Quote:
Liputan6.com, Jakarta Belum lama ini, seperti rutin dilakukan setiap stasiun TV menjelang Ramadan, Trans TV mengumumkan deretan program unggulan mereka sepanjang bulan puasa.
Dua di antaranya adalah YKS Buka Puasa dan Yuk Kita Sahur. Namun, sepekan sebelum Ramadan tiba, acara Yuk Keep Smile (YKS) malah membikin kontroversi dianggap menghina seniman legendaris Betawi Benyamin S..
Lantas, protes pun menggema. Kantor Trans TV didemo ratusan orang Betawi pengagum Bang Ben. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) juga bersikap tegas: `YKS` dihentikan sementara. Setelah bertemu kekuarga Bang Ben di Bens Radio, Kamis (26/6/2014), Trans TV akhirnya memutuskan `YKS` dihentikan selamanya mulai 28 Juni 2014.
Kepada Liputan6.com, lewat sambungan telepon, Kamis sore, Manager Humas Trans TV A. Hadiansyah Lubis mengatakan bakal mengganti acara `YKS` dengan acara lain.
Pada Sabtu, 28 Juni nanti, kata Hadiansyah, Trans TV akan menayangkan acara khusus yang mengangkat budaya Betawi. Katanya juga, pengganti bukan acara bernama beda dengan konsep sama, tapi acara yang berbeda dari `YKS`.
Jika begitu adanya, lantas bagaimana nasib acara Ramadan Trans TV yang sudah dikonsep mengusung nama `YKS` seperti `YKS Buka Puasa` dan `Yuk Kita Sahur`?
Hadiansyah memastikan takkan ada lagi `YKS` ataupun acara sejenis yang mirip itu sepanjang Ramadan nanti. "Akan berganti konsep," katanya. Meski begitu, acara unggulan Ramadan Trans TV tetap akan berwujud variety show. 'Kalay variety show itu kan format. Yang namanya variety show sudah ada dari dulu," ujarnya.
Pertanyaan berikut, jika konsep acaranya beda, bagaimana nasib Caisar?
Hadiansyah mengatakan pengisi acara pengganti YKS "bisa masih sama atau bisa juga tidak," ujarnya. Saat ditanya spesifik soal nasib Caisar, Hadiansyah menjawab tak pernah ada larangan bagi Caisar untuk tampil di acara Trans TV.
"Caisar itu kan talent, yang dihentikan kan acaranya," ujarnya. Lebih jauh ia menerangkan, di acara Ramadan pengganti YKS kelak Caisar akan tampil beda dengan di `YKS`. "Mungkin bukan sebagai Caisar tapi karakter lain," kata Hadiansyah menutup perbincangan. (Ade)
Quote:
PROGRAM komedi Yuk Keep Smile (YKS) dijatuhi sanksi yang sangat berat oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), setelah pada episode 20 Juni 2014 menampilkan segmen yang mengasosiasi seniman legendaris Betawi, almarhum Benyamin S. dengan anjing.
KPI meminta TransTV selaku stasiun yang menayangkannya untuk menghentikan YKS mulai 28 Juni 2014 dan seterusnya.
Sanksi untuk YKS mengundang reaksi dari publik. Tidak sedikit orang yang pesimis YKS betul-betul distop.
Muncul candaan bahwa YKS akan segera muncul dengan judul baru "Bukan YKS", seperti yang pernah terjadi pada "4 Mata" yang berubah jadi "Bukan 4 Mata" setelah mendapat sanksi keras dari KPI.
Agatha Lilly, komisioner KPI, memastikan hal ini tidak akan terjadi. Aturan yang saat ini berlaku, menurut Agatha, tidak akan memberi ruang sebuah program yang sudah dihentikan untuk muncul lagi hanya dengan mengganti judul.
"Kalau terjadi seperti 'Bukan 4 Mata', hanya ganti judul dan konsepnya sama, berarti TransTV sudah melanggar sanksi yang dijatuhkan KPI. Nama dan konsep tayangan harus diganti dengan yang positif dan mendidik," tegasnya, saat dihubungi Bintang Online, Kamis (26/6) malam.
Sanksi tegas yang dijatuhkan KPI, diyakini Agatha, bukan sebuah bentuk pemasungan terhadap sebuah karya. Ini justru untuk meningkatkan kualitas dari tayangan televisi, demi mencerdaskan masyarakat.
"Ini bisa jadi pelajaran buat stasiun lain supaya tidak lagi membuat program sejenis yang semakin merusak imej mereka sendiri," tandasnya.