Quote:
Originally Posted by spears
...
terus, kalo dirumah ga ada orang, katanya sih yg jawab salam kita adalah malaikat. jadi, ga rugi ngucap salam klopun ga da org. di doain malaikat gitu lho.
apa benar itu om asum??perkara yg jawab itu malaikat? coz itu kata org tua
Dalam ayat al-Qur'an surah An-Nur ayat 61, Allah SWT berfirman :
فَإِذَادَخَلْتُمْ بُيُوتاً فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ
Jika engkau memasuki rumah-rumah, maka ucapkanlah salam kepada diri-diri kalian” (QS 4:61)
Dalam Adabul Mufrad, Imam Bukhari meriwayatkan atsar dari Ibnu 'Umar ra, dimana beliau berkata :
إذا دخل الرجل البيت غير المسكون فليقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
Jika seseorang masuk rumah kosong, maka katakanlah : Assalaamu ‘alaina wa ‘ala 'ibadillahis shalihin
Itu saja yang saya ketahui.
Dan untuk jawaban ukhti, ada di sini :
Quote:
Dan jangan lupa, bahwa ucapan salam adalah doa. Kita mengucapkan salam kepada seseorang, berarti kita mendoakan keselamatan baginya. Dan doa ini akan dibalas oleh doa Malaikat untuk orang yang mengucapkan salam, walaupun orang yang tidak memberi salam tidak membalas. Sebagaimana dalam hadits: “Ucapan salammu kepada orang-orang jika bertemu, jika mereka membalasnya, maka Malaikat pun membalas salam untukmu dan untuk mereka. Namun jika mereka tidak membalasnya, maka Malaikat akan membalas salam untukmu, lalu diam atau malah melaknat mereka” (HR. Al Marwazi dalam Ta’zhim Qadris Shalah, 359. Dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah)
Dari artikel 'Senyum, Salaman, Dan Salam — Muslim.Or.Id
Quote:
Originally Posted by danalingga
Kop @Asum
Sekalian mo nanya. Kalo soal pemimpin itu bagaimana dalilnya? dan kalo bisa berserta tafsirnya.
Apakah memang dinisbatkan ke setiap pemimpin atau pemimpin tertentu saja?
Soal pemimpin wanita, bahas di topik lain aja, atau topik yng sudh ada (jika sudah ada)
Quote:
Originally Posted by 234
Bagaimana kalo saya mengucapkan salam dgn kalimat "assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh wamaghfiratuh waridhwanuh wari'ayatuh wa'inayatuh...? Dapat pahala ndak? Kalo dapat diganjarnya berapa? Ato udah mentok di angka 30 aja? Kalo tidak, kenapa?
Dalam Shahih Bukhari No.3768, Bab Keutamaan 'Aisyah ra, diriwayatkan :
إِنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَا عَائِشَ هَذَا جِبْرِيلُ يُقْرِئُكِ السَّلَامَ فَقُلْتُ وَعَلَيْهِ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ تَرَى مَا لَا أَرَى تُرِيدُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Bahwa 'Aisyah ra berkata : Pada suatu hari, Rasulullah saw bersabda : ''Aisyah, ini JIbril menyampaikan salam kepadamu'. Maka aku ('Aisyah) berkata : 'wa 'alaihis salam warahmatullahi wabarakatuh', Engkau melihat apa yang tidak aku lihat. Maksudnya kepada Rasulullah saw.
'Aisyah ra saja, ketika membalas salam dari malaikat Jibril hanya mencukupkan dengan kalimat 'wa 'alaihis salam warahmatullahi wabarakatuh' ( jangan tanya "kenapa wa 'alaihis bukan wa 'alaikum ya :cengir: ), kenapa kita harus melebihkan dari yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw dan para Salafus Shalih ? ::ungg::
Dan kalau anda tanya : Berapa pahala dengan lebihan kalimat tsb ? Maksimalnya adalah 30, karena pahala tertinggi itulah yang ditunjukan Rasulullah saw, saya bukan penentu pahala mas :cengir:
Quote:
Originally Posted by 234
Atau kalo seandainya setiap kali ketemu orang lain, misalnya aja ketemu anda, saya boro2 bilang "assalamu alaikum" tapi malah mengucapkan salam lain seperti "Ya Allah muliakanlah saudaraku Asum ini, bahagiakan keluarganya, limpahkan rizqinya, jagalah kesehatannya, kuatkan imannya, tinggikan derajatnya, berkahilah kehidupannya, kabulkan doa2nya dan eratkan tali persaudaraan kami. Aamiin."
Dibandingkan dgn ucapan "assalamu alaikum", salam saya tsb menurut anda ganjarannya sama2 10, atau kurang, atau lebih, atau malah ndak ada sama sekali?
Pahala salamnya gak dapet (jika kalimat tsb anda tujukan sebagai ucapan salam BUKAN do'a), karena perkara salam adalah perkara agama, sama seperti adab bersin dan menjawab bersin, istighfar, adzan, dll. Ini semua sesuatu yang sudah menjadi ketetapan syari'at, bahwa mengucapkan salam (minimal) adalah dengan lafadz "As-salamu 'alaikum", ucapan tahlil adalah "la ilaha illallah", ucapan ketika bersin adalah "Alhamdulillah", ucapan dzikir Istighfar adalah dengan "Astaghfirullah", dst.
Jangan2 anda sebenarnya pendukung atau penggagas shalat dengan bahasa Indonesia ::doh::
Quote:
Originally Posted by 234
Monggo dijelaskan pake dalil. Ndak usah pake logika, soale ndak enak kalo malah jadi ngerepotin anda jadinya cuman mondar-mandir sambil pegang jidat padahal belum tentu mikir.
Ikuti saja petunjuk agama yang sudah jelas, jangan kebanyakan mikir
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud berkata :
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
Setiap bid'ah (perbuatan yang mengada-ada dlm urusan agama) itu sesat, walau manusia memandangnya -perkara tsb- baik
:cengir: