Loh kan target musim ini biar ngga ter degradasi doang
:pencuri:
ketauan yang posting disini bukan fans2nya liverpool...
it was boxing day anyway, only we've got boxed instead of getting a box :ngopi:
ga usah ngebandingin ama Chuck Norris, bawaannya makan ati [meditasi]
::hihi::
we're liverpool supporters, not just fans
menurut saya warga disini supporter liverpool yang cukup rasional,
tampil bagus bilang bagus, jelek ya bilang jelek. kecewa iya normal
selama ga menghujat, posting sinisme dianggap wajar, ya sesuai judul thread.
kalau posters disini di forum lain yang die hard, pasti kena hujatan ;D
Kita-kita sadar dengan kualitas klub kita yang pernah "TOP BANGET" dan sekarang menjadi "Ecek-ecek"....
Dan kita tetap setia menunggu hoki datang...
::hihi::::hihi::
ta.. tapi kan menurut abang kapiten, Joe Cole lebih hebat dari Messi... ::ungg::
::hihi::
btw, jadi fans Liverpool era sekarang itu butuh kesabaran yang ekstra
makanya, kalo punya cowok fans Liverpool tu pasti hoki banget deh ceweknya, sabar banget dan nrimo soalnya ;))
*malah promosi ;D;D
where do you draw the line between fans n supporter though?
buat gw, suporter = suport klub, literally and financially. Orang yang beli tiket home and away, dateng ke stadion, rela pergi ke seluruh penjuru negri dan benua dengan cara apa pun, nonton di bawah berbagai jenis cuaca, singing your heart out no matter the circumstances. personally thats the real suporter.
Dan kita ( I dunno about you though ), are just mere fans. Boleh aja bilang, oh I stick with the club through thick and thin, tapi selama cuma bisa nonton lewat TV, kita ga bisa lewatin garis "armchair fans" itu, karena kita bisa dibilang ga berkorban apa-apa, terutama secara materi, buat support klub. Ga punya duit, lokasi ga memungkinkan, waktu etc etc, kalo beneran supporter sejati, itu bukan halangan.
No offense. cuma opini pribadi :).
@Kaine: Gw kan nabung di Standard Chartered bro ::ungg::
juga beli merchandise yang dijual klub http://kopimaya.com/forum/images/smi...orum/unggg.gif
@ Kaine:
kan saya punya GFF bro...
:P
seriusnya, sedikit banyak saya setuju ama Kaine. Biar gimanapun, sepakbola itu olahraga komunal. Sebuah klub menjadi besar karena dukungan komunitas tempatnya berada. Segimanapun hardcore-nya kita2 di belahan bumi lain ini, tetep ga bisa menandingi fans2 lokal yang rela menonton klubnya secara langsung dalam kondisi apapun.
Tapi sepakbola juga ikut mengalami gombale susi, kita2 di belahan bumi lain jadi tau ada tim2 sepakbola di benua sana dan menjadi suka. Dengan keterbatasan jarak, kita tentu gampang saja buat jadi fans (let's say supporting) sebuah klub ketika klub itu lagi jaya2nya. Sebagian besar fans dari tv itu glory hunter (dalam artian mulai ngefans pas klub itu juara), atau ngefans pemain tertentu yang ujung2nya ngefans klubnya juga. Makanya, banyak juga yang tau2 ninggalin aja klubnya begitu klubnya turun kasta jadi ecek2. Mungkin itu yg dimaksud itsreza dengan supporter, stick with the club thick and thin, di saat banyak yang ninggalin. Saya sendiri lebih suka menyebut saya fans yang berdedikasi, setia, jujur, realistis dan gemar menabung [meditasi]
:cengir:
Well, the least we can do as couch-supporter di seberang lautan sini mungkin ya dengan membeli merchandise ori, menggunakan produk sponsor, menonton di tv berbayar, dll dll
target market yang empuk? jelas. Tapi ya emang di situ esensinya fans di seberang lautan, sarana mengeruk keuntungan demi kelangsungan hidup klub [meditasi]
ya mungkin bagian kita sebagai foreign fans untuk bisa ngedukung klub favorit secara nyata itu lewat beli merchandise, atau sponsors product. Gw ga bermaksud mengecilkan 'pengorbanan2' itu karena mungkin banyak halangannya untuk lebih jauh supporting club, gw ga maksain opini gw soal suporter/fans ini tapi, yah, gw secara pribadi sih blom bisa nyebut diri sebagai 'suporter', cuma 'fans'.
Di intinya, tim adalah yang nomer satu dari bisnis ini, dan yang bener2 dibutuhin tim adalah keberadaan suporter yang setia dateng ngedukung mereka di stadion. Sayangnya karena globalisasi ini, justru "suporter2 beneran" itu malah makin terpinggirkan karena tempat2 mereka digantiin sama 'turis' yang kadang nama pemaen aja ga tau.
bener juga kata lo Fer. Mungkin bisa dibilang kita ga support secara finansial. Namun support kita berada di tingkatan yg lebih tinggi dari itu, yaitu melalui spiritual!
::hohoho::
LFC memang menyebut pendukungnya sebagai supporter,
mendorong dan mengagumi memang beda tipis. yang berdampak
langsung kepada pemain ketika bertanding memang mereka yang
datang di stadion, buat bisnis, pasar diluar jauh lebih besar, mulai
dari jualan membership sampai merchandise.
ngomongin suporter ato fans ato apalah lo nyebutnya
baru-baru ini shelvey ngapus akun twitternya gara-gara dihina sama fans liverpool sendiri