Oh, salah ketik. Maksudnya, di Jepang, perdana menterinya nasrani. ;D :ngopi:
Printable View
Oh, salah ketik. Maksudnya, di Jepang, perdana menterinya nasrani. ;D :ngopi:
bisa jadi si Jokowi beneran menang. walopun udah byk kampanye negatif dari sana-sini.
soalnya US udah mulai memetakan dukungan nih %pif
dan sptnya merapat ke Prabowo.
hmmm....jadi mikir...jangan2 si Prabowo kmrn ngotot bgt ke PDIP klo wakilnya harus Ahok, emang mrupakan salah satu strategi buat "kampanye positif dimata dunia internasional", buat menggalang dukungan lah istilahnya...
but its OK. i also think Prabowo is good2 aja. program2nya bagus buat petani dan rakyat kecil.
ini mah si US ada udang dibalik batu aja, carmuk ama Prabowo.
------------------------------
AS dan SINGAPURA DUKUNG PRABOWO JADI RI-1?
Quote:
Opini: Derek Manangka
nasional - Senin, 6 Agustus 2012 | 07:17 WIB
INILAH.COM. Jakarta - Sosok Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI yang dikesankan tidak disukai Amerika Serikat dan Singapura, kini telah berubah signifikan.
Dua negara itu justru secara taktis dan strategis sedang menggalang opini internasional bahwa sosok yang paling tepat untuk menjadi pemimpin Indonesia adalah bekas menantu Soeharto, Presiden ke-2 RI itu.
Perubahan ini tercermin dari dua hal. Pertama liputan tentang Prabowo Subianto oleh The Wall Street Journal dari New York Amerika Serikat. Kedua, diundangnya bekas Pangkostrad itu sebagai pembicara tunggal di Rajaratnam School of Strategic Studies, Singapura.
Baik liputan tentang Prabowo oleh media Amerika Serikat maupun ceramahnya di Rajaratnam School, terjadi pada hari yang sama, pekan lalu. Secara kasat mata kedua peristiwa itu berbeda. Hanya secara kebetulan dan tak saling terkait. Tetapi sebagaimana pengamatan salah seorang konsultan strategi bisnis di Jakarta, wawancara media Amerika itu dan peristiwa ceramah Prabowo, tidak berdiri sendiri.
The Wall Street Journal yang dikenal sebagai media rujukan para investor raksasa dunia dan pedagang pasar modal, juga menyiarkan wawancara Prabowo di jaringan TV-nya. Liputan itu lebih banyak mengklarifikasi atau membantah tudingan negatif tentang Prabowo.
Media itu mengawali laporannya dengan mengatakan, Prabowo di era pemerintahan Soeharto, merupakan seorang jenderal yang ditakuti. "Tapi sekarang Prabowo merupakan calon presiden Indonesia yang selalu berada di urutan terdepan," kata Eric Bellman wartawan The Wall Street Journal yang mewawancara Prabowo di rumah pribadi di kawasan Hambalang, Bogor.
Dengan perubahan ini, seorang konsultan di Harsono Consulting, yang tidak bersedia dikutip namanya, mencatat, peluang Prabowo menjadi Presiden RI pada Oktober 2014 sudah sangat besar. "Kalau media Amerika sudah mendukung seseorang, biasanya barang itu akan jadi", kelakarnya.
Disukai atau tidak, pengaruh Amerika Serikat berikut Singapura di Indonesia, diyakini relatif besar. Oleh sebab itu, Amerika dan Singapura sangat berkepentingan, sosok yang menjadi pemimpin di Indonesia harus seorang sahabat.
Amerika Serikat berkepentingan, karena Indonesia terletak di jalur strategis dunia. Itu sebabnya negara itu, tidak menghendaki pengaruhnya di Indonesia direbut atau digantikan kekuatan lain.
Sementara Singapura yang menjadi negara makmur karena kepandaiannya memanfaatkan semua potensi di Indonesia, juga kurang lebih sama. Singapura ingin mendapat jaminan, pemimpin di Indonesia haruslah seorang yang tidak anti Singapura plus etnis Chinese.
Itu sebabnya bila perlu Singapura ikut membantu persiapan seorang calon presiden yang diyakini memiliki visi dan dapat diajak berdiskusi. Dan syarat itu terdapat pada diri Prabowo Subianto. Maka forum di Rajaratnam School itu merupakan bagian dari persiapan ataupun agenda Singapura.
Persoalan yang cukup menarik adalah apa yang menyebabkan Amerika Serikat dan Singapura secara tiba-tiba mengubah sikap dan penilaian mereka kepada Prabowo. Dalam arti, Amerika Serikat tidak lagi memandang Prabowo sebagai jenderal yang melakukan pelanggaran berat atas HAM. Atau Singapura tidak lagi menempatkan Prabowo sebagai sosok yang anti Chinese ?
Jawabannya dikembalikan kepada adigium yang menyebutkan bahwa dalam politik tidak ada lawan dan kawan yang abadi. Yang abadi hanyalah kepentingan. Selain itu, mesin pelobi Prabowo diyakini bekerja secara efektif belakangan ini.
Lobi dengan Amerika Serikat bisa jadi dilakukan lewat sekutunya di Timur Tengah, yakni Jordania. Raja Jordania yang beristerikan seorang keturunan Amerika Serikat, merupakan sahabat kental Prabowo. Pasca-kerusuhan Mei 1998 termasuk kejatuhan Presiden Soeharto, Prabowo kerap diberitakan lebih banyak tinggal di Aman, ibukota Jordania.
Jordania sendiri yang berbatasan langsung dengan Israel dikenal sebagai salah satu negara Arab yang punya hubungan diplomatik, dengan Israel. Sehingga kalau Prabowo memerlukan dukungan pebisnis internasional dari komunitas Yahudi, dukungan itu pun bisa diperoleh melalui jalur Jordania.
Itu sebabnya keputusan editor The Wall Street Journal, media Amerika yang dikontrol masyarakat Yahudi untuk memprofilkan Prabowo menambah kuat spekulasi bahwa bekas Danjen Kopassus ini juga sudah lolos fit and proper test oleh kekuatan yang mendominasi dunia.
Lobi lainnya oleh Hasyim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo. Hasyim, pengusaha sukses yang berdomisili di London, Inggris diperkirakan memakskimalkan jaringan bisnisnya untuk kepentingan Prabowo.
Selain Hasyim dan Raja Jordania, sumber lain menyebutkan seorang pelobi dari Capitol Hill, Washington yang baru-baru ini berada di Jakarta menegaskan, sosok Prabowo sudah diterima oleh pelobi di Amerika Serikat.
Sementara lobi dengan Singapura boleh jadi dilakukan oleh ipar kandungnya, Dr. Sudradjad Djiwandono. Bekas Gubernur Bank Indonesia itu sudah hampir 10 tahun menjadi pengajar di universitas bergengsi di Singapura. Dengan status itu, Sudradjad dengan mudah bisa masuk ke lingkar terdalam dalam pemerintahan Singapura.
Spekulasi ini diyakini tidak meleset banyak, jika melihat forum akademi yang menampilkan Prabowo di Rajaratnam School. Dekan institut itu adalah Barry Desker, bekas Dubes Singapura untuk Indonesia awal 1990-an dan juga sahabat Sudradjad.
Dengan Pilkada DKI, dimana Prabowo sebagai pendiri Partai Gerindra mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama alios Ahok selaku cawagub, langkah itu menjernihkan persoalan bahwa Prabowo bukanlah sosok yang anti Chinese, hal yang membuat Prabowo semakin disukai Singapura.
Bagi kalangan wartawan yang bergerak di komunitas diplomatik Jakarta, Barry Desker dikenal sebagai diplomat asing yang lincah. Sebab sejumlah kebijakan penting pemerintah RI, sering kali sudah lebih dulu bocor ke tangannya.
Pada saat tak satupun yang mengira, Joop Ave dan Abdul Latif akan menjadi Menteri, Barry Desker sudah mengajak sejumlah wartawan untuk bertaruh dengannya bahwa kedua figur itu akan masuk dalam pemerintahan Soeharto. Dan ternyata memang benar. Intinya, Barry Desker, pejabat Singapura yang mengundang Prabowo tampil di Rajaratnam School adalah tokoh spesialis negara tetangga itu tentang Indonesia.
Peserta ceramah Prabowo di Rajaratnam School, dinilai sebagai orang-orang yang menentukan kemana arah negara di Asia Tenggara. Sebagai investor saat ini mereka sedang risau dengan nasib investasi mereka di Indonesia. Menjelang Pilpres mereka harus memutuskan apakah akan tetap atau hengkang dari Indonesia.
Pernyataan Prabowo di forum itu kelihatannya cukup meyakinkan. Bahwa di bawah Prabowo, iklim investasi di Indonesia lebih baik. Dan hanya dalam waktu tiga hari setelah ceramahnya, Prabowo telah menjadi semacam magnit.
Dalam sebuah acara buka puasa yang digelar di Jagorawi, Sabtu malam 4 Agustus dalam rangka kejuaraan Polo antara Indonesia dan Argentina, Prabowo yang hadir di acara itu, langsung dikelilingi oleh para pebisnis.
Yang tinggal ditunggu bagaimana hasil Pemilu Legislatif 9 April 2014. Apakah Prabowo bisa langsung menjadi capres atau masih harus berkoalisi? Yang pasti untuk sementara waktu, baru Prabowo satu-satunya kandidat yang sudah memperoleh dukungan internasional sebagai Presiden mendatang RI. Prabowo juga memiliki jaringan di lintas etnis dan agama. [mdr]
nice info spears ::jempol::
prabowo? Bukannya dulu ada masalah kudeta ya zamannya Pak Habibie. ilfel mah masih.
Masih blm terpikirkan,calon R1. Kecuali pak Dahlan Iskan atau Ibu Sri wahyuni yg jadi calonnya bru pgn milih :)
bosan ama pemimpin yg apa2 formal,janji2 berbuih2, pgnnya pemimpin yg fresh,membumi mirip Presiden Iran.
Dan tentu aja pemimpin yg apa adanya, gak gengsian, mau turun langsung pada Rakyat. 2 calon ini yg mumpuni, R1 pak dahlan iskan, R2 ibu sri mulyani. (ngayal dulu,siapa tw di jwb doanya) :)
Mungkin prabowo menawarkan sesajen yg nikmad bagi jin2 di atas...
Tapi jin2 itu lupa.. yg ngasih penawaran punya portfolio backstabbing..
prabowo gitu loh... Dia kan yg membacking hercules bertahan idup di tanah abang.
Jadi penasaran, akan dibawa kemana indonesia oleh prabowo.. Kayaknya boleh dia jadi pengganti bung karno..? Sori malah oot..
Tapi kenapa masalah gubernur jadi tingkat interational gini?
berarti ada kemungkinan emang diarahkan kan?
mungkin ga presidennya Prabowo lalu Wapresnya Jokowi ;D
Kalo masalah jakarta selesai.. why not? Kalo ga selesai, ya siap2 dimarahi warga jakarta. Bukannya nanti malah jadi bunuh diri?
Kita lihat saja bagaimana jokowi menyikapi hal ini nanti. Mudah2an ga keblinger..
Mungkin ini strateginya foke untuk membuat kesan bahwa jokowi-ahok merupakan antek amerika dan singapura.
Kalo memang amerika mendukung jokowi maka tidak mungkin dukungannya di gembar gembor di media.
mulai deh kampanye sara dimana2 *lihat di fb
Dulu jaman foke bertarung lawan andang dorojatun, emang ga imbang banget. Foke didukung semua parpol parlemen, sedang andang cuma didukung PKS (makanya sekarang heran liat PKS menjilat ludah).
Dab pilkada DKI kemaren ga seru, udah keliatan siapa yg menang.
Sekarang? Nah ini baru seru. Jokowi-ahok adalah sosok2 yg dianggap sukses di daerahnya. Dan warga jakarta yg sudah muak sama foke jadi punya harapan...jadi malah rame sampai ke dunia internasional.
Tapi benarkah US sama singapore terang2an mendukung jokowi? Kayaknya itu ga mungkin, bakal jadi blunder buat mereka.
USA dan Singapura adalah negara yg dibenci oleh mayoritas masyarakat Indonesia, mereka sangat tahu hal ini.
Lalu kalau mereka mendukung Jokowi, apakah mereka akan rame2 mendukung di media massa agar semua orang tahu bahwa Jokowi merupakan "antek2" amerika ?
sebodoh itukah mereka ?
lalu coba baca tulisan yg di quote oleh Spears diatas :
Lihat setelah membawa nama negara Singapura dan Amerika, penulisnya masih tidak puas dan membawa satu negara lagi yaitu Yahudi yg sudah jelas dibenci sekali di indonesia.Quote:
Itu sebabnya keputusan editor The Wall Street Journal, media Amerika yang dikontrol masyarakat Yahudi untuk memprofilkan Prabowo menambah kuat spekulasi bahwa bekas Danjen Kopassus ini juga sudah lolos fit and proper test oleh kekuatan yang mendominasi dunia.
Jadi kira2 sudah tau dong arah dari tulisan itu hendak menggiring pembaca kemana ?
Maksudnya Jokowi itu antek Yahudi, maka pilihlah Foke, seorang pemimpin Islami yg selalu menegakkan Syariah di DKI Jakarta. ::grrr::::grrr::
^kasar sangat si foke ini mainnya ::hihi::
ga cantik tepatnya.
Aagh ... ternyata penulisnya Derek M. ::grrr::
Ah, rugi mah ngebaca tulisannya ::arg!::
Maksudnya Wahyuni atau Mulyani ? Itu dua orang yang berbeda kan ?
Oh, memang ada beberapa Perdana Menteri Jepang yang beragama Kristen atau Katholik. Tapi mereka tidak pernah mengedepankan agamanya dalam berbagai pernyataan atau sikap mereka yang berhubungan dengan posisi yang dijabatnya. Bahkan, seperti saya katakan di atas, mereka tetap sama seperti orang Jepang yang lain. Contohnya, Asō Tarō, PM Jepang dalam kurun waktu 24 September 2008 – 16 September 2009, walaupun beragama Katholik, dia juga berdoa di kuil Shinto.
Emang cuma di Indonesia jualan SARA itu laku -_-
;D salah nulis, sri mulyani maksudnya ;D bisa deh,otak nyebut mulyani, yg ternyta malah wahyuni :)) yg mantan mentri keuangan itu,yg skrg jd salah satu petinggi di Bank dunia. Gayanya casual,tpi kalau udah ngmg, bijak dan apa adanya.
wow..emang knapa si Derek Manangka, Seren? ::ungg:: any info? ::hohoho::
masa sih Indonesia benci sama US dan Singapur?
mungkin iya....tp yg benci ya rakyat indonesia aja, bukan pemerintahan Indonesia
buktinya, SBY dulu pernah pidato bilang, Amerika sudah dianggap sbg tanah air/negara keduanya...
tp kok SBY tetep menang Pemilu? dua periode, lagi.
mungkin sama aja spt ini ----> org2 Amrik nggak setuju perang Irak, tp pemerintahannya tetep lanjut sama perang tsb (krn ada kepentingan)
sama, emang Derek itu siapa? Dan basic politiknya apa?
iya nih, gw juga gak tau siapa sih Derek M ? ::grrr::
tapi intinya isu kedekatan dengan bangsa asing bukan hal yg menguntungkan bagi seorang tokoh nasional, apalagi kedekatan dengan amerika dan israel.
kalo kedekatan dengan singapura itu mungkin baru akan dibangun karena ada Ahok yg keturunan China.
dulu sri mulyani juga sering diserang dengan isu "neo liberal" dekat dengan kaum kapitalis, amerika, dll.
gus dur diserang dengan isu kedekatan dengan "israel"
orang indonesia kan butuh jaminan bahwa pemimpinnya nanti akan berjuang 100% untuk kepentingan nasional, bukan untuk kepentingan asing.
maka isu begini bagus untuk kampanye hitam.