Ho'oh , meski letak kontrversinya , letak masalah ada disitunya !
Memang kaliatannya salah satu masalah/hakekat sebuah sebuah film , itu suatu karya budaya !
Dia adalah media penyampai idea atau pendapat "pembuatnya". Kepiawaian pembuatnya sangat berpengaruh thdp penerimaan masyarakat thdp film tersebut.
Sekontroversi apapun tetapi kalau disampaikan dengan tepat , masyarakat akan bisa melihat itu dengan jelas dan "netral". Produk kesenian akan bisa dinikmati keindahan seninya , sajian jurnalis akan mapu menonjolkan sisi bobot beritanya . Pengambilan angle yg kurang pas bisa justru menjadikan misleading bagi penerimanya , bak masakan kebanyakan bumbu shg bahan rasa bahan pokonya tenggelam oleh menyengatnya aroma bumbunya !
Nggak tahu kalo memang tujuan pembuat film /chef kepalanya , memang hanyao menyuguhkan masakan yg terdiri dari ramuan "bumbu" tanpa bahan pokok yg perlu ditonjolkan rasanya ! pokoknya hanya nyodorin kontroversi , maka judulnya "Tanda tanya" !:D
Sebuah potret sosok seorang anak yg menangis --dengan fokus yg sharp-- yg sedang berlari ditengah jalan , dengan latar belakang asap yg mengepul dan out of fokus (bluur) sambil merentangkan tangannya dg tubuh telanjang penuh luka bakar , atau seorang perwira yg menempelkan pestolnya kekepala seorang laki laki yg mukanya lebam lebam bekas pukulan , bisa saja itu jadi suatu foto horror sadisme atau berubah menjadi suatu foto tragedi humanisme penggondol hadiah Pulitzer !
Itu semua tergantung kepada kepiawaian sang tukang foto , sang pembuat film dalam mengambil angle ,mencetak da menyajikannya ke publik !
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)
