iya kong maksudnya memang konsultan kampanyenya yang pintar. merekan kan ce esan.
iya kong maksudnya memang konsultan kampanyenya yang pintar. merekan kan ce esan.
Kalo menurutku Rob Allyn BUKAN otak dibalik kampanye hitam yg banyak menimpa Jokowi dlm Pilpres, terlepas Allyn punya rekam jejak soal kampanye hitam pada pemilu di beberapa negara. Dalam Pilpres kali ini IMO Allyn lebih berperan dalam memoles image Prabowo melalui media iklan di TV. Ini pernah dilakukannya saat Pilgub DKI 2012 sampe2 Hashim pernah ngoceh udah mengeluarkan dana 52 milyar untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ahok dimana klaim tsb justru dibantah sendiri oleh Ahok. Dana 52 milyar tsb disinyalir dipakai oleh Hashim untuk mendongkrak image Prabowo melalui iklan TV mendompleng momen Pilgub saat itu.
Dan kampanye hitam terhadap Jokowi sudah muncul sejak Pilgub DKI 2012 dan tentu saja itu mustahil dilakukan oleh timnya Allyn yang saat itu, secara ndak langsung, justru berada di "kubu Jokowi-Ahok". Dus ndak mungkin waktu itu (Pilgub DKI) Allyn ada dibalik Wak Rhoma cs yang selalu mendiskreditkan Jokowi (dan Ahok) sampe menyebut "ibunya Jokowi Kristen".
So, otak dibalik kampanye hitam thd Jokowi dalam Pilpres 2014 ya siapa lagi kalo bukan kelompok2 itu juga. Ndak perlu saya sebut nama/kelompok tsb. ::mrgreen::
Dan tebakan saya sebentar lagi, jika Jokowi-JK memang menang, "kelompok tsb" bisa saja cuci tangan ikut2an melempar kesalahan ke Rob Allyn. Memang begitulah ciri...bunglon.
:ngopi:
Gue nunggu postingan jonru di sini :p
Chuck Norris ? Perang lawan Amerika ?
Chuck Norris pasangan sama Prabowo ? Buat apa ? Kalo Chuck Norris mencalonkan diri jadi presiden dia bisa menang dengan 100% vote, tanpa tim kampanye dan tanpa ada yang milih. Dan Chuck bakalan jadi Presiden, Wapres, seluruh kabinet, MPR, DPR, MK, dan sekaligus KPK....
---------- Post Merged at 09:40 PM ----------
It's called a Binary System. Kayak Epsilon Aurigae.
Castor malah Sextuple star system.
Yeah, bahkan alam-pun ngasih contoh 'aneh' kayak gitu. :ngopi:
salah! kalau Chuck Norris orang indonesia namanya cak noris
Black campaignnya sih menurutku kelihatan terorganisir. Adapun kelompok yang disebutkan di atas mungkin mendompleng, siapa tau berhasil. Kalo gagal udah ada yang bisa disalahkan.
Point saya dlm posting sebelumnya adalah bahwa tanpa ada Rob Allyn pun black campaign thd Jokowi, khususnya yang terkait isu SARA, bisa terjadi. Indikatornya adalah peristiwa Pilgub 2012 seputar black campaign yang menimpa pasangan Jokowi-Ahok. Bahwa black campaign dlm Pilpres 2014 terlihat lebih masif dan lebih terorganisir menurutku itu wajar karena Pilpres sendiri skalanya memang jauh lebih besar dibandingkan dengan Pilgub. Tentu baik itu orang2 yg terlibat maupun "dana yg digelontorkan" untuk melakukan black campaign tsb akan jauh lebih besar dengan sendirinya.
Itu alasan yang mendasari saya untuk menyatakan bahwa "Rob Allyn adalah otak dibalik black campaign thd Jokowi dlm Pilpres 2014" itu alasan (reasons) nya lemah. Tapi bahwa Allyn sedikit-banyak ikut berperan dlm aksi black campaign tsb menurutku juga cukup beralasan mengingat rekam jejaknya pada pemilu di beberapa negara sebelumnya. Ikut berperan aja lho, tapi bukan berarti sebagai otak perancangnya.
Plus menurut penilaianku pribadi, aksi black campaign yang menimpa Jokowi dlm Pilpres tsb meskipun sangat masif dan terorganisir tetapi menurutku relatif kurang sistematis dan ndak cerdik. Isu2 yang diangkat itu2 aja ndak berkembang dan ndak dinamis sehingga timingnya jadi kurang efektif yang menyebabkan pada saat seminggu dua minggu terakhir menjelang hari H (9 Juli) Jokowi berhasil melakukan "rebound". Dan isu "Jokowi salah memakai kain ihram saat umroh" pun menurutku adalah "isu bodoh", alih2 bisa menjatuhkan elektabilitas Jokowi tapi justru membuat orang2 malah jadi bersimpati ke Jokowi dus meningkatkan elektabilitasnya.
Nah kalo model2 black campaign seperti itu disebut hasil rancangan Rob Allyn sbg otaknya kok rasa2nya menurutku malah jadi kesannya "meremehkan" kemampuan konsultan asing tsb yak,...strategi eksekusinya terlalu "ndeso". :cengir:
:ngopi:
Mgk untuk isu2 spesifiknya ga perlu si Alin, karena menurut gw si alin ini cuma kasih saran, dan tim sukses lah yg riset dan melancarkan.
ie menurut lo, ga mungkin lah tim sukses sekelas capres segampang itu di baca strateginya sama orang awam
atau bisa aja, ada pihak yang mengatur sengaja agar ada kesan salah satu capres di zolimi korban black campaign lawannya..but who knows? ;D
Bisa jadi kalo hanya sebatas saran (sebagai konsultan)...
Hal lain yang cukup "mengherankan" bagi saya, jika memang benar Allyn ada dibalik isu black campaign thd pasangan Jokowi-JK, adalah kenapa hanya Jokowi aja yang kena sedangkan JK praktis hampir ndak pernah disentuh sama sekali, padahal kalo memang mau mestinya ndak terlalu sulit kok menurutku kalo hanya sekedar melontarkan isu hitam ke JK bahkan isu "ngawur, kotor dan keji" sekalipun.
Ingat bahwa dulu Gus Dur pun pernah kena black campaign masalah "selingkuhan (kasus Aryati)" bahkan Amien Rais pun pernah kena diisukan sbg "bapak kandung anaknya Zarima", dll. Meskipun bagi saya itu semua adalah tudingan "ngawur" tapi menurutku itu tidak lebih ngawur dibandingkan tudingan2 miring ke Jokowi selama ini. Belum lagi tudingan2 yang lebih halus seperti misalnya "JK pernah dipecat dari kabinet oleh Gus Dur" dll pun ternyata ndak pernah "diolah" lebih jauh lagi oleh kubu Pak Wowo. Bagi saya sangat mengherankan kalo "celah" ini luput dari pandangan seorang konsultan sekelas Allyn kalo memang benar dia otak dibalik black campaign.
Fokusnya selalu hanya Jokowi, Jokowi dan Jokowi,...dan agama, agama dan agama. Ini yang memperkuat dugaan/analisis-ku bahwa otak dibalik black campaign kemarin adalah "kelompok itu2 juga" (sama dgn kasus Pilgub 2012), bukan Rob Allyn.
IMHO.
:ngopi:
wah, ini diskusi mengarah pada banyak spekulasi peran dan tali kasih Mafia.
ngeri ngeri brohhh. ::oops::
"Lee Atwater berjasa membantu kemenangan Ronald Reagan di wilayah Selatan, yang kemudian membawa Reagan ke tampuk kepresidenan pada 1980. Lee kemudian ikut ke Washington dan menjadi wakil direktur urusan politik Gedung Putih. Dia juga wakil manajer kampanye pemilihan kembali Reagan tahun 1984. Manajer kampanye Reagan saat itu, Ed Rollins, menyebut Atwater menjalankan ‘taktik-taktik kotor’ khususnya terhadap calon wakil presiden Geraldine Ferraro (perempuan pertama yang menjadi calon wakil presiden Amerika!). Atwater mengampanyekan bahwa orangtua Geraldin Ferraro pernah ditahan karena berjualan togel (toto gelap)."
Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2...esiden-amerika
Oops...iya sih, Rob Allyn memang bukan Lee Atwater. Mungkin cara mereka berbeda. :mrgreen:
:ngopi: