotamu masih terkantuk, ketika aku datang dengan rindu yang gemeletuk.
-duh neng caca..jd pgn kemanaaa gitu klo dirimu koment :D
Jika harus memilih kamu atau whiski. Aku lebih baik tidak mengenal cinta sama sekali - Pemabuk yang tak tau diri.
Kira kira seperti ini Ibu membuai tidurku
"Kamu akan jadi dokter hebat, luka-luka Ibu akan kau bebat"
Lalu ia tersenyum, sebelum aku sangat terkantuk .
Mungkin akan seperti ini suatu hari nanti,
Aku singgah dengan hati bernanah
Berbisik lembut,
"Ibu, ini liontin mimpimu yang dulu aku renggut"
---------- Post Merged at 09:18 PM ----------
Sajakku seperti panah,
meluncur tak beraturan ke udara
Airmataku berbuih
basah-basah sampai pedih
Sahabat karibku,
gembala
yang kehilangan domba
kamu Cinderella
yang terlambat bersolek ke pesta.
Kita bercakap-cakap tentang bisu
bertukar tubuh dan lelah
dalam cinta yang kehabisan tinta untuk menterjemah.
r u ok?
no, i'm not.
Sebatang rokok hampir patah
berharap pada api sebelum ia mati
"kau pasti tidak tuli kan?"
---------- Post Merged at 09:39 PM ----------
Dengar!
Hutan berteriak pada hujan
di bentang benua yang kerontang
satu kesempatan sebelum malam mencengkram
dan aku berserakan dimana mana
ketidaksadaran,
Kau dan otot nukleus mu!