-
https://www.youtube.com/watch?v=8aqVfp3LIoI
Sumber Krisna Diantha (lagu "Desaku" di Gereja desa terpencil di Swiss)
LUCERNE, SWISS - Ada yang tak biasa di gereja desa Roemerswil, Lucerne, Swiss Tengah. Jika biasanya paduan suara gereja tua itu mengumandangkan lagu tentang kebesaran Tuhan, Sabtu (16/11) petang itu, justru bergema lain.
"Malam ini memang lain, paduan suara gereja Römerswil sedang merayakan ulang tahun ke-100 tahunnya, biarlahkan kami memberikan kejutan," ujar Priska Fuchs-Kathriner, Presiden Paduan Suara Gereja Roemerswil, sebelum konser dimulai.
Kejutan datang pada repertoir keempat, ketika Adalbert Bircher, Ketua Paduan Suara Gereja Hohenrain tampil sebagai konduktor. Setelah dentingan silafon dipadu piano, muncullah lagu Indonesia, "Dalam Perjalanan."
Meski melodinya sama sekali tidak dikenal, tapi 30-an orang paduan suara Roemerswil dan Hohenrain itu bernyanyi dalam bahasa Indonesia.
"Melodinya memang tak akan dikenal di Indonesia, ini lagu ciptaan kami sendiri," ujar Adalbert. Menariknya, mereka bernyanyi sama sekali tidak menggunakan teks, sudah layaknya seperti sekelompok orang Indonesia yang menyanyikan lagu pujaannya di luar kepala.
Kejutan kedua terjadi di lagu berikutnya. Intro piano yang dikumandangkan Andreas Wuerst memang juga tak begitu dikenal. Tapi ketika paduan suara ini memulai lagunya, ingatan langsung terbang jauh ribuan kilometer ke Tanah Air.
Mereka ternyata menyanyikan lagu "Desaku", lagu klasik Indonesia yang sudah dihapal luar kepala orang hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Sekali lagi, mereka juga melantunkannya tanpa melihat teks.
"Kami latihan berbulan bulan untuk itu, tiap Selasa malam berkumpul untuk latihan," tutur Andreas Wuerst, pimpinan Paduan Suara Gereja Roemerswil. Meskipun pada mulanya cukup sulit, imbuhnya, pada akhirnya teks Desaku Yang Kucinta bisa dihapalkan di luar kepala. ,Kalau kita latihan tekun, semua pasti akan tercapai," imbuh Adalbert.
Suasana syahdu, mengingatkan keindahan desa desa di tanah air, menggelayut di Gereja Roemerswil malam itu. Salah seorang penonton asal Indonesia, tampak menyeka air matanya karena tak tahan dengan suasana konser yang mengumandangkan lagu Indonesia itu. "Konsernya sangat bagus, suara penduduk desa ini patut diacungi jempol. Kami berterima kasih atas kesediaannya mengggunakan lagu ini di sini," kata Oktavia Maludin, First Secretary KBRI Bern.
Dewa Budjana, gitaris GIGI, juga tak bisa menahan haru ketika ditunjukkan video konser ini. "Wah, bagus sekali, bagus sekali," kata gitaris asal Klungkung, Bali, ini.
Pemilihan dua lagu berbahasa Indonesia itu, sebagaimana diungkapkan Adalbert, bermuasal dari liburannya ke Indonesia dua tahun silam.
"Kami menjumpai masyarakat yang sangat ramah, terbuka dan siap membantu," kenang Adalbert. Beberapa nilai kehidupan masyarakat Indonesia, akunya, juga mengagumkan. "Mereka hidup dalam banyak keterbatasan, setidaknya dibandingkan Swiss, tapi bisa mengatasinya dengan baik," katanya.
Setelah liburan yang mengesankan di Tanah Air itu, sekembalinya ke Swiss, ia pun utak atik pianonya.
"Saya mencoba membuat lagu Indonesia, akhirnya terciptalah lagu Dalam Perjalanan," katanya. Agar liriknya lebih sempurna, ia pun meminta salah satu warga Indonesia di Swiss, mengoreksinya. "Lagi lagi orang Indonesia yang di Swiss pun, ringan tangan untuk membantu," katanya.
Pilihan lagu Desaku Yang Kucinta, katanya, juga atas rekomendasi orang Indonesia di Swiss. "Liriknya cocok, tentang keindahan desa, keluarga dan handai taulan, jadi memang pantas dinyanyikan di konser ini," katanya.
Pada mulanya, tidak mudah membujuk 30 anggota Paduan Suara Desa Roemerswil dan Hohenrain menyanyikan lagu asing. "Tapi saya membujuknya, lama lama mau juga," kata Adalbert.
Musik Indonesia, tidak terkecuali instrumennya, katanya, cukup menawan. "Baik yang dari bambu atau besi, suaranya menentramkan hati, meskipun mereka lebih banyak bermain di nada pentatonis," aku Adalbert.
Setelah sukses mengumandangkan dua lagu Indonesia di Roemerswil, Adalbert berencana menggelar konser serupa di Desa Hohenrain. "Kali ini akan ditambahkan lagi satu lagu Indonesia, yakni Pelangi Pelangi," janjinya. Lagu tentang keindahan alam ini pun, akunya, akan dinyanyikan paduan suara anak anak Desa Hohenrain. "
"Sekarang ini demam lagu Pelangi Pelangi di sini," imbuh Adalbert.
Roemerswil adalah desa kecil di lembah Seetal, Swiss Tengah, yang hanya berpenduduk 1600 jiwa, sementara desa Hohenrain, meski lebih besar, hanya berpenduduk 2500 jiwa. Dua desa ini, yang hanya terpisah jarak 8 kilometeran, dikelilingi ladang jagung, hutan mungil dan padang rumput.
"Mendengarkan lagu Indonesia di desa kecil nan tenteram, rasanya gimana gitu," kata salah satu penonton Indonesia.
Penulis:
- Krisna Diantha, Warga Negara Swiss berdarah asli Indonesia (Jawa Timur)
-
-
Amy Grant - Overnight
---------- Post Merged at 02:27 PM ----------
Amy Grant - Overnight
-
-
-
https://www.youtube.com/watch?v=8RFTB5vgV_4&app=desktop
Lalu di lanjutkan...
https://www.youtube.com/watch?v=-Cls6F2Dl0E
Pantesan tiap kali denger lagu potret yang ini, gue selalu mau lanjutin revnya dengan... "Say it Ain't Sooooooo... wooo hooo... " ::ngakak2::
Welp, at least, jeplak juga dari source yang keren... ::hihi::
-
-
https://www.youtube.com/watch?v=RzAvR3E56lw
gegara bantuin kawan bikin 'something' dengan soundtrack lagu ini untuk acara depag,
ternyata lagunya enak juga ya... .
-
-
Mike- Sahabat Jadi Cinta
Aneh denger lagu ini::ungg::
-
Raisa-Jatuh Hati
iya, mirip dengannya.
tak percaya lagi, cinta itu seperti apa.
tapi sepertinya, persis.
ini jatuh hati.
entahlah.
dengar ini, jadi ingat dia.
semoga dia sehat2 saja disana. aamiin.
-
-
-
-
https://www.youtube.com/watch?v=TVGsWLGqJ4A
YULIYA SAVICHEVA KLIP MOSKVA-VLADIVOSTOK
Chasto sheptal mne : " YA budu tebya zhdat' " ,
Ty zhe pomnish' ,
A vdrug yeshcho ty zhdosh' ? No kak ya smogu proverit' ?
YA prosto ne znayu ,
Razryvayus' , serdtse teryayu , v ruke szhimayu
Schastlivyy bilet tuda ,
Otkuda tak toropilas' .
Naverno ya ostupilas' ,
Nu chto mne izmenit' ?
Mne ochen' zhal' , moya lyubov' ,
YA tochno znayu , ne zabudu tebya .
Mne ochen' zhal' , i na voskhod
YA ulechu Moskva- Vladivostok .
Mne ochen' zhal' , moya lyubov' ,
YA tochno znayu , ne zabudu tebya .
Mne ochen' zhal' , i na voskhod
YA ulechu Moskva- Vladivostok .
Kuda - to tak tyanet , Chto tam obmanet ,
YA ne znayu , Vnutri yeshcho bolit ,
No ne povernu obratno , Uzhe ya ne plachu .
YA na udachu serdtse ne pryachu
I budu khranit' ya
Moy staryy bilet k tebe .
Zachem zhe s toboy prostilas' ?
Ty znayesh' , ya ne smirilas' ,
Nu chto mne izmenit' ?
Mne ochen' zhal' , moya lyubov' ,
YA tochno znayu , ne zabudu tebya .
Mne ochen' zhal' , i na voskhod
YA ulechu Moskva- Vladivostok .
Mne ochen' zhal' , moya lyubov' ,
YA tochno znayu , ne zabudu tebya .
Mne ochen' zhal' , i na voskhod
YA ulechu Moskva - Vladivostok
-
-
Happy Music ~ Ukulele Background, Cheerful, Joyful and Upbeat
https://www.youtube.com/watch?v=dQFxVkJwVdo
-
-
https://www.youtube.com/watch?v=dz3Hvjf3OVo
nanti tgl 10 lyricnya beda lagi,
"Libur telah usai, libur telah usai, Hatiku tersiksa"
::ngakak2::
-
saya sih nanti, tanggal 25, hihihihihi ::hihi::