masih da 23 orang lagi yg sdg menunggu hukuman mati
darsem n ruyati alhm. hanya yang terekspos
god bless their soul ...
Printable View
masih da 23 orang lagi yg sdg menunggu hukuman mati
darsem n ruyati alhm. hanya yang terekspos
god bless their soul ...
Pas gw baca dikoran kemaren TKI kita dimalingsia lebih banyak yg dihukum ketimbangan diarab
pembantu di indoensia ga ada standar gaji dan ga ada badan hukumnya ya
kasian juga, harusnya gajinya di naekkin lagi, biar kerja di dlm negri aja
jadi inget dulu film inem pelayan seksi...ada PBB nya..(persatuan babu babu) hehhehe
Knapa semua ribut 2 siiiih !?!!!!!
Darah bayar pake darah !!nyawa ganti nyawa? Lah pemenggalan sendiri kan hukum islam , shariah. Ini bukan hukuman barbar ; tapi hukuman yg diterapkan di arab sana. Klo dia emang ngebunuh org arab lalu mentang2 kita 1 negara dgn pembunuh ! Lalu kita musti membabi buta bela tki ??? Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana
Ini pernyataan yang keterlaluan,Quote:
Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana
kalau pembantu nyolong makanan karena berhari2 gak dikasi makan, siapa yang salah ?
Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf
RABU, 22 JUNI 2011 | 12:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas proses pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati binti Satubi serta menyatakan tekadnya agar hal seperti itu tidak akan terulang.
Permintaan maaf itu, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, disampaikan Duta Besar Arab untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amin Al Khayyat saat dipanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada Senin, 20 Juni 2011. "Mereka menyesal pelaksanaan hukuman itu dilakukan tanpa pembertahuan," ujar Michael Tene saat dihubungi Tempo, Rabu 22 Juni 2011.
Akhir pekan lalu, Ruyati binti Satubi meregang nyawa dalam perantauannya di Arab Saudi. TKI asal Bekasi ini dihukum pancung setelah dinyatakan bersalah membunuh majikannya, Khairiya binti Hamid Mijlid.
Namun, dalam ekseklusi yang dilakukan Sabtu kemarin, pihak Kedutaan Besar Indonesia disana tak diberitahukan. Hal ini mendapatkan kecaman keras dari pemerintah Indonesia.
Menurut Tene dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri juga melakukan protes atas kejadian ini. Tak hanya itu, Menlu juga telah memerintahkan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi untuk menyatakan kecaman keras kepada pihak Kementrian Luar Negeri negeri itu.
"Menlu Saudi Arabia juga menyatakan menyesal. Dia menyatakan memang seharusnya ada pemberitahuan lebih dulu kepada perwakilan Indonesia disana," tuturnya.
Karena itu, lanjutnya, pemerintah mendesak agar segera ditandatanganinya perjanjian antara kedua negara soal peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan Mandatory Consular Notification Agreement.
Desakan ini akan disampaikan pemerintah melalui Menlu kepada pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya. Rencananya, sore ini, Duta Besar Arab Saudi akan kembali menyambangi Kemenlu untuk menerima surat desakan itu.
Dalam surat tersebut, Menlu RI pada pokoknya menyampaikan protes Pemerintah Indonesia mengenai proses pelaksanaan hukuman atas almarhumah yang tidak transparan, serta menyampaikan tuntutan agar hal seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.
Selain itu, dalam surat tersebut Menlu RI juga meminta peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan "Mandatory Consular Notification Agreement", serta meminta agar Pemerintah Arab Saudi dapat mengembalikan jenazah Ruyati Binti Satubi ke Indonesia.
Selasa kemarin, Konjen RI di Jeddah juga telah menemui pejabat Kemlu Arab Saudi wilayah barat dan telah menyampaikan kembali protes/kecaman Pemerintah RI terhadap pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati. Selain itu, Konjen RI juga telah menyampaikan permintaan agar jenazah almarhumah Ruyati binti Satubi dapat dikembalikan ke Indonesia.
FEBRIYAN
ah ciko..di beberapa negara islam lain hukum pancung jg udah ga dipake, krn sahabat nabi juga ada hadishnya ttg kalau ada keterpaksaan, hukuman itu boleh ga dilaksanakan dgn mbayar uang diyat.
cuma saudi aja yg maish
hukum itu ga saklek kok sbnrnya
dan juga ada latar belakang krn sampe hukum itu di terapkan, ada latar belakang sejarahnya, dan aku rasa dan banyak2 orang2 lain yg merasa kalau human pancung itu sdh tidak relevan unutk jaman skrg
fyi, mata ganti mata, itu hukum di perjanjian lama....waktu Jaman Yesus, itu sdh tidak boleh lagi. imho sih
Oh iya, kalo kita protes hukuman mati ini, harusnya kita juga menghapuskan hukuman mati di Indonesia.
Jakarta, NU Online
http://nu.or.id/oneMODUL/oneGALLERY/...1308647131.JPG
“Saya sangat paham kenapa Ruyati diekskusi tanpa pembelaan. Di Arab Saudi tak ada lembaga apapun yang bisa meringankan dan membebaskan hukuman, kecuali ada permaafan dari ahli waris. Raja pun tidak bisa.”
Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
“Saya sudah lama mengusulkan TKW tidak usah ke Arab Saudi. Masih banyak orang Saudi primitif, tertutup untuk orang lain. Masih banyak kelakuan mereka yang jahiliyah. Tapi ingat, ini bukan Islam, tapi orangnya.”
Orang Taiwan, kata Kang Said, atau Hongkong lebih kondusif untuk tenaga kerja wanita. “Orang Taiwan yang bukan Islam itu lebih beradab, lebih terhormat, lebih islami ketimbang orang Saudi,” jelasnya.
“Saya tiga belas tahun lebih tinggal di Saudi sebagai mahasiswa, tapi saya tidak punya satu pun teman orang Saudi. Sangat tertutup mereka. Mau ketemu ulama saja, itu hanya diizikan di pintu gerbang,” kata Kang Said.
Sementara itu, ketika ditanya tentang pemulangan jenazah Ruyati, Kang Said menjawab, “Itu mungkin saja bisa, tapi kecil kemungkinan. Sudahlah, ini orang Saudi susah diajak berelasi secara adil. Tahu tidak, orang Saudi memanggil saya yang mahasiswa saja itu dengan nama ‘sapi Jawa’? Apalagi TKW.”
^ jadi kyai aja kuliah jauh2 ke arab2::elaugh::
Makanya urusan TKI dikembalikan ke dalam negeri Indonesia sendiri. Kalo perilaku orang2 yg satu spesies dgn "utusan Allah" sih udah dari sononye jahil. Nah, orang Indonesia-nya aja yg harus pinter2 menyiasatinya kalo keukeuh mo kirim TKI ke negeri onta.
Atau begini aja, ganti strategi. Jangan tanggung2 kalo mo ancur2an. Mendingan Indonesia secara besar2an promosikan kawin kontrak ke cukong2 Arab di timteng sana. Ini pasti laku keras. Dari pada TKW diperkosa, disiksa, dan dipancung di Arab, mendingan cukong2 Arab kita datengin ke Indonesia. Sediakan regulasi utk kawin kontrak, dst. Nah, devisa naik juga kan?
:))
Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama
Tuh kan.. muridnya purba.. :))
Ciko baru pulang dari gurun sahara
Hehhehhehe.....
Stop pengiriman TKI, buka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan SDA Indonesia.