makanya, anggap aja atheist itu agama..
klo mereka ngajak debat antar agamanya dgn agama Islam, jawab aja dgn ayat "bagimu agamamu, bagiku agamaku".
Printable View
makanya, anggap aja atheist itu agama..
klo mereka ngajak debat antar agamanya dgn agama Islam, jawab aja dgn ayat "bagimu agamamu, bagiku agamaku".
bukankah saya sudah memberikan 3 contoh referensi agama diatas?
apakah kalau saya berkata, bahwa paracetamol lebih manjur menurunkan demam drpd berdoa, maka saya adalah berdakwah? saya hanya memberitakan kebenaran.
kebenaran semacam ini bukanlah kepercayaan. kebenaran semacam ini adalah pengetahuan. pengetahuan yg didapat melalui kekritisan terhadap dogma2 lama.
yg saya lakukan ini bukanlah mendakwah kepercayaan.
benar, setiap orang yg merasa bahwa pandangannya adalah benar dan tidak boleh dikritik, adalah seorang fanatik.
oleh karena itulah, Alisina mempersilahkan anda untuk mengkritisi bukunya.
http://www.faithfreedom.org/the-chal...the-challenge/
setiap ideologi haruslah boleh dikritik. ideologi "kebenaran" macam apa, yg takut kritik dan membungkam para pengkritiknya?
benar, kritik harus diperbolehkan di jaman kebebasan berbicara ini. anda boleh mengkritisi Paracetamol kalau anda mau.
budaya apaan tuh, mengkritik keyakinan orang? bukannya sama aja dgn merendahkan?
bahkan soal selera aja kagak boleh dikritik, apalagi soal agama.
misal ada orang dewasa, dia masih koleksi mainan mobil2an diecast, trus dikritik, "lu kyk anak kecil aje, duit tuh buat kebutuhan lain yg berguna bukannya beli mobil2an mulu!!"
kira2 itu omongan bikin tersinggung gak? padahal si kolektor sangat berselera dgn mainan mobilnya.
Kalau penyampaian nya seperti itu sih IMHO gapapa, terdengar logis. Selama, masi menghargai lawan bicaranya (bukannya malah bilang, "Kalau ga mempan ngapain lo berdoa" dsb)
Tapi kalau sampai bilang "alkitab/ alquran kan buatan manusia, banyak cacatnya pula, ngapain dibaca lagi dan masi ada agama" atau yang setaraf ini kan beneran mendakwah #pengalamanpribadi
Atheist fanatik rata2 yang saya ketemuin, konten nya itu masuk akal, tapi penyampaian nya PAYAH banget. ;D
Kalau bisa ya jangan mendakwah, jangan ngurusin kenapa orang lain beragama, jangan mengajak orang2 jadi ikutan atheist dengan ngomong "kalau Tuhan ga ada ngapain ada agama" dll.
Sama bete nya saia kalau theist ngomong "Agama gw lebi bagus, agama lo sesat, dll".
@doubtit: justru saya melihat dr kmrn anda yg susah payah b'dakwah bahw atheis benar n theis salah -_-
no wonder Bun.. lihat saja avatarnya
sepertinya salah satu utusan dari faithfreedom org, surga nya para atheis
(karena mereka ngga punya surga di hari akhirat ::hihi:: )
bahkan ngeritik persebaya di hadapan barisan bonek aja, bisa jadi masalah ::ngakak2::
demen banget ya atheist koar2 di forum internet?? gak ada lahan dakwah yg lain?
^Interupsi pak ketua #alaDPR
Pengamatan saya selain atheist penyampaian nya payah, theist juga terlalu gampang tersinggung ;D
Harusnya kan "Do not feed the troll" tapi malah kepancing juga (wajar sih, topik sensitif gini)
WAKS !!
sori, tadi mau quote kok malah thanks ;D;D
btw, bukannya gampan tersinggung, tapi ini masalah keyakinan, masalah paling hakiki
klo di utik2, ya tersinggung lah ;D
^ kalo tersinggung, berarti keyakinannya belum mantap. ;))
saya ga t'singgung n saya yakin Tuhan jg ga t'singgung. saya justru lucu dgn postingan doubtit, yg ngomongnya itu2 aja
ngapain t'singgung sih tsu? ;)) sante aja, kan comotannya shoko asahara ::ngakak2::
Makanya saya bilang "wajar", nah mereka malah seneng ngeliat theist kebakaran jenggot, ngomel2, shock dll
Ngerasa, troll successful, just as planned ;D;D;D
Kalau bilang ga tersinggung IMO sih denial itu, kalau ga tersinggung postingan" atheist yang ofensif pasti dicuekin aja. Ga usa didebatin, ga usa mendakwah balik juga. Jawab dengan logika DAN iman, bukan pakai salah satu aja dan malah jadi fanatik buta.
Gue sih tetap aneh orang tersinggung karena itu.
Misalnya gini, sampean yakin (haqqul yaqin) kalo "sesuatu"
itu Tuhan. Dan ada orang bilang itu bukan Tuhan.
Ya tetap aja "sesuatu" itu adalah Tuhan. Tidak
lantas menjadi "bukan" Tuhan ketika ada orang
bilang itu bukan Tuhan.
Nah, terus kenapa jadi tersinggung ketika
"sesuatu" itu dibilang bukan Tuhan? Kalo gue
ngelihatnya sih tersinggung karena di "dalam"
masih ada keraguan kalo "sesuatu" itu sebenarnya
bukan Tuhan.
sebelum lebih lanjut bekoar, disepakati dulu sesuatu disebut agama itu kriterianya apa ?
jangan2 ente kasih dua contoh itu cuman buat justifikasi aja, karena udah kepikir kalo pake contoh agama yg udah umum maka argumen ente bakal mentah ?
---------- Post added at 01:12 AM ---------- Previous post was at 12:55 AM ----------
cara menemukannya ya dengan mencari
gimana cara mencarinya ? dimulai dengan niat yang baik
lalu kedua, tentukan kriterianya, ente tulis bikin list dikertas
klo ente dah tulis kriterianya, ente mulai cari orang yang paling banyak memenuhi kriteria tersebut
kalo dah dapet orangnya, datengin terus berguru
kalo ente langsung nemu, ane salut dah tuh
karena kebanyakan yg melakukannya bakal menjalani proses itu berkali-kali
jadi jangan berharap banyak, dan sediakan sabar yg seluas samudera ya
sesuai dengan nama subforumnya, free thinker, saya harus menghargai pendapat anda
tapi bagi saya, faith itu ada pada lingkaran terdalam, setelah itu family, so, just dont mess with me with these two things
apa itu karena saya kurang mantap ? dunno, i just see things in ordinary way...... most peoples way
saya tidak berharap anda ngerti konsep ini, about family or faith like this, karena memang sepertinya pengertiannya berbeda dari awal
apakah anda salah kalau tidak tersinggung jika keluarga anda di kata katai didepan anda ? ibu anda di ejek didepan anda ?
ya nggak juga, its your choice, seperti nama sub forum, free thinker ;)
sebenarnya saya tidak bermaksud untuk analogi, karena memang faith and family itu dua lingkaran terdalam dalam struktur emosional saya
orang ngejek saya bodoh, lambat, botak dll, tidak masalah, ato menertawakan ide ide saya, that's very fine with me, karena memang saya ini penuh perjuangan dari dulu
tapi ya itu, jangan masuk2 ke zona protektif saya
klopun terdengar seperti analogi..... itu hanya pikiran anda saja, saya kan menulis, klo keluarga anda dihina terus anda tidak marah its fine, itu pilihan anda
mana ada saya membandingkan itu sama faith ?
check again ;)
^ Okelah kalo begitu jika ternyata tidak menyamakan Tuhan dengan Ibu atau keluarga. Maaf kalo saya salah membaca.
Dari jaman kuda gigit besi, diforum atau milist manapun saya ketemu anak2 fetfridom ini typicalnya sama aja. Mempersalahkan agama doang, dengan ngambil contohnya dari oknum. Udah gitu yg nanggepin juga yg ilmu agamanya blm genap. Jadilah pada berebut tulang tuh.
Sepengalaman saya juga, anak2 fetfridom ini kalo pas ketemu orang yang ilmu agamanya genap mereka gak berani nerusin. Hit and run, kabur bin ngacir lalu pontang-panting. Tapi saya percaya gak semuanya gitu, karena banyak juga disana yg salah arah, ikut2 an dan kebawa arus aja. Kalo diantara mereka yang salah arah itu niatnya emang baek, suatu saat nanti pasti ketemu jalan pencerahannya.
saya setuju dengan akang Tsu, memang kami dalam Islam ada perintah untuk lebih mencintai Allah azza wa Jalla dan RasulNya dibandingkan dengan keluarga sendiri... bayangkan saja, kalo keluaraga sendiri aja dihina marahnya akan luar biasa, apalagi kalo yang dihina adalah Dia yang dicintai lebih daripada mencintai keluarganya.....