Kata adek gw pilem sama novel sama bagusnya, tapi gw gak caya -_-
Bentar lagi entuh pilem juga nongol di tipi, kayak pilem "Perahu Kertas Part 1" yang bakal diputer RCTI menjelang akhir tahun :luck:
Printable View
Kata adek gw pilem sama novel sama bagusnya, tapi gw gak caya -_-
Bentar lagi entuh pilem juga nongol di tipi, kayak pilem "Perahu Kertas Part 1" yang bakal diputer RCTI menjelang akhir tahun :luck:
tar pake potong iklan trus loncat scene ga? typical kan kalo tayang di tipi. gw penasaran sama detil pendakian gunung yang katanya salah-salah itu. oya, sama deni smargo yang katanya sampe pingsan sewaktu pendakian ;D
Yup... bayangan indah gunung Semeru ketika membaca novelnya seketika bisa rusak ketika nonton pilemnyah, biasanya begitu -_-
Apalagi kata adek gw gunung Semeru skarang udah kotor karena ulah pendaki-pendaki yang tidak bertanggung jawab kepada alam akibat sampah-sampah yang mereka bawa gak dibawa lagi turun alias mengotori wilayah gunung Semeru. Dan mereka bilang adalah pecinta alam, hufth.... :sigh:
Hari ini rencananya mo nonton maraton 5cm dan the hobbit..
Ditunggu reviewnya pi ;)
Gara2 ujan badai plus banjir dimana batal lagi mo nonton..aaarrrggghhh
Gw suka filmnya
Karena baca novelnya udah lama banget, gw ngga inget apa da bagian novel yg berbeda dengan filem nya
Yang pasti film nya menghibur
Review dong landak ::ungg::
Oke deh..
yang pasti 2 pemeran wanita nya manis sekali :matabesar:
ngga bosen bosen nya gw mandangin pemeran Riani ama Dinda ::droll::
walau gw musti sedikit jaim karena nonton nya ama istri :ngopi:
Akting pemeran nya gw suka, lumayan kocak.
si Saykoji gw suka aktingya.
untuk Mahameru nya, karena gw ngga pernah kesana, gw ngga bisa komen apa sesuai dengan aslinya
tapi kata istri yang pernah sampe di kaki Mahameru nya, seingat doi emang kaya yang ditunjukin di filem
yang pasti di bagian mahameru nya, view nya cakep cakep
pilem kaya gini jangan ditonton di tipi deh..
kasian yang bikin filem nya ;D ayo dinikmati di bisokop dong
Jadi penasaran sama Riani sama Dinda nya ::cabul::
^ nonton nya jangan ngajak pacar Del ::cabul::
He ehm... ntar didiemin kayak si nowitzki jutekin kandalf :lololol:
Cewek gw ngajaknya nonton Habibie-Ainun ndak ;;)
^ yang sayang itu kalo nonton adegan di Mahameru lewat tipi..
sensasi nya ngga sama dengan nonton nya di bioskop nanti
film paling ngaco yang pernah ditonton...
daki gunung pake jeans??? da gitu ada eye liner?
totally cr*p!::doh::::bwekk::
loser... daki gunung ga segampang itu.
banyak beban yang harus dibawa.
gw dulu aja bareng PA Bogor, daki Salak, ampe ngos ngosan.
dan juga pakaian yang dipakai juga diperhatikan bener.
pantes aja PECINTA ALAM pada protes ama ni film, selama syuting banyak nyampah dan bikin adegan yang ga mungkin.
::doh::::doh::::doh::
kasi contoh dunk, adegan2 nyampah dan ga mungkinnya. Jadi senapsaran
5 Kejanggalan dalam Pendakian Film 5cm
http://www.wiranurmansyah.com/wp-con...C_Kalender.jpg
SIAPA yang berani menyangkal keindahan alam Mahameru?
Film 5 cm secara tidak langsung pasti akan membuat darah beberapa orang bergejolak untuk mencicipi tanah tertinggi di pulau jawa tersebut.
Namun, tidak semua orang paham bahwa mendaki gunung ‘sungguhan’ seperti semeru itu relatif sulit dan tidaklah semudah ‘wisata alam’ seperti gunung bromo di sebelahnya.
Bahkan, menyebutnya sebagai sebuah tempat ‘wisata’ pun kita perlu berpikir panjang. Tidak, tidak. Saya tidak akan mengkritisi film ini, bahkan saya menyukainya karena 5cm adalah salah satu novel favorit saya. Hanya ingin meluruskan sedikit hal yang agak janggal dalam pendakian di 5cm ini. Here’s the point you should consider :)
1. Menggunakan celana jeans
Jeans, jika terkena air, akan menjadi sangat berat.
Keringnya pun memakan waktu lama. Belum lagi saat di packing akan tidak efisien karena terlalu besar.
Mendaki gunung-gunung Indonesia yang notabene adalah hutan hujan tropis,
tentu akan selalu bertemu dengan cuaca lembab dan hujan.
Pakaian yang basah dan tidak lekas kering bisa mempersulit pergerakan,
menyebabkan kedinginan hingga hipotermia, dan akan menambah berat beban yang sudah pasti berat.
Menuju mahameru
Sebaiknya, gunakan celana yang terbuat dari bahan seperti polyster.
Selain ringan, bahan tersebut juga cepat kering jika basah.
Lebih baik lagi gunakan bahan yang bisa tahan air tetapi tetap breathable,
walaupun mungkin dengan harga yang cukup mahal.
Menurut saya, film 5cm ingin tetap terlihat ‘fashionable’ sehingga penggunaan jeans lebih diminati.
Ah, tetapi film-film adventure super keren seperti vertical limit atau 127 hours
tetap menggunakan peralatan lengkap dan standar kok.
Eh tapi katanya ini film tentang persahabatan ya? Sinetron kah?
2. Tidak membawa air yang cukup
Ini adegan yang cukup aneh. Gila lebih tepatnya.
Saat tiba di kalimati, mereka malah meminta air kepada pendaki lain.
Satu setengah liter air untuk berenam, dan mereka langsung naik ke Arcopodo!
Padahal, sumber mata air terakhir ya di Kalimati itu.
Saya sendiri waktu naik ke puncak membawa dua liter air untuk masing-masing orang.
Oh, porter-nya lupa di shoot mungkin hehe.
3. Backpack/carrier yang terlihat sangat ringan
Saya nyengir-nyengir saat adegan di stasiun senen ini.
mereka masing-masing muncul dengan backpack-nya yang terlihat kempes.
Tas nya genta masih terlihat gulungan matras-nya yang melompong.
Dan,Spoiler for ups:
4. Terlalu memaksakan diri untuk pendaki pemula
Dalem tenda ada Dinda lagi manggil-manggil
Genta adalah seorang leader pendakian yang sangat ceroboh dan mengambil resiko terlalu besar.
Dengan membawa teman-temannya yang baru pertama kali naik gunung,
ia langsung mengambil jalan menjuju kalimati, tanpa istirahat terlebih dahulu di Ranu Kumbolo.
Memang, dari ranupane (basecamp awal) ke ranu kumbolo hanya 4 jam, pun demikian dari ranukumbolo ke kalimati.
Tapi, malam harinya mereka kan menempuh perjalnan ke puncak.
Sekuat apapun orang,
melakukan perjalanan dengan jalan kaki lebih dari enam jam menanjak dalam satu hari adalah penyiksaan,
setidaknya menurut saya.
5. Informasi yang kurang tepat
“Kalo hujan abu begini apa kita boleh ke puncak, pak?” tanya riani ke salah satu pendaki di kalimati.
“Oh, boleh-boleh saja. Ini normal. Tapi jam 9 harus kembali ya,” ujar pendaki tersebut.
Kabarnya, setelah siang datang, awan beracun wedhus gembel akan mengarah ke area puncak mahameru mengikuti arah angin. Ini tidak sepenuhnya salah. Tapi, setelah perbincangan saya dengan pak Sinambela petugas taman nasional, angin bisa berubah kapan saja tanpa mengenal waktu. Saya sendiri mengalaminya di tengah perjalanan ketika naik ke puncak saat jam tiga pagi. Bau belerang tercium keras dan awan dari kawah terlihat hampir di atas kami. Setelah menunggu satu jam, arah angin baru berubah kembali.
Satu hal lagi, puncak Mahameru sebetulnya ditutup untuk pendakian. Tertulis jelas di peraturan TN semeru pendakian hanya dibolehkan sampai kalimati. Lebih dari itu, pihak taman nasional tidak bertanggung jawab. Kita bahkan diminta untuk menandatangani surat perjanjian di atas materai bahwa akan selalu menaati peraturan tersebut. Pada musim ramai, memang ada ranger yang menjaga pendaki agar tidak ke puncak. Selain itu, cuma kesadaran dan disiplin kita yang menentukan.
**
http://www.wiranurmansyah.com/wp-con.../2012/12/2.jpg
Tanjakan cinta
Banyak pro dan kontra yang timbul setelah munculnya film 5cm ini. Tidak mungkin juga membendung keinginan orang-orang yang akan naik ke semeru. Juga tidak mungkin melarang mereka naik, gunung ini milik kita bersama kok.
Menurut saya, pemeriksaan standar keamanan pendakian di taman nasional harus diperketat untuk mencegah para “pendaki 5cm” ini mendaki jika standard peralatan mereka belum memadai. Walaupun ini sulit sekali dalam prakteknya.
Nah, tugas kita lah sebagai orang yang lebih paham. Para pendaki, mapala, klub-klub pendaki, atau siapapun untuk memberi arahan tentang pendakian yang baik dan benar. Entah itu menulis blog, membuat pelatihan, atau sekedar sharing di warung kopi. Apapun itu, yang penting bagikanlah ilmu-ilmu mendaki yang benar sehingga semeru atau gunung-gunung lainnya akan lebih terjaga.
Selalu ingat-ingat dan praktekan tiga spirit pecinta alam ini :
Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak
Jangan ambil apapun kecuali gambar/foto
Jangan membunuh apapun kecuali waktu
Tabik!
http://www.wiranurmansyah.com/wp-con...2012/12/11.jpg
foto #penting
**Anyway, film ini cukup membuat saya sedikit bernostalgia dengan teman-teman saat mendaki ke semeru. Kami nonton bersama dan banyak menertawakan hal-hal ajaib yang terjadi dalam film ini. This film is good, but not that great. Dan yang jelas jauh lebih baik daripada film-film Indonesia lainnya yang cuma menjual paha dan dada kayak kfc :p
saus
setelah baca penjelasan etca jadi pengen naik ke sumeru...mo naik ke bromo aja gak jadi2..hehehehehe...
fakta soal itu kita balik lagi "namanya juga film"::hihi::::hihi::::hihi::...
Hari ini harus jadi nonton 5cm...
Hahahahahaha review sejati dari pembaca "5 cm" dan pendaki Semeru :nunjuk: etca
Keren ca reviewnya ::up::
Quote:
Originally Posted by etca
Think again my friend... disinilah tokoh Soe Hok Gie wafat kan? juga...Quote:
Originally Posted by opi77
Spoiler for yang gak ada: