btw ndugu apa yg gw tulis disini berdasarkan kisah nyata kok, bukan berdasarkan pilem hollywood ::ngakak2:: *penting diperjelas :cengir:
dan yang gw tulis juga ada beberapa dari buku ::itrocks::
Printable View
btw ndugu apa yg gw tulis disini berdasarkan kisah nyata kok, bukan berdasarkan pilem hollywood ::ngakak2:: *penting diperjelas :cengir:
dan yang gw tulis juga ada beberapa dari buku ::itrocks::
Dan kalo boleh bagi pengalaman soal jujur2an...
Pernah sambil nyetir tiba2 dia nanya: "You watched porn ?"
Gue jawab: "Well, I'm a guy... Yes."
Dia jawab: "Hmm. Me too. So, you're jerking off to that ?"
Gue jawab: "Ehhh.. yeah."
Die bales: "Heh. Me too."
Gue langsung panik: "Damn it, Dude ! Driving here ! Do you want me to crash the car because I'm not thinking with my big brain ?! "
::hihi:: Don't let her go, dong..
Kalau cowok atau cewek ingin variasi jadi jajan ke mana-mana, well.. mungkin karena mereka belum atau ndak punya seseorang yang special. So if you have found one, hang on to her.
Would you rather have 99 trophies, those plastic and cheap ones, than an Oscar? Kalau mereka suka yang plastik dan murah, well.. it just explains their taste, nothing else.
Bwahahahahahaha dasar pe'a ::gebuk:: jojox ::ngakak2::Quote:
Originally Posted by jojox
Tuhkannnn gw kate juga ape, gw pernahbilang di thread buatannya si mbok elu cucok jadi agent Mulder :))Quote:
Originally Posted by TheCursed
So pasti lah mbok, gw bersyukur kok :)Quote:
Originally Posted by mbok jamu
Quote:
Originally Posted by ndugu
Nikmati aja diskusinya, gu :minum2:Quote:
Originally Posted by ndugu
Just like you said, tiap-tiap pasangan punya peraturan dan ekspetansinya sendiri-sendiri, nah yang dipermasalahkan oleh lily selaku TS adalah... kenapa sih cowok sampe tega dan mau servis klakson, apa karena salah ceweknya? salah cowoknya? ato kenapa? seren-ale dari kubu cewek tentu gak mo disalahin... dan jojox selaku pemimpin kaum cowok dengan kitab BS nya juga tentu gak mo disalahin... :cengir:
Nah yang belom ngasih pendapat disini adalah kaum swinger... yang si cewek/istri gak mempermasalahkan bahkan mengizinkan si cowok/suami servis klakson selain sama si cewek/istrinya and vice versa. ::oops::
apa yang dianggap plastik oleh seseorang blom tentu plastik buat orang laen loh :cengir:
kalo begini, apakah those 99 plastics nasibnya sial ga pernah akan menjadi oscar buat orang laen ::elaugh::
maksudmu saya kali.. prasaan kamu yang nuduh saya agen scully
trus si sapa yang bilang saya agent M-nya james bond
emangnya saya kaya detektif apa
serasa jadi undercovernya KM aja :cengir:
jadi biangnya si seren dan jojox are the two extremists ya :cengir: kok saya liat si seren dan jojox ini kaya mempunyai love-hate relationship ya :cengir:Quote:
Nikmati aja diskusinya, gu :minum2:
Just like you said, tiap-tiap pasangan punya peraturan dan ekspetansinya sendiri-sendiri, nah yang dipermasalahkan oleh lily selaku TS adalah... kenapa sih cowok sampe tega dan mau servis klakson, apa karena salah ceweknya? salah cowoknya? ato kenapa? seren-ale dari kubu cewek tentu gak mo disalahin... dan jojox selaku pemimpin kaum cowok dengan kitab BS nya juga tentu gak mo disalahin... :cengir:
Nah yang belom ngasih pendapat disini adalah kaum swinger... yang si cewek/istri gak mempermasalahkan bahkan mengizinkan si cowok/suami servis klakson selain sama si cewek/istrinya and vice versa. ::oops::
aw.. :cengir:
---------- Post Merged at 07:01 PM ----------
unfortunately i have bills to pay :cengir:
Gak jadi servis. Seperti biasa kalau ibu mereka habis lama keluar rumah, anak-anak pasti berisik banget ngerubungi. Begitu anak-anak udah tidur, dianya udah kelewat capek. Jadi deh akhirnya saya cuma jadi tukang pijit...
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::
I married Xena the Warrior Princess.::ngakak2::
Dia baru pulang dari proyek di perkebunan di Kalimantan Barat yang isinya cowok semua... tapi masih galakan dia...::hihi::
Regardless, Seren. Pertanyaan yang salah menghasilkan jawaban yang salah meskipun menggunakan referensi yang benar. Karena pertanyaannya fokus pada 'dosa' yang dilakukan oleh laki-laki, maka jadilah jawabannya berputar di perseteruan antara laki-laki dan perempuan. Jika pertanyaannya tentang bagaimana menciptakan komitmen diantara pasangan, maka jawabannya akan lebih produktif.
Pull over to the nearest hotel jam-jaman and get it settled, brother. That's what I always do in such condition (which is quite often::cabul::). They're not that expensive. ::hihi::
... or in emergency case, a dark parking lane will do... ::cabul::
Oppss...
Uno,
Laki-laki yang punya kehormatan itu jumlahnya banyak sekali, sebanyak pasir di lautan. Ketakutan dalam pikiran perempuanlah yang menyebabkan mereka tidak ditemukan. Again, ask the right question so you got the right answer.
Duo,
Saya benci dengan kata 'setia', karena 'setia' hanya untuk anjing dan budak belian. Saya bukan suami setia seperti istri saya juga bukan istri setia, kami hanya manusia bebas yang dengan kesadaran penuh mengikatkan diri pada pasangan tercinta.
Tigo,
Uno itu bahasa latin dari Ciek...
::hihi::
Next time ketemu lagi sama Plato, titip pertanyaan dari saya, "terus gimana?" Mengetahui what tidak pernah lengkap tanpa how, dan sekedar membagi manusia dalam tiga tingkatan tidak membantu samasekali untuk mengatasi masalah servis burung ini.
Salah satu ujaran Plato "Marriage is beneficial to man all the way. If he got a good wife, he'll be happy man. If he didn't, he'll be philosopher."::grrr::
I won't trust that man to tell me anything about marriage
::ngakak2::
wah... saya pengen banget highlight point ini ::up::::up::::up::::up::
---------- Post Merged at 08:13 PM ----------
ada benernya juga ya, i didnt think of it that way :mikir:
i guess, mungkin ini juga yang membuatku agak bingung tadi, on what to make out of this discussion ::elaugh::
abis yang saya liat cuman debat kusir antara tim cewe sama tim cowo :cengir: trus sesama anggota tim saling membela komradnya
ini kan dilema buat saya yang genderless :cengir:
Iya elu agent Scully dan si terkutuk jadi agent Muldernya... :luck:Quote:
Originally Posted by ndugu
Quote:
Originally Posted by me
Quote:
Originally Posted by Alip
Wohooooo bagus-bagus... :-bdQuote:
Originally Posted by Alip
:iamdead:
Regardless Om alip, saya gak pernah benci dengan kata setia. Itulah kenapa kita berbeda paham. :cengir: Ibaratnya saya bisa melihat ada pasir di mata saya, dan om Alip bisa melihat balok di mata saya. u know what i mean. But, I like the way you think that your wife have a rights to cheat.. CMIIW
Saya cuma pengen tau apakah para lelaki disini mempunyai win-win solution jika mereka menetapkan prinsip boleh jajan di luar. Bukan hanya sekedar membuat wanita penunggu rumah yg gak boleh ngapa-ngapain. Saya salut jika anda penganut kebebasan, sehingga istri anda juga gak merasa bersalah jika bisa jajan di luar sana. Thats amazing family.
yang saya permasalahkan adalah lelaki disini yg kebanyakan mengiyakan jajan dengan senang hati menebarkan semua hormonnya, sedangkan para istri harus di rumah menunggu dengan cemas dan kawatir.
wakakakakkkk... masak sih kebanyakan mengiyakan... yuk kita lihat...
Para cowok di ::KM:: sini yang setuju servis burung di luar angkat tangaaaaaaannnnnnnnn..... ::bye::::bye::::bye::
Yuk kita lihat, Seren, apakah memang sebagian besar cowok di sini adalah kaum servis atau itu hanya ada di pikiran Seren.:mrgreen:
***
Adapun soal pertanyaan di utasan ini,
Laki-laki punya alasan masing-masing untuk melakukan servis di luar, jadi sebenarnya pertanyaannya harus lebih spesifik, "kenapa si anu suka servis burung di luar?".
Kalau melihat kasus yang diungkap di utasan ini, terjadi di RRC, bisa saja kita stereotip-kan bahwa budaya di Asia Tengah sana pernah permisif, perhatikan bagaimana rumah prostitusi merupakan bagian penting dari kota-kota besar di Cina di masa lalu, atau bahwa Jepang merekrut "Comfort Batalion", para Jugun Ianfu untuk memenuhi "kebutuhan" prajurit mereka (lepas dari perasaan para perempuan pada saat itu). Rumah prostitusi juga banyak ditemukan di daerah pecinan betawi lama, jadi budaya itu memang di bawa sampai ke sini.
Stereotip, tidak etis, dan tidak ada landasan ilmiahnya... what do we get from it?
Jadi, saya sendiri punya pandangan lain;
Laki-laki mengalami pubertas sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang berbeda dengan perempuan, pubertas pada laki-laki membuat mereka mengalami orgasme (mimpi basah). Pada perempuan, pubertas tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman seksual, banyak sekali perempuan yang baru merasakan orgasme setelah mereka menikah (dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak wanita menikah yang belum pernah mengalami orgasme sama sekali seumur hidupnya).
Dengan hadirnya pengalaman orgasme di kehidupan mereka, anak laki-laki akan terdorong untuk ingin mengalaminya lagi (tentu sajah:cengir:), apalagi didorong oleh tampilan media yang lebih terbuka belakangan ini. Jadilah anak laki-laki lebih eksploratif dan banyak membawa topik ini dalam interaksi mereka, sedangkan anak perempuan cenderung menjauhi topik macam ini. Apalagi di bawah pendidikan yang tradisional banget, banyak anak perempuan menganggap topik seks sebagai bahan tabu yang menjijikan.
Terjadilah gap antara anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan akan menganggap anak laki-laki (dan kelak, pria dewasa) hanya berpikir soal seks semata dan harus dijauhi. Sedangkan anak laki-laki akan merasa perilaku ini sebagai penolakan yang menghinakan.
Istri saya pernah bertanya, "kenapa anak laki-laki tersinggung kalau anak perempuan menolak berbicara soal seks?"
Jawab saya, "Ya bayangin aja. Kami melawan dorongan kuat yang pada umur-umur itu sulit sekali untuk ditahan. Bisa dibilang dari hari ke hari kami itu berjuang untuk melawan dorongan itu supaya tetap bisa jadi laki-laki baik-baik dan tidak melanggar kehormatan perempuan, tapi para perempuan cuma melecehkan dan menyebut kami sebagai budak seks. Gimana nggak kepengen ngamuk cobak? Memangnya kalian perempuan pikir kalian itu apa?"
Anak laki-laki membutuhkan mentor yang bisa membawa mereka ke arah yang benar dalam hal seks, yang seharusnya peran ini dilakukan oleh ayah-ayah mereka. Kemudian dilanjutkan oleh ibu mereka mewakili pihak perempuan. Pembicaraan antar laki-laki yang terbuka dan setara, lalu kemampuan untuk memahami (sehingga menghormati) sudut pandang perempuan. I considered myself lucky, tapi tidak semua anak laki-laki seberuntung saya. Banyak yang mengembangkan insecurity dan akhirnya melampiaskannya pada nilai "kejantanan" yang bodoh. Bahkan buat saya (yang terbukti laki-laki tulen:evilgrin:), laki-laki yang suka servis di luar adalah laki-laki yang minder terhadap hubungannya dengan perempuan, tidak punya rasa percaya diri terhadap perempuan (apalagi yang suka memaki-maki istri sendiri dengan kata makian yang disebut di atas tuh...::nono:: - imagine saying such things to your wife?::takmungkin::)
Nah sekarang bayangkan bertanya pada seorang laki-laki, "kenapa sih ente suka servis burung di luaran, emangnya gak puas ama yang di rumah ape? gak punya moral ape? gak pernah diajarin ape?"
Kemana pertanyaan ini akan berakhir? Bukankah lebih baik menjembatani gap yang ada diantara perkembangan kedua jenis manusia ini?
***
Woooo.... need to take five here....::grrr:: guess you got it wrong, Seren...
Soal setia,
Ini mungkin hanya masalah bahasa, tapi saya mempunyai persepsi bahwa kesetiaan merupakan bentuk paling tinggi dari kepatuhan, dan buat saya bukan itu landasan hubungan antara suami dan istri. Kebersamaan, saling membutuhkan dan ketergantungan, tapi bukan kepatuhan. Sekali lagi, kepatuhan hanya bagi hamba sahaya.
Jika saya mengantar dan menjemput istri ke dan dari kantor melalui empat jam macet setiap hari, itu bukan kesetiaan. Saya bisa saja tidak melakukan itu, karena saya tidak diperintahkan untuk melakukan itu, tapi saya mau melakukannya. Istri saya sering bilang "nggak usah deh, Mas... ntar ngerepotin dan bikin capek loh" yang saya jawab "memang ngerepotin dan bikin capek tapi aku mau melakukannya. I want to do it! So get into the car!!!" (saya sudah list beberapa hotel jam-jam-an sepanjang rute rumah-kantor :evilgrin:)
Saya menikah bukan karena patuh terhadap orang tua, calon mertua, atau norma sosial, tapi karena saya mau melakukannya. Saya melayani dan membantu istri juga bukan karena diperintah oleh dia, tapi karena saya mau melakukannya. Saya menjaga diri untuk tidak servis di luar meski kesempatannya banyak, ya juga karena saya memilih untuk tidak melakukannya. Bukan karena takut pada sangsi sosial atau "apa kata orang" (khususnya perempuan).
Lalu kenapa saya mau?
Sederhana saja, karena istri saya adalah perempuan yang layak mendapatkan semua itu. Titik.::bye::
***
Ups... sorry, keliru murid sama gurunya... ::bye::Quote:
Originally Posted by Aslan
And then there's this. 'Mengiyakan'.
Ada bedanya antara 'mengiyakan' dan 'membenarkan'.
Mangatakan 'That is True' dan 'That is (The) Right (Thing to Do)'.
BTW, makasih buat bang Alip yang sudah dengan sangat eloquent menjabarkan isi pikiran saya.
Saya langsung gagal total untuk ber-eloquent-ria, saat liat komen dengan nada
... I see red, and everything in my brain went blue screen.Quote:
"kenapa sih ente suka servis burung di luaran, emangnya gak puas ama yang di rumah ape? gak punya moral ape? gak pernah diajarin ape?"
Alip pasangannya engineer, yah ?
Man, gotta love those Wrench Wench. They are a really rare breed. :minum:
percayalah lilly, juga seren.. ga semua laki2 kayak gitu.
kenapa lily ketemunya laki2 yang macam gitu? karena memang cari-nya dan ketemu di komunitas esek2.
coba cari di tempat2 yang baik, saya yakin akan ketemu lebih banyak dengan yang baik2 juga :)
aku nanya suamiku, kenapa ga servis di luaran, jawabannya servis resminya bagus dan memuaskan, ngapain service di tempat yang ga jelas, ntar bukannya dapat hasil bagus malah mobilnya tambah ringsek *lho*
aniwey gw males mengquote satu persatu tulisan disini (cowok2) yg kebanyakan berpendapat mengiyakan servis. Gw bilang mengiyakan, soal prakteknya bener disana apa enggak ya gak tau ya. ::ungg::bisa aja kan banyak yg nge BS
Aniwey bahasanya om Alip agak ambigu, yang di reply buat cursed gw bacanya seakan-akan udah sering melakukan itu. Ya masalah Om Alip bener apa enggak suka servis disana, its your choice.
dan sepertinya tulisan kesini malah bilang mainnya di hotel jam-jam'an ama istrinya? gitu kan? entar gw salah lagi ;D
oh oke deh my mistake, honestly bahasamu terlalu ambigu menurutku loh ya ;D
Selamat jd suami yg baik, btw suka ama kalimat yg ta besarin itu fontnya :cengir:
@ cha_n
yup i believe it, dari awal aku konsisten kok bilang jenis lelaki setia masih ada di dunia ini :) dan ya nyarinya bukan di internet agak random biasanya hasilnya
kayaknya rata2 cowok di KM gak suka jajan, sukanya baca buku dan nonton film.
kalopun ada yg suka jajan juga gak bakal ngaku disini, forum yg dikuasai kaum ibu2... mau benjol apa ? ::grrr::
seren, nyari di internet pun sebenarnya ga masalah, cuman ya setelah dari internetnya, perlu dikenali lebih jauh aslinya. jangan mentah2 hanya lewat internet. di KM ada bbrp pasangan yang lewat internet loh. temenku juga ada yang dapetnya dari dating sites ala match.com dll, bahkan dulu ada yang dari friendster. ada yang sampe nikah dan beranak.
jaman skarang udah sangat umum ketemu pasangannya lewat internet, apalagi skarang kan sudah sangat banyak manusia melek teknologi yang connected online, internet cuman medium. tapi ya itu, jangan mentah2 diterima aja. kenali juga aslinya setelah itu. and be smart about it aja.
yg dr ::KM:: (AK) sptnya dah 3
bargaul ditmpat yg baik, akan mendapatkan hasil yg baik
kalo tempatnya ga bgus, ya hasilnya kemungkinanya juga ga bagus
jadi kesimpulannya, ::KM:: itu baik... ::hohoho::
saya pernah memaafkan pria yang mengkhianati saya... dan berusaha memahami beberapa kali bahwa ya emang saya dan dia jauh...
dia beralasan "gue bukan make love but make lust."
sampe akhirnya , saya meninggalkan dia , karena dia ga mau meninggalkan saya , dan juga ga mau berubah.
dan saya emang taunya bukan dari mulut dia , tapi dari temen - temen dia yang juga temen saya.
---------- Post Merged at 09:51 PM ----------
saya ama mantan pacar saya juga terbuka kok dalam hal ***...
maksudnya ya diobrolin ntar kalo menikah maunya gimana. kalo udah punya anak , gimana ngaturnya.
soalnya saya ga mau sampe udah nikah trus dia balik ke bad habit dia.
tapi... saya sangat bersyukur , karena selama saya pacaran ama dia , dia ga jajan di luar , walopun saya tau banyak godaan di luar sana.
setelah pisah , ya dia balik ke bad habit dia. kan saya ga punya hak membatasi dia.
---------- Post Merged at 10:01 PM ----------
waktu saya pacaran ama mantan pacar saya...
dia juga menasehati saya... kalo saya pacaran ama cowok dari forum ga bener , ya dapetnya ga bener.
cuma waktu itu , saya dan dia udah berencana menikah dan mikir masa depan.
dan saya percaya 100 persen kepada dia , walopun saya tau gimana background dia.
dan yang saya tau , selama dia bersama saya , dia ga pernah jajan di luar.
cuma ya udah pisah , ya udah , bubye.
at least , yang saya tau , dia pernah bertahan ga jajan buat saya.
karena dia selalu bilang ke saya , kalo cowok udah punya pasangan dan dia masi jajan di luar , itu namanya berkhianat. dan saya sangat menghargai keputusan dia saat itu , untuk ga jajan , karena tau akan menyakiti perasaan saya.
oya soal ga semua laki - laki seperti itu , saya percaya kok... di sekitar saya , banyak pria baik - baik yang bukan tipe bad guy.
in a contrary aku kenal suami di forum lama :)
sebulan pm2an langsung aku tembak, kalau niat serius ketemuan terus kenalin ke keluarga.
alhamdilillah sampai sekarang udah anak 2.
dia kuliah di malang (lalu surabaya) tetap bisa dikonfirmasi kok, jangan terima omongan dia apa adanya, random check dong ;))
karena dia mantan ketua komisariat hmi, dan kebetulan teman2ku juga anak hmi aku tinggal tanya2 aja, banyak juga yang kenal ama dia.
dia bilang belum pernah pacaran, tanya aja ke teman2 hmi-nya, aku tahu gimana anak2 itu kalau emang sering pacaran pasti udah tersebar, ternyata benar omongan dia.
konfirmasi juga ke keluarga besarnya, apa omongan dia konsisten ga dengan cerita dari keluarga. kalau konsisten berarti dia ga BS. simple.
dan ga, aku bukan tipe yang nerimo apa adanya, NO WAY! aku mau tahu latar belakang hidupnya, karena masa lalu dia adalah apa yang membentuk dia masa sekarang dan masa yang akan datang. aku punya cita2 dan harapan, kalau ga bisa paralel ama cita2 dan harapan pasangan, ngapain dipaksakan.
cowo2 baik, untuk perempuan2 baik, gitu juga sebaliknya. aku terbuka dan jujur, aku seperti apa tipikalnya, tegas, keras kepala, dst dst, dia udah tahu dari awal, ga pernah menutup2i atau jadi orang lain. begitu juga dia terbuka.
jadi dengan niat baik, insyaAllah yakin melangkah.
soal doyan servis burung, kalau emang ketemu tipe laki2 doyan gitu, udah pasti aku coret lah dari list, sori aja deh itu soal habit, sama kaya judi, mabok2an, no no no... hidup ga mau aku bikin ribet. ngurusin hidup yang diusahakan lurus2 aja udah ribet, apalagi hidup penuh drama gitu..
aktifis HMI rupanya...
btw, koq dapetnya df ? bukan anas ? :))
ehm cha_n , saya berharap dia berubah sih , kehidupannya membaik setelah bersama saya.
pas awal pacaran , dia bilang... kalo dia bisa berubah , kalo ada yang menuntun dia dengan telaten. makanya saya pikir OK lah , why not...
cuma ya udah masa lalu sih... saya ga gitu mikirin.
mungkin menurut orang , saya bego kali ya. tapi saya orang yang selalu percaya ama pasangan saya. dia bilang apa , saya percaya. karena saya pikir dalam sebuah hubungan , percaya adalah sebuah dasar yang kuat.
then soal sifat... saya kebalikan dari cha_n... saya ga bisa marah...
sebaliknya dia dingin , cuek , tapi ya saya berpikir inilah yang membuat kita saling mengisi...
kalo sama - sama keras , pas menikah bakal berantakan dong.
tapi berhubung pas pacaran udah pisah , ya gapapa :)
saran buat lily
jangan pernah percaya pada orang lain 100% itu membuat kita menjadi malas berpikir dan menggantungkan hidup.
percayalah pada dirimu sendiri 100%, jangan gantungkan hidup pada orang lain. sebagai perempuan, kamu bisa mandiri! percayalah.
suamiku dari awal udah ngerti, sering kubilang soalnya, aku perempuan bebas, merdeka, mandiri.
saya kerja, punya penghasilan, saya pintar, keluargaku semua support saya, saya punya keahlian, saya bisa masak, saya bisa main musik, dst dst, saya perempuan berharga (jadi jangan macam2 sama saya ::hihi:: )
Dia menikah denganku adalah sebuah keberuntungan, sebagaimana saya juga beruntung (amat sangat!) telah menikah dengannya. Ketika dia menghargai perempuan, maka dia sebenarnya memuliakan dirinya sendiri, ketika dia mencintaiku sebagai perempuan, dia harus bersiap2 akan kebanjiran cinta dariku.
dan tahu ga? dengan kepercayaan diri itu yang membuat laki2 makin bisa menghargai dan mencintai kita sebagai perempuan, karena kita bisa menghargai dan mencintai diri kita sendiri!
oh iya tipe2 laki2 cemen, yang maunya sama perempuan yang lebih bego, mau diperbudak, perempuan subordinat jelas bukan tipe ku, dan alhamdulillah ga pernah ketemu yang begitu
percaya sih percaya ly, tapi jangan lupa untuk menjadi realist juga
well, apa yang berlalu sih udah berlalu, ga usah diratapi. salah maupun benar, itu udah ngga relavan lagi. cukup ambil sebagai pelajaran <-- ini filosofi hidupku yang sangat kupegang erat.
saya ga meratapi yang udah berlalu benernya , cuma keinget bentar...
benernya dari dulu , saya juga tau kalo cowok yang menghargai perempuan diliat dari cara dia memperlakukan ibunya.
cuma kenapa kenyataan berbeda ya...
banyak cowok menghargai ibunya , tapi ga menghargai pasangannya...
soal sekarang , dengan sangat jujur , saya ga bergantung padanya sama sekali...
ya sometimes teringat , tapi keinget juga ga membuat saya telp dia sambil mewek dan bilang "i need you."
udah berlalu masa - masa begitu :)
buat saya , jalani hidupmu apa adanya , dan saya juga menjalani hidup saya apa adanya.
dudul.... tua banget gw kalau sama anas.
tapi emang ya kalau menurut mas david, anas lebih pintar dari bang akbar, tulisannya banyak, pemikiran dia bagus. satu hal disayangkan dia ga bisa jadi orang yang sederhana :)
padahal dalam perpolitikan di indonesia selain santun juga dituntut sederhana. sayang banget padahal banyak yang sudah mengharapkan dia
Wow. You are a better person than me.
Me ? I will probably have a hard time forgiving them. And my family knows me to be able to hold grudges for decades... ::takmungkin::
and that's the reason behind my 'open' and 'honesty' policy.
Betrayers ? I'll probably throw 30 coins of silver at them... :ngopi:
BTW, just an advice. Betrayers are betrayers, don't bother yourself by seeking any reasoning for them. Or blaming yourself for their Own transgression.
Open, yes. But honest ? ::takmungkin::Quote:
saya ama mantan pacar saya juga terbuka kok ...
Gue pake contoh s3x, lebih karena, dari pengalaman, bagian itu yang paling banyak buat 'masyarakat timur' untuk di sembunyikan dalam diskusi antara pasangan atau calon pasangan di sebabkan, setahu gue, cara pandang yang menganggap diskusi soal ini(apalagi, sampe ngaku 'yes, hon, I am a pervert'... ;D ) masih tabu berat.
Dearie, military people have words for this: "Trust but Verify".Quote:
dan saya percaya 100 persen kepada dia
...
And since I am an old X-Phile... "Trust no One",
Except 'Scully' of course. :-"
Tapi itupun, Trust, itu baru bener '100%' setelah lewat beberapa usaha assassinasi, kidnappings, mutant attacks, and alien invasions... :ngopi:
I am truly sorry for what happened to you, kiddo.
kocak, bagus neh chemistry-nya disini masih lanjut ternyata. :jempol:
debat feminism dan gender sensitive issue kek gini, serasa kudu dibahas di Kopimaya Lawyers Club. Mungkin perlu diusulkan tuh.
Gw kira, kubu2nya disini benernya bukan berdasarkan jenis kelamin . gak harus ibu2 suka gosip versus eksmud macho. *hoeekk.... ::elaugh::
jangan terlalu sexist bin stereotypical- lah, kan disini tujuannya untuk belajar satu dari yang lain. Ini positif. Yang mau trolling negatif dan neko2, ke laut aje..
ini tuh murni bahasan mana yang idealis dan realis. Ada yg suka banget mimpiiin Mr.Right dg segala keperkasaan luar dalamnya, ada yg cari Mr.Right Now dg orientasi short term service. Ada yg masih belajar dari buku, minim pengalaman. Dan ada yg nulis buku dari pengalaman. Ada yg 'sok' tahu, dan ada yg 'pengin tahu' tapi malu-malu. Ada yg gak jujur dengan dirinya sendiri. Aware but filled with ignorance. Apapun racikannya, tetep
gw lihat diskusi dan bahasan thread ini garis besarnya cuman idealis dan realistis.
Buat yg idealis kudu buka mata, stop self-denial, stop asking steewpid questions, watch and learn. Jangan pupus harapan karena sesuatu/seseorang ndak terlalu 'perfect' di perspective kita. It's not the end of the world. This goes also for you, dek Serendipity. ::bye:: cemungudd donk?..Jesus loves you. xixixixixi.
buat yg realis yah sedikit sabar membuka persepsi publik dan hal2 tabu.MakeHave fun and move on aja dg lawan2 yang memang...notabene inconsolable. ::ngakak2:: You can't help stupidity and reduce ignorance. Gemesin emang, tapi yah sante wae...
:ngopi: like this if you're a realist.
Baru ditinggal beberapa hari udah ketinggalan beberapa pages...
ya betrayers are betrayers... tapi saya juga ga ngerti... selalu ada bagian dari diri saya yang memaafkan dan memberi kesempatan.
ya kalo terulang lagi , ya udah itu resiko.
tapi sekarang sih , saya baik - baik aja , ga berhubungan dengan siapapun , jadi saya juga ga akan mengalami yang namanya pengkhianatan cinta.
saya juga ga mudah percaya orang kok benernya...
cuma ya kalo ama pasangan , saya percaya 100 persen.
kalo ga percaya , ngapain menjalin hubungan.
tapi kan udah masa lalu , ya jadikan pengalaman berharga untuk ke depan aja :)
Say whaaaat? :apaa:Quote:
Originally Posted by serendipity
Gak gitu juga lah... kenapa mikirnya naif banget sih ::doh::
Cowok brengsek demen jajan&servis klakson di luar banyak, tapi gw yakin mereka adalah cowok-cowok madesu. Lebih banyak lagi cowok yang masih menempatkan kelamin di depan pantatnya. Cowok mikir juga kale kalo sering dan suka jajan&servis klakson di luar, cepet ato lambat pasti ketauan -kalo pala sama kelamin gak ada bedanya- dan gak bakal survive hubungan cowok-cewek yang begitu. Siapa juga yang mo nikah/kawin yang palanya kayak kelamin. Emangnya nikah urusannya 'plug and play' doang? ya kagak lah -_-
Whoaaa.... keren grandpa alip :-bdQuote:
Originally Posted by Alip