apa bener ada fatwa mui. haram kirim tki ke saudi ya?
wah..sangar donk :D
Printable View
apa bener ada fatwa mui. haram kirim tki ke saudi ya?
wah..sangar donk :D
arab balas gak mau terbitin visa untuk tki
Baguslah sekalian putusin hubungan bilateral
disurat pemutusan bilateral itu enaknya dikasih cacatan kaki : "nebas kepala orang ga bilang bilang! onta!"
pake icon ini juga >>:gebuk:
Putus hubungan bilateral dengan Saudi Arabia? itu sama saja
memancing demonstrasi masal dari jutaan rakyat Indonesia
yang saat ini dalam waiting list haji.
Bahkan pemerintah kolonial belanda tidak berani main-main
dengan persoalan ibadah haji.
justru itu ronggo
krn Arab saudi tau banget klo Indonesialah yng butuh ma dia
makanya dikurang ajarin kyk apapun tetep gak berani mendongakkan kepala
klo dah begitu, dimana harkat n martabat sbg bangsa yng bebas n berdaulat?
Kita tau bhw Arab sontoloyo itu gak mao diajak duduk bersama
bikin MOU ttg perlindungan TKI to?
Melihat gelagat pemerintah Saudi yng gak punya itikad baek (baca arogan)
mestinya pemerintah kita jg kudu banting stir cari solusi cerdas laennya
jgn malah diem2 membiarkan TKI-nya berbondong2 brangkat tuk jadi babu
sementara perlindungan ataw keselamatan mereka gakda yng jamin
trus dilaen kesempatan, mereka disanjung sbg pahlawan devisa
huuuuu ...... :gebuk:
Sebenarnya semuanya tergantung kemauan. Kalo Arab merasa di atas angin karena orang Indonesia pasti naik haji, minta saja MUI utk bikin fatwa bahwa haji bisa dilakukan di Indonesia dgn membuat Kabah imitasi. Nah ini lagi-lagi bisa memanfaatkan wilayah NTB dan NTT yg curah hujannya kurang sbg Mekah imitasi yg kering kerontang. Juga bisa dimanfaatkan utk budi daya kurma di daerah tsb. Untuk air zam-zam tinggal minta bantuan Lapindo buat ngebor air tanah di sana. Beres 'kan?
:))
Putus hubungan politik tidak berarti orang indonesia tidak bisa naik haji.
Orang Indonesia banyak tuh yg ziarah ke Israel meskipun tanpa hubungan diplomatik.
Hal lain yg bisa dilakukan utk menunjukkan empati terhadap babu-babu Indonesia yg disiksa dan diperkosa di Arab, orang Indonesia bisa boikot tidak makan kurma impor dari Arab di bulan ramadhan nanti. Gimana?
:))
Mengkoordinir 230rb orang (yang mayoritasnya menengah
ke bawah) melakukan perjalanan serentak dalam kurun waktu
40-50 hari tentu tidak dapat disamakan dengan perjalanan
segelintir orang menengah ke atas dalam waktu sesukanya.
Bisa-bisa gw daftar tahun ini untuk waiting list tahun 2040 :)
Aku lumayan ragu kalo begitu.
Yang ziarah ke Israel dibanding yg berangkat haji/umroh jauh lebih banyak.
Tapi ga taulah, apa memang selama ini sebagai negara yg paling banyak (ciimw) masuk ke Saudi dg tujuan ibadah ga teruntungkan dg hubungan bilateral.
ah, klo cumen kurma aja gak ngepek babar blas pur
minyak ..... minyak, cadangan punya dia tuh yng gilak
menempati urutan-4 dari total cadangan dunia tauk
Amrik yng elo banggain aja klo dah berhadapan dng Arab Saudi jadi nurut kok?
apalagi Indonesia yng juga masih mengharap minyak murahnya tuk diimpor
sbg BBM bersubsidi?
...... cape deh :luck:
Ah emang dasar takut aja ma arab
Dulu pernah jga kyk itu.. tapi para saudagar arab susah cari pembantu di arab, disamping orang arab malas2 akhirnya pemerintah arab buka lagi kesempatan buat para tki.. (penutupan ini jga paling bertahan cuma 6 bulan)Quote:
Originally Posted by opera
Permasalahannya menurut gw sih bukan di pemerintah arabnya... tapi di pemerintah indonesia dan di para penyelenggara/pengirim tki itu sendiri.. coba bayangkan point dibawah ini..
pembantu kebanyakan dari daerah.. yg kebanyakan belom ngerti cara menggunakan berbagai mesin misal mesin cuci, vacum cleaner, kompor gas semacam Arison yg 4 tungku, belum lagi mesin cuci piring yg pakai listrik dll. Harusnya sebelom di berangkatkan ke arab.. mereka di beri pelajaran terlebih dahulu, tapi ini kadang tidak di lakukan oleh para penyelenggara tki. (karena selain nambah biaya banyak, jga karena banyaknya permintaan dan sulitnya cari tki.)
Kadang dari kampung langsung di berangkatkan ke arab, gimana gak kena marah majikan arab.. karena mereka banyak yg tdk sesuai standard, nah kebanyakan hal yg semacam ini.. banyak dilakukan oleh para penyelenggara tki.
Jangankan ke arab, dari kampung langsung ke jakarta aja bingung.. :cilukba:
Dengan produksi 8jt gentong minyak bumi perhari dengan
harga @ US$65 tarohlah margin keuntungan US$15, maka
Arab Saudi mendapat keuntungan US$120jt dolar perhari
atau US $43.200.000.000 pertahunnya.
Sementara 230rb jemaah Haji Indonesia, katakanlah
memberikan keuntungan bersih US$500, maka setara
dengan US$115.000.000 keuntungan bagi Arab Saudi.
Bahkan dengan sisa yang US$43Milyar hasil minyak, uang
haji itu tertutupi.
Justru kalau haji ditutup, pemerintah Indonesia yang bisa
tumbang didemonstrasi oleh jutaan rakyat Indonesia yang
saat ini dalam posisi daftar tunggu haji.
Baguslah.
Satunya stop ngirim.
Satunya menolak.
Problem solved :D
case closed
gembok donk? :D
mana ni si pak rumus dgn picture in before outnya? ahahaha
Ngapain digembok? tinggal ganti judul kalo ada masalah sama arab lagi
Season 2...
8 TKI Akan Dipancung di Arab Pada Jumat Besok
SURABAYA - Kisah pilu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sepertinya tidak pernah habis. Kabar yang beredar di situs jejaring sosial, ada delapan TKI yang siap menjalani eksekusi pancung pada Jumat 8 Juli mendatang di Arab Saudi.
Kabar ini didapat pemilik aku Rose Mitha yang mengaku menerima pesan singkat dari kerabatnya yang ada di Arab Saudi. Sekadar diketahui, Rose merupakan salah seorang TKI yang kini berada di Macau.
“Sms,, dri tmn di arab,,dan di macau.. mereka mintak disebarkan. Sebenarnya mitha pun gk sangup.tpi ini kewajipan pesan tmn, ya semoga hti org arab bsa brba, klau gk bsa ya mau apa lagi. kita pun gk bsa menyelamat kan hanya do'a kita kirim buat mereka'' Amin',” tulis Mitha kepada okezone, Rabu (6/7/2011).
Dia menjelaskan, kabar yang diterima kedelapan TKI itu akan dipancung seusai salat Jumat di Masjid Balad, Jeddah.
"Insk Allak kitha tunggu brta hri jum'at. ini lgi menyebarkan sms. Mitha minta sma2 tkw, ya kurang lbi mendo'a kan buat 8 org itu.. benar sangat pilu'' kita lht nanti gmna selajut nya'' mitha ksi kbr sebab tmn mitha jga kna? yakni Suarni," tulisnya.
Di laman tersebut, Mitha menuliskan nama-nama TKI yang dikabarkan akan berhadapan dengan Algojo Arab Saudi. Mereka adalah Suarni binti Kholil Salam asal Jawa Timur, Efi binti Toyib asal Majalengka, Karsih binti Ocim asal Kerawang.
Kemudian Sun adal Subang, Emi binti binti Kaima Mumu asal sukabumi, Sulaimah asal Kalimatan barat, Moh zaini asal madura, dan Jamila binti Abidin rifi asal cianjur.
Sementara itu Manajer Program Migrant Institute, Ali Yasin, mengaku akan mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut.
“Kita belum ada kabar, nanti akan kita cross cek Jakarta dahulu,” tuturnya singkat. (kem)
bukannya beriat ini udah di klarifiaksi sama dep. tenaga kerja....katanya ga ada tuh ?
Hoax berarti?
mnrt bapak yg berkacamata itu, berita itu gak benar..doi udah klarifikasi dgn dubes di saudi
mmg betul ada 5 orang yg sdg terancam kisos..yg 3 lagi katanya masih diselidiki nama/kasusnya
bahkan doi berani bialng : kalao ada lagi yg di pancung dadakan, dia berani mundur dari jabatananya
darsem yang lolos dari hukum pancung karena pemerintah membayar ganti rugi + sumbangan pemirsa
sekarang kaya mendadak, diberitakan janjinya yang ada memperbaiki jalan dikampungnya diralat diganti jadi memperbaiki rumah
sudah punya mobil, mau mengkhitan anaknya dan siap siap cerai dengan suaminya
SUBANG, KOMPAS.com — Darsem—tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.
Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.
"Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?" katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. "Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin," kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.
Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.
Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. "Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar," ujar Darsem.
Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi'i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.
Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.
Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.
BANGKAPOS.COM, SUBANG - Rumah kecil itu akhirnya dibeli Darsem binti Dawud Tawar, tenaga kerja wanita yang lolos dari hukum pancung di Riyadh, Arab Saudi. Posisinya, hanya selemparan batu dari rumah orangtuanya, Dawud dan Sawinah, dari muara kali Sasak, Kabupaten Subang.
Darsem bersyukur telah memiliki rumah dari uang pemberian pemirsa sebuah stasiun televisi belum lama ini. Ia sudah mengidamkan lama memiliki rumah sendiri. Itu pula yang mendorong Darsem rela pergi ke tanah Arab mendulang rial, tapi belum mujur karena tersandung kasus.
"Alhamdulillah, rumah sudah dibeli cuma belum ditempatin. Rencananya rumah itu dipakai untuk menjamu tamu-tamu pas anak saya khitanan. Sementara di rumah bapak akan dipakai resepsinya," ujar Darsem kepada Tribunnews.com, Senin (1/8/2011) malam.
Ramadan kali ini, Darsem senang karena bisa berkumpul dengan keluarga, terutama anak semata wayangnya, Safii, yang ia tinggalkan ketia usianya masih sembilan bulan. Menu Ramadan yang lama ia tak sentuh, kini bisa dirasakannya.
Di hari kedua bulan puasa ini, Darsem mengaku akan bersilaturahmi ke rumah orangtua suaminya, Sanudin, di Desa Junti, Kabupaten Indramayu. Kendati maksud tujuannya untuk menceraikan suaminya karena telah telantarkan anaknya, Darsem ingin pisah baik-baik.
"Selain silaturahmi sekalian mau minta cerai. Nanti sekalian makan-makan di sana. Naik mobil sekeluarga," terang Darsem yang memiliki nama kecil Zulaikha ini. Darsem beralasan tak tahan harus menunggu usai Idul Fitri, untuk menceraikan Sanudin.
Pasalnya, ia ingin memberesi rumahnya secepatnya. Untuk bisa ditempati sebelum khitanan anaknya yang akan dilakukan pada 17-18 September nanti. Segala persiapan untuk khitanan Safii sudah dilakukannya, termasuk mencari grup sandiwara. Setelah itu semua, Darsem ingin hidup normal.
Darsem lupa akan janjinya :))
SUBANG, KOMPAS.com — Darsem—tenaga kerja Indonesia asal Subang yang sempat disebut-sebut terancam hukuman mati—yang telah menerima uang bantuan masyarakat senilai Rp 1,2 miliar membantah berjanji akan mempergunakan uangnya untuk memperbaiki jalan.
Dihubungi melalui sambungan telepon saat sedang berada di Indramayu, Selasa (26/7/2011) kemarin, Darsem berkilah, publik telah salah mengartikan pernyataannya. Darsem menyatakan, maksudnya bukan memperbaiki jalan, tetapi memperbaiki rumah barunya yang di pinggir jalan.
"Mungkin salah denger. Saya bilang akan memperbaiki rumah yang dipinggir jalan yang baru dilunasi jika uangnya sudah diterima. Gitu, Kang. Siapa yang mau memperbaiki jalan?" katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menerima dana bantuan dari pemirsa salah satu televisi swasta, Darsem mengaku akan menyumbangkan sebagian dana itu untuk memperbaiki jalan yang menuju ke rumahnya. "Insya Allah jalan yang rusak akan dibenerin," kata Darsem kepada Kompas.com di rumahnya, Jumat (15/7/2011) malam silam.
Selain itu, Darsem pun mengaku akan membantu orang jompo dan akan mengutamakan acara khitanan anaknya yang rencananya akan dilaksanakan setelah Lebaran ini.
Untuk bekal hidup di masa depan, Darsem akan membeli rumah dekat dengan rumah orangtuanya. "Saya ingin yang tidak jauh dari orangtua, tetapi belum saya tawar," ujar Darsem.
Sebagai modal hidup, Darsem berencana akan membeli sawah dan kapal penangkap ikan. Menurut Darsem, dengan modal tersebut diharapkan ia bisa membesarkan Sapi'i, anaknya, dengan pendidikan yang baik.
Darsem adalah TKI bermasalah yang terbilang beruntung. Ia disebut-sebut terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan terhadap kerabat majikannya.
Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.
bagi-bagi dulu buat lebaran ::elaugh::
Belakangan diketahui, Darsem belum pernah menerima vonis atas tuduhan tersebut. Sementara ahli waris korban konon kabarnya bersedia memaafkan dengan diyat sebesar 2 juta riyal atau Rp 4,7 miliar. Darsem berhasil pulang setelah pemerintah disebut-sebut telah membayar diyat kepada keluarga korban.
haaa
jadi semua inih adalah konspirasi??
there was no verdict at all?
woow
4 billion is a big amount, wonder where it goes? :mikir:
^ ya iyalah konspirasi 4,7 milyar demi seorang babu? WTF??
wahhh
mafia babu donk Ju
serem
uang darah mann
jadi mending dihukum mati aja.
Masyarakat terlalu reaktif sih...
Mestinya pemerintah membantu dalam hal pembelaan hukum, menyediakan pengacara dll.
Kalau ternyata sudah diadili secara fair dan memang terbukti bersalah ya sudah...
Arab Saudi bukan negara barbar, hukuman mati itu ada dasarnya.
Bukan hanya karena warga negara asing lalu seenaknya di pancung, para TKI itu membunuh orang lain makanya kena hukuman mati.
Kayak di indonesia gak ada hukuman mati aja...
bilang juga apa
para BABU (pahlawan devisa) itu di banned saja ....
untuk menggati devisa yang 4.7 M ..... ini
berapa taun - 1000 orang tKW harus ngepel lantai ... biar dapet 4.7 M
........
arab bkn barbar cmn ada miscommunication dlm hal ini disebut2 krn telatnya pmberitahuan atas ruyati, tp intinya masyarakat butuh krn disana ada ka'bah dan faktor2 lain macam pemujaan dan tokoh2 arab brewokan yg dikagumi dan ditambahi dgn percaya berazas kebodohan ini mslh yg epik, diakhiri dgn adegan pak sby memakai rok warna pink di kamar tidurnya.
akhir kata masyarakat sendiri tdk mencintai negaranya, bahkan mungkin sang presiden, krn itulah mslh ga selese2.
ada golongan masyarakat yg pgn naek haji *peduli setan tki dihukum mati
ada golongan yg pro indo, hentikan hubungan dgn arab drpada ada yg mati *peduli setan dgn haji & kerjasama ekonomi
ada golongan macam FPI
*tak perlu dijelaskan lagi... tak usah sibuk mengoreksi statement saya
pemerintah hanya spt boneka saja, bebas dimain2kan
nee malah kemana22 .... mabujk yaa nenK
Setuju ma wallpapur,
Memang kenyataannya adalah pemerintahan indonesia tidak ada wibawa lagi, baik oleh pemerintahan luar maupun rakyatnya sendiri. Spt ada kekuatan yg berusaha menjatuhkan wibawa pemerintah. Saya tidak membela partai nya pak presiden, tapi memang kenyataannya gonjang ganjing di negara ini gara2 partai2 politik yg kerjaannya hanya saling menggoyang. Sorry ma fren, hanya seroang tangan besi yg bisa memberskan persoalan2 dlm negeri.
Masalah TKI sebenernya bisa diatasi kalau saja ada regulasi yg jelas. Seharusnya penyelenggara TKI harus resmi dari pemerintah dgn informasi2 yg jelas. Shg calon TKI ga asal jalan aja. Kalo sampe kena tahan penegak hukum di luar, pasti ada yg ga beres. Yg jelas kurangnya informasi yg diketahui oleh si TKI.
maklum jeng
postingnya sambil bersalin :))