Iya lebay ah.. g us gitu2 lah. SEakan2 ini adalah akhir.
Printable View
Iya lebay ah.. g us gitu2 lah. SEakan2 ini adalah akhir.
kong [MENTION=320]surjadi05[/MENTION], udah di telp jokowi? untuk posisi mentri?
:ngopi:
saya akui kali ini ekspektasinya sudah berlebihan
salah sedikit saja popularitasnya bakal jatuh lebih hebat ketimbang SBY, apalagi pada saat pengumuman menteri nanti, rasanya mustahil bakal memuaskan semua pihak, menteri dari parpol kayanya yg bakal dipelototi
set low expectation for a better mood ::elaugh::
salah satu kelemahan demokrasi (menurut saya) adalah keharusan sang pemimpin menghasilkan sesuatu secara cepat, benar-benar mental budaya instan, bahkan ada istilah tersendiri, quick wins
ada yg bilang 3 hari setelah pelantikan jokowi-jk harus melahirkan satu gebrakan tertentu jika tidak ingin membuat masyarakat kecewa
hadoohh.....memangnya membangun bangsa dan negara itu kaya bikin nasi goreng apa?
Makanya Revolusi Mental, mental semua orang harus
direvolusi biar benar.
eh besok ada jajanan gratis!
cabut ah... sudirman katanya ditutup ya?
mental2 apa saja yang harus dirombak dan mental2 apa saja yang harus dibangun?
bagaimana merombak dan membangunnya?
kader2 mentalist jokowi siapa2 saja? bukankah revolusi membutuhkan kader?
bagaimana kira2 revolusi mental ini akan berjalan?
#belum terbayang tulisan di sejarah dunia "revolusi mental indonesia".
berarti bakal ada icon2 pemaksaan untuk mewujudkan sebuah revolusi kan?
Kalo menurut promosi yg sering gw denger sih mengubah skema pendidikan dasar. "Revolusi" mental itu cuman istilah.
Jadi kl jaman gw kecil dulu, jadi bad boy tuh cool. Maka direvolusi menjadi, jadi nerd (anak rohis) itu cool.
Revolusi mental??...itu kaya apa sich..kadang2 gue gak ngerti dengan istilah itu..
kita liat aja menteri2 sapa aja...
palingan ada yang kecewa pasti ada yang seneng juga pasti...
YANG penting jangan ambil gubernurku.... #ganjar
Gw malah pengennya Pak Presiden ngurusin daerah2 terdepan dulu, yang berbatasan langsung dengan negara lain. Lagi hangat tuh isu 10 desa di perbatasan malaysia-Indonesia di Kalimantan yg pengen masuk sbg wilayah malaysia.
Anw, gw punya harapan kedepannya Pak Presiden mempertimbangkan bikin PLTN coz Indonesia rawan kekurangan energi. PLTN dan tol laut deh minimal terwujud. :D
Sri mulyani dipanggil balik ga ya? ::ungg::
kok kelamaan yah buat umumin kabinet...
Negara maju pada rame2 beralih dari PLTN, lah kenapa kita malah mau pake PLTN? Cukuplah hikmah diambil dari bencana Fukushima di Jepang. Masih banyak energi alternatif untuk dikembangkan. Matahari, air, angin, gelombang laut, panas bumi melimpah ruah. Belom lagi green enrgy, blue energy...
*duh pidato apa sih eike?
Katanya pengumuman menteri terganjal perubahan nomenklatur.
Ngomong2 ttg energi...
Tema "revolusi mental" menurutku pas banget untuk masalah energi. Selama ini kebanyakan orang, baik masyarakat umum maupun para petinggi pengambil kebijakan, telah "salah kaprah" menempatkan kekayaan SDA, khususnya yg terkait dgn energi, sbg komoditas perdagangan, sumber devisa negara, dst...dsb.
Mindset seperti itu menurutku yg harus segera dibongkar (revolusi mental). Sumber daya energi ya sumber daya energi. Misalnya migas dan batubara, itu adalah sumber energi. Lupakan itu sbg sumber devisa, krn ujung2nya hanya segelintir kelompok yg akan menikmati itu, baik itu (pemerintah) pusat maupun segelintir penguasa dan pengusaha, bukan masyarakat luas. Belum lagi mengingat sesungguhnya cadangan migas dan batubara kita ndak seberapa. Cina aja yg cadangan batubaranya sampe 10 kali lipat memilih untuk impor; Amrik aja dari dulu posisinya selalu sbg nett importir migas, baru2 ini aja denger2 kayaknya udah jadi nett eksportir itupun berkat produksi (shale) gas yg dlm beberapa kurun waktu terakhir memang sangat melimpah.
Lha kita? Cadangan aja udah tipis banget tapi masih sok2an ekspor dgn dalih sumber devisa. Sungguh miris kalo melihat, misalnya, Kalimantan yg kaya migas dan batubara tapi listrik aja masih sering blackout, belum lagi kalo bicara soal Papua, bahkan Sumatra yg kaya dgn batubara kalori rendah yg sangat cocok untuk PLTU pun masih sering teriak soal pasokan energi, dst...dsb.
Itu yg harus di-"revolusi mental". Manfaatkan sumber energi sbg sumber energi, sbg penggerak ekonomi (domestik), prioritaskan sumber energi untuk pembangunan infrastruktur, tekan "penghambur2an" sumber energi yg sia2, dst. Tekan rasio elastisitas energi serendah mungkin, minimal dibawah 1:1. Percuma ekonomi tumbuh kalo rasio elastisitas energinya lebih tinggi dari rasio pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Sambil merem pun itu udah sebuah keniscayaan, ndak perlu pake orang pinter jago ekonomi. Tapi itu sama saja "membunuh anak-cucu" kedepannya nanti.
Jebloknya harga batubara dlm kurun 2-3 thn terakhir plus anjloknya harga minyak mentah global saat ini, keduanya bisa dijadikan momentum. Jika pemerintah JKW-JK jeli, kedua hal tsb bisa menjadi "boon" yg bakal bisa "menyelamatkan" pemerintah JKW-JK 5thn kedepan, sekuat apapun (seandainya benar akan terjadi) tekanan dari parlemen. Sebaliknya kalo masih memperlakukan kedua komoditi itu sbg sumber devisa ya siap2 aja pemerintahnya bakal "gulung tikar".
BTW kalo scr umum, budaya "kemaruk dan serakah" itu yg paling urgent untuk direvolusi mentalnya. Itu sumber utama masalahnya menurutku.
:ngopi:
---------- Post Merged at 09:33 AM ----------
BTW kandidat terkuat untuk menteri ESDM ternyata Kuntoro yak? Dah obselete kalo menurut saya.
:ngopi:
Baca tribun batam tadi pagi, jk "ngamuk" ke mega gara2 si mbok(bukan mbok jamu) yah, maksain si ***** jadi mentri bumn ::hihi::