tuh yang aku minta, bukan NKRI....
Printable View
oh, jadi loe atheis? :)
sudah ... sudah
ini kok jadi bahas yng enggak-enggak yak?
kembali kepokok persuwalan hormat-menghormati bendera kenegaraan ajalah
klo sudah gak ada yng perlu dibahas lagi, nanti ditengkurapkan aja cangkirnya yak :-?
Bahkan nasionalisme adalah salah satu bentuk ketakwaan terhadap Tuhan YME, dan salah satu wujud nasionalisme adalah menghormat bendera negara.
Menghormat bendera negara tidak sama dengan menyembah bendera negara. Ibaratnya, kita hormat kepada ortu kita, bukan berarti kita menyembah mereka. :ngopi:
Bergantung kepada tujuan dari penghormatan tsb, jika sama atau melebihi penghormatan kepada Allah SWT, maka ia masuk kategori syirik dan haram hukumnya.
Memberikan penghormatan kepada makhluq (1) itu pada dasarnya boleh, selama hal tsb tidak seolah-olah mensejajarkan mahkluq tsb dengan Khaliq, Rasulullah saw, pernah memberikan penghormatan kepada makhluq, yaitu kaisar Romawi sebagaimana dalam Surat Nabi saw kepada Heraklius
Dalam isi surat tsb, Rasulullah saw menyebutkan :
من محمد رسول الله إلى هرقل عظيم الرومDari Muhammad, utusan Allah kepada Hiraqil (Heraklius) seorang pembesar Rum (Roma).
Pengucapan عظيم الروم (pembesar Rum/Romawi) tsb merupakan salah 1 bentuk penghormatan atas kedudukan Heraklius sebagai kaisar Romawi dan sebagai orang yang dianggap paling mulia dan terhormat oleh kaumnya. Dan Rasulullah saw, menyebut gelar tsb sesuai dengan kedudukannya di sisi manusia Romawi.
Selain itu, Sa'ad bin Muadz pun pernah memerintahkan Bani Quraizhah untuk berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin yang diakui dikalangan mereka dengan kalimat :
قوموا إلى سيدكمBerdirilah kalian untuk para pemimpin kamu
Juga nabi saw pernah (dan itu menjadi sunnah) memerintahkan umat Islam agar berdiri ketika lewat mayat dihadapannya walau dari non Muslim sesuai riwayat berikut :
و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ أَيْضًا أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا يَقُولُا قَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ لِجَنَازَةِ يَهُودِيٍّ حَتَّى تَوَارَتْDan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi' telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq dari Ibnu Juraij ia berkata, telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair bahwa ia mendengar Jabir berkata : Rasulullah saw dan para sahabatnya berdiri ketika jenazah orang Yahudi (lewat di hadapan mereka) hingga jenazah itu berlalu. (HR. Bukhari)
Berdiri kepada makhluq (1) walau sudah tidak bernyawa itu merupakan penghormatan yang tidak mengandung syirik, namu sebagai bentuk penghormatan antara sesama manusia semata.
Dari beberapa dalil di atas, maka memberikan penghormatan kepada makhluq hukumnya boleh selama hal tsb TIDAK dilakukan secara berlebihan melebihi penghormatan kepada Allah SWT. Namun jika bentuk penghormatan tsb (kepada bendera, baik dengan mengangkat tangan atau sekedar berdiri) bertujuan untuk menjadikan makhluq tsb sesuatu yang sakral (seperti prilaku jahiliyah pada patung dan lukisan), maka ia haram.
Allahu A'lam
----------
Note :
(1) makhluq artinya adalah "yang diciptakan" atau ciptaan, dan ia semuah hal di luar khaliq (sang Pencipta). Maka masuk dalam pengertian makhluq adalah manusia, hewan, tumbuhan, batu, air, dan bahkan bendera.
There 'ya go.
Jamannya 'cang 'Ato dulu, tiap upacara penurunan bendera tgl 17(biasanya siaran langsung di TVRI, inget nggak ? ), antara baris-berbaris-hormat nurunin bendera dan Adzan Maghrib(bahkan kadang Isya juga) yang menang bendera.
Saat itu bendera-nya udah bukan di 'hormati' lagi, tapi udah jadi toghut.
So, kami, nggak hormat bendera tujuannya mengingatkan diri dan orang sekitar bahwa seberapa-pun hormatnya kita sama itu bendera, dia masih makhluk. Jangan kayak 'cang 'Ato.
:ngopi:
Wahaby, Wahaby Lagi..... Yang Jadi Rujukannya, Jangan menilai Islam dari satu sudut pandang saja. Saya bertaruh kalau semua ulama disatukan dan memberikan suara, saya yakin mayoritas membolehkan untuk hormat bendera.
Menghormati bendera, sungguh aneh...
Bendera itu benda mati, bukan hidup, malah bendera yang butuh manusia, bnrkan?
Yg wajar ntu, mnghormati sesama manusia & menyayangi yg lbih lemah kedudukannya.
Faktanya orang yang ktanya hormat kpda bendera, tdak cinta pda tanah air, bukti pemerintah Indo tukang KORUP.
Fakta orang ga hormat bendera lebih cinta tanah air, bukti banyak sedekah tnpa gembar-gembor.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia N0. 40 Tahun 1958
Tentang
Bendera Kebangsaan Republik Indonesia
Presiden Republik Indonesia
isi daripada :nunjuk: PP No. 40
tapi memang aneh bendera koq di hormati, yg jualan bendera boro2 menghormati.. kadang malah di pake alas tidur di bawah pohon, yg berdekatan dengan istana pulak, deket kantor pertamina dipinggir jalan, kalau menjelang 17 agustus pada bawa gerobak jualan bendera + tiang bambu, di pinggir jalan diponegoro, thamrin dll. selalu ada yg berjualan bendera tanpa menghormatinya, laku banyak jga belom tentu dia hormat sama bendera yg sudah atau belum dia jual .. :ngopi:
Ya memang brdasar undang2, harus mnghormat bendera.
Tpi klau kta berfikir dgn sdkit WARAS, aneh ga bendera (benda mati) di hormati?
Klau bendera Indonesia kta jaga agar tdak direbut oleh orang asing apalagi dan kta hajar orang asing yg berani injek bendera kta tentu ntu sngat LOGIC, btul kan?
Nah klo kta hormat kpda pemerintah/pejabat yg jujur itu bru msuk akal, btul ga?
Maklum sya msh mikir sedikit waras :)
Awas, jgn2 cuma merasa waras aja.
::ngakak2::
Ini berdasarkan logika ya ?
Kira2 "WARAS" gak sih kita mengelilingi Ka'bah dan bahkan ada yang berusaha mencium atau menyentuh Ka'bah ketika Haji ?
Kenapa harus begitu membela bendera ?Quote:
Klau bendera Indonesia kta jaga agar tdak direbut oleh orang asing apalagi dan kta hajar orang asing yg berani injek bendera kta tentu ntu sngat LOGIC, btul kan?
...
Kan itu hanya benda mati, mau diambil/direbut orang asing ya biarkan saja, kan cuma bendera, bukan harta, nyawa, atau bahkan negara ... :D
Bendera itu simbol, sama seperti kisah dalam hadits berikut : http://125.164.221.44/hadisonline/hadis9/kumpulan_open.php?category=marfu&imam=bukhari&nohd t=3474&page=132
Gugur Zaid, bendera diambil alih Ja'far, gugur Ja'far, bendera diambil alih Abdullah bin Rawahah, gugur juga, maka bendera dipegang Khalid, dan beliau yang mengantar kemenangan dengan tetap tegaknya bendera perang umat Islam.
Padahal bendera cuma benda mati, ngapain repot musti menegakkan bendera ketika memimpin peperangan ?
Aneh ya ... Gak logis, gak masuk akal, bendera dibela, mati-matian ^_^
Itulah simbol, membela mati-matian demi tegaknya bendera perang bukan berarti syirik, sama saja seperti menghormat bendera kebangsaan, itu cuma simbol. Simbol kedaulatan dan kemerdekaan negara.
:)
http://aceh.tribunnews.com/foto/beri...11foto.14_.jpg
pemerintah harusnya menegur para pedagang bendera...
karna dia boro2 menghormati, malah di pake alas tidur2an
dikala dia sedang menunggu para pembeli, ngapain susah2
mikir sampe kluarin PP ::doh:: (kurang kerjaan banget) ::managuetahu::
note: no offence just kidding ::hihi::
Dulu saya suka liat pelajar waras ikut pramuka. Setiap regu punya bendera masing-masing. Regu pramuka yg prestasinya tinggi otomatis benderanya sering tampil di podium dan membuat anggotanya bangga.
Demikian pengamatan saya thd kumpulan orang waras dan bendera regu pramuka.
Karena pedagang dan masyarakat umum tau, bendera itu cuma simbol. Dihormati ketika ada moment khusus semisal 17 Agustus sbg tonggak kemerdekaan RI. Jadi dihormati ketika upacara saja :))
Kalau anda mengkritisi PP, itu hak anda, asal tdk mengeneralisir bahwa bentuk penghormatan kepada bendera adalah pengkultusan yang berkonsekuensi hukum pelakunya melakukan kesyirikan. :)
Btw, anda berani menduduki al-Qur'an ?
Secara akal/logika, itu cuma kumpulan tulisan dalam lembaran kertas loh, bukan اَللّهَ SWT, jadi tidak perlu pengjormatan secara berlebihan (apalagi sampe berwudhu') <= ini kalau akal saja yang berbicara tanpa mau melihat bahwa hal tsb sikap ta'abudi dan simbol penghormatan dan pensucian kepada اَللّهَ SWT. :)
Btw, saya tidak berani walau tidak ada PP atau fatwa :D
Takut masuk neraka ya pada
Uwekekekekekke...
Btw, jgn dibibir bilang takut dudukin quran. Tapi kelakuannya justru memperkosa quran dan ngejual ayatnya demi ego pribadi, kelompok atau golongan ya.
::hihi::
Jelas, kecuali elo yg gk takut masuk neraka wkekekeke:
Yang sudah jelas memperkosa al-Qur'an itukan elo.Quote:
Btw, jgn dibibir bilang takut dudukin quran. Tapi kelakuannya justru memperkosa quran dan ngejual ayatnya demi ego pribadi, kelompok atau golongan ya.
::hihi::
Dan semua sudah tau itu ::hihi::
---------- Post Merged at 08:02 AM ----------
Tidak ada yang menganggap dunia dan isinya sebagai quran KECUALI orang2 yang miskin ilmu agama dan koplaxz
::ngakak2::
---------- Post Merged at 08:07 AM ----------
Bukankah sama2 benda mati yang tidak bernyawa ?
Sama, saya dan juga kebanyakan orang yang dituduh mensakralkan bendera juga berpendapat begitu, KECUALI orang gilan tak berakal yang berani menduduki al-Qur'an (antum tau kan siapa yang saya maksud) :DQuote:
saya berani duduki bendera,
tapi klo duduki Al-Qur'an.. nauzubillahiminzalik ::doh:: (walo saya dr. RSJ -KM gak berani) ::maap::
yoi sama2 benda mati broo...
tapi Al-Qur'an sangat berbeda dgn bendera...
perbedaannya: temen pernah cerita, dikampungnya ada kepala desa baru diangkat,
semua waktu 17 agustus diharuskan menaikan bendera merah putih, diantaranya ada yg
sadar mendadak bhw dia juga hrs menaikan bendera merah putih, bingung setengah mati
dan akhirnya dia korbankan kolor dan kaosnya untuk di jadikan bendera.. karna kebetulan
kolornya warna putih dan kaosnya warna merah...
note: apakah Al-Qur'an bisa dengan mudah buat seperti itu ::doh::
Saya tidak bisa komentar kalau terkait kisah yang akh ancuur sampaikan, karena itu terkait pribadi personal.
Sama saja dengan prilaku orang yang mensakralkan keris, tentunya tidak bisa dihukumi sama dengan orang yang sekedar koleksi keris sebagai barang antik.
Intinya, semua tergantung niat dan aturan agama.
ya kalo punya pedoman hidup buat apa takut ?
::hihi::
Orang takut neraka itu kebanyakan karena hasil didikan sejak kecil. Mentalnya di takut-takutin melulu. Hal itu terus dipupuk hingga dewasa.
Sama halnya orang yang takut mati, orang takut neraka itu karena gak tau neraka itu sebenarnya seperti apa. Semua baru sebatas katanya doang. Katanya ustadz, kata pendeta, katanya pastur, katanya kitab suci. Kalo udah liat secara langsung neraka seperti apa, paling cuma komen.... yaelah, gue kirain neraka itu kayak apaan.
::ngakak2::
Nah, kalo orang sudah pernah ke neraka terus balik lagi ke dunia, seperti Nabi Muhammad dan segelintir Guru Suci dan orang-orang terpilih, artinya mereka tau jalan keluar dari neraka. Lha wong ke neraka, koq bisa balik lagi ke dunia? Pasti tau jalan baliknya. Nah belajarlah ke manusia-manusia seperti mereka. Kalo ente sregnya sama Nabi Muhammad, silakan belajar ke Beliiau. Hanya saja, Nabi pernah ngajarin gak tuh escape-route dari neraka ? Kalo ane meyakini sih pasti ngajarin, karena Beliau gak pelit ilmu. Cuma kendalanya adalah, yang diajarin gak semuanya.
Akhir kata...
Selamat mencari...
Ya nanti kalo ente udah bisa ngaji quran insya allah akan paham maksudnya ane.
Sementara ini belajar membaca aja nggak apa-apa. Semua harus dilakukan secara bertahap