Iya ini bagus... sesaat sebelum di berondong ya ?
Printable View
Senin, 12/09/2011 11:00 WIB
Sambutan Positif untuk 'Serbuan Maut' di Festival Film Toronto
Adhie Ichsan - detikMovie
Jakarta - Kabar membanggakan bagi dunia perfilman Indonesia. Film 'Serbuan Maut' yang dibintangi Iko Uwais mendapat sambutan positif dari media, penikmat film, dan kritikus film setempat usai tayang perdana di Festival Film Toronto, Jumat (9/9/2011) kemarin.
Menurut review The Hollywood Reporter, Senin (12/9/2011), 'Serbuan Maut' yang berjudul internasional 'The Raid' itu memiliki pemain dengan fisik dinamis, dan pukulan mematikan yang imajinatif dalam adegannya.
Disebutkan, untuk film full action seperti itu akan sangat riskan jika ditangani oleh individu yang kurang terampil. Namun, sang sutradara, Gareth Evans yang sebelumnya menyutradarai 'Merantau' itu dianggap mampu melakukannya dengan baik.
"Ultra-violent action movies don’t get much more exciting or inventive than this kick-ass feature from Indonesia," ungkap sang penulis.
'Serbuan Maut' mengambil setting lokasi di jantung komunitas kumuh Jakarta, tepatnya di sebuah gedung markas persembunyian kalangan gangster paling berbahaya di dunia. Sebuah pasukan elit mendapatkan tugas untuk menyerbu markas kriminal tersebut guna meringkus kepala penjahat pengedar narkoba.
Mengetahui bahwa mereka sedang diincar, para kriminal pun mematikan seluruh aliran listrik dan memblokir semua jalan keluar. Terperangkap di lantai 6 gedung tersebut, pasukan elit itu diharuskan berjuang mencari jalan keluar demi menyelesaikan misi mereka.
'Serbuan Maut' disutradarai dan ditulis oleh Evans sendiri serta dibintangi oleh Iko Uwais dan Yayan Ruhian, yang juga beradu akting pada film 'Merantau'. XYZ Films berperan sebagai Sales Agent sekaligus Produser Eksekutif bersama Ario Sagantoro dari PT Merantau Films.
Film berdurasi 100 menit itu mendapatkan jadwal tayang di Amerika Serikat setelah hak distribusinya dibeli oleh Sony Pictures WorldWide Acquisition SPWA.
Dalam paragraf terakhir review-nya, The Hollywood Reporter menuliskan, "Jika Sony bisa menemukan cara agar pemuda (Amerika, dan negara lain) pergi ke bioskop untuk menonton film berbahasa Indonesia, (film) ini bisa menjadi sangat hit. Selain itu, akan membuka banyak pintu bagi Evans."
Selain di Amerika Serikat, film ini juga telah terjual di berbagai network dan akan didistribusikan ke wilayah-wilayah lainnya, seperti Kanada oleh Alliance, Inggris oleh Momentum, Australia oleh Madman, Prancis oleh SND, Jerman oleh Kosch, Jepang oleh Kadokawa, Cina oleh HGC, dan Turki oleh Calinors.
Berikut ini beberapa kutipan berisi komentar dari beberapa media AS, dan kritikus film usai menyaksikan 'Serbuan Maut':
"Holy sh*t I haven't seen an action movie this good in years! I felt that way only 30 minutes in, but after the full 100 minutes, I still felt the same and had to exclaim that here, right upfront, because it deserves that much praise." Alex Billington - firstshowing.net
"The Raid (Serbuan Maut) is the best Aristotelian-unity action film since "Die Hard." James Rocchi - MSN Movies'
"The Raid (Serbuan Maut) is a near perfect action movie." Drew McWeeny - HitFix.
(ich/mmu)
Senin, 12/09/2011 13:32 WIB
Personel Linkin Park Garap Scoring Film 'Serbuan Maut'
Adhie Ichsan - detikMovie
Iko Uwais di \'Serbuan Maut\' (ist.)
Jakarta - Film 'Serbuan Maut' (The Raid) karya sutradara Gareth Evans sepertinya semakin siap untuk go international. Personel Linkin Park, Mike Shinoda siap mendukung jalan sukses 'Serbuan Maut' dengan menggarap scoring film tersebut.
Mike merasa sangat antusias mengerjakan scoring film pertamanya. Mike yang sebentar lagi akan berkunjung ke Indonesia bersama Linkin Park itu mengaku tertarik dengan cerita dan visual 'Serbuan Maut'.
"Aku sangat bersemangat akhirnya menemukan proyek yang tepat. Film itu berjudul 'The Raid', mengandung koreografi seni bela diri, sinematografi yang mengagumkan, dan cerita bagus yang menginspirasi berbagai jenis musik," papar Mike seraya mempromosikan "Serbuan Maut' dalam blog pribadinya.
Musisi yang juga memiliki proyek solo Fort Minor itu juga menampilkan trailer film 'Serbuan Maut' beserta beberapa foto adegan. Tak lupa ia juga mengingatkan, film tersebut penuh aksi yang mengandung unsur kekerasan.
"Aku bersemangat untuk kalian semua agar melihat dan mendengar film ini," tambahnya.
Saat tayang perdana di Festival Film Toronto pada Jumat (9/9/2011) lalu, 'Serbuan Maut' mendapat ulasan yang positif dari media dan kritikus film setempat. Koreografi seni bela diri antara Iko Uwais dan Yayan Ruhian yang sempat diperlihatkan dalam film 'Merantau', dipastikan akan kembali memukau para penonton.
'Serbuan Maut' rencananya akan tayang di sejumlah negara di Eropa, Asia, dan Amerika setelah hak distribusinya dibeli oleh Sony Pictures WorldWide Acquisition SPWA. Sementara untuk di Indonesia, film tersebut direncanakan tayang pada 2012.
(ich/mmu)
DAMN !
dapat banyak pujian para bule yah ? bagus deh !
maju terus Mr. Evans ! next time cari tema yang lebih gila lagi :D
ini felm wajib bagi gw :D
Semoga selanjutnya Mr. Evans punya budget cukup untuk membuat filmnya lebih wah.
^ amiiinn....
Siapa sih dia? Namanya kok bule? Jd yg bikin pelem Merantau kmrn bule jg? ;D
Emang bule.
Gareth Huw Evans adalah orang bule (biasa dipanggil Babule alias Bapak Bule) yang beristrikan orang Indonesia. Sebelum bikin Merantau, dia kerja di MNC dan kemudian bikin film dokumenter untuk Christine Hakim. Setelah itu dia tertarik untuk bikin film bioskop di Indonesia.
Sekedar catatan, Merantau dan Serbuan Maut adalah film 99% orang Indonesia. Hanya ada dua orang bule, Gareth dan Matt. Sisanya, semua orang Indonesia, termasuk make up, koreografer (penata laga), dan produser. Pemilik Merantau Films adalah istri Gareth, Maya, dan kawannya, Ario Sagantoro. Lokasinya ada di Tanah Abang.
Untuk Serbuan Maut, Todd Brown terlibat sebagai produser yang bertanggung jawab membantu distribusi di luar negeri.
Ini deh buat yang penasaran wajah Gareth Evans:
http://i408.photobucket.com/albums/p...reth-Evans.jpg
Yang di sebelahnya itu mimin KM.
wah hebat, bisa poto bareng Gareth Evans :D
IMHO biarpun kru nya itu 99% orang bule, tapi klo bisa gambarin silat INdo seperti di Merantau, gw ga keberatan sama sekali :D
moga moga disini banyak yang nonton juga, ga kayak MERANTAU yang sepi.
Serbuan MAut belum tentu masuk ke indonesia ;D
kalo hak siarnya sudah dibeli Sony, berarti masuk atau tidak ke indonesia ya tergantung importirnya, mau bayar pajak atau gak...
di berita yg detikmovie itu kayaknya udah pasti tayang di Indonesia .
ps. promosi terselubung kloningan nih yeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ::doh::
Seperti yang dibilang sebelumnya,
Serbuan Maut adalah film Indonesia. Diproduseri oleh Maya Evans (orang Indonesia) dan Ario Sagantoro (orang Indonesia).
Hanya saja, seperti curhat Hanung dan para pembuat film Indonesia lain, banyak proses-proses paska produksi yang dilakukan di negeri lain (Thailand) sehingga memang akan ada bea ketika membawa kembali ke Indonesia. Prosesnya sama seperti proses yang dilakukan oleh Miles Production atau Kalyana Shira Films, tidak membutuhkan perusahaan importir lain.
Sony hanya membeli hak distribusi The Raid untuk Amerika Serikat. Di Australia, hak distribusi dipegang oleh Madman Entertainment ( yang biasa mengimpor untuk Australia film-film Asia seperti Ong Bak dan In The Realm of Sense). Di Kanada, hak distribusi dipegang oleh Alliance. Di Inggris, hak distribusi dipegang oleh Momentum. Di Prancis, hak distribusi dipegang oleh SND. Di Jepang, hak distribusi oleh Kadokawa. Di Cina, hak distribusi dipegang oleh HGC. Di Turki, hak distribusi dipegang oleh Calinos. Di Jerman, hak distribusi dipegang oleh Koch.
Jadi yang mau mendengarkan musik versi Mike Shinoda, silakan menontonnya di Amerika Serikat. :)
Oh iya,
gosip dari produser (Bang Toro), distribusi di Indonesia kemungkinan tetap akan menggunakan nama "The Raid", tidak "Serbuan Maut" seperti rencana semula.
Ngga ada kata lain. AWESOME !
BTW, kayaknya buat memajukan Indonesia kita emang selalu butuh pemain naturalisasi. ::hihi::
Pemain naturalisasi udah kebanyakan.
Yang kita butuhkan adalah direktur (sutradara) naturalisasi.. hihihihihihi
Nanti lama2 presiden kita juga naturalisasi..
People choice awards di Toronto International Film Fest. Wow!
Sony gak berani distribusi murni.
Akhirnya menyuruh Screen Gems untuk remake The Raid. ::nangis::
Ngomong2,
foto kru The Raid dengan Linkin Park, diunggah oleh Mike Shinoda.
http://instagr.am/p/NyA7y/
seneng tapi sedih denger The Raid diremake sama holiwut, seneng krn bisa gogon :jempol:
tapi sebel krn pengennya liat Mas Iko eksis jadi the new bruce lee gitu::itrocks::
btw, mana ni si telur? wkwkwk, gw abis baca komen dia di web amrik yg ngomongin the raid, langsung gw ngeh tu pasti anak KG eh KM ::clap2::