@Kingform
kalo yg saya maksud, gara2 kiper minta tolong ke pemain lawan untuk ngiket tali sepatunya (kiper), wasit memberi kartu kuning ke kiper...
mesti cari youtube
Printable View
@Kingform
kalo yg saya maksud, gara2 kiper minta tolong ke pemain lawan untuk ngiket tali sepatunya (kiper), wasit memberi kartu kuning ke kiper...
mesti cari youtube
kalo yang itu belom pernah denger ceritanya ;D
[MENTION=195]Kingform[/MENTION]
kira2 gini ceritanya, lupa2 ingat ::ngakak2::
akhirnya wasit ngasih tendangan bebas ke pemain lawan di depan kotak penalti, semua tiim bertahan siap bikin pagar, tim yg mepunyai kesempatan tendang dengan sengaja nendang ke luar lapang (fairplay)
penontong bola tepuk tangan,... salut...
gara2 ngiket tali sepatu kiper ::hihi::
kingform punya video stadion sepak bola ternama di eropa mati lampu? ::hihi::
Kok ga ada yg buat tret asian games yah?
Apa karna indo udah pasrah?
bikin aja kong, ntar gw sticky
ngomong2 soal pasrah, lha wong menpora nya aja udah pasrah kok ::ngakak2::
Quote:
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo, pesimistis terhadap peluang Indonesia di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.
Bahkan politisi Partai Demokrat itu memprediksi tim Merah-Putih kesulitan memenuhi target menempati posisi 10 besar alias mengumpulkan sembilan medali emas.
Pernyataan yang diucapkan Roy Suryo merujuk pada tinjauan langsung ke Negeri Gingseng pada beberapa hari yang lalu. Dia menilai atlet Indonesia menemui beberapa kendala, seperti ketidaksiapan Incheon menggelar multievent olahraga antar negara di Asia itu dan mis-koordinasi antara Komite Olahraga Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
“Kejadian di Asian Games 2014 tidak bisa ditolerir. Konflik internal antara KONI-KOI terjadi di lapangan. Kemudian, venue pertandingan belum jadi. Sangat memalukan, tidak nyaman semua. Bagaimana kesulitan transportasi dari satu tempat ke tempat lain. Kita jangan kaget atas prestasi atlet di Incheon,” tutur Roy di Tangerang, Minggu (21/9/2014).
Sejauh ini apa yang disampaikan Roy Suryo memang terbukti dari apa yang dicapai atlet Indonesia pada hari kedua penyelenggaraan Asian Games 2014.
Tim merah-putih tercecer di peringkat ke-12 dengan koleksi dua medali perak dan satu medali perunggu. Pada hari ini, hanya lifter Indonesia, Eko Yuli Irawan yang berhasil mempersembahkan medali perunggu.
Eko yang turun kelas 62 kg putra mengumpulkan total nilai 308. Sementara lifter Korut Kim Unguk memastikan mendapat medali emas dengan total 332, disusul atlet Tiongkok Chen Li Jin yang meraih perak dengan mengumpulkan angkatan 321.
Sedangkan pada Sabtu kemarin, Indonesia membawa pulang medali perak melalui atlet wushu Juwita Niza Wasni dan lifter putri, Sri Wahyuni Agustiani.
“Update hari ini menunjukkan keprihatinan. Target 10 besar dengan sembilan medali emas. Agak berat untuk mencapai itu. Harapan mencapai enam sampai tujuh medali emas. Jangan salahkan atlet, tapi pengurus,” tambahnya.
https://id.olahraga.yahoo.com/news/i...6837--spt.html
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::
masalah kita sama berati kong
bikin tretnya gampang, update2nya yg ga ada waktu ::hihi::::arg!::::maap::
ngomong-ngomong asian games , kemaren tim sepakbola kan dibantai ama thailand
portfolionya ajimantep banget , dibantai 10-0 sekarang 6-0
yah, namanya juga pake cadangan
pake pemain inti aja kalah, apalagi pake cadangan
---------- Post Merged at 07:46 AM ----------
btw ketemu korut nih di next round
semoga bisa bikin keajaiban
Sampe hari ini kita belum dapat emas juga, mungkin tahun ini buat pertama kalinya kita ga dapat emas ::nangis::
bulutangkis juga madesu ya...
padahal biasanya cabang ini rajin nyumbang emas
tapi di nomor beregu, boro2 emas, masuk semifinal aja ga sanggup ::doh::
Akhirnya emas pertama dari ganda putri, tapi ga dimuat di halaman depan koran ::kesal::
Rupanya sandiwara politik demokrat lebih penting dari prestasi atlet kita ::kesal::
Saat ini lah TVRI sangat berguna.....
Antar Gelanggang
09.00 - 11.00
[yang sore lupa jamnya]
bulutangkis ganda putra juga kemaren dapet emas, di final mengalahkan ganda Korsel ::up::
jadi inget kemarin ada yang bilang, sisi baik negara yang prestasi olahraganya kacrut ya begitu dapet emas langsung bisa jadi penyemangat masyarakatnya untuk sementara. RRC, Rusia, atau USA ngga bakal ngerasa gini ::hihi:: ::oops::
daridulu bulutangkis selalu dapet medali
tapi pemerintah entah kenapa selalu menomorsatukan cabang yang sering dibantai itu
ya karena emang penggemarnya jauh lebih banyak daripada bulutangkis sih
kalo mau bikin propaganda lewat cabang yang satu itu lebih gampang menarik minat masyarakat
Gile atletik medali emas euy, mantapp udah 3 donk medali emas kita ::hohoho::
Yess 4 emas ::hohoho::
Olahraga
Emas Malaysia Dicabut, Juwita Niza Wasni Persembahkan Emas untuk Indonesia
AFP PHOTO/BAY ISMOYO
Atlet wushu Indonesia, Juwita Niza Wasni, beraksi di nomo final nanquan pada cabang wushu Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan, Sabtu (20/9/2014).
Selasa, 30 September 2014 | 14:37 WIB
INCHEON, KOMPAS.com — Indonesia mendapat tambahan satu medali emas lewat atlet wushu, Juwita Niza Wasni, menyusul dibatalkannya emas yang didapat atlet Malaysia, Tai Cheau Xuen, di nomor nanquan dan nandao, Selasa (30/9/2014). Emas Tai dicabut karena dia gagal tes doping.
Juwita berada di urutan kedua pada nomor ini yang merupakan medali pertama bagi Indonesia, Sabtu (20/9/2014). Sementara atlet wushu Indonesia lainnya, Ivana Ardelia Irmanto, yang ketika itu berada di urutan keempat, kini berhak atas medali perunggu. Medali perak kini jadi milik atlet Tiongkok, Wei Hong.
Dengan perubahan ini, berarti kini Indonesia sudah mengumpulkan empat medali emas, empat perak, dan sembilan perunggu. Indonesia naik ke urutan 14 klasemen sementara.
Sementara bagi Malaysia, ini adalah kerugian besar. Dicabutnya medali Tai, otomatis mengurangi jumlah emas mereka menjadi dua keping. Posisinya pun merosot ke posisi ke-16.
Hingga berita ini ditayangkan, tabel klasemen dari situs resmi Asian Games 2014 memang belum mengubah jumlah medali Indonesia ataupun Malaysia.