Quote:
Originally Posted by
Agitho_Ryuki
oke deh, jawab yang tegas jadi filsafat (dalam hal etimologi adalah olah pikir) itu sesat apa tidak?
Apakah anda tidak membaca posting #10 dan #18 dan #21?
Tidak sesat, karena al-Qur'an memang tidak melarang orang untuk berfikir dan merenung. Justru diperintahkan, coba anda renungkan sebuah ayat yang sering dikutip dalam surat undangan pernikahan sbb :
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir/berakal. (QS 30:21)
Bagaimana bisa saya katakan berfikir = haram sedangkan Allah SWT justru nyuruh saya, mas Agith, mas keremus buat mikir ? :P
Nah sekarang, sesuai judul topik : Dalam Islam, filsafat adalah ilmu sesat???
Terkait soal ilmu, maka apa yang dipelajari dalam ilmu filsafat shg dikatakan sebagai ilmu sesat ?
Nampaknya, bukan sekedar istilah filsafatnya yang sesat namun terkait pada pokok-pokok pengajaran ilmu filsafat yang dikaitkan dengan Islam.
Seperti apa praktek filsafat dalam Islam ?
Nah ini yang harus dijelaskan oleh mas Agith yang ngotot dengan konsep ilmu filsafat dalam Islam.
Makanya saya tegaskan di post #38
Dan sampai sekarang, mas Agith belum menunjukkan filsafat dalam Islam INGAT Filsafat dalam Islam BUKAN Filsafat orang2 Islam.
Kenapa jadi repot hanya soal bahas istilah dan bukan pada bagaimana implemetasi filsafat dalam Islam ?
Bisa gak ngasih 1 saja contoh filsafat dalam Islam ?