Makanya itu, di Jakarta aja kayak gitu apalagi di daerah bund -_-
Pemerataan korupsi? :cengir:
Printable View
Makanya itu, di Jakarta aja kayak gitu apalagi di daerah bund -_-
Pemerataan korupsi? :cengir:
Bukannya korupsi didaerah itu lebih gila daripada korupsi di pusat yah..
yha tergantung, pake indikator apa dulu? mo pake sumber data mana dulu, Bappenas/Kemenkeu/BPS/ICW,?
sedikit share,
pada prinsipnya, daerah yang mempraktekan good governance akan selalu mempromosikan integritas birokrat dengan transparansi.
(gw pernah bantu translate konsultan ngemengin 'better governance' ini di forum kebijakan publik di Palembang, dari aspri Gubernur kasih nota: we dont need this in South Sumatra.) Beberapa minggu kemudian, KPK sidik gubernur. What does it tell you?
So, daerah yg makin transparent dengan mengexpose program/kegiatan/keuangan/belanja daerah etc secara luas lewat website SKPD misalnya,
itu kecenderungan korupsi dikit. (ada yg bilang, berarti lebih canggih korupsinya...well, bisa jg gitu).
Yang kedua, lihat susunan APBDnya, besar atau kecil, banyak belanja nggak, SDM bisa diajak kompromi pas lelang barang dan jasa nggak? Idealnya untuk korupsi di daerah lewat proyek2 tender infra- jasa. Lelang jasa misalnya untuk konsultasi/fasilitasi teknik/stratejik/operasional/manajemen proyek pemberdayaan masyarakat misalnya yg outputnya bukan barang/fisik, tapi pelayanan Trainer of Trainers, database, acara sosialisasi etc. Itu gampang bngt dimark-up berlipat dari nominal Anggaran Standar Belanja (ASB)nya.
Ada yg ngikutin suap/mark up daging sapi impor? Salahnya koruptor mark up beaya dagingnya/barang/komoditasnya. 1 ons, 10 jeti, yho keliatan jelas lah. Coba kl yg dimark-up beaya administrasinya, untuk delivery 400 jeti, konsultan pajak+cukai 250 jeti, misalnya.
Perilaku korupsi keknya bakal lebih masuk ke ranah berbasis pelayanan kek gitu td. Lebih terselubung, tertib administratif, dan ...batas pagu nyaris ndak ada, tidak terdengar kayak iklan mobil diesel jadul. So,...korupsi yg tidak terlalu berisiko dan berisik lah, kira2 gitu pengertiannya. :D
Sebenarnya, fair2 aja neh, korupsi tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan di pusat/daerah. Mau suap 50 ribu-50 MIliyar yho tetep gitu.
Cuman, kan kita bisa dorong dan arahkan korupsi yg masih manusiawi dan beretika tuh yg gimana, yang bukan mentargetkan infra (karena semua org butuh), yg menimbulkan dampak ekonomi sedikit ke populasi miskin, yg bukan melibatkan agama kl bisa (image Al-quran dan kemendag melorot jadinya), yg menyasarkan ke dana2 ekonomi ilegal hasil prostitusi,narkoba,korupsi,etc di perbankan dan asuransi (bpr, koperasi, lembaga kredit, pegadaian ilegal). Kriteria2 sekunder kayak gini neh aslinya yg bisa disupport ma media, tv, forum, akademisi, kadin, macem2 stakeholder. Lama2, ruang gerak korupsi berjemaah makin tergerus, dan konfliknya kembali ke internal oknum/individu, antara org itu dengan uang didepannya.
Ada lho soalnya, upaya2 melegalkan, mensyahkan dan memberikan perlindungan hukum secara sistematis untuk kegiatan2 yang samar-samar dan abu-abu, (it's not about the methods, rather the results) tapi tetep merugikan negara persis kayak definisi k o r u p s i. (i wont go on details..) Ini karena KPK program pencegahan korupsinya lemah dan lambat, asiknya disitu, ada banyak lubang di sistem ini yg dimanfaatkan mumpung masih ada, dan dibuka selebar2nya mumpung hukumnya lemah di pengawasan.
so, kl anda mau pindah ibukota dengan nilai proyek 30 Trilyun (misalnya),
seberapa rela anda untuk dikorupsi? 10-20 persen dari keseluruhan nilai proyek?
Biasanya 2-4 % untuk makelaar fee, success fee 5% sisanya untuk tuan tanah, jatah preman, tali asih, dsbnya?
aneh mmg org indo, kalo mau belanja infrastruktuk milih yg murah, bagus dan berkualitas, tapi kalo masalah korupsi, berani tinggi, royal banget,
kirim2 mobil box isi cash, pake apel malang+washington, bener2 koruptor itu = dimanja. ::ngakak2::
hahaha suka ama jojox... lucuuuuu....
ada benarnya walau ga semuanya benar sih :p ngajarin korupsi yang baik dan benar wkwkwkwk
tapi belum menjawab, jadi berdasarkan posting terakhir setuju apa ngga ibukotanya pindah?
Jawaban jojox kocak, emang bener sih :lololol:
klo baca dari jawaban si Jojox, silahkan pindah ibukota, tapi jangan lupa sediakan dana lebih untuk para koruptor ;D
just some ideas, sedikit sarkasme, yah memang gitu kan. ada cara banyak untuk nanganin korupsi. :ngopi:
yg menarik di bawah ini:
reformasi birokrat pake cat di kota Tirana, Albania. Mengubah cara kita melihat hidup. Makna cat = simple. always keep it simple.
And that's how bureaucracy is supposed to be.
http://www.ted.com/talks/edi_rama_ta...ith_paint.html