^ ::ngakak2::
fitroh utk berdo'a
^ ::ngakak2::
fitroh utk berdo'a
yg namanya debat, adalah diskusi antara kedua belah pihak yg bersebrangan, dengan membawa argumentasi dan kata2 yg bisa dipertanggungjawabkan.
kalau misalnya saya di kubu paracetamol melawan kubu air kobokan ponari, tentu saja saya membawa bukti2 nyata hasil paracetamol. Dan Ponari? kalau Ponari jelas2 tidak bisa membuktikan air kobokannya, apakah anda juga akan berkata bahwa kubu paracetamol adalah berpikiran sempit dan tidak mau merubah pendiriannya?
para ilmuwan selalu berpikiran terbuka, selalu siap menerima bukti2 baru yg disodorkan.
justru kamu Theislah yg berpikiran sempit, menganggap bahwa agamanya adalah benar.
apakah ada kebenarankah, di agamanya Shoko Asahara yg membunuh orang lain?
http://en.wikipedia.org/wiki/Shoko_Asahara
apakah ada kebenarankah, di dalam agama yg membunuh mantan pengikut seperti ini?
http://www.youtube.com/watch?v=udi8ZGzyNFE
bagaimana, bila anda salah?
bagaimana, bila ternyata Ali Sina benar?
http://www.faithfreedom.org/the-chal...the-challenge/
taelah, ponari lagi dibawa2...saya heran, katanya intelektual, tau dong Ponari itu adalah fenomena dimana masyarakat miskin ga bisa berobat dengan benar jika sakit karena mereka tak punya penghasilan tetap, jatah kesehatan mereka dari negara ga nyampe ke mereka, maka fenomena macam ponari adalah satu2nya jalan buat mereka yang ga bisa lagi dapat pelayanan kesehatan yg layak untuk SEMBUH dari penyakitnya.
hey, kamu terpelajar, mustinya bisa mengkaji suatu masalah dari segala sisi, bukan dari sisi ndableg semata2 cuma demi menghakimi orang2 itu yang terpaksa cari kesembuhan
Jangan cuma FFI atau Ali Sina. berani sana gih mampir ke Myquran atau fordis agama. Baru namanya mencari kebenaran ;)
Buh.. cari kebenaran.. cari hiburan kalih...
bagaimana, bila mereka salah?
bagaimana, bila ternyata Ali Sina benar?
bagaimana, bila ali sina salah?
bagaimana, bila kesemuanya salah?
Sekelompok pencinta hanya tersenyum seraya berseru kompak, 'rebutan tulang'
nonton aja deh..
Wah, saya dulu juga member MyQuran dan sering berdebat di sana. Kesimpulannya: Isinya kebanyakan Muslim fundamentalist yang susah diajak diskusi. Nalarnya lemah, tapi iman dan fanatismenya kuat.
Ya tau sendirilah gimana debat dengan fundamentalist. Logikanya suka berantakan. Misal gini:
Saya tanya: "Anda tau di mana alamat rumah pak RT?"
Dijawab: "Oh tau dong, itu persis di depannya rumah pak Fulan".
Saya: "Lha rumahnya pak Fulan itu di mana, bisa dijelaskan alamatnya?"
Dijawab: "Oh, bisa. Rumah pak Fulan ya di depan rumah pak RT. Logikanya kan ya begitu".
Saya: "IYA, apa bisa diurai di mana ALAMAT rumah keduanya, sehingga saya bisa cari?"
Dijawab: "Yee.. anda nih nggak ngerti penjelasan saya ya?" Kan sudah saya bilang di awal, rumah pak RT dan pak Fulan itu saling hadap-hadapan, semua orang juga tau".
Saya: "IYA, tapi bagaimana saya bisa menemukan alamat Pak RT?"
Dijawab: "Pokoknya rumah Pak RT itu sampingnya ada tukang tambal ban".
haha. ada tukang lempar tulang baru.
ikutan nonton aja deh
memang ada gunanya debat kalo kamu mrs superior? tdk ada. jd buat apa saya meladeni org sok superior? wasting time
---------- Post added at 01:15 PM ---------- Previous post was at 01:10 PM ----------
diladeni kamu merasa paling benar, tdk sama persepsi dgn kamu lsg dicap ga b'logika. so silahkan kamu t'perosok sendiri
Orang kalo makin wise dan berisi itu bawaannya males debat.
"Debat" itu salah satu budaya akademis loh. Anda saja yang nggak ngerti/salah paham soal 'debat'. Yang harus dihindari itu DEBAT KUSIR.
---------- Post added at 04:49 PM ---------- Previous post was at 04:44 PM ----------
Emang umat Islam gak merasa superior? Gak merasa paling bener gitu?
Sah-sah saja merasa paling benar, asal bisa mengurai pemikiran/idenya secara logis/terstruktur. Yang mesti dihindari itu merasa benar tapi tidak mampu memberi uraian yang logis/terstruktur.
memang kamu ga debat kusir? nyatanya merasa benar, meski dibungkus argumen sok intelek, tetep aja jd kusir-_-
---------- Post added at 04:56 PM ---------- Previous post was at 04:50 PM ----------
silahkan bicara, kesimpulannya adalah cuma propaganda, mendewakan otak yg diberikan cuma2 dr penciptanya tanpa b'syukur
saya taunya cuma debat kusir
tapi ngomong2 sama orang akademis yg senang berdebat, koq pertanyaan saya gak dijawab disini ??
jangan2 selain debat kusir sekarang ada juga debat kabur ?
Klo ga 1 frekuensi emg susah klo debat... ampe kiamat (eh, emg ada? kiamat versi masing2 deh..) juga ga akan slese... ::hihi::
tp yg jelas, menurut gw pribadi beriman tanpa paksaan dan ancaman neraka lebih dpt menenangkan diri gw.. :)
jika ada org yg bilang "Semoga kamu cepat disadarkan oleh Yang Kuasa.." maka akan gw jawab, "Ya.. saya sadar sepenuhnya... :)"
Being Agnostic lebih bebas dlm berkreasi dan membangkitkan segala kreatifitas :)
ada apa to ini ngger..............
atheis berkembang ya biarin aja tohh,,,,lagian percuma jg ber agama tapi korupsi sana-sini, liat nohh di DPR, DEPAG dan POLRI yg ngaku smuanya beragama tapi korupsinya super gila alias nggiani eddan tennan ::bwekk::
Atheis yang bermoral lebih baik daripada religius yang tidak bermoral.
Moralitas tidak ditentukan dari keberagamaan seseorang.
Jadi, kalau atheis belum tentu tidak bermoral.
Di Indonesia, malahan Departemen Agama yang korupsinya paling banyak.
Jadi apa artinya?
yah, klo g sih ga peduli dah mau atheis bertambah banyak, mau tambah dikit, bodo amat. mau umat agama laen yg tambah banyak/sedikit juga ga peduli, selama ga meningkatkan tingkat kejahatan, dan ga ganggu g.
curcol.....
keluarga besar dari bokap itu kristen (khatolik) fanatik. dan g sekeluarga (semua buddhis KTP; paling bener bokap g doang, sisanya ga peduli either yg namany tuhan itu beneran ada apa kagak) rada2 empet kalo mereka udah mulain buka mulut soal agama. soalny yg namany fanatik itu kan selalu berlebihan. contoh kasus:
ada pembantu di keluarga itu yg sakit, si majikan lagi nonton acara khotbah di tv, dipanggilan si mbak ke depan tv
majikan: mbak, kesini nih. dengerin khotbah dan berkah, nanti sembuh lho..
pembantu: ^%*&)#
giliran anak si majikan sakit, majikan kelimpungan nyari dokter,
pembantu: ga nonton acara khotbah aja Nyah? ntar kan sembuh.....
*diceritain ama si majikan, jd sengsara nahan ketawa ;D
tapi memang kelihatanny para theis itu 'panik' kalo atheis atau umat agama lain bertambah jumlahnya. atau paling tidak, mereka (fanatik) demen berusaha 'convert' orang ke sisi mereka. paling mencolok ya islam vs kristen/khatolik. di luar itu kurang begitu keliatan.
ini bukan kompor, cuman sekedar cerita nyata waktu g smp.
guru: kenapa kamu ga pernah ngucapin salam (smp g dulu negri, salamnya assalamualaikum -gomen kalo tulisanny salah-)?
g: sy bukan muslim, bu.
guru: tp ga ada salahnya kan ngucapin salam?
g: ga ada salahnya juga ga ngucapin kan? emang ada peraturanny sy mesti ngupcapin salam?
guru: *speechless* ;D
orang yng mengaku beragama/agamawan
klo merasa resah/terancam dengan perkembangan agama selain yng dipeluknya
berarti ada masalah atau something wrong dengan cara beragamanya #-o
Ah, itu dulu.
Sekarang trend nya takut kalo aliran lain, metode dakwah lain lebih banyak pendukungnya. Padahal masih satu agama lho tuh.
::hihi::
nah itu dia!
parah kan klo udah begitu?
sama agama, beda aliran aja cakar2an
apalage beda agama??
Nah, kaum beragama yg demikian makin memantapkan para atheist bahwa pilihannya menjadi atheist sudah tepat.
Beragama supaya hidup tenang, mudah dan harmoni. Yg terjadi malah sebaliknya.