si darsem apa udah bagi2 duitnya sama anak alhm ruyati ya?
Printable View
si darsem apa udah bagi2 duitnya sama anak alhm ruyati ya?
sudah, katanya dibagi 20 juta..
sdh gw duga, jumlahnya segituan paling
yeah....
soal tki emang baiknya ga usah dikrim lagi
kalau yg mau naik haji, cari investor, hubungan ekonomi ya silakan silakan aja
selama hukum tebas menebas masih berlaku, well not sending another human being to saudi...blow job eh god job sby :D
tanpa ruyati darsem gak akan seperti sekarang...
sekarang sudah menjadi "toko emas berjalan"
ya, biarlah dia menikmati uang itu, biar bahagia
toh itu uang 'leher' nya
Jakarta, CyberNews. Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat menyatakan mantan TKI Darsem sebaiknya tahu diri.
"Saya mendengar Darsem menyumbang untuk keluarga almarhumah Ruyati hanya Rp 20 juta," kata Jumhur di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hari ini, Sabtu (6/8).
Jumhur berada di Parigi Moutong untuk berdialog dengan Bupati Samsurizal Tombolotutu dan jajaran pemerintah serta tokoh masyarakat setempat dalam rangkaian hari keempat Safari Ramadhan IV BNP2TKI ke Sulteng dan Sulsel 3-13 Agustus 2011.
Darsem, mantan TKI asal Kabupaten Subang, Jawa Barat, kembali ke kampung halamannya pada Rabu (13/7) setelah terbebas dari hukuman pancung di Arab Saudi setelah dibantu pemerintah dengan diyat sebesar Rp 4,7 miliar dan mendapat bantuan dari para pemirsa sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 1,2 miliar sehingga kini menjadi miliarder.
Pada Kamis (4/8), dia menyumbang untuk keluarga almarhumah Ruyati, TKI asal Bekasi, Jawa Barat, yang dihukum pancung di Arab Saudi karena membunuh istri majikannya. Een Nuraeni datang ke rumah Darsem di Dusun Terungtum RT 09/04, Desa Patimban, Kecamatan Pusaka Negara, Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk menerima sumbangan itu.
Een menyebutkan, sumbangan itu akan dia sumbangkan kembali untuk masjid dan mushola di dekat rumahnya di Bekasi. "Saya rasa kalau dia tahu diri, tidak menyumbang hanya Rp 20 juta tetapi Rp 200 juta hingga Rp 500 juta," kata Jumhur.
Dia menambahkan, Darsem bisa terselamatkan karena kasus pemancungan terhadap Ruyati. Kepala BNP2TKI juga mendengar Darsem di kampung halamannya seperti "toko emas berjalan" dengan berbagai perhiasan menyolok di badannya. "Kabarnya pemirsa televisi yang menyumbang untuk Darsem juga protes," katanya.
Jumhur menegaskan, sejak semula dia tidak setuju bantuan dari pemirsa televisi itu diberikan semuanya kepada Darsem karena pemerintah telah membayar Rp 4,7 miliar sebagai diyat (pengganti nyawa) kepada keluarga korban yang dibunuh Darsem. "Makanya ketika ada serah terima bantuan pemirsa di televisi itu, saya tidak datang meskipun diundang," katanya.
Kepala BNP2TKI berharap, Darsem tidak bersikap secara berlebihan dan tahu diri dalam menjalani kehidupannya saat ini. Darsem binti Daud Tawar diberangkatkan ke Arab saudi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) oleh PT Titian Hidup Langgeng, Jakarta, pada 2007, dan bekerja pada keluarga Ibrahim Soleh Ahmad Al Mubariki, di distrik Al Uraija, Selatan kota Riyadh.
Sekitar Desember 2007, Darsem diberitakan media setempat membunuh seorang warganegara Yaman, Walid, yang saat itu bertandang ke rumah majikannya. Dalam pengadilan, Darsem mengaku terpaksa membunuh karena Walid berupaya memperkosanya. Atas perbuatannya itu, pada 6 Mei 2009, dia divonis dengan hukuman mati (pancung) oleh Pengadilan setempat.
Atas vonis mati Pengadilan itu, KBRI Riyadh melakukan banding. Selain itu atas perantara Kedutaan Besar Yaman di Riyadh, Arab Saudi, KBRI berhasil melakukan pendekatan kepada keluarga korban untuk mendapatkan pemaafan. Pada 7 Januari 2011, KBRI menerima pemberitahuan dari kantor Gubernur Riyadh bahwa ahli waris korban telah memberikan pemaafan dengan imbalan uang diyat 2 juta SR (Seaudi Real) atau senilai Rp 4,7 milyar.
Pada 25 Juni 2011, pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh menyerahkan uang diyat untuk keluarga korban, dan pada Rabu (13/7), Darsem bisa kembali ke tanah air.
Wah, kenapa musti dikasikan tunai gitu ya? Bukannya uda ditanggung ama pemerintah???
Dasar tivi oon.
Namanya juga orang kere yg mendadak kaya ga bakal bagi2 kok enak..derita lw::elaugh::
Gara2 Ruyati, Darsem bebas dari hukuman mati dan jadi orang kaya.
Gara2 Darsem, TKI berikutnya gak bakal ditolong dari hukuman mati.
Mana yg lebih mulia ?
darsem: "rejeki mah dateng dari mana aja" :P
darsem : "kehendak tuhan... saya mah org desa, gak tau apa2 atuh akang"
Lagian yg ngasih duit ke darsem kok di kasih begitu aja ga dibagi2 dulu jatah buat TKI yg laen
si tvone wawancara dgn darsem : 'mabk, apa mbak mau nlg temen2 mbak yg skrg sdg kena kasus kyk mbak?
darsem : mau aja sih..tapi kalau saya mampu, dan ga gede2 amat..yah 100 lah (seratus ribu mskdnya)
tv : gimana caranya, apa mbk mau bikin yayasan? (ya oloh.,,masa pembantu disuruh bikin yayasan..pnter banget tv nya)
lagian kok di ributi2in sih? lah duitnya udah nyampe ke dia..dikasih bulet
mau dia apain, org lain ga bsai protes
tau gitu duitnya di sumbangin ke padang, jogya dan ke gw...:D
pembantu yg jadi juragan. kayaknya malah yg dulu nyumbang pun belum tentu sekaya Darsem sekarang ::elaugh::
duitnya yg keluar terbesar, paling buat "nyumbang" keluarha Ruyati sebesar 20jt kan yah? (kecuali beli emas dan rumah)
kyknya ny.darsem tak nak berkendak membangun masjdi, ikut perbaiki jalan atw amal amal yg lainnya
hehe
kalau daku jadi darsem jg akan begitu kali ya
duitnya gw convert jadi emas batangan
sebagian simpen di swiss..ahahha
terus gw buka diving store di florida
dan toko kacamata di manhattan
:cilukba:
rejeki nomplok sebelum lebaran. anggap aja THR++++++++++++++++++++++++++++++
masih banyak sisanya tuh :cengir:
Quote:
Darsem membeli rumah bekas yang berada di depan rumah orang tuanya itu seharga Rp.50 juta, buat membeli perhiasan 50 gram emas per gramnya senilai Rp.250 ribu setara Rp.12,5 juta, membeli bahan bangunan Rp.20 juta plus membayar jasa kepengecaraan atas nama Elyasa, Rp.20 juta. Menyumbang keluarga TKI Ruyati yang dihukum mati Rp.20 juta
Sisanya, kata Darsem, untuk kepentingan bayar tukang dan kepentingan sehari-hari dan persiapan hajatan sunatan anak semata wayangnya Safi'i yang kini baru duduk di kelas I sekolah dasar pada medio September mendatang.
Ada pun sisa dana Rp.1 miliar masih utuh dan ada di bank. "Uang tersebut akan saya gunakan buat modal usaha dengan membuka toko kelontongan, tapi itu masih jauh," kata Darsem. "Sekarang saya sedang memikirkan rencana sunatan si Syafi'i."
Sunat pake dana 1 milyar bisa dipakai buat sunat berapa kali tuh ya ?
anaknya bisa puas disunat berkali2 deh :))
maklum wong ndeso pikiran dangkal..masa buka toko kelontong..buka showroom mobil kek=))
yg saya bayangkan adalah org2 yg ngumpulin duidnya... Banyak bgt mahasiswa dan pengamen2 yg panas2an di jalan bwt bikin posko dadakan DARSEM CRISIS CENTRE. Semua jerih payah mereka, diberikan ke TV OON dg harapan perjuangan dan dana yg terkumpul diberikan kpd yg berhak. Sekarang tiba2 ada toko emas berjalan...
OON banget TV-nya. Kalo ada berita yg berbau skandal, lngsng diheboh2in. Pas kebagian ngurus dana rakyat...meh!
Kpd yg udah nyumbang baik dana dan tenaga... Yang sabar ajah. Namanya juga ujian keikhlasan, berattttttt banget ::elaugh::
Bulan puasa gini, ada ajah godaannya :D
nah, ini akibatnya simpati berlebihan..kan udah ditalangin pemerintah itu uang diyatnya (yang pake duit pajak berarti), ngapain pake buka kotak amal? Dia kan yang penting selamet pulang. Liat di tipi duh pengen ngegetok palanya, udah berenteng emas, bangun rumah lah apalah...gak peka sama sekali sama teman2nya yang mungkin sekarang juga sedang berkasus di Arab sono. Tapi wajar sih...pengentahuan sama kepekaannya cuman sampe segono...mesti ada pendampingan sebenernya biar dia belajar paham...tapi nti yang dampingi minta duit juga lagih :luck:
Jadi pelajaran neh, orang jadi males lagi ngurusin para TKW yang bermasalah, abis yang ditolong jadi kurang ajar
TV OOn kebablasan pengen menjelek2an pemerintah, menggalang massa untuk memusuhi pemerintah yg dinilai lalai membela Ruyati, TV oon pengen menjadi pahlawan di kasus "ruyati" berikutnya yaitu darsem.
Padahal TV oon juga lalai meliput Ruyati sebelum dipancung, mereka juga baru tahu setelah kepala ruyati dipenggal, sama kagetnya dengan pemerintah.
Dalam Kasus Darsem, pemerintah mengambil uang rakyat 4Milyar, TV oon mengambil uang rakyat 1milyar, ujung2nya uang rakyat juga yg dipake.
sama kayak kasus prita
untungnya prita menggunakan uangnya jg buat nymbang2 korban bencana
mau mau aja di provokasi tv oon , jadi inget jg kasus timnas yg di hhip hip hurray berlebihan..hehhe
pelajaran moral: kalo ada penggalangan dana dr TV Oon, passsss
dan entah kenapa gw masih terbayang waktu tina talisa ikut mewawancarai maz bahcdim didlm pesawat...
:|
yg kasian ya Ruyati sekeluarga ya
mayatnya ga balik
duit dpt sedikit
dan...
dilupakan
sbnrnya dana talangan itu kan buat bayar uang diyatnya Darsem, jadi sharusnya pas udah kekumpul 1,2 M..pemerintah nalangin sisanya.
kalo gini kan sama aja pemerintah buang2 uang 4 M. dasar TV oon (tv oon aja deh yg disalahin)
btw otw, knapa ini bahasnya jadi Darsem?gak di split aja threadnya?atau minimal dirubah judulnya jadi Ruyati Darsem?
setelah gw pikir2, bukan cuman TV Oon yg aneh dlm hal ini Kemenlu kita juga terkesan ngambil keputusan secara terburu2.
udah keder kali gara2 masalah Ruyati kemaren.
jadi pengen cepet2 cuci tangan dengan secara membabi buta membayar diyat darsem tanpa ba-bi-bu atau penyelidikan yg lebih komprehensif.
gimana kalau judulnya jadi : Lari dari Saudi?
atauuuu
"Leherku....Bahagiamu"
atauuu
"TKI, diantara Pedang dan Uang"
atauu
Pedang ditangan algojo, Uang ditangan Darsem
atau..
"Darsem & Uang vs Ruyati & Pedang"
whatever :ngopi:
^^ judulnya ganti atau saja
yeah..watever to watever
:cilukba: