Quote:
Dulu di awal-awal kuliah, saya sok idealis bahwa bekerja di perusahaan nasional merupakan cara saya untuk bisa berbakti kepada negara. Dengan tidak bekerja di perusahaan asing, artinya saya tidak menjadi pendukung kapitalis. tapi seiring waktu, diskusi, dan bacaan, saya sadar, bahwa itu cuma nyaris impian kosong.
kerja praktek di perusahaan nasional semakin membuka mata bahwa banyak perusahaan nasional yg manajemennya s*cks. bahkan di era reformasi, KKN masih saja terus terjadi. Terus sikap profesionalisme yg ujubileh payahnya (gak hanya di tempat saya KP, tapi juga dr berbagai cerita temen dan kakak kelas), pokoknya udah menjadi kepastian banget kenapa perusahaan migas nasional acakadut dan gak berkembang kemana-mana
lagian, kalau ngotot bekerja di perusahaan nasional, kesempatan berkembang juga tipis banget. dengan sistem manajerial yg jungkir balik, kesempatan kita berkembang kecil banget. jenjang karir diukur bukan karena profesionalitas, tapi muatan politis
Tapi bagaimanapun saya masih menaruh harapan kepada perusahaan2 nasional. namun bukan sekarang2. saya ingin berkembang dulu. dan suatu saat, ketika saya sudah punya pengaruh, saya ingin kembali dan mengubah perusahaan nasional dulu. kalau bergabung dr sekarang, bisa2 saya malah ikut hanyut
Asal jangan di prusahaan asal jiran itu
berarti bukan Pertamina dan Petronas.... Jadi loe