Ya monggo aja kalo njengenan berpikir manusia tidak ada yang sempurna
Kalo saya berpendapat lain, manusia bisa sempurna, dan harus sempurna. Kalo sampe gak sempurna ya kiwir-kiwir. Seperti uler ngejar buntutnya muter2 entah sampe kapan.
Disebut sempurna itu kalau sudah bergelar khalifatulloh, berjalan dengan kaki-Nya, bicara dengan lidah-Nya, melihat dengan mata-Nya
Semua kehendak-Nya mengejawantah dalam kehendaknya. Tidak ada lagi kehendak yg berbenturan, sudah tidak lagi berdoa demi kehendak egonya.
Nah, ini juga monggo aja anda berpendapat demikian.
Sewaktu SD anda pikir dapet nilai matematika 100, anda merasa sudah sempurna. Padahal soalnya baru soal penjumlahan.
Sewaktu SMA dapet nilai 100 fisika sudah merasa sempurna. Padahal belum ngebahas fisika kuantum.
Sempurnanya yg saya sebutkan di atas itu masih pakai tolok ukur dimana semua orang bisa menilai yang akhirnya menjadi sebuah hal yang relatif.
yang bisa menilai yang tingkatan penguasaan qurannya berada diatasnya
nah, istri nabi dalam perjalanannya (sebagai orangyang dekat kesehariannya dengan rasul) bisa menyimpulkan bahwa akhlak nabi itu adalah qur'an
kira2 ada yg tanya gak tuh ya ? hey istri, ayatnya mana ?
::ngakak2::
yang lain ntar dulu yaaaa... mbah dadap
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)
