..............Pada awalnya. Karena yang sudah ditulis oleh kamerad2 KM Sebelumnya, film ini building tensionnya sebenernya bagus. Bahkan gue rasa sampe akhir. Tapi karena ke-klise-annya, tensinya tenggelam sama pemikiran kita sendiri terhadap plotnya. Sepanjang film kita ter-drive untuk nebak. Which is a wrong turn. Karena harusnya kita semua mungkin prefer dikejutkan di akhir film kalo bicara twist. Twistnya akhirnya bisa ketebak penuh di setengah film. Gue suka banget permainan kata ayah, keluarga dan sejenisnya di film ini. Original. Tapi kadang2 kita lebih suka yang crispy daripada yang original :p Bahasa? Udah ngga usah dibahas. Dalam hal ini kita semua bisa lebih hebat dari Nostradamus. Gore yang dijanjikan? Nggak ada sama sekali. Yang ada ekspresi muka John Evans yang kesakitan terus2an. Buat penikmat gore, mereka lebih menggemari visual pantat diparut dengan special effect murahan dibanding akting serius tentang rasa sakit dan stimulannya. Kecuali elo udah muntah2 saat ryan gosling nginjek muka orang di DRIVE, elo mungkin aja mengklasifikasikan semua yang dilakuin di sini adalah gore. Ini cuma thriller biasa. Tapi bagus kok sebagai film Indonesia. Beda. Tetep harus tonton.