nonton wrath of khan yuuuuk?
nonton wrath of khan yuuuuk?
Ok.
nanti kubeli kripik jagung produk Malang.
Wrath of Khan? Film tahun awal 80-an itu? Masak blum nonton?
Kandalf berhasil ngeracuni istri supaya jadi Trekkies atau dari sononya udah sesama Trekkies?
... eh... KKB ya?
Make it nomor 94 deh...
94. Saya sudah nonton. Istri belum nonton.Quote:
Originally Posted by Alip
Saya bukan Trekkies. Cuma istri penasaran bedanya film Star Trek zaman dulu dengan Star Trek zaman sekarang.
Ngomong2, lagu belakang Star Trek yang baru berubah menjadi lagu score Star Trek : The Motion Picture lho.
Katanya sejak Wrath of Khan, Gene Roddenberry didepak ya? Aku belum nonton film Star Trek: The Motion Picture. Cuma mendengarkan lagunya saja.
nanya lagi
- menurutmu, apakah di indo kekurangan film dokumentari lokal?
- ada dokumentari indo yang direkomendasikan?
- seandainya kalo kamu bikin film dokumentari di indo, mo ngangkat topik apa?
ikutan nanya:
- apa definisi cantik menurut kamu
- bird watching atau hiking
- bondan winarno atau william wongso
Kusatukan jadi satu nomer.
Indonesia sebenarnya banyak film dokumenter dari zaman monopoli TVRI, Dwipoli TVRI-RCTI hingga zaman sekarang.
Yang kurang adalah bentuk penggarapannya supaya tidak membosankan.
Dan kecuali tipe stasiun tv yang memang punya target pasar khusus seperti Metro TV, TV One, Berita Satu, rata-rata pemilik TV sangat skeptis terhadap film dokumenter dan cukup sadis dalam melakukan intervensi pembuatan film dokumenter.
Salah satu PH pernah cerita bagaimana film dokumenternya selalu terancam dibatalkan setiap minggu akibat review mingguan nan kejam dan ia beruntung punya backup salah satu orang kuat di perusahaan TV tersebut sehingga bisa bertahan hingga 40 episode. Setiap minggu, episode terbarunya dibantai dengan dalil-dalil rating dan dipaksa memasukkan unsur-unsur non-dokumenter seperti gaya palsu 'reality show' untuk menaikkan rating.
Episode terbaiknya, yang paling informatif, justru memiliki rating sangat rendah. Sebaliknya, episodenya yang buruk, yang dimaki-maki oleh penonton target pasar dokumenternya, ternyata justru dapat rating tinggi. Acara tv lain yang diputar sebelum dokumenter bersangkutan, yang menurut penonton target pasar terlalu lama memakan waktu sehingga harus menunggu sangat lama sebelum acaranya dimulai, ternyata menurut PH justru sangat membantu untuk menaikkan rating acara dokumenter tersebut.
Setelah acara dokumenter tersebut selesai, beberapa minggu kemudian, di stasiun Kompas TV, muncul dokumenter serupa, memiliki format serupa, tetapi minim intervensi. Namun ternyata, untuk menyelesaikan 1 episode, mereka butuh waktu sangat lama. Bahkan sempat ada jarak berbulan-bulan antar episode, terutama karena pemilihan host yang tidak tepat.
Jadi kurasa yang kurang bukan film dokumenter atau pembuat film dokumenter, tetapi stasiun TV sebagai media untuk menayangkan dokumenter tersebut yang seimbang antara profesionalitas dan idealisme. Di Australia ada SBS, di Amerika ada PBS. Mungkin seharusnya pembuat dokumenter di Indonesia seharusnya juga mempertimbangkan untuk menjual dokumenternya di luar negeri.
Film dokumenter Indonesia yang kurekomendasikan?
Untuk dokumenter lepas, coba Hardline karya Andibachtiar Yusuf.
Untuk dokumenter serial TV,
coba:
- Komunitas Unik yang di Trans 7 (tersedia di youtube.com dan MyTrans.com)
- Si Bolang yang juga ditayangkan di Trans 7 (tersedia di youtube.com dan MyTrans.com)
Untuk dokumenter beladiri,
coba cari
- Pendekar ditayangkan di Trans 7 (beberapa pecinta silat mengupload sebagian episodenya di youtube -- ada anak KM muncul lho :D)
- Tarung ditayangkan di Kompas TV (beberapa pecinta beladiri mengupload sebagian episodenya di youtube)
Kalau aku jujur saja tidak tertarik bikin dokumenter. Dulu sudah pernah terlibat untuk dokumenter kampus.
Tapi aku lebih tertarik drama yang berdasarkan sejarah. Aku membayangkan drama "Empat Hari Agustus 2045" atau drama "Maria J Duchateau".
Disatukan saja.
- cantik adalah enak dipandang.
- belum pernah bird watching. Jadi hiking saja deh. :D
- Pak William Wongso kayaknya lebih jago masak ya? William Wongso
96. menurutmu, ahmad fathonah beruntung atau justru merugi?
pertanyaan ku cuma satu tapi ga dijawab :(
kayaknya bakal jadi jawaban pamungkas mbak cha_n
walahhh pertanyaan chan membuat may dalfie bener2 harus mencari jawaban yang tepat, artinya pertanyaanmu berkualitas chan, bikin repot kepalanya::oops::
dalf, saya tiap kali ngeliat pbs, PASTI kepikiran tpi. gimana nasibnya sekarang ::elaugh:: soalnya saya liat tayangan2 pbs kan rata2 memang tayangan yang bersifat edukasi. and if there is any other indonesian tv channel yang harusnya menayangkan acara2 pendidikan begini, ya harusnya tpi, bukankah itu bagian dari namanya ::elaugh::
anyway, pertanyaan laen:
- film animasi apa yang kamu rekomenasikan?
- situ programmer kan? bahasa programming apa yang menurutmu berpotensi dan kamu rekomendasikan untuk dipelajari?
ayahku pernah bawa pak bondan jalan2 wisata kuliner loh :cengir:
- menurut om sensor film dan tv itu harusnya gimana? yg sekarang udah bagus belum? atau malah menyusahkan media/konsumen/dan artist?
- bagaimana caranya mengangkat budaya" daerah yg tertutup dengan budaya jawa?
- di Indonesia pernah ke kota mana aj? diluar pulau jawa menurut om kota mana yg paling makmur,indah,sentosa?alasannya.
::maap::
- menurut om sensor di ::KM:: itu harusnya gimana? yg sekarang udah bagus belum? atau malah menyusahkan member/pengurus ::KM::?
- bagaimana caranya mengangkat member" daerah yg tertutup dengan member dari jakarta?
- selama di ::KM:: pernah ketemu sama siapa aj? menurut om siapa member ::KM:: yg paling makmur,indah,sentosa?alasannya.
::maap::
eh udah seratus blom?
belom ah, belom nanya iki::ungg::