Saya perbaiki pertanyaan anda :
Begitu kira2 pertanyaannya ?
Printable View
Pengucapan ALAHA mirip dengan pengucapan ALLAH. Juga penggunaannya sama, merujuk pada GOD dlm bhs Inggris. Kata ALLAH pun "asing" dlm bhs Arab. Fakta itu membuat dugaan ALLAH berasal dari ALAHA adalah sangat masuk akal.Quote:
Originally Posted by Asum
Sedangkan AL-ILAH menjadi ALLAH sulit diterima karena komponen IL sangat penting bagi kata ILAH. Gak perlu isim2an segala di sini karena gak relevan. :))
Keduanya memiliki pengucapan mirip dan sepadan dgn WINDOW. :))Quote:
emangnya JENDELA dari bhs Portugis JANELA =))
Baca si ini #111
Lah kalo dimirip-miripkan emang mirip, tapi apa sama artinya ? sama aja kaya gedang di jawa dan disunda, bukan mirip lagi malah sama <<< emang sama artinya hanya karena sama mengucapkannay ? apalagi cuma cumi =))
Yeee ... payah, nih, maksudnya tentu saja Allah bukan sebagai nama diri. Wong situ protes kami pake kata Allah yg bukan tujuan spt Alquran yg bermaksud nama diri.
Dibaca dg jelas ga, sih, itu bukan ditemukan di mesjid atau rumah ibadah muslim.Quote:
capeee dehhh .... tapi saya kagumi usaha anda untuk mencari bhs sampe ke syiria ... patut di catat dalam link anda ini
cocok buat menyanggah sebagian orang yang menterjemahkan Allah=God, semisal M.Assad
dan sudah saya jelaskan di sini soal model terjemahan M. Assad ini #58, masa Allah=ilah=God ... gak konsisten, ntar disamain juga Allah=Al-Ilah=Ilah=God ... =))
Makanya saya tanya
Atau saya tambahin jadi sama tidak sih The God dengan the god, dengan God dengan god, GOD dengan god, GOD dengan The God, GOD dengan the god ... =))
dan jawabn utk pos #121 adalah ya. Spt itulah.
nah, supaya lebih jelas buat agama Islam, biasakanlah dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala (Allah SWT).
aman dah ::elaugh::
@Serenade,
klo nganggap Allah=nama gelar, ya kmu jelasin asal ceritanya gimana. Ini modelnya sama kyk si pur, maen petak umpet. =))
dan jgn lupa, kmu terjemahin deh pasal ulangan 1:1 ke dalam bhs Indonesia.
btw, kt Allah bhs Indonesia bukan =))
Muter2 gak jelas nih. Mangkenye kalo ngebahas bahasa jgn pake iman. Simpen dulu tuh iman.
BARATHA (Sanskrit) dan BROTHER (Inggris) saja ditengarai berasal dari kata yg sama karena pemakaiannya yg sama. Begitu juga dgn ALAHA dan ALLAH, pengucapannya dan pemakaiannya yg sama, menggiring orang utk menduga bahwa dua kata tsb awalnya sama. Ini sih hal lumrah dan make sense ketika orang mau mempelajari asal-usul kata, kecuali orang beriman, memang agak sulit utk menerima kenyataan. :))
Hei, aku tuh penasaran kalo kamu sdh kutunjukin bukti bhw kata allah itu telah dipake sebelum Islam lahir, apa kamu bisa berubah setuju bahwa kata allah bisa dipakai oleh umat non muslim utk padanan kata Tuhan.
Muter2 atau ga ngerti sih.
Ane mo pake Kejadian 1:1 di mana terdapat kata Allah dalam bahasa Arab :))
Oalah pusing bgt ngejelasin hal sederhana gini aja.
Jadi atas dasar apa sesuatu yg sebenarnya dibaca aulo bisa jadi Allah. Pake ejaan apa? Bahasa Inggris? Latin? Jerman? Kapan mulai munculnya? Apakah krn upaya menerjemahkan? Awalnya mo diterjemahkan ke bahasa apa? Kapan?
Bro Asum:
Pernah belajar bahasa Indonesia mengenai kata serapan nggak ya? Kan banyak tuh kata Indoneisa yang berasal dari kata asing (alias serapan) seperti misanya jendela (dari janela), atau stir (dari bahas belanda kalo nggak salah), dan lain-lain lagi. Nah, proses tersebut juga terjadi pada kata Allah. Gitu mungkin yang dimaksud Purba.
diskusinya kalem (calm) juga nih ;))
wah kalem ternyata bahasa serapan juga ya...
@serenade
emang ada yg nyebutnya aulo? olo kali
"yaolo tolong".. ::elaugh:: j/k
Lah elo ngebahas ginian pake kacamata kuda, makanya liatnya cuman 1 arah dong. Buka dong kacamata kuda lo, jadi bisa liat kiri kanan =))Quote:
Originally Posted by purba
Lah ini kan modal tebak-tebak buah manggis, sekarang ambil contoh elo deh, apakah BROTHER berasal dari kata BARATHA atau BARATHA dari kata BROTHER ? atau CUMI ?Quote:
Originally Posted by purba
Ah, ASMA aja lo ... emangnya sesuatu yang mirip itu pasti berasal dari salah satunya ? Kalau soal padanan kata, kan sudah saya jelasin kalau GOD=Al-Ilah=Elohim=TUHAN, god=ilah=eloh=tuhan.
Lah kalo Allah ? padanan katanya apa ? =))
Nah biar tidak ASMA (ASal MAngap), lo jawab deh pertanyaan dari contoh yang elo ajukan : apakah BROTHER berasal dari kata BARATHA atau BARATHA dari kata BROTHER :))
Lah ... apalagi yang mau dibuktikan jika kata Allah memang dipakai bangsa Arab untuk menyebut nama diri tuhannyan, dan tidak diterjemahkan. ? :))Quote:
Hei, aku tuh penasaran kalo kamu sdh kutunjukin bukti bhw kata allah itu telah dipake sebelum Islam lahir, apa kamu bisa berubah setuju bahwa kata allah bisa dipakai oleh umat non muslim utk padanan kata Tuhan.
Yang jadi masalah ketika kata Allah diyakini sebagai "nama gelar", maka artinya dapat diterjemahkan ke dalam bahasa setempat. Apakah link anda tsb menunjukkan bahwa kata Allah diterjemahkan jadi GOD ?
aulo ? bahasa mana aulo ? bhs Syiria ? bhs Arab mah nulisnya Allah dibaca Alloh <== sama modelnya ditulis sunday dibaca sandey :))Quote:
Originally Posted by Serenade
Loh kamu kok jadi kyk orang bingung, yang jelas kamu mau nanya apa =))Quote:
Originally Posted by Serenade
Saya tanya : coba terjemahkan ini dalam bhs Indonesia
בראשית ברא אלהים את השמים ואת הארץTransliterasi : br`syt br` `lhym `t hsmym w`t h`rts.
:))
Kenapa bisa terjadi kata serapan dalam bhs Asing ?Quote:
Bro Asum:
Pernah belajar bahasa Indonesia mengenai kata serapan nggak ya? Kan banyak tuh kata Indoneisa yang berasal dari kata asing (alias serapan) seperti misanya jendela (dari janela), atau stir (dari bahas belanda kalo nggak salah), dan lain-lain lagi. Nah, proses tersebut juga terjadi pada kata Allah. Gitu mungkin yang dimaksud Purba.
Setahu saya, serapan dari bhs asing terjadi karena kata tsb sulit dicarikan padanan katanya dalam bhs setempat (bhs Indonesia). Contoh : Download dan Upload <<< kata ini pada awalnya sulit dicarikan padanan katanya dalam bhs Indonesia, maka ia diambil begitu saja dari bhs asing. Sekarang, kata tsb sudah ada padanan katanya yaitu "mengunduh dan mengunggah"
Kaitannya dengan dugaan kata Allah merupakan serapan dari bhs Asing <<< namanya coba-coba, kenapa ? karena buat apa menyerap kata Allah (yang katanya artinya tuhan) sedangkan di dalam bhs Arab ada kata ilah dan Al-Ilah ?
Apakah tidak janggal membuat kalimat seperti ini : "kalau anda ingin mendownload, unggahlah pada jam 3." <<< bhs apa ini ? mencampur adukkan antara bhs serapan dengan padanan kata yang ada dalam bhs Indonesia.
Serupa dengan contoh di atas, maka apakah bhs yang baik ketika Allah SWT berfirman :
اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَditerjemahkan jadi : Allah, tidak ada tuhan selain dia
Seharusya (kalau mau menterjemahkan model M.Assad) jadi : Tuhan, tidak ada tuhan selain dia.
Mustinya kalau mau mengatakan kata Tuhan (dengan T besar untuk kata benda tertentu) cukup ditulis :
الإلَهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ
Sama dengan syahadat
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللّهُ
mustinya jika ingin merujuk pada The God, cukup dengan kalimat
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ الإلَهُُ
Tapi kenapa masih mempertahankan kata Allah (dalam bhs Arab) padahal ada padanan kata Al-Ilah yang merujuk pada "The God" (jika Allah adalah kata serapan dari bhs lain yg artinya The God) ?
Menurut antum, apakah para pakar bhs Arab begitu bodohnya sehingga tetap bertahan dengan menggunakan kata Allah dalam terjemahan bhs selain Arab ? Atau selain pakar bahasa Arab yang bodoh ?
Makanya saya tunjukkan di post #26 bahwa kata Al-Ilah (الإِلهُ) ada dalam terjemahan bible dalam bhs Arab <<< untuk membuktikan bahwa Allah BUKAN bentukan dari Al-Ilah.
Apalagi sekarang ada dugaan bhs itu merupakan kata serapan ... ?
Mas dana, apakah umum kita menyerap kata dari bhs asing yang ada padanan katanya dalam bhs kita ?
Dan ma'af saja, apa yang dikeluarkan oleh si pur itu kan cuman tebak-tebakan doang. Dari gaya dia kan keliatan cuman tukang kutip dan dikemas dengan pita baru. Ibarat sampah, si pur ini emang pinter ngemasnya jadi seolah baru :))
Sekarang buktikan saja, "sejak kapan alaha diserap ke dalam bhs Arab jadi Allah" ... dan "apakah BROTHER berasal dari kata BARATHA atau BARATHA dari kata BROTHER"
Kata serapan memang suka suka bung Asum, dan kebanyakan tidak diketahui mengapa dan kapan dilakukan. Hanya terjadi begitu saja. Jadi kalo ditanya bukti, ya nggak ada.
Bisa dibaca lebih lengkap mengenai kata serapan untuk bahasa Indonesia disini: http://id.wikipedia.org/wiki/Kata_se...hasa_Indonesia
Nah, hal tersebut bisa juga terjadi untuk bahasa Arab. Kalo ditanya bukti, ya saya bukan ahli sejarah. :D
Dan saya juga tidak punya bukti kalo Allah itu hanya ada ketika Islam ada.
Ya gak bisa begitu, masa anda yakin mengatakan ini serapan hanya karena pengucapannya mirip, dan artinya mendekati. Orang menyerap kata itu karena kebutuhan, dan umumnya karena sulitnya mendapat padanan kaat yang sesuai dengan kata tsb.
Minimal, kita bisa menduga adanya serapan tsb ketika terjadi persinggungan budaya atau teknologi. Misal soal download tadi dan juga kata komputer (dari computer), karena masih sulit mencari padanan kata dari computer maka dipakai komputer hanya menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
Sama dengan misal Abram yang jadi Abraham dan Ibrahim. Ini serapan karena adanya persinggungan kebudayaan dan ketururan.
Nah sekarang kata Allah (katanya dari bhs Aramik), gimana bisa terjadi akulturasi bhs tsb ke bhs Arab ? Jika Allah dalam bhs Aramik adalah alaha (tuhan), maka tidak mungkin melakukan serapan kata alaha (tuhan dlm bhs Aramik) sedangkan orang Arab terbiasa menyebut ilah (tuhan untuk kata benda tak tentu dan al-Ilah (sang tuhan) untuk kata benda tertentu.
Makanya saya bilang, itu cuma dugaan karena kesamaan bunyi semata, padahal di depan saya sudah contohkan kesamaan huruf alef lamed he (bhs Ibrani) dengan alif lam ha (bhs Arab) <<< ada kesamaan huruf dan mirip pengucapan tetapi tidak pernah dikatakan bahwa ALH (dengan huruf vokal dibaca Ilah) dari kata 'LH (dengan huruf vokal dibaca eloh).
Apalagi hanya sekedar menduga Allah serapan dari kata alaha (Aramik ?).
Loh ? kok bolak-balik ke sini ? emang anda menyangka kalau kata Allah hanya dikenal dalam Islam semata ?
Bukankah orang kafir Quraisy yang musyrik tau nama Allah ? :P
=))
Ya ya ya ... keknya Bung Asum sdh menunjukkan sampai batas mana bisa diajak beradu debat.
Bahkan ketika ditanyai baik2 aja hasilnya cuma segitu. Yang bener ga bisa jawab atau memang cuma "segitu" aja.
Capek deh
berarti, tiada masalah, djika oemat diloear islam menggoenakan kata allah .............Quote:
Originally Posted by asoem
Apakah tuhannya orang kristen namannya Allah ? :D
allah yang dipakai dalam kristen adalaah sebagai sebutan...
allah:
[n] nama Tuhan dl bahasa Arab; pencipta alam semesta yg mahasempurna; Tuhan Yang Maha Esa yg disembah oleh orang yg beriman: demi --; hamba --; insya --; karena --
anak allah : [Kris] gelar untuk Yesus Kristus yg menyatakan bahwa Ia berasal dr Allah dan melakukan penyelamatan manusia
http://kamusbahasaindonesia.org/Allah/mirip
Makanya bedakan doeloe kata allah dalam arti serapan oentoek ataoe jang dipakai kedalam bahasa indonesia
dan allah sebagai soeatoe nama
PERMANDYAN, nama Tuhan dl bahasa Arab <<< bukan berarti PERMANDYAN artinya Tuhan dalam bhs Arab TETAPI nama Tuhan dl bahasa Arab aalah PERMANDYAN, sama dengan kalimat " Allah, nama Tuhan dl bahasa Arab". Jika ingin dipahami bahwa Allah=Tuhan, kalimatnya adalah : "Allah, Tuhan dl bahasa Arab".
Dan jika mas PER ngotot mau pakai Allah dalam bhs Indonesia, KBBI online mengatakan : nama Tuhan dl bahasa Arab BUKAN nama Tuhan dl bahasa Indonesia.
namanya serapan mas....
mengerti ndak.....
kalaoe kamoes mengatakan allah adalah nama tuhannja umat islam baharaoe itu bisa dipermasalahakan....
padahal soedah dijelaskan daari awal, sebeluem muhamamd menjampaikan risalahnja, umat kristen soedah memakai kata allah dalam alkitabnja...
ini jang kamu tidak maoe (dapat) menerimanya.....
Betul, Allah diserap langsung ke dalam bhs Indonesia dan oleh pemeluk agama islam diseluruh dunia, dimana Allah adalah nama Tuhan dalam bhs Arab BUKAN Allah adalah Tuhan dalam bhs Arab. Beda kan ?
Nah sekarang, apakah pernah kita memakai (jika ini serapan yang umum digunakan) semisal : ke-Allah-an yang Maha Esa :))
tidak semoea kata jang bisa ditambahakan imboehanQuote:
Originally Posted by asoem
maksudnya ? Anda ingin katakan bahwa : ke-Allah-an yang Maha Esa < kalimat yang wajar dalam bhs Indonesia ?
Bro Asum, I rest my case. saya hanya inggin menunjukkan bahwa kemungkinan kata serapan itu masuk akal -- walau bukan berarti bahwa pasti 100% kata Allah itu berasal dari kata serapan. Itu saja. :D
Memang makin kelihatan bahwa iman adalah penghalang utk obyektif. :))
Mengenai mana yg lebih dulu BROTHER atau BARATHA, bisa dilihat mana yg lebih tua antara dua bahasa tsb. Bhs Sanskrit adalah bhs tertua di dunia. Dari situ bisa diduga (hipotesa, hal biasa yg dilakukan dlm kajian ilmiah) bahwa BROTHER berasal dari BARATHA. Kalau ditanya sejak kapan, perlu penelitian lebih lanjut, dst. Tapi meski hipotesa saja, kita bisa menilai apakah itu masuk akal atau tidak. Hipotesa BROTHER berasal dari BARATHA adalah masuk akal. Sedangkan penyangkalan hipotesa tsb dgn berpatokan pada tata bhs Inggris/Sankskrit adalah nonsense karena yg ditelaah memiliki area yg lebih luas dari masing2 bhs tsb.
Kembali ke orang beriman. Asum sudah mengakui bahwa kata ALLAH juga sudah digunakan sebelum Islam datang. Nah, apakah Asum mau menjawab jika ditanya dlm hal apa kata ALLAH digunakan pada waktu itu? Jika pertanyaan ini dia mau jawab, mungkin diskusi bisa berlanjut. Jika tidak dijawab, ini hanya menjadi debat kusir orang beriman yg tidak ada gunanya.
:))
salam
tidakkah kalian tahu....
NAMA adalah banyak REPRESENTATIF dari sifat sesuatu
GELAR adalah sebahagian atau satu REPRESENTATIF dari sifat sesuatu
NAMA dan GELAR beda-beda tipis...:)
manusia mampu memberi NAMA atas sesuatu bedasar sifat-sifat sesuatu dari sesuatu itu
dan GELAR di berikan atas sesuatu itu bertujuan untuk FOKUS kepada SATU dari sesuatu itu
diantara BANYAK NAMA dari sesuatu itu
maka perkataan "aku adalah SESUATU, tiada sesuatu selain AKU, maka SEMBAHLAH aku"
perhati dengan seksama....:) ....pahami dari banyak pola fikir dari sisi ilmu ISLAM baik Al hikmah, As Sufi, Al Kemis,
AKU adalah representatif dari sifat...yaitu keberadaan, ke AKU an (kesombongan), penujukan, sebuah kepribadian, yang satu-satunya
maka
SESUATU tersebut mewakili dari dari sekian banyak sifat yang disebut PANGGILAN......
ALLAH itu GELAR..
AKU nya tersebut itu lah yang bebicara
INTINYA....
apapun yang tuan Alsan katakan adalah BENAR...:) tentang tentang tata cara bagaimana orang-orang tersebut menyebut TUHAN
manusia MEMANGGIL...
sedangkan AKU mengajarkan cara memanggil AKU nya tersebut........kira-kira faham...tidak...??
---------- Post added at 11:59 AM ---------- Previous post was at 11:56 AM ----------
salam
lalu kau panggil dengan sebutan apa AKU nya tersebut..??
- Allah,
- Eloah,
- Yahweh,
- Yesus
:)
nih coba baca deh, bagus..
http://www.slideshare.net/drmaman/1-...l-berketuhanan
kata Quran, setiap ummat di seluruh bumi ini ada nabi nya, mereka menyebut Tuhan nya dgn apa yahh ? kok hanya nabi di arab saja yg nyebut Allah ?
nabi ummat di pulau jawa atau jepang nyembah Tuhan bernama siapa ?
Yuk dimakan lagi camilannya mumpung belum basi :D
---------- Post Merged at 10:10 PM ----------
Kata Allah digunakan utk menyebut 1-1 nya tuhan yang paling besar.
Nah, biar adil, anda jawab bahasa mana yang menyebut tuhan dengan kata Allah. Jika anda bisa menjawabnya, maka diskusi bisa berlanjut secara ilmiah, jika tidak, maka apa yang anda sampaikan tidak lebih dari pepesan kosong yg dibalut kata "ilmiah" :))
Tuhan itu tidak cuma boleh disebut Allah saja...Ar Rahman juga boleh....Dia memiliki Nama Nama yang bagus..Asmaul husna.
Tuhan disebut Bapa boleh?,karena yesus memanggilnya Abba (BAPA)
---------- Post Merged at 02:12 PM ----------
Tuhan=Tian=Allah=God=Lord=yhwh=eli=eloi=elohim=... ..........
Gak logis. Yg mengajarkan 1-1 nya tuhan adalah Islam. Sementara ente sendiri mengakui bahwa kata Allah sudah digunakan sebelum Islam datang ke Arab. Bagaimana mungkin kata Allah digunakan utk menyebut 1-1 nya tuhan, sementara ajaran 1-1 nya tuhan datang kemudian.
Kecuali ente mau berdalih bahwa Islam sudah ada sejak awal dan kata Allah diperkenalkan pada Adam sejak saat dia diciptakan. Sehingga kata Allah dikenal turun-temurun, dimulai dari Adam, kemudian Ibrahim, hingga Muhammad, akhirnya ke kuping ente. Jika benar demikian, berarti kata Allah akan ada di setiap bahasa atau setidaknya kata Allah bisa dilacak di setiap bahasa yg ada sekarang. Dengan kata lain, jika Islam benar, maka kata Allah bisa dilacak di setiap bahasa yg dkenal manusia.
Atau, kenapa ente tidak mengatakan "Kata Allah digunakan utk menyebut salah satu tuhan yang paling besar."?
Pesannya adalah ente tidak akan pernah bisa membahas kata Allah secara obyektif selama ente masih beriman. Tanggalkan dulu keimanan ente (dan itu pasti tidak mungkin ente lakukan), barulah ente bisa bicara, tidak hanya ttg kata Allah, tapi ttg segala hal, secara lebih obyektif.
Yg ane tahu, kata Allah digunakan utk menyebut tuhannya orang Arab. ::hihi::Quote:
Nah, biar adil, anda jawab bahasa mana yang menyebut tuhan dengan kata Allah. Jika anda bisa menjawabnya, maka diskusi bisa berlanjut secara ilmiah, jika tidak, maka apa yang anda sampaikan tidak lebih dari pepesan kosong yg dibalut kata "ilmiah" :))
Dalam hal penamaan tuhan ini saya setuju dengan Siddharta Gautama. Ketika ditanya ttg tuhan maka jawaban Buddha adalah diam. Karena apa? Ya karena tuhan itu gak cukup dijelaskan dengan kata2. Dijelaskan dengan seribu kata tidak cukup, dijelaskan dengan satu kata sudah terlalu banyak.
Satu2 nya penjelasan buddha ttg tuhan cuma deskripsi, pokoknya ada lah tuh yg tidak berawal tidak berakhir, tidak dilahirkan dan tidak mati, pokoknya ada laah...
::hihi::
Nah bagi pembawa risalah (nabi) yg lain perlu memberi nama/ sebutan kepada tuhan mungkin agar mudah dalam penyampaian ajarannya. Tapi mungkin lupa menyampaikan pesan tambahan bahwa ini cuma sebutan aja ya, biar gampang njelasin. Karena lupa ngasih pesan tambahan ini akhirnya ya jadi kluar output macam ustadz asum ini.
Uwekekkekekee..
Sesembahan manusia bukan hnya Allah, tapi juga gadget dan internet, paham yah ? Xixixiii.. :D