Quote:
dan gw heran, yg lo masalahkan itu apa? jelas2 di awal postingan elu yg ragu.elu yg nanya kenapa semuanya gak serba kun fayakun.
gw bilang dr awal, semua butuh proses.
TAPI untuk hal2 yang memang butuh proses.
boleh2 saja dia menciptakan sesuatu suka2 dia.
liat contoh ayat2 mengenai penciptaan :
(QS. Al Hijr, 15: 28-29)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud."
Allah itu Maha Adil, Sist... ngga pernah berlaku
suka-suka Dia :)
Kasihan dong Iblis kalau begitu, ujug-ujug diplot
jadi bad-guy :)
Quote:
Ayat yg lain :
“…Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur… (QS 76:1);
QS Al Mu’minuun:014: “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci-lah Allah, Pencipta yang Paling Baik.“;
menurut gw, CMIIW, apabila Allah berfirman dengan menyebut dirinya "AKU" , maka keseluruhan kejadian adalah murni dr Dia. tanpa hukum alam.murni melalui kekuasaannya. untuk case penciptaan Adam, Allah pake bahasa Aku.
kekeke..
kalau benar penafsiran loe begitu, kenapa ketika
si Adam tadi hendak dijadikan khalifah (dengan
bahasa Aku), kok malaikat protes? udah gitu
Allah masih nanggapin protes itu, harusnya kan
otomatis, programnya malaikat sudah over-ride
jadi ngga pake nanya lagi :)
Quote:
tapi, ketika menceritakan proses kelahiran/munculnya manusia melalui rahim manusia, Allah berfirman menggunakan "kami"
ini gw tangkep sebagai sebuah proses yg sudah menjadi ketetapan Allah.
Kami bukan berarti Tuhan ada banyak, tetapi lebih merujuk kepada Tuhan dan Hukum2nya.
loe jadi kaya muslim lagi ngeles saat ditodong
non-muslim soal Kami, Sist :)
Quote:
ayat mengenai penciptaan Nabi Isa.
“Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) ‘Isa bagi Allah seperti penciptaan Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya; “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu”. (QS Ali ‘Imran: 59)
artinya walaupun Allah menciptakan para manusia melalui sebuah proses, tp khusus untuk Adam dan Isa, Allah menciptakannya dengan Kun Fayakun.
kenapa?
because He CAN
gw cuma mau tanya, menurut loe Allah itu Maha
Adil ngga?
Kalau menurut loe Allah Maha Adil, kenapa cuma
Nabi Isa dan Adam yang begitu, kenapa ngga ma
nusia lain seperti itu :)