Originally Posted by
startsmart
Dari debat beberapa kali di TV sebenarnya sudah kelihatan kok, mana yg kafir (baca : berbohong) mana yg Islami (baca : berusaha berbuat adil). Jika ada muslim yg cerdas memilih Foke karena perintah partai guru ngajinya padahal hati nurani dan akal sehatnya lebih yakin dengan Jokowi, sesungguhnya ia telah mengkafirkan dirinya sendiri.
Soal Ahok.. jika akhirnya nanti Ahok menjadi Gub, Jakarta menggantikan Jokowi yg selesai tugas atau naik karirnya, ini adalah pembuktian baik dari kalangan non muslim maupun non muslim, Jika Ahok nanti jadi Gub Jakarta ternyata memimpin Jakarta dengan lebih islami (adil), ini akan menampar muka2 orang Islam, malu dong, masa orang kafir bisa memimpin secara adil sementara muslim yg banyak ulama, mesjid, pesantren, haji, pengajian diamnaa, kelompok islam dimana tdk mampu menghadirkan pemimpin Muslim yg Islami.
Tetapi jika Ahok jadi Gub.Jakarta dia ternyata tdk adil, maka akan jadi efek jera bagi seluruh umat Islam di Indonesia, tdk akan mau lagi memilih pemimpin Non Muslim karena tdk dapat di percaya.
Dan menurutku penasiran ayat jangan memilih pemimpin dari kalangan kafir itu tdk lengkap, karena seorang muslim kalau mengingkari, menutupi atau menolak sebuah kebenaran (keadilan) sesungguhnya ia seorang musliim yg kafir. Jadi, biar pun calonnya muslim tapi kalau prilakunya penuh dengan kekafiran (berbohong dan korupsi) sesungguh itu muslim yg sangat kafir bahkan harus diperangi. Nah, karena hakikat Islam adalah selamat dan sejahtera dan selamat sejahtera hanya bisa terwujud dengan keadilan (baca : penegakan hukm yg adil dan transparan) maka biarpun dia bukan seorang muslim jika dia mampu menegakan keadilan (keselamatan dan kesejahteraan) sesungguhnya dia orang yang sangat Islami.
Jika Allah itu Maha bijaksana... kenapa kita tdk bisa bersikap bijsaksana dalam menyikapi sebuah keadaan?