ada kasus ngakak.
PNS ditangkep satpol PP pas jalan2, malah si satpol dihajar PNS ::ngakak2::
---------- Post added at 10:16 PM ---------- Previous post was at 10:13 PM ----------
beritanya:
PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, melakukan razia terhadap pegawai negeri sipil, Rabu (18/4/2012).
Tak terima dirazia dan ditahan kartu tanda penduduknya, seorang PNS, Y (46), menampar petugas Satpol PP.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 tadi di pasar depan Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng, Palangkaraya. Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan razia rutin terhadap para pegawai negeri sipil (PNS) yang berada di luar kantor ketika jam kerja. Saat terkena razia, Y mengatakan, ia hanya keluar sebentar karena ada keperluan.
Meski sempat emosi, perempuan yang tinggal di Jalan Sapan IX, Palangkaraya, itu membiarkan petugas Satpol PP menahan KTP-nya. Razia itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan terhadap mereka yang berseragam PNS. Tak ada tebang pilih terhadap PNS laki-laki atau perempuan.
Kepala Satpol PP Kota Palangkaraya Basirun Sulang mengatakan, sikap PNS yang tidak terima terkena razia itu merupakan konsekuensi tugas. "Nanti kami akan proses. Pimpinan PNS yang bersangkutan akan dipanggil ke kantor kami untuk dimintai keterangan mengenai sikap anak buahnya," ujarnya.
http://regional.kompas.com/read/2012...mpar.Satpol.PP
---------- Post added at 10:52 PM ---------- Previous post was at 10:16 PM ----------
Ratusan PNS Dihukum Jalan Kaki Keliling Kota
TRIBUNNEWS.COM, BAJAWA*- Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae, menghukum ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Setda Ngada, dengan memaksa mereka berjalan keliling Kota Bajawa, Selasa (17/4/2012). Siksaan itu dilakukan Bupati Marianus, karena ia kesal dengan para PNS yang dinilainya bandel, lantaran tidak disiplin mengikuti apel pagi.
Disaksikan Pos Kupang, ratusan PNS dari berbagai SKPD itu disuruh berjalan kaki mengelilingi Kota Bajawa. Mereka dijaga langsung Bupati Ngada, Marianus Sae, didampingi Asisten III, Anthonius Repu, dan puluhan petugas Pol PP. Tampak beberapa kepala dinas juga ikut berjalan kaki mendampingi stafnya yang kurang disiplin.
Setelah apel sekitar pukul 08.30 Wita, Bupati Marianus menyuruh PNS berjalan keliling kota melintasi Jalan Soekarno Hatta, Ahmad Yani dan kembali ke Kantor Bupati Ngada sekitar pukul 09.30 Wita untuk mendapat arahan dari Bupati Ngada.
Sepanjang jalan, masyarakat dan para pedagang menonton ratusan PNS itu. Mereka mengira PNS itu mengikuti jalan sehat. Selama berjalan mengelilingi kota, para PNS dijaga ketat aparat Pol PP agar para PNS itu tidak berusaha kabur dari siksaan. Setiba di depan Kantor Bupati Ngada, tampak para PNS kelelahan, keringat mengalir deras. Ada yang mukanya ditutup dengan sapu tangan.
Saat wartawan mengambil gambar, mereka berusaha menghindar jauh dari sorotan kamera. Mereka malu kalau diekspose di koran.
Bupati Ngada, Marianus Sae mengatakan, dirinya kesal dengan sikap PNS yang tidak disiplin. Padahal dirinya sudah berulangkali mengimbau kepada seluruh PNS agar tegakkan kedisiplinan.
"Ini sudah keterlaluan, mau urus kerja harus orang lain yang atur. Kita punya tanggung jawab yang besar kepada masyarakat, tetapi untuk kehadiran saja susah seperti ini," kata Bupati Marianus.
Ia mengingatkan ke depannya PNS yang masih tidak disiplin dan tidak ikut apel akan diberikan sanksi dalam bentuk yang lebih keras lagi. Para PNS yang bandel itu harus membawa spanduk dengan tulisan 'kami terlambat. Jadi jangan ikut kami'.
http://www.tribunnews.com/2012/04/19...disiksa-bupati
udah tua, masih disuruh upacara pagi2, pakai seragam. geraah. males. ::ngakak2::