gw ga mampu langganan tv berbayar
daripada nonton acara tivi ga mutu mending gw ga nonton tivi sekalian. hemat listrik
Printable View
gw ga mampu langganan tv berbayar
daripada nonton acara tivi ga mutu mending gw ga nonton tivi sekalian. hemat listrik
saya udah ga pernah nonton tv lokal, tv cuma nyala kl buat nonton film dari media player saja.. :D
^ temenku yang nonton, saya cuma diceritain dia-_-
kemaren ada si aming.... maen the next model2an gitu... yang gw perhatiin, jalannya aming boo.... udah kea model beneran,,, bisa dia jalan agak nukik gitu.... jinjit sih.... keren ih...
gini gini, saya termasuk yang posting tweet di #HentikanYKS itu kemarin, dan banyak nyuruh temen2 saya yang polower nya ribuan buat bantuin nge-buzz soal petisi YKS itu, alhamdulilah banyak yang ikut
perkara berhasil apa nggak, itu urusan belakang, yang penting ada gerakan
anw, klo saya, kenapa saya ga suka sama YKS, first, karena acara ini terlalu panjang, apa ga ada acara lain ?
seolah otak2 para produser TransTV yang sebelum nya terkenal cerdas, diturunkan hingga 50 IQ point -___-
second, and the most important
menyoal soal isi..... cape de....
terus terang, kemarin juga ada pembelaan soal YKS
teman saya menulis bahwa banyak golongan "bawah" yang tidak punya akses terhadap internet, tv cable, dan high end entertainment yang lain jadi mereka "terpaksa" nonton YKS di tivi
lalu saya berkomentar, saya juga tidak punya akses tv cable, internet juga sebatas paket FLASH, tapi saya memilih untuk melihat NET dan KompasTV SAJA, alangkah baiknya apabila SEMUA tivi menayangkan tayangan edukatif sehingga rakyat "bawah" yang tidak punya pilihan hiburan lain selain TV juga diberikan kesempatan teredukasi oleh tivi.
Saya sih tertarik cuma kalo ada olga, eh, kemaren saat adul, soimah, gopak, aura kasih deni maen yang idol2 anak ama ibunya itu (lupa namanya), saya ketawa ngakak sih.. Lucu banget soalnya. Itu g ada olga.
Saya sih gak ngebelain sih ya, saya cuma suka aja nontonnya. Lumayan lah buat menghibur gw...
Tapi kalau yang versi sctv, I like this, gak banget deh. Banyak unsur pornografinya. Kok I like this gak dipetisi sih?
Wuahh jagoan stop-YKS dateng :nunjuk: [MENTION=395]tsu[/MENTION]
Masyarakat di negeri ini kebanyakan emang masih demen nonton acara yang gak perlu mikir, menghibur, joget-joget, nyanyi-nyanyi, hura-hura, bagi-bagi hadiah macem YKS ini. Adanya petisi stop-YKS ini ya salah satu bentuk gerakan juga. Cuman ini negara demokrasi, kalo boleh diadu/disurvei mungkin penikmat acara YKS tetep bakalan lebih banyak ketimbang penimat acara X-Games, The Comment ato Stand Up Comedy :cengir:
Eh, ternyata sinetron2 jadi ikut2an ada jogetnya loh... Tv nya anak2 manusia di rcti, emak pengen naik haji di sctv... Bahkan sampai iklannya PAN hatta rajasa... Ckckckckck...
*sekian warta berita... "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐƗƗɐ"̮ ..
Saya sampe rumah jam 7 malam...
DULUUUUU BANGETTTT
Langsung beberes, n nonton OVJ, jam 9 ntn TransTV yang Box Office
SEKARANGGGG
Langsung beberes, nonton Sarah Sechan di Net... Lanjut The Comment di Net..... Ganti-gantian sama GlobalTV yang film hollywood juga, MetroTV n TvOon yang berita....
TransTV, ANTV, RCTI, SCTV jam segitu semua udah ga bermutu, mulai sinetron, acara goyang ga jelas, atau orang cela-celaan....
Itu awalnya liriknya "Buka Sitik Joss" kan ya? kok anak SD itu jadi buka titi t yah......... 00a
untung gw ga punya tipi, jd ga bisa liat YKS ;D
tp YKS bisa dibilang pembodohan massal sih (walaupun banyak yg suka), dr judulnya aja: Ayo Simpan Senyum ;D
kopas dari post [MENTION=195]Kingform[/MENTION]
jadi inget sama deddy corbuzier yg asalnya mulanya seoarang mentalist, penghibur dgn boneka, gak laku pindah jadi presenter acara hitam putih,ehhh ada beritanya soal perubahan badannya.... ::ngakak2::Quote:
Industri TV memang aneh.
Fakta bahwa mereka hidup dari rating karena pengiklan berpatokan kepada rating membuat tindak tanduk stasiun TV jadi aneh aneh demi ditonton orang.
Sebenarnya, penonton TV itu seperti Piramid terbalik. Yang paling banyak nonton adalah yang merupakan kelas ekonomi bawah. Artinya ketika sebuah acara TV ratingnya bagus, maka itu bukan menandakan program tersebut banyak ditonton orang, tapi menandakan bahwa program TV itu banyak ditonton oleh masyarakat kelas bawah.
Sistem survey Nielsen Media Research juga disesuaikan dengan strata ekonomi para penonton TV. Misalnya, dari 100 responden, 50% adalah dari strata ekonomi bawah, 30% ekonomi menengah, 20% ekonomi atas. Mengapa angkanya tidak rata, karena kenyataannya memang yang nonton jumlahnya tidak rata. Kalau angkanya dibuat sama, maka hasil risetnya tidak akan akurat menggambarkan kenyataan di lapangan
Itulah mengapa banyak program TV yang terpaksa di “Dumb it down” atau dibikin “goblok” demi mendapatkan perhatian masyarakat kelas bawah.
Lucunya, atas alasan pencitraan, sejumlah stasiun TV mengaku kepada saya mereka butuh program program kelas menengah ke atas. Stasiun stasiun TV ini mulai kewalahan menyuguhkan program program TV kelas bawah karena iklan yang masuk akhirnya untuk masyarakat kelas bawah yang notabene bukan perusahaan besar dan kurang mampu bayar mahal. Sebagai ilustrasi, anda tidak akan pernah melihat iklan BMW di Indosiar.
Namun TV dengan sasaran penonton kelas menengah ke atas juga kewalahan karena iklan iklan tidak ada yang masuk, pengiklan tidak mau pasang di TV tersebut karena penontonnya sedikit.
Harusnya pengiklan tidak memasang iklan dengan ditentukan dari berapa banyak orang yang menonton, tapi siapa yang menonton.
Saya jadi ingat Dave Chappelle, yang setelah punya reputasi hebat sebagai Stand-Up Comedian ditawarin membuat program TV The Dave Chappelle Show.
Setelah 2 season yang super sukses, thn 2005 Viacom sebagai induk perusahaan Comedy Central menawarkan kontrak season 3 & 4 sebesar $ 55.000.000,- atau sebesar Rp 550 milyar. Sekadar info, 1 season adalah 13 episode. Untuk acara mingguan maka artinya 2 season itu tayang sepanjang 6 bulan kurang lebih.
Dave Chappelle menolak kontrak tersebut, dan bersama anak istrinya pindah ke Afrika untuk hidup tenang sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat.
Pertanyaanya kemudian, mengapa Dave meninggalkan uang begitu banyak?
Jawabannya, terselip di panggung ketika dia sedang dalam pertunjukan Stand-Up Comedy di 2004. Salah satu penonton sepanjang malam nge-heckle Dave (heckle atau heckling adalah ketika ada penonton yang sepanjang pertunjukan teriak teriak mencoba menarik perhatian komika yang di atas panggung). Heckler tersebut teriak berulang ulang ”Im Rick James, *****!”. Sebuah kalimat terkenal (catch frame) dari acara The Dave Chappelle Show.
Dave kesal, kemudian pergi meninggalkan panggung. Beberapa menit kemudian dia kembali ke atas panggung dan berkata..
“You know why my show is good? Because the network officials say you’re not smart enough to get what I’m doing, and every day I fight for you. I tell them how smart you are. Turns out, I was wrong. You people are stupid”
Tahun 2005 Chappelle memutuskan tidak mengambil kontrak yang ditawarkan Viacom. Dave menyatakan tidak suka dorongan kreatif program TVnya diarah arahkan demi rating. Dave bilang harusnya program tersebut formatnya seperti film mini, tapi viacom inginnya dibuat sketsa seperti yang terjadi di season 1 dan 2. Tentunya atas permintaan viacom. Dave merasa penontonnya cukup cerdas untuk memahami komedi yang ditawarkannya, stasiun TV berpikir sebaliknya, mereka merasa penonton TV kebanyakan ekonomi bawah dan tidak apresiatif terhadap hal hal yang cerdas.
Masalah Dave, adalah masalah semua orang juga di Indonesia. Provocative Proactive-pun berubah format dari talkshow dan news menjadi banyak sketsa. Katanya “Lebih seru, penonton lebih suka..”
Pada satu kesempatan, saya pernah berbincang dengan Pak Jose Rizal Manua, pimpinan Teater Tanah Air. Pertunjukan teater di mana pemainnya adalah 100% anak anak. Beliau bersama TTA pernah meraih juara pertama pada Festival Teater Anak-anak Dunia ke-9 di Lingen, Jerman tahun 2006. Pulang ke Indonesia, beliau menawarkan pertunjukan tersebut untuk ditayangkan di TV. Seluruh stasiun TV jawabannya sama: “Penonton nggak ngerti dikasi beginian”. Pak Jose bertanya balik “Kok bisa nggak ngerti? Wong ini bisa jadi juara dunia di depan penonton jepang, jerman, inggris, dan negara negara lain sementara bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Orang asing yang ga bisa bahasa Indonesia aja ngerti bahkan jadi juara, kenapa rakyat Indonesia sendiri dibilang ga ngerti?”
Sayang, stasiun TV tetap pada pendiriannya. Suguhan teater juara dunia ini tidak ditayangkan.
Pertanyaannya kemudian, siapa yang bisa bawa perubahan kepada stasiun TV?
Semuanya.
Penonton harus menuntut program yang lebih baik.
Pemerintah sebaiknya buat UU utk menjamin tayangan TV berkualitas (di Belanda, pemerintahnya mewajibkan semua stasiun TV menayangkan program dokumenter sebanyak 20% dari total program mereka)
Klien harus mulai lebih berani dalam mengambil keputusan periklanan. Yang ini pergeserannya sudah mulai terlihat.
Nielsen Media Research harusnya ada yang mengawasi, seperti di luar negeri, lembaga lembaga rating diawasi oleh lembaga Independen. Ini penting mengingat NMR adalah pemain satu satunya saat ini di Indonesia. Ada sih pemain lain tapi tidak jadi hitungan. Seperti Cineplex 21 dan Blitz Megaplex. Mereka bersaing? Come on, be real. Its still a monoply.
Power tends to corrupt, absolut power corrupts absolutely.
Pertanyaan besarnya harusnya ditanyakan kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah benar tuduhan Dave Chappelle..
Are we all dumb?
If we are, we need to change it.
If we are not, we need to prove it.
Lets move it.
saus kecap
kalau DC katanya ke arah presenter talk show karena udah dapet gelar best mentalist, jadi tujuan udah tercapai n saatnya cari tujuan baru....
#jubirDC
jadi OOT, gak apa2::hihi::
beda dngan mentalist atau pesulap di USA,,.. walaupun udah dpt best of the best tetap aja di jalur mentalis
cesar (YKS) juga pasti udah tau, suatu saat nanti dia bakal gak bakal terus di YKS, jadi dia bakal "BERKREASI", di jalur yg berlainan (beda dgn di YKS) tapi susah juga cap YKS dan dance-nya udah melekat ::ungg::
karena terlalu lama di YKS sih.........
Intinya acara YKS itu ga ada gunanya........ Kembalikan bioskop transtv Pkl. 21.00 WIB.....
^
setujuu...kembalikan bioskop trans tv ke jam 21.00....
Pasti ujung-ujungnya bakal kembali ke rating deh, Bioskop TransTV masih kalah rating sama acara YKS. Makanya sekarang yang bisa dilakuin ya ikutan petisi banned acara YKS itu aja. Namanya juga usaha -_-
pasti itu del...
lha wong OVJ aja sampe geser jam tayang gara2 kalah ama YKS
Pelawak macem apa? dia cuma bisa joget ayan for god sake ::doh:: :kesal:
Untuk jadi pelawak pun si Caesar harus belajar dulu, kecuali kalo mo jadi pelawak yang modal bully-bullyan doang. Anak SD juga bisa -_-