coab bikin simulasi dulu di "sim city"..hehehehehe...
Printable View
coab bikin simulasi dulu di "sim city"..hehehehehe...
Thats it, masalah baru kan? begini replika ceritanya...pindah ibukota ternyata gak bisa dipisahkan antara pusat pemerintahan dan bisnis. Ok dipindahkanlah segenap ibukota, selanjutnya yang terjadi terjadi migrasi besar-besaran orang-orang hebat kualitas wahid, para bos/atasan, expertise yang tadinya kerja di Jakarta karena ibukota telah dipindah maka mereka semua akan ikut pindah kemana ibukota itu pergi. Soal konsep hitung-hitungan ekonomis dan mekanisme perpindahannya okelah mungkin ada yang bisa secara fasih untuk menjelaskan disini. Ujug-ujug udah pindah aja? masalah selesai sampe disitu? NO.... mereka harus menciptakan ekosistem baru lagi bahkan komunitas para migran ini harus bisa sinkronisasi dengan tabiat, adat, sosial, budaya setempat kan? adalah fakta yang terjadi sekarang dimana friksi-friksi yang terjadi antara migran dan penduduk lokal/asli masih sering terjadi bahkan berujung chaos, anarkisme dan vandalisme.
Sepokat ::up::Quote:
Originally Posted by Ronggolawe
^
makanya yg dipindahkan itu hanyalah pusat pemerintahannya saja, walaupun sekali lagi memang harus ada aturan yg jelas mengenai hal ini
bisnis jangan pindah, tetap di jakarta saja
tapi saya di sini dalam posisi keduanya ya, mau ibukota dipindah hayu, mau tetap dipertahankan ok ;D
^ ho oh.. jujur yang gw perhatiin pusat bisnis di jakarta sebenernya ga cocok dengan tata letak kota jakarta.
tapi karna banyak entrepreuner yg maksa mendirikan bangunan, dan ijinnya juga gak ngerti gimana ceritanya bisa lolos gitu aja.. jadi deh semrawut
pusat pemerintahan sejauh ini gw liat fine-fine aja, letaknya udah tepat. ga deket perumahan.
mudah2an beneran pindah pusat pemerintahan.
mindahin pusat pemerintahan relatif lebih mudah dari pada bisnis.
buat aturan perundang undangan. pindahin.
pns ga bakal demo.
kalau pusat bisnis dipindah lebih ribet.
moga pindahnya di luar jawa supaya daerah lain juga berkembang.
sekarang tuh ga adil banget. jawa itu relatif aman, transportasi banyak dan beragam. harga2 murah.
ga usah jauh2, sumatra aja, keamanan mengkhawatirkan. di kampung papaku abis maghrib ga ada yang berani keluar. bisnis ga jalan.
listrik mati mulu. jadinya harga2 mahal.
mas david sampe kaget, bandingin biaya hidup di kampungnya dengan di kampungnya papaku jauh banget.
ya iyalah kampungnya di jawa apa2 murah. keamanan lebih baik. listrik lebih baik. dst dst.
apalagi di kalimantan dan daerah timur. haduwh miris lahhh. mimpi kali punya jaringan kereta api di kalimantan.
dengar ceritanya aja, buat sampai ke sebuah kecamatan di kab kukar, dari ibukotanya musti siapin biaya 14juta.
itu baru di kukar. gimana kalau daerah kepulauan terluar di ujung indonesia ? paling orang jawa aja ga tahu ada daerah itu..
pindah pindahhhhhh...
jakarta sebagai pusat bisnis mungin karena juga sebagai pusat pemerintahan...jadi mereka gampang kalo mo minta izin2 segala...apa2 semua ke pusat aja...mau izin langsung kepusat walaupun izinnya itu ada didaerah...mereka merasa kalo pusat udah kasih lampu hijau daerah mau gak mau harus setuju...walaupun ada otonomi daerah tapi tetep aja sekarang mau urus apa2 langsung ke pusat..jadi pusat malah banyak banget bebannya...
kemaren donk, macet edan. kebakaran di glodok, terus ujan deresss banget. sampe jam 9 malem masih macet. gila, ini kota diruntuhin aja::doh::
setuju dengan pemindahan ibu kota, dimana pun itu
ekosistem baru pasti tercipta, contohnya ibu kota baru hasil pemekaran suatu wilayah
jangan ngomongin yg di jawa. di jawa hampir segala infrastrukturnya dah ada, pembuatan ibu kota baru itu cukup mudah
contoh lain yg di luar jawa adalah pemekaran antara kota mataram dan kabupaten lombok barat
pemekarannya sudah dilakukan sejak tahun 1978, sampe skrg belum jelas dimana ibu kota dan pusat pemerintah kabupaten lombok barat
jadi masalah pasti ada, dan ekosistem itu harus dibentuk
ga ada sesuatu yg tanpa masalah
selama itu ada cara pengelolaan, dan bagaimana cara menghadapi masalah itu, masalah itu bisa diminimalisir
bagusnya adalah, setiap masalah dah bisa diplaning cara mengatasinya
dan kita coba berpikir positif, kalo calon lokasi ibu kota itu bakal di urus baik2...
kami yg jauh dari ibu kota ini sudah mersakan hal itu mas bro
kalo mau ke jkt minimal harus siapin uang 3 jt
pernah berkt siang dan plang malam. hbs sktar 5 jt.
tp itu adalah resiko kami yg ada jauh dari ibu kota. dan harus kami terima
dan lagi kita tidak boleh berpikir seperti itu, itu bisa mengkotak2kan kita yang ada di indonesia ini
apapun kondisi dan posisinya, kita harus legowo dengan itu
yg penting, bagaimana cara agar saat kita berada di ibu kota,, kita merasakan bahwa kita berada di pusat pemerintahan Indonesia
tidak spt skrg. yg dirasakan kalo ke jkt adalah waktu habis dijalan. *saya bandingkan dengan tempat tinggal skrg*.
dengan di pindahnya ibu kota, maka kemungkinan adalah infrastruktur juga akan di bangun dll... I hope...
kayak amrik kan buktinya bisa, pusat pemerintahannya di washington, tapi pusat bisnis di New York umpamanya. Kayaknya sih bisa aja asal pemerintah punya komitmen yang jelas tentang pemisahan konsep kota pemerintahan, konsep pusat ekonomi, dan konsep pusat pendidikan dan budaya
^wah bundana muncul, langsung cetar-cetar.
jangan2 udah pindah ibukota nih? ::hihi::
^gwe punya kuasa apa? -_-
Ya seperti Australia, pusat pemerintahan di Canberra, pusat bisnisnya di Sydney.
Kalau pusat pemerintahan dipindahkan dari Jakarta, Istana Negara dan Istana Merdeka nasibnya bagaimana? Nanti jadi factory outlet. ::hihi::
BundaNa cerita tentang pemisahan ibukota pemerintahan dan pusat bisnis dan BundaNa benar.
Kalau Amerika, memang dari awal terbagi atas negara-negara bagian yang bersatu, berbeda dengan Indonesia yang dari awal mewarisi pemerintahan kolonial dan jajahan (Belanda dan Jepang) yang berfokus pada satu ibukota, Jakarta dan kedua penjajah itu tidak memikirkan 'pusat bisnis'.
Bahkan di zaman Bung Karno pun, Jakarta belum benar-benar jadi pusat bisnis. Bang Ali sampai kesusahan mencari dana hingga akhirnya melegalkan perjudian dan pelacuran. Baru di zaman Pak Harto, Jakarta menjadi pusat bisnis. Itu pun, masih ada pembagian seperti Jakarta Selatan, adalah kawasan perumahan dan juga kawasan reservasi air. Tidak gila-gilaan seperti pasca reformasi.
Jakarta sekarang adalah Jakarta yang sudah tidak berfungsi seperti kota. Sebagai pusat bisnis, Jakarta terlalu dibebani masalah politis dan tumpang tindih wewenang, termasuk untuk urusan kesejahteraan publik sehingga Gubernur juga cukup susah bergerak. Sebagai pusat pemerintahan, macetnya Jakarta, banjirnya, itu cukup mencoreng muka.
Amerika Serikat, dari awal, negara-negara bagiannya sudah mandiri dan sudah punya landasan hukum sendiri sehingga jelas ada pemisahan antara pusat dan daerah. Implikasinya, Washington pun juga cukup 'bebas' dari kepentingan bisnis sementara negara2 bagian bisa membuat pusat bisnisnya sendiri kalau dirasa perlu. Dan di tingkat negara bagian pun, ada yang juga memisahkan ibukota dengan pusat bisnis. Seperti Negara bagian Florida misalnya, ibukotanya adalah Tallahasee, di daerah yang agak 'mbukit' dan rindang dan sepi jauh dari hiruk pikuk sementara pusat bisnisnya adalah Miami (pantai) dan Orlando (Disneyland, Universal Studio).
Nah, jadi FO adalah salah satunya.
Tapi yang kalau Pemda Jakarta cerdas, kalau ibukota akhirnya pindah dari Jakarta, kantor-kantor pemerintah pusat yang kosong bisa dibeli dan diubah menjadi hutan kota. Lumayan tuh, untuk menciptakan paru-paru kota.
Istana Merdeka ya, seperti Istana Cipanas dan Istana Bogor, tetap sebagai Istana Presiden. Tapi halamannya bisa jadi lebih luas dan rimbun.
^setuju. Mending pindah pusat pemerintahannya ke lokasi yg lebih sepi. Biar pembangunan bisa merata. Asal jangan pindah ke Jogja aja. ::hihi::
Teuteup gak setuju ibukota dipindah, lha wong ibukota belom dipindah aja gubernur-gubernur dan kepala daerah masih bisa-bisanya korupsi. Baca berita pagi ini di TV O'on gubernur Riau dijadikan tersangka ketika penyelenggaraan PON. Itu baru perhelatan PON lho, kebayang gak gimana kalo kota dipercaya untuk dijadikan ibukota? Pembangunan infrakstruktur dan sarana penunjang ibukota itu lahan yang subur untuk praktek korupsi lagi. Gw baru setuju pemindahan ibukota jika ada jaminan bahwa di negeri ini bebas korupsi. Utopis? persis! itu yang ada di kepala gw..-_-
Mbok juga ndak setuju kalau pusat pemerintahan pindah dari Jakarta, mendingan pusat bisnis yang pindah, ke Banten.
Pada awal abad ke-17 Masehi, Banten merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. (wikipedia)
Bring Banten back to its glory! :senang: