sudah... Jokowi-JK lengser saja, biar damai
negeri ini :)
::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::
Printable View
sudah... Jokowi-JK lengser saja, biar damai
negeri ini :)
::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::::hohoho::
Prasaan baru kali ini ya denger-denger presiden mengaku ke media kl dia tanda tangan tanpa ngeh sama isinya lalu mpsalahkan anak buahnya.
Pak Presiden Joko Widodo sebenarnya sedang beruntung.
Selama ini, masyarakat cuek dengan pemerintahnya.
Tapi sekarang, ada tiga pihak yang mengawasinya.
Satu, para pemilih lawan politiknya (KMP) yang tidak suka Joko Widodo jadi setiap langkahnya pasti akan dikritik;
Dua, para golput yang kesal dengan huru-hara politik kemarin. Jadi pasti juga tergoda untuk mengritik langkah2 beliau;
Tiga, para massa mengambang yang memilihnya karena ia dianggap membawa harapan tetapi takut pada orang-orang di sekitar dia. Jadi setiap langkah yang menurut mereka adalah hasil tekanan politik, pasti dikritik.
Jadi lima tahun ini pasti akan selalu banyak kritikan. Selama beliau masih bisa mendengarkan, maka itu hal bagus. Hanya saja, lebih bagus lagi, kalau dia berani melangkah tegas terhadap orang-orang sekitarnya, niscaya kritikan dari para pemilih dan dari para golput akan berkurang. Ya, kalau yang milih lawan politiknya sih, mau langkahnya bagus atau tidak sudah jelas pasti dikritik terus. :P
Yang bahaya justru adalah para pendukung yang menganggapnya nabi. Setiap langkahnya dipuja-puja biarpun salah. Ya persis cerita berikut
Code:http://chirpstory.com/li/260151
https://pbs.twimg.com/media/CB6lRXvUIAItXjS.jpg
Gue mau cerita dikit pengalaman lunch berdua sama Jokowi kemaren. Biar elo elo pada paham hebatnya presiden kita ini. #SabunColekB29
Lokasi lunch gak perlulah gue sebarin, secara tempat ini favoritnya Jokowi. Cukup gue dan beliau aja yg tau. #SabunColekB29
Gue kasih bocoran dikit nih biar kalian gak kepo-kepo amat. Jokowi itu makannya cepet. Pantes doi kerjanya cepet juga. #SabunColekB29
Sedang enak2nya makan doi nanya pendapat gue sebagai forensic auditor tentang rencana perpres kenaikan DP mobil pejabat. #SabunColekB29
Sebagai mantan anak buah Rini yg hebat itu, gue kasih saran sederhana tapi jitu pada presiden. #SabunColekB29
Sebagai forensic auditor berpengalaman gue sudah tahu kegelisahan presiden sebelum diucapkan. Gue gitu loh..! Hehehee.. #SabunColekB29
Intuisi gue bilang, doi sebenarnya tdk setuju kenaikan DP mobil pejabat. Tp ada realitas politik yg perlu dipertimbangkan. #SabunColekB29
Intuisi forensic auditor gue langsung kasih tahu tujuan presiden ngajak lunch gue. Doi pingin gue jadi umpan. #SabunColekB29
Tanpa perlu bertanya lebih jauh, gue langsung sampaikan usul gue. Korbankan akun saya pak! #SabunColekB29
Sebagai pendukung yg punya trust gue rela korbanin diri sendiri. Gue yakin Jokowi itu Nabi baru yg kita cari2. #SabunColekB29
Gak perlulah gue ceritain diantar pulang pake mobil peluru dan ***** di dalamnya. Itu pribadi coy.. #SabunColekB29
Akhirnya gue bikin kultwit dukung kenaikan DP mobil pejabat itu. Dan spt biasa follower orgasme berjamaah dgn kultwit gue. #SabunColekB29
Segala teori dan komparasi COP dan mobdin gue kasih. Kriting2 deh jari gue. Tapi demi Jokowi apa sih yg kagak? #SabunColekB29
Cuma sedikit info yg gue sembunyiin, yaitu tak ada hubungan sama sekali antara mobdin dan DP mobil pribadi itu. #SabunColekB29
Jadi gue bikin seolah2 lebih efisien COP drpd mobdin. Gue gak sebutin kenapa mobdin harus mewah2. Gue gitu loh..! #SabunColekB29
Seperti biasa, follower muncrat2 karena kultwit gue. Mereka dukung kenaikan DP mobil pejabat berkat teori ***** gue. #SabunColekB29
Tapi disinilah hebatnya strategi Jokowi. Gue kasih tau pada kalian2 sekarang ya. Betapa out of the box-nya presiden kita. #SabunColekB29
Jokowi itu pakai strategi nabok nyilih tangan. Dalam hal ini tangan gue yg disilih dan muka gue yg ditabokin. #SabunColekB29
Sementara semua orang berhasil gue yakinin tentang efisiensi kenaikan DP mobil pejabat itu. Jokowi jalankan strateginya. #SabunColekB29
Jokowi tolak kenaikan DP mobil itu. Disinilah letak kehebatan strategi doi yg tidak bisa diduga2 orang awam. #SabunColekB29
Sebagian orang yg sudah setuju dgn teori ***** gue jadi bertambah kagum pada doi. Inilah strategi tingkat dewa. #SabunColekB29
Bayangin, untuk sesuatu yg ada pembenarannya saja doi tegas menolak karena moralitasnya yg lebih memihak pd rakyat. #SabunColekB29
Bagaimana dgn gue sendiri? Ya inilah pembenaran gue, kultwit COP dan mobdin kemarin itu cuma tipu2 doang. Hehee.. #SabunColekB29
Tak apalah gue dibully akun2 anonim ngehek seafood 99 itu. Kita ini pendukung berkwalitas. Harus siap berkorban! #SabunColekB29
Yg penting dicatat disini Jokowi tetap menolak kenaikan BBM meski pendukungnya sudah setuju. Sampe gue bikin lemes mereka. #SabunColekB29
Artinya strategi nabok nyilih tangan Jokowi berhasil. Bonyok2 deh muka gue ditabokin seluruh penghuni twitland. #SabunColekB29
Sesuai prediksi gue langkah Jokowi dipuji banyak pihak. Meskipun utk itu gue harus berkorban. Tapi gue ikhlas. #SabunColekB29
Lupain kultwit gue kemarin, please.. Itu cuma strategi nabok nyilih tangan. Itu bagian dari strategi maha hebat Jokowi. #SabunColekB29
http://i408.photobucket.com/albums/p...94373870_o.jpg
Haryadhi Gee, si komikusnya, adalah salah satu pemilih Jokowi.
Kalau salah, ngaku terus memperbaiki kesalahan, itu sudah semestinya. Kalo salah terus nggak ngaku malah galakan yang salah dari pada yang benar, itu biasa ::elaugh::
Saya sepakat dengan komentar Prof. AS Hikam bahwa belum ada chemistry yang enak antara Jokowi dan para bawahannya sehingga antara mereka kadang statement atau cara kerja bertolak belakang. Kebanyakan masih membawa jiwa "protokoler" dan mengedepankan sisi teknis. Ahok itu termasuk yang chemistry nya sudah dapet meski beda karakter. Bawahan Jokowi yang baru secara ksatria ngaku salah itu Seskab, kalo Luhut dan MenPAN masih mencoba ngeles.
---------- Post Merged at 03:05 PM ----------
Nah ini saya ndak setuju. Yang beruntung itu SBY, mau kebijakan apa aja rakyatnya "pasrah". Kalo Jokowi dari awal sudah ribet dan rame antara pendukung, hater dan massa cair. Ada peranan media juga sih.
---------- Post Merged at 03:11 PM ----------
Kapal Pelni udah mulai pada dirombak jadi mirip kapal pesiar loh.
Saya juga meyakini pengertian tentang tol laut itu adalah melancarkan konektivitas antar pelabuhan supaya pergerakan logistik (dan mungkin orang) ndak terus2an mengandalkan darat atau udara yang notabene lebih mahal.
Kalo mau konsep yang jelas ya jangan tanya di KM dong, tapi langsung ke orangnya biar puas. Ntar laporan dimari yah ::elaugh::
Sebenernya lumrah ajalah kalo presiden di kritik. Dari jaman Soeharto dan kawan-kawan jd presiden pasti ada kritikan.
Tapi gw agak speechless loh kalo dia segitu polosnya bilang langsung tanda tangan karna percaya sama Kemenkeu, terus kalo ada kritikan ya nyalahinnya Kemenkeu.
Sebijaknya dia itu ngerti posisi dan jabatannya sangat rawan, ya kalo mau baca kontrak harus teliti.
Meskipun dia (mungkin) gak bermaksud korupsi, tapi ini jelas celah yang bisa diliat sama bawahannya.."oh gini ya Pak Presiden kalo mau tanda tangan langsung tanpa dibaca."
Gw harap cuma itu aja sih kekeliruannya dia dalam hal tanda tangan gak dibaca.
Kalo masyarakat yang golput sih paling kesenengan karna gak punya beban moral buat ngebela pilihannya. Gw kenal orang yg kaya gini. Mereka exist.
Dan pemilih Prabowo (yg belom move on) jugak nggak kalah ributnya bikin postingan di media sosial jelek-jelekin Jokowi. Percayalah gw pengen banget remove mereka dari hidup gw ;)).
sudahlah.... Jokowi dan JK mundur saja, digantikan
Prabowo-Hatta... damai kita dilindungi Macan :)
::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::::ngak ak2::
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...Y-dan-Megawati
Ternyata baik Soeharto maupun SBY membaca draft yg akan di-ttd-nya. Tapi Megawati sering telat dan gak baca. Apa Jokowi juga begitu?Quote:
TEMPO.CO , Jakarta:Bekas Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra membeberkan perbedaan cara mengesahkan peraturan semasa mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, dan Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Yusril, perbedaan gaya ini bisa dijadikan tips oleh Presiden Joko Widodo sebelum membuat peraturan.
"Saya sudah melihat cara masing-masing presiden dalam membaca, utamanya soal peraturan," ujar Yusril saat dihubungi, Senin, 6 April 2015.
Presiden SBY, kata Yusril, selalu membaca draft aturan dengan detail sebelum mengesahkannya. Yusril yang saat itu menjadi Mensesneg selalu membawa memorandum atau ringkasan draft sebanyak satu halaman, dan lampiran draf aturan asli.
Nantinya, jika ada yang tidak dimengerti, SBY langsung bertanya kepada Yusril. Biasanya, waktu pengajuan draft oleh Yusril adalah siang hingga sore pukul 16.00.
Setelah mengajukan draft, Yusril menunggu di Istana jika sewaktu-waktu SBY ingin bertanya. "Saya biasanya stand by di Istana sampai pukul 22, jika tidak ada pertanyaan, berarti Presiden sudah mengerti dan saya bisa pulang."
Sementara itu, Yusril mengatakan Presiden Megawati tidak jarang terlambat mengesahkan aturan. Saat itu, di kabinet Yusril menjabat sebagai Menteri Hukum dan HAM.
Biasanya Yusril selalu 'memburu' jawaban Megawati ketika akan mengesahkan undang-undang. Maklum, ada batas waktu 60 hari pengesahan UU oleh Presiden. Lewat dari batas itu, disahkan atau tidak, secara resmi UU dianggap sudah berlaku. "Waktu itu Mensesneg sering lapor ke saya kalau Presiden sering kali tidak membaca, atau membaca setelah lewat waktu," ujar Yusril.
Selain SBY dan Mega, Yusril juga mencontohkan bagaimana Soeharto meninjau naskah pidato. Saat itu, menjelang reformasi, Yusril dipercaya sebagai penulis pidato presiden.
Soeharto, kata Yusril, adalah orang yang teliti. Yusril mengaku sering dipanggil Soeharto untuk menanyakan maksud tulisan Yusril dalam sebuah naskah pidato.
Bahkan, tidak jarang naskah pidato dikembalikan ke Yusril untuk direvisi. Saat dikembalikan, seringkali naskah sudah dipenuhi corat-coret bertinta merah.
"Itu tandanya naskah saya sudah dibaca kata per kata. Saya senang saat itu."
Untuk itu, Yusril meminta Jokowi untuk membaca memorandum draft aturan, termasuk peraturan presiden secara teliti. Sebab, memorandum itu mengandung gagasan pokok suatu perubahan hukum.
Sebelumnya, Presiden Jokowi mengaku tidak mengetahui aturan penambahan anggaran tunjangan uang muka kendaraan pribadi pejabat negara. Ini terdapat dalam PP No 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka Bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan.
Kata Yusril, kecil kemungkinan Jokowi tidak mengetahui wacana ini. Sebab, hal penambahan anggaran biasanya tercantum dalam memorandum yang diajukan Mensesneg.
ROBBY IRFANY
---------- Post Merged at 06:51 PM ----------
Jokowi nyontek Ahok dalam cari alasan... ::ngakak2::
Kalo Jokower selalu cari kambing bandot utk membela sesembahannya: Bukan Jokowi yg salah, tapi ada yg menyisipkannya, dst. Jokowi selalu benar karena Jokowi malekat.... ::bwekk::
Masih musim pemilu yah ::elaugh::
Selama ini tuh selama apa sih? Dan tiga pihak itu bukannya semenjak pemilu ud ada? T'rus beruntungnya berapa lama yak dari jatah 5 tahun?
Huru hara politik itu masih ada. Bahkan DPR masih ngotot melawan rakyat, ngebet BG jadi kapolri dan melemahkan KPK. Bahkan KMP dan KIH beduaan.Quote:
Dua, para golput yang kesal dengan huru-hara politik kemarin. Jadi pasti juga tergoda untuk mengritik langkah2 beliau;
Welp. Bagian yang ini jadi bahan taruhan gue sama temen2.
Prof gue, si manusia selalu optimis, percaya bisa bertahan sampe selese.
Gue, dari awal pancalonan udah bingung gimana cara orang macam Jokowi dan Ahok bisa masuk ke dalam sistem. So gue ambil tebakan kurang dari dua tahun.
Dan, ngeliat gigihnya parasit2 negara ini bertahan dari gelombang perubahan, terlepas motif dan tujuan perubahan sistem ini maunya apa, gue khawatir tebakan gue lebih deket, deh. ::managuetahu::
Dan, OH, BTW, bukannya kelompok 'kambing' anti Jokowi karena backingnya adalah PDIP ?
Darimana si purba bisa dapet kesimpulan 'kambing' adalah pendukung fanatik Jokowi. :-??
TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengakui telah lalai saat mengawal proses terbentuknya peraturan presiden mengenai kenaikan tunjangan mobil bagi pejabat.
"Jadi pengawalannya dari Seskab sendiri sudah dilakukan. Hanya saja kami lalai secara substantif untuk mengatakan Presiden secara timing tidak tepat karena dinamika ekonomi yang terjadi," kata Andi seusai rapat kabinet di Istana Negara, Senin, 6 April 2015.
Andi mengatakan finalisasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Uang Muka bagi Pejabat Negara untuk Pembelian Kendaraan Perorangan dilakukan sejak Februari, sementara Presiden menandatangani pada Maret lalu.
Andi mengatakan sudah melapor kepada Presiden mengenai kronologi terbentuknya perpres, mulai dari permintaan DPR, lalu meminta pertimbangan dari Menteri Keuangan, dan kemudian difinalisasi.
Setelah dilaporkan secara menyeluruh, Presiden, kata Andi, langsung memerintahkan untuk mencabut perpres. "Jadi akan langsung dicabut dan kembali ke perpres lama," kata Andi.
Agar tidak terulang, Andi mengatakan akan memperkuat pengawalan proses pembuatan aturan, mulai dari undang-undang, keppres, sampai perpres. "Supaya tidak ada langkah-langkah salah yang dilakukan pemerintah," katanya
Bahkan ada yang ngajak taruhan kalo mereka bakal terpilih lagi untuk periode ke dua. Super optimistis.. dan gw.. ngikut aja deh.. yg penting yg sekarang aja dulu..
Menurut pengalaman pribadi pergaulan gw jg susah. Orang bersih dianggap culun dan berkali2 kita mencari2 kesalahannya.
Sebenernya yang bikin geli-geli pengen gw gaplok itu bukan Jokowi tapi para supporternya. Nggilani.
Mbela Jokowi berdarah-darah, duh.. seperti yang sudah kenal dari lahir. Tobaat.
Padahal setiap orang punya kelebihan dan kekurangan, walaupun sudah jadi presiden. Mbok kira orang juga bisa mikir dan nerima, kalau jujur (kelebihan) resikonya dia lugu (kekurangan).
Ndak perlu di-justify, Jokowi malah dibuat konyol.
Mungkin masih berasa euforianya mbok ::hihi::