jadi versi mana yg masuk akal? jokowi ga bakal balik solo kalo ga dikomando partai. bibit mana mau jokowi balik ::hihi::
Printable View
jadi versi mana yg masuk akal? jokowi ga bakal balik solo kalo ga dikomando partai. bibit mana mau jokowi balik ::hihi::
yang harus ditanya itu rakyat solo, maw jokowi balik gak? kalo ada penggiringan opini publik solo yang pengen jokowi stay di solo itu yang bisa menurunkan imej jokowi. lah nanti kan diliatnya jokowi kejam mentelantarkan kampungnya demi kampung orang lain :ngopi:
http://www.youtube.com/watch?v=mCd5hCSL8gc
Semoga para sahabat KM di Solo aman selalu ::maap::
gw heran sama fpi, kog selalu menuduh ada yg setting ya? dulu di kaltim bukannya jg begitu?
konspirasi amrik berarti...
halah, sampe ke amrik segala-_-
Konspirasi jakarta ini mah...
polisinya cuma pada diem, kyknya emang disuruh membiarkan orang yg pada berantem
Emang Solo masih tegang ya? harus dipijit tuh biar gak tegang ;D
^
tegang ampe klimaks abis itu kan ga tegang lagi ::hihi::
kronologi bentrok Solo, undercovered - hari 1
Quote:
Ini adalah kronologi peristiwa bentrok massa di Gandekan, Solo pada hari pertama. Ini ditulis karena sebagai warga Solo, saya melihat ternyata banyak pemberitaan di media massa yang beredar kurang tepat dan cenderung mengelabui persepsi publik untuk satu tujuan tertentu. Maka inilah yang perlu diluruskan agar pemberitaan menjadi adil.
Ini adalah hasil wawancara media lokal dengan tokoh utama yang berperan langsung saat kejadian, beberapa sumber diantaranya Bp. Supriyanto takmir Masjid Muhajirin, Agus Junaidi (koordinator dari aksi solidaritas) dan dari korban yaitu Agus Pamuji, Didik, Shandy dan terakhir Yunianto pemilik sepeda motor yang dibakar.
Berikut ini rangkuman dari kronologi kasus Gandekan pada hari pertama.
KAMIS SIANG
1. WARGA MENINGGAL
Terdapat seorang warga di daerah Semanggi, Solo (selatan Gandekan) yang meninggal. Maka warga sekitar termasuk jamaah masjid Muhajirin melayat warga tersebut. Lokasi pemakaman di PU Purwoloyo Pucang Sawit maka rombongan melewati Jl RE Martadinata dan melintasi Tanggul Pasar Kampung Sewu.
Usai melayat, salah seorang pelayat, Yunianto (salah seorang anggota ormas) dan tiga teman lainnya mencoba lewat tanggul agar cepat sampai rumah. Namun saat baru berbelok ke kiri tiba-tiba ia dipukul bahunya dengan bambu oleh dua orang yang nongkrong di cucian motor milik Iwan Walet.
NB: Iwan Walet adalah mantan Kostrad yang dipecat karena terlibat berbagai tindak pidana, selepas dipecat, ia ditengarai memimpin berbagai kelompok preman di wilayah Solo, beking parkir, dsb. Selain itu ia juga berbisnis walet sehingga dipanggil Iwan Walet.
Karena tidak bisa menahan diri, akhirnya Yunianto terjatuh berikut motor yang ditungganginya, sedangkan tiga temannya langsung lari menyelamatkan diri.
Karena tak merasa bersalah, Yunianto mendatangi pada pemuda yang memukul tersebut ”Mas salah saya apa kenapa dipukul ?” Tapi preman-preman itu malah memukuli lagi. Merasa kalah jumlah, Yunianto pun memilih menjauh, berjalan diatas tanggul ke arah selatan. Namun, karena ingin mengambil motornya ia kembali lagi. Saat mendekat, orang yang membawa bambu memanggil ke teman-temannya. ”Karena saya takut dikeroyok ya sudah mas, saya lari saja menyelamatkan diri” ujar Yunianto.
Lalu sepeda motor Yunianto, Honda Supra dengan nopol AD 5432 BZ dibakar preman-preman tersebut di perempatan tanggul.
Sepeda motor yang dibakar menarik perhatian massa, masyarakat sekitar ikut berkerumun menyaksikan dan semua bertanya ‘motor miliki siapa’, ‘kenapa dibakar’ dan sebagainya.
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/...300x200.25.jpg
Motor yang dibakar massa (www.itoday.com)
Seorang pedagang onde-onde yang biasa berdagang di Pasar Gedhe, Agus Pamuji yang kebetulan lewat di tempat tersebut penasaran ada apa ramai-ramai di tengah jalan. Ia pun lantas ikut melihat juga. Saat mendekat ke motor yang dibakar tadi, ia langsung dipukul dan dikeroyok oleh beberapa orang yang ada disitu dengan menggunakan senjata tajam dan pentungan tanpa sebab yang jelas, akhirnya ia pun tersungkur tidak sadarkan diri dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Dr. Moewardi Solo.
http://stat.ks.kidsklik.com/statics/...6239782016.jpg
Korban pengeroyokan preman hari pertama (www.arrahmah.com)
Menurut penuturan seorang Hansip (Linmas) yang saat itu menyaksikan penganiayaan menjelaskan bahwa Agus Pamuji dihajar karena ia dicurigai sebagai anggota Laskar, karena ia berjenggot.
Nasib serupa dialami oleh Shandy. Karena di jalan ada pembakaran, ia pun lantas ingin melihat. Saat mendekat itulah iapun langsung diserang dan dianiaya oleh para preman tersebut bertubi-tubi dan terjatuh hingga ia dibawa ke rumah Sakit Islam Kustati.
Melihat hal itu rombongan pelayat lainnya, termasuk disitu ada Bp. Supriyanto, langsung mengajak menyelamatkan diri.
Berita tentang pembakaran dan penganiayaan dua orang muslim beredar di Solo Raya. SMS pun beredar santer, bahkan isu yang menyebutkan ada yang meninggal. Dari informasi itulah lantas semua aktivis diminta untuk hadir setelah sholat Ashar di Masjid Muhajirin Semanggi untuk berkoordinasi dan menentukan sikap.
Dan dipilihlah keputusan untuk berjalan menyusuri kampung Iwan Walet, tokoh preman yang pernah menjadi anggota Kostrad tapi dipecat karena terlibat berbagai tindak pidana. Ribuan Umat Islam melakukan longmarch dari Masjid Muhajirin menuju Kampung Sewu dan melintasi Jalan RE Martadinata. Langkah itu ditempuh dua kali yaitu hari Kamis dan Jumat (3-4 Mei).
mudah2an warga solo ga t'pancing utk saling serang
Itu si Iwan Walet kenapa sih asal tabok aja? gara2 dia tuh... ::bbb::
^ kalo belom ditangkep mana bisa ditabokin
gak bisa percaya cerita kronologi versi manapun.
^
jdi kamu percaya sama siapa donk ray?
Kayak anak kecil berantem, pas ditanya masalahnya :
Anak kecil 1: dia yg nonjok duluan... pak guru ::nangis::
Anak kecil 2: nggak! elo yang nonjok duluan ::arg!::
Anak kecil 1: elo yg duluan ::arg!::
Anak kecil 2: elo !
Anak kecil 1: elo !
... dst