yang jelek jelek diputer, SOURCE CODE sebenarnya kan udah lama mustinya maen. sekarang mustinya udah maen PIRATES, FAST FIVE, ama X- MEN!!
Printable View
yang jelek jelek diputer, SOURCE CODE sebenarnya kan udah lama mustinya maen. sekarang mustinya udah maen PIRATES, FAST FIVE, ama X- MEN!!
Selamat Datang Kembali Film Hollywood!
JAKARTA, KOMPAS.com -- Tak lama lagi, para pecinta film asing dapat kembali menikmati sajian film-film Hollywood yang sebelumnya tak dapat masuk ke Indonesia. Berbagai film box office dunia, seperti Kungfu Panda 2 dan Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides, dalam waktu dekat akan segera menghiasi bioskop di Indonesia. Pasalnya, urusan pembayaran pajak film impor kini telah dituntaskan.
"Urusan pajak film asing sudah selesai urusannya. Minggu depan barangkali sudah keluar SK (surat keputusan) Menteri Keuangan. Kita akan umumkan. Setelah itu, film asing akan terus mengalir dan melengkapi film Indonesia. Penonton akan senang melihat film Indonesia makin baik dan film asing masuk kembali," ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik kepada para wartawan di sela-sela acara "Indonesia Young Leaders Forum" di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (9/6/2011).
Ketika ditanya berapa lama waktu yang dibutuhkan dari terbitnya SK Menteri Keuangan terkait perpajakan film dengan beredarnya kembali film Hollywood, Jero tak dapat menjawab secara pasti.
"Rasanya cepat. Soalnya, filmnya juga sudah banyak yang ada di sini (Indonesia)," kata Jero singkat.
Tak hanya itu, Jero mengatakan, pemerintah telah berkomitmen untuk terus memacu perkembangan film nasional. Pajak film nasional telah diturunkan agar para insan perfilman dapat memproduksi lebih banyak film berkualitas.
"Terus, saya akan memberikan subsidi pada film-film bernuansa kepahlawanan dan membangun karakter. Kita akan lihat skenarionya," kata Jero.
Terkait maraknya film hantu, Jero mengaku tak dapat melarangnya. "Tapi, lama-lama masyarakat akan bosen. Tak ada lagi yang menonton dan (film hantu) akan berhenti sendiri," imbuhnya.
Sos
hoooo finally,
thx infonya wing,
semoga cepat terealisasi tuh.. :)Quote:
Tak hanya itu, Jero mengatakan, pemerintah telah berkomitmen untuk terus memacu perkembangan film nasional. Pajak film nasional telah diturunkan agar para insan perfilman dapat memproduksi lebih banyak film berkualitas.
FINALLLLYYYYYYYY.........!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ini beneran kan? ini bukan mimpi kan?
thanks banget infonya bro wing...^^
moga2 GL, X-Men 1st Class & TF3 bisa masuk ke Indonesia...
:goyang: :goyang:
eerr, film Indonesia semakin baik? :mikir:
yeah, right...terserah ape kata lo aja dah...
wah berita baik.....!
akhirnya gw bisa nonton bioskop lagi.....
wo...woo.. wooo...
harus tumpenga nih :D
tp kalo film2 lama diputer, film2 baru gmn? bakal pending dong tayangnya? :-?
eh, ini maksudnya apaan?!!!! *panik mode: on * :kesal:
Menkeu Bantah Film Impor Bisa Masuk
Kamis, 09 Juni 2011 19:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan, belum semua importir film sudah menyelesaikan pembayaran pajak dan bea masuk. Dari tiga importir film, hanya satu importir yang sudah menyelesaikan kewajibannya. Surat Keputusan (SK) Menkeu belum keluar bagi semua importir itu.
"Memangnya dia (Menbudpar Jero Wacik) yang neken (SK)? Masih mau dibahas," kata Agus di gedung DPR, Kamis (9/6). Dia menanggapi pernyataan Menbudpar Jero Wacik yang menyebut semua film impor bisa masuk Indonesia pekan depan.
Agus menegaskan, pihaknya sangat fokus di aspek keuangan. "Di industri itu bicara tentang impor bahan baku atau bahan pembantu terkait dengan industri film itu juga didukung, sehingga nol persen masuk," kata Agus.
Agus malah menyoroti adanya monopoli dalam industri film. "Total screen di Indonesia itu ada 600 screen, 500 itu dipegang satu grup, 70 dipegang satu grup, sisanya 30 dan itu sudah hampir kolaps. Kan itu harus diperbaiki," katanya.
Menurut Agus, perlu dikeluarkan kebijakan untuk membuat industri bioskop menjadi lebih sehat. "Bagaimana produksi itu menjadi lebih sehat, bagaiman SDM di film itu menjadi lebih sehat," katanya.
Terkait importir film, dua importir harus menyelesaikan kewajibannya terlebih dulu. "Terus kalau seandainya aturannya sudah kita keluarkan, tentunya akan menjadi lebih dari sederhana bagi importir untuk melakukan (kewajiban)," katanya.
^^ masih simpang siur blm ada yg bisa di pegang ...
kembali lagi ah ...
:bulat:
huaaa TF3 makin dekat.... lum ada kejelasan gini...
tapi kok bisa yah dua mentri bisa beda omongannya. bleh, bener2 gak sinkron -_-
*jadi sebel ma wartawan republika yg ngewawancarain menkeu, mengubur semua harapan ::elaugh::
WTF!!!!????????????????????
@$$h@*%prettt!!!!!!!!!!!!!!
njritttt!!!!!!!!!!!!
tadinya gw uda seneng, kagak taunya pemerintah kita masih f****** a****** kaya begini...
sama2 aparatur pemerintah tapi yang satu ngomong ee* yang satu ngomong b*rak, emang dasar sama2 kepar*t!!!!!!!!!!!
Spoiler for :
jiaaahhh tarik-menarik kepentingan nih kyknya, btw udah deh jgn berharap bakal ada film2 boxoffice hollywood di bioskop2 indo.
lebih baik berhenti berharap drpd udah berharap tp ga jd kenyataan :cengir:
masuk tapi bea pajaknya naik 100% (masih rumor)
kalo gitu tar tiketnya 2x lipat ? :ngopi:
Film hollywod balik tapi harga tiketnya jadi goban mau ga?
gak masalah.... toh gak tiap hari nonton.....
film selevel itu dihargai goban... masi wajarlah...
sehari nabung 5000 :D
paling top naek 70-90 % ..
40rb worth it lah .. nontonnya yg box office aja ,,...
Hollywood Diminta Distribusi Film Sendiri
SELASA, 21 JUNI 2011 | 04:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo berharap studio-studio besar Hollywood membuka kantornya di Indonesia. Dengan cara ini, distribusi film akan lebih sehat dan lancar karena tak lagi dikendalikan importir tertentu.
Agus mengatakan terhambatnya distribusi film saat ini disebabkan oleh adanya sistem yang monopolistik. "Seandainya tidak ada sistem yang monopolistik seperti sekarang, tentu peredaran film akan lebih banyak di Indonesia," kata dia kemarin.
Pada saat yang sama, idealnya di Indonesia terdapat perusahaan penggandaan film. Dengan demikian, saat masuk film baru, seluruh bioskop bisa memperoleh film berkualitas secara bersamaan.
Kondisi ini, kata Agus, akan membuat bioskop-bioskop tumbuh, berkembang, dan tersebar ke daerah-daerah. Ini akan membuat film nasional juga ikut berkembang karena produsen film-film dalam negeri bisa berhubungan dengan pemilik bioskop yang beragam.
Bisnis bioskop saat ini, menurut Agus, terhambat oleh tata niaga yang tidak sehat. Saat ini, di seluruh Indonesia, baru ada 600 layar. Sebanyak 500 layar dikuasai satu grup dan 70 layar dimiliki grup lain. Sementara, sisanya antara hidup dan mati. Dari 498 kota di Indonesia, 433 di antaranya tidak mempunyai bioskop.
Pemerintah, kata Agus, tidak akan meladeni sikap eksportir di Amerika yang berkeras hanya mau memasukkan film lewat importir tertentu yang tak patuh membayar pajak. "Pemerintah tidak boleh menghalalkan semuanya," ucap dia.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Bambang Brojonegoro berharap Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyehatkan distribusi film impor. "Kami punya keterbatasan kewenangan, bukan superbodi yang bisa menghajar semua," katanya.
IQBAL MUHTAROM
selama importirnya ndableg ga mau bayar pajak yah ga bakalan masuk terus kalo yg ditunjuk distributornya
ah cuma indonesia aja negara ecek2 ngapain hollywood mikirin
Ini persoalan kapan beresnya.. gw bingung, KPK juga ga ngusut tuh?
Camilla dkk yang udah dempleng pajak dari tahon baheula...?
Andaikan aku Gayus Tambunan.. yang bisa pergi keman mana..
gw ngacir ke SIngapore dah..
tapi pernyataan menkeu itu menarik, kenapa holiwut gak mau bikin agen impor sendiri? kan bisa makin monopoli tuh. makin kaya :D
yeahhh..
Demi Film Hollywood, Ramai-ramai ke Luar Negeri
RABU, 22 JUNI 2011 | 05:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Arta Moro puas betul. Dosen sistem informasi di Universitas Bina Nusantara itu akhirnya bisa menonton film box office Hollywood. Bukan di layar kaca, tapi di layar lebar. Tentu bukan di Jakarta. Yup, dia terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu hanya untuk menonton film box office Hollywood yang tak lagi mampir di bioskop Indonesia.
"Dalam dua hari saya menonton enam film," kata Arta lalu tertawa. Film-film yang ditonton pria 28 tahun ini memang bikin ngiri. Dia menonton Green Lantern, Fast and Furious 5, X-Men First Class, dan Kung Fu Panda 2. "Sampai pusing deh pokoknya," ujarnya. Semua film yang lagi hot itu memang tak masuk di bioskop Indonesia.
Arta rela merogoh koceknya dalam-dalam karena sangat rindu menonton film box office di bioskop. Total duit yang dikeluarkan Rp 7 juta, biaya itu termasuk tiket pesawat pergi-pulang, kamar hotel, tiket masuk dan makan. "Sensasi menonton di bioskop itu beda dengan menonton film di DVD player," ujarnya. "Dan ada beberapa film yang memang wajib ditonton di bioskop."
Sejak pertengahan Februari lalu, para penggemar film Hollywood di Indonesia banyak yang manyun. Gara-garanya, kisruh bea masuk dan pajak impor film. Enam produser perfilman Amerika Serikat yang tergabung dalam Motion Picture Association of Amerika akhirnya menghentikan distribusi filmnya.
"Tersiksa banget nggak bisa nonton film bagus," kata Santy Li. Menurut Santy, beberapa kali dia keluar-masuk bioskop dan mengunjungi situs jaringan bioskop di Indonesia, tapi tetap saja tak ada film yang menarik hatinya. Demi melayani hasrat menonton film Hollywood, dia pergi ke negeri jiran. tapi berbeda dengan Arta, Santy memilih Singapura.
Di Singapura, Santy menonton 5 film Hollywood yang tak tayang di bioskop Indonesia. Perempuan lajang 28 tahun ini menonton Thor, Kung Fu Panda 2, Pirates of Caribean, X-Men First Class, dan Hangover. "Happy-lah, meski dicela teman-teman yang tinggal di sana," ujarnya. Menurut Santy, teman-temannya yang bermukim di Singapura merasa "kasihan" karena penggemar film di Indonesia tak bisa menikmati film Hollywood di bioskop. "Makanya saya berharap kisruh bea masuk impor dan pajak itu cepat beres."
Bila masalah tak kunjung selesai. Santy berencana pergi lagi ke Singapura pada Agustus atau September mendatang. "Ada Transformers dan Harry Potter. Kalau sampai nggak nonton di bioskop kan bete juga," ujarnya. Singapura menjadi pilihan Santy karena dia punya teman banyak di sana. Jadi, tak perlu mengeluarkan biaya menginap. "Tinggal mencari tiket promo, he... he..."
Selain Arta dan Santy, ada juga Rya Karina. Karyawati Ismaya Group itu menyediakan waktu dua hari di Singapura untuk menonton film blockbuster pada akhir Mei lalu. "Sebenarnya ada acara kantor, tapi aku datang lebih cepat dua hari sebelumnya khusus nonton di bioskop," kata Rya.
Ketika menonton di VivoCity, Rya bertemu banyak sekali orang Indonesia. Saat membeli pop corn, juga ketika duduk. "Depan, kanan, semua orang Indonesia, bahkan penjaga karcisnya sampai tahu, dia bertanya, 'Indonesian' ya," ujar Rya lalu tertawa. Harga tiket yang dibeli Rya Sin$ 13 atau sekitar Rp 90 ribu.
Selama di Singapura Rya menonton empat film, pertama Kung Fu Panda 2, Thor, Fast and Furious 5, dan Pirates of Caribean. Akhir bulan ini Rya akan kembali ke Singapura. Perempuan 32 tahun ini sudah mengantongi tiket pesawat. Ada beberapa film lagi yang sudah masuk daftar, yakni Green Lantern, Transformers, X-Men First Class, dan Hangover 2.
POERNOMO GONTHA RIDHO
Sabar aja doain Bripnya cepet keluar
^ tetep aja bro, sensasi nonton di bioskop sm di dvd beda banget...:facepalm:
great...just great..itulah Pemerintah. mengambil keputusan, dan tidak melihat efeknya.
devisa dan pajak tontotan berkurang...
well...mr.president. what do you suggest now?
Kalo ada presiden yg janjian internet gratis sama film hollywood balik lagi gw coblos tuh orang tapi lama amat 2014
bye bye TRANSFORMERS ma HARRY POTTER.
ga kebayang, mustinya pajak hiburan yang musti meningkat bulan Juni-AGustus ini, tahun ini harus menurun karena masalah kayak begini..
oh well..
hunting bajakan sepertinya ide yang ga buruk.
plus, download.
ini maksudnya apa yah? :-/
oh.. Harpott...
Sambut Film Hollywood, Menbudpar Perbanyak Bioskop
INILAH.COM, Jakarta - Menyambut masuknya kembali film-film impor atau film Hollywood, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik berjanji mempermudah pendirian bioskop baru.
"Kita berpikirnya kan tidak jangka pendek, tapi jangka panjang. Film Hollywood masuk gedung, bioskop hidup. Malah kita berencana menambah layar lagi dari sekarang 600 jadi 1.000 sampai tahun 2014," ujarnya saat ditanya wartawan di kantor Presiden, Jumat (24/6/2011).
Untuk mempermudah masuknya film Hollywood tersebut, kata Jero, pihaknya dengan Kementerian Keuangan telah menyaiapkan kemudahan untuk pajak film impor.
"Sudah siap SK Menkeu. Sekarang saya sedang minta konfirmasi importir dengan keluarnya SK itu apa sudah pas filmnya bisa masuk. Karena tujuannya dua, pajaknya oke filmnya oke," tuturnya.
Menurut politisi Partai Demokrat itu, importir-importir film impor juga sudah memahami mengenai persyaratan pajak seperti itu. Untuk merangsang pertumbuhan jumlah bioskop, Jero juga mengatakan bahwa pihaknya telah melobi perbankan.
"Saya sedang persiapkan aturan dan kemudahan bagi gedung bioskop baru, layar-layar baru kita akan berikan kemudahan perbankan diperingan. Perbankannya dengan alokasi dana bunga khusus sehingga film bisa terdorong ke atas," tandasnya. [bar]
Jero wacik cuma omdo -_-
baca di status FB red_prince,
hohohoho harapan atau harapan semu yah? :mikir:Quote:
Adakah yang menyaksikan Global TV?
baru saja diputar trailer film Transformers: Dark of the Moon lengkap dengan tulisan
"SAKSIKAN DI BIOSKOP KESAYANGAN ANDA" di akhir trailernya. apakah ini tanda-tanda...? I hope so. =)
Horeeee...sudah confirmed
Harry Potter finale tayang di Indonesia tanggal 13 juliii
:D
^
eh, beneran tuh? aseek dah....bisa nonton bioskop lagi
khusus harry potter?? filmnya lainnya gimana....
tapi ane liat iklan2 movie di kompas, masih gak berbobot tuh..
makin mengecil pula ukuran movie yang akan tayangnya..