Review: The Dark Knight Rises
Director: Christopher Nolan
Cast: Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, Morgan Freeman, Tom Hardy, Anne Hathaway and Joseph Gordon Levitt
Review ini bisa jadi memuat makna film atau spoiler.
"You are a precious to be as your remembering mother and your father. I swore to them that i'll protect you and i HAVEN'T"
7 Tahun setelah event The Dark Knight. 7 Tahun dimana Bruce, Alfred dan Gordon harus memikul kebohongan mereka sendiri untuk orang2 yang mereka cintai. Bruce, memikul kebohongan bersama Gordon mengenai Harvey Dent. Ia pun harus menerima kenyataan bahwa ia menjadi seorang buronan dari Gotham Police Department yang di pimpin oleh Comissioner Gordon. Alfred, membohongi Bruce dimana pada kenyataan sebelum Rachel wafat, Rachel menulis surat dimana ia sebenarnya sudah mantap memilih Dent. Kebohongan ini menggerogoti jiwa mereka.
Sementara itu dibalik kedamaian Gotham, Bane sudah menunggu momen untuk membalas dendam dan juga menruskan perjuangan R'as Al Ghul lewat organisasi
League of Shadows. Selina Kyle, seorang wanita yang merupakan seorang kriminal yang dicari oleh polisi kini berjuang keras bagaimana caranya untuk melepaskan diri dari 'daftar hitam'.Ia berada di garis 'abu2'. Sementara itu Miranda Tate, seorang pengusaha yang berusaha untuk bekerja sama dengan Wayne Enterprise. Namun, proyek yang sudah terkatung lama ini tak kunjung disetujui oleh Bruce. Selain Gordon, ternyata ada seorang polisi yang berani dan juga memiliki pendirian teguh, yaitu John Blake. Sementara itu, Batman tak kunjung memunculkan diri. Namun ketika Bruce merasakan bahwa Batman harus kembali dimana Kota Gotham membutuhkannya, Ia pun akan menanggung lebih banyak resiko dan kenyataan yang harus ia hadapi. Dimana Batman harus 'bangkit' untuk Gotham.
Penantian yang kini hadir setelah 4 tahun menunggu. Christopher Nolan sudah memulainya dengan baik lewat Begins, mmemulai level terbaru superhero lewat The Dark Knight dan kini ia menghadirkan The Dark Knight Rises, sebuah EPIC Conclusion atau penyelesaian akhir. Ia mengerjakannya dengan lebih baik. Buang jauh2 angan2 anda apabila ingin seperti TDK. TDKR sendiri memulai plot dengan baru, dan saya sadari Nolan ingin membuat karyanya dengan cerita yang lebih baik. Ia menghubungkan Begins dan TDK kedalam plot TDK.
Ketika saya melihat jajaran cast dalam film ini, saya rasa tidak ada keraguan untuk menyaksikan akting mereka dalam film ini. Bagaimana Christian Bale lagi-lagi memukau saya lewat perannya sebagai Bruce Wayne, melihat kerapuhannya, betapa kepahitan hatinya akibat imbas dari event TDK. Bagaimana seorang Bruce harus menghadapi semuanya ini dan ia pendam. Saya merasakan kekuatan Batman/Bruce dalam psikologis. Ya, tidak mudah untuk bangkit dari 'kubur' setelah semua hal yang terjadi padanya. Namun Bruce akhirnya berusaha untuk bangkit. Apalagi ketika Bruce mengucapkan 'i'm retired'. Namun ia tetap memiliki selera humor yang sama seperti TDK. Batman disini pun ketika muncul kembali datang dengan begitu 'EPIC'. Bagaimana aksinya ia untuk kembali menyelamatkan Gotham, dilengkapi dengan persenjataan dan teknologi yang baik. Apalagi ketika ia menerbangkan 'The Bat'. Michael Caine merupakan salah satu aktor yang tidak perlu ditanyakan kapabilitasna sebagai seorang aktor. Dalam film ini, Alfred dan Bruce lebih memunculkan ikatan yang emosional dan scene2 yang lebih kuat dibandingkan 2 film sebelumnya. Sementara Gordon oleh Gary Oldman, juga bermain dengan cemerlang. Menjadi seorang pemimpin kepolisian, karakternya solid. Morgan Freeman? Ah sentuhan komedinya disini juga menjadi poin lebih mengenai karakter Lucius Fox. Ikatan chemistry keempatnya tidak pernah pudar, bahkan sampai TDKR. Baiklah, kita lihat jajaran cast yang baru: Tom Hardy berhasil mengintimidasi saya dengan karakternya, Bane. Saya melihat bagaimana seorang Bane yang tidak bertele2, dan juga langsung melibas musuh2 yang ada didepannya. Termasuk Batman. Pertarungannya dengan Batman begitu mengigit. Terornya terhadap Gotham yang langsung menghancurkan psikologis dan secara fisik. Anne Hathaway dan Joseph Gordon Levitt juga memberikan akting yang tak terlupakan. Saya merasakan John Blake yang berusaha untuk menolong Gotham, kerendahan hatinya, dan juga perjuangannya untuk menyelamatkan Gotham. Saya sempat berpikir, ah karakter dia cuman numpang lewat saja. Ternyata jauh melebihi apa yang saya perkirakan. Sebagai seorang gadis yang 'abu2', Anne juga memunculkan kharisma nya disini. Licik dan juga didalam hatinya memiliki kebaikan yang terpendam. Apalagi ketika ia berduet dengan Batman maupun pertemuannya dengan Bruce, memorable.
Maka katakanlah, Nolan berhasil menghapus 'kutukan film ketiga'. X-Men: The Last Stand juga Spider-Man 3 terkena kutukan ini. Namun Nolan dengan kepercayaan dirinya berhasil melampauinya. Dalam penceritaannya, jujur saya menyukainya. Dimana masa depresi walaupun keceriaan dan kebahagiaan ada pada kota Gotham. Saya menyukai karakter Batman kali ini tidak seperti The Dark Knight yang kalah pesonanya dengan Joker. Disini, Nolan mengembalikan posisi Batman sebagai 'leading'. Ya, Batman menjadi sentral dimana Gotham, kini terfokus padanya. Fokus untuk kebangkitan, dan Batman kini bersama Gotham bangkit. banyak momen yang memorable dan memiliki tingkat emosional yang tidak dimiliki TDK maupun Begins. Bagaimana plot yang terbangun dari awal dari kepedihan dan kebangkitan di akhir. Aksi heroik dari para polisi yang kini tidak 'bersembunyi' dari Batman namun mereka berjuang bersama Batman. Pertempuran Batman dengan Bane sendiri bikin merinding di pertemuan mereka yang pertama. Bane so powerful. Jangan samakan Bane yang ini dengan versi Batman & Robin (dan rasanya film yang saya sebutkan tadi ini tidak perlu diingat juga, hahaha). Bane disini memang lawan yang tangguh dan pas untuk Batman. Pembangunan karakter disini juga dibuat dengan baik. Tidak ada yang lebih menonjol, semuanya sama2 bagus. Bagaimana kadar humor disini juga lebih bagus dan saya sering tertawa terpingkal2. Semuanya begitu 'EPIC'. Kota Gotham yang digambarkan indah dari awal, namun hancur lebur ketika Bane datang, bagus sekali. belum lagi alunan score Hans Zimmer yang dahsyat dan EPIC untuk menemani saya menikmati film ini. Detuman dari bane dan theme dari Batman disini juga membuat saya merinding mendengarnya.
Akhir kata, TDKR merupakan satu kelas bersama TDK. TDK merupakan masterpiece, dan TDKR merupakan "EPIC Conclusion" yang sayang sekali untuk dilewatkan. A Well Recomended.
4,8/5