ember... org Indonesia klo nambah nasi.. bikin kaget org Jepang =))Quote:
Originally Posted by Alip
Printable View
ember... org Indonesia klo nambah nasi.. bikin kaget org Jepang =))Quote:
Originally Posted by Alip
tapi orang Indonesia gak bisa.. selalu minta tambah nasi X_XQuote:
Originally Posted by itsreza
Soalnya sekarang saya lagi sibuk menilai foto-foto istri... jadinya peka juga sama hasil foto DSLR :luck:
Sekte Honganji dulunya adalah sebuah sekte militan di Jepang. Para biarawan itu selain menekuni zen juga berlatih beladiri dan mereka adalah kekuatan militer yang ditakuti oleh para penguasa. Sosok biarawan Honganji sering digambarkan sebagai pendeta berjubah hitam dan membawa tombak panjang (naginata). Mungkin mirip dengan seragam yang sekarang dikenakan oleh aliran Shorinji Kempo di jaman modern ini.
Salah satu tokoh biarawan semacam itu misalnya Musashibo Benkei .... dia sangat legendaris di kalangan pecinta beladiri Jepang. Benkei digambarkan sebagai seorang biarawan yang berangasan tapi berwatak ksatria. Ketika diusir dari biara karena fitnah, dia ditolong oleh Yoshitsune, seorang bangsawan yang keluarganya dihancurkan oleh perang. Benkei kemudian bersumpah setia pada Yoshitsune.
Sedemikian tinggi pengabdian Benkei, ketika terjadi penyerbuan ke kediaman Yoshitsune, Benkei bertempur habis-habisan membela tuannya, dan konon dia gugur sambil tetap berdiri tegak di depan gerbang rumah Yoshitsune.
Pada periode perang besar Sengoku, tokoh panglima perang pemersatu Jepang, Oda Nobunaga, sampai butuh sepuluh tahun sebelum bisa menaklukkan Kuil Honganji di Ishiyama.
tuh... kalau urusan perang hapal deh ... emang dasar kepala terlalu banyak diisi kekerasan...:luck:
wowww berasa berada di jepang masa lalu, mebayangkan kilatan2 pedang :mrgreen:
http://4.bp.blogspot.com/-oCXarv5T17...nji+Kennyo.jpg
Honganji Kennyo
elemen-Nya adalah cahaya.
Kepala Biara dari sekte Ikko. Dia digambarkan sebagai orang rakus yang berpikir apa-apa tapi uang, bahkan dia percaya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, terutama kemenangan. benteng-Nya dikelilingi dengan dada dan pot penuh dengan koin emas. Untuk memenangkan pertempuran, ia resort untuk menyuap musuh-musuhnya dalam rangka untuk bergabung dengannya. Wields biarawan staf dalam gaya Takeda Shingen. Ia dapat dimainkan di Sengoku Basara 2 Heroes mana tambahan dia pikir dia seorang pria macho karena moveset nya.
- gw malah gak pernah belajar sejarahnya Jepang X_X
^
all size selop? ::elaugh::
yah kalo kata sundajin alias orang sunda mah: wayahna we lamun teu aya nu pas
bukan ca, pake sony (sudah dikonfirmasi) ga tau serinya :luck:
katanya sih dia ada sensor buat mata kita juga, jadi dia menyesuaikan mata kitanya
tau selop yang disediakan hotel kan??
nah mirip2 lah, tapi lebih bagusan kualitasnya. ukurannya gede, ga ada kiri-kanannya (bisa dibolak balik)
Hmmm... selopnya musti rajin dicuci tuh... secara yang make berbagai macam kaki...:luck:
Nggak ada lagi yang pakai geta (bakiak) ya? hihihi... saya pernah disuruh pakai geta yang kakinya tinggi banget... bunyinya ketlak-ketluk... :mrgreen:
Sampe sekarang saya masih hobi pakai tabi, sejenis kaos kaki yang jempolnya dibedain... jadi kalo di kantor mau pake sendal jepit, gak usah lepas kaos kaki. Praktis loh... Chan beli gak waktu di Jepang?
btw... mumpung nyambung... ini ilustrasi tentang Benkei Musashibo... coba lihat geta yang dia pake... tinggi banget...
http://upload.wikimedia.org/wikipedi...0px-Benkei.jpg
Honganji? gw ko jadi keinget Anji.
kalo Honganji ini biarawan mana ya dalam masa itu?
kalau di cerita fiktif Samurai X kan ada tokoh anji tuh..
yang mantan bikkhu
http://www.thehiddenhaven.net/fanfiction/anji.jpg
trus merujuk bakiak tingginya si om Alip,
buseett apa ga mengurangi kelincahan si Benkei Musashibo tuh,
Benkei Musashibo itu pendekar biksu kan?
@um alip
kaos kaki gitu diidonesia mah banyak um, ini aku aja lagi pake kaos kaki jempol
Yukyuzan Anji yang punya ilmu pukulan Futae No Kiwami?
Sayangnya di cerita Samurai X nggak ada latar belakang aliran Budhisme-nya si Anji... <ketauan ngikutin:luck:> tapi kalau menilik seragamnya yang berlengan pendek, bisa jadi dia berasal dari aliran Rinzai atau aliran Soto... sedangkan Honganji adalah kuil beraliran Jodo.
Katanya... katanya loh ya:luck:... nggak...
Dulu kita disuruh pakai geta itu waktu latihan Iaido (salah satu aliran pedang Jepang), sekedar variasi aja sih. Kata Sensei (guru) saya, sekedar untuk menghayati ribetnya jadi samurai jaman dulu... saya sih waktu itu jatuh gedubrakan... tapi buat orang yang sehari-hari memang pakai geta tinggi (sangat berguna di jalan becek), kali udah biasa...
Ada sebuah catatan budaya dari Sensei saya tentang alas kaki, kayaknya menarik untuk di share di sini...
Waktu itu saya tanya... "boleh nggak sih geta-nya dilepas aja kalau berantem? Kan ribet?"
Jawabnya tegas, "Nggak boleh... samurainya malu ati kalau sampai bertempur gak pake alas kaki..."
Jadi rupanya, kerapihan berpakaian dan wibawa ternyata juga penting dalam berantem.
Seorang samurai akan dengan rapih menaruh alas kakinya di tangga rumah, dengan posisi sendal/geta menghadap keluar. Dengan begitu kalau dia harus cepat-cepat keluar rumah untuk berperang, dia tinggal lompat ke atas alas kakinya itu. Seorang samurai yang ketauan gurawalan ketika ada perang, apalagi sampai ketauan gak pake alas kaki akan jadi bahan tertawaan. Dia dianggap tidak waspada, tidak siap tempur, gampang panik, dan ceroboh...
Kebiasaan ini konon masih berlaku sampai sekarang. Alas kaki pasti ditaruh rapih di rak, atau di bawah tangga, dengan posisi menghadap keluar.
Nggak tau aslinya... kali Chan bisa ngasih komentar perkembangan terakhir soal ilmu alas kaki ... :mikir: