krucil masih ada yak? bukannya udah ditutup tipatul
Printable View
krucil masih ada yak? bukannya udah ditutup tipatul
sudah waktunya saya menjawab nih? saya sengaja nunggu 2 halaman dulu lho, Ray *padahal mah males ;))
Ok. meski pertanyaannya sederhana, ada banyak hal yang perlu saya uraikan agar masalah ini bisa dimengerti secara menyeluruh. Setidaknya, ada 3 masalah utama: kemampuan berlari pada manusia yg terbatas, kemampuan lari macan, dan terakhir mengenai proses pemanasan
1. Mengapa kita gak bisa lari kencang?
jawaban singkat: evolusi manusia tidak mengarah ke sana
jawaban panjang: ehem... baca terus ke bawah :D
Salah satu penghambat utama susahnya manusia berlari dengan efektif adalah postur kita yang memang tidak mendukung gerakan ini. Mamalia darat (teresterial) memiliki beberapa tipe. Manusia merupakan mamalia darat tipe umum. Mamalia darat tipe khusus antara lain tipe cursortal, saltatorial, graviportal, fossortal, dan semi-natatorial. Cursortal adalah mamalia yang teradaptasi untuk berlari (kuda, cheetah), saltatorial teradaptasi untuk melompat (kelinci, kangguru), graviportal teradaptasi untuk menopang beban berat (kuda nil, gajah), fossortal teradaptasi untuk menggali (tikus tanah, tupai), dan natatorial teradaptasi untuk berenang (berang-berang, lumba-lumba).
Mamalia cursortal memiliki ciri-ciri kerangka yang termodifikasi untuk meningkatkan panjang langkah dan kecepatan langkah. Tangan dan kakinya panjang dan ramping, massa ototnya terkonsentrasi di lengan dan paha, sendi tangan dan kaki termodifikasi untuk membatasi gerakan bidang atas, dada lebih kecil, dan juga ada beberapa modifikasi dalam bentuk jari. Mamalia pelari semuanya berkaki empat. Hal ini karena bagian tubuh atas tidak terlalu berperan penting untuk lari, ia bahkan dapat menjadi penghambat.
Berjalan tegak dengan dua kaki (bipedalisme) pada manusia merupakan sebuah ciri khas yang menghambat kemampuan manusia menjadi hewan pelari. Ada tanda kalau leluhur manusia, Australopithecus, merupakan pelari yang baik sehingga menjadi predator dan pemangsa bangkai yang efektif pada saat hidup di padang rumput Afrika. Manusia purba diduga memiliki gen aquaporin (AQP7) yang membantu memobilisasi simpanan energi saat berlari jarak jauh.
Tetapi di saat bersamaan, otak manusia juga membesar. Aquaporin harus pula memfasilitasi kebutuhan glukosa bagi otak ini. Dalam perjalanan sejarah evolusi, tampaknya Aquaporin lebih memilih untuk mendukung perkembangan otak. Hal ini dibantu oleh postur manusia yang semakin tegak dan semakin tidak efektif untuk berlari.
Bipedalisme pada leluhur manusia datang pula dari padang rumput Afrika. Berjalan tegak memberi leluhur kita akses pada makanan yang sebelumnya tak terjangkau dan memberi mereka pandangan yang lebih luas pada saat berada di rerumputan yang tinggi. Kemampuan menjangkau makanan yang susah diambil tampaknya menjadi agen seleksi seksual. Leluhur yang mampu mendapat banyak makanan lebih mungkin mendapatkan banyak pacar dan kawin sehingga memiliki lebih banyak lagi keturunan dengan postur tegak.
Manfaat lain dari bipedalisme adalah ia lebih murah secara energi dibandingkan berjalan dengan empat kaki. Asupan makanan yang lebih banyak karena kemampuan bipedalisme juga membuat otak semakin membesar dengan cara menurunkan kendala suhu otak. Dengan membesarnya otak, meningkat pula kecerdasan leluhur kita. Menurut saya, dengan cara inilah pengaruh kecerdasan terhadap lari terbangun. Sejarah evolusi kita adalah pengorbanan kemampuan lari untuk memaksimalkan kecerdasan dalam lingkungan yang semakin kompleks.
2. Mengapa kita gak bisa lari terus-terusan?
Saat lari, tubuh akan melakukan metabolisme yg begitu besar hampir 11x lipat dibandingkan saat diam. Otot-otot yang meregang harus mendapat asupan darah dan oksigen dengan kencang. Agar tubuh kita tak terbakar, tubuh harus mengeluarkan panas dalam bentuk penguapan keringat dari permukaan kulit. Cairan tubuh semakin banyak terbuang dan harus diberi asupan cairan. Karenanya, habis lari bawaannya haus. dan minuman akan memberikan kesegaran. Minuman manis akan sangat bermanfaat sekali, lebih dari yang kita duga.
Memang, efek samping dari berlari jarak jauh adalah hipoglikemia. Hipoglikemia adalah rendahnya kadar glukosa darah. Glukosa adalah bahan bakar untuk berlari. Jika tidak ada asupan dari luar, tubuh akan mengambil glukosa dari darah. Padahal, otak juga membutuhkan glukosa untuk tetap berfungsi. Akibatnya, semakin kita berlari tanpa asupan, semakin rendah fungsi otak kita. Pada tahap paling parah, adalah malfungsi otak.
Otak manusia tidak hanya mengurusi masalah kecerdasan. Berpikir mengambil proporsi sangat sedikit daripada fungsi otak. Hampir seluruh energi yang dipakai otak digunakan untuk mengurusi masalah lain selain berpikir. Walau begitu, ada kemungkinan kalau rendahnya kadar glukosa juga menyebabkan lambannya berpikir karena otak kekurangan energi. Menurut saya, dari sinilah hubungan lari dan kecerdasan dapat ditarik. Hubungannya bersifat negatif, semakin lama kita berlari, kita semakin sulit berpikir.
Untuk mencegah tubuh membakar terlalu banyak glukosa saat berlari, tubuh mengeluarkan asam laktat. Asam laktat membuat kita lelah dan segera berhenti berlari. Dalam pelajaran biologi, asam laktat sering disebut asam lelah karena jika kaki capek dan pegal, itu tandanya produksi asam laktat dalam otot cukup tinggi.
3. Tentang Cheetah
Cheetah (macan tutul Afrika) adalah makhluk darat tercepat yang bisa berlari. Angka pastinya saya lupa (googling deh, Mon ;D ). Yang jelas, Cheetah seperti halnya manusia juga gak bisa lari terus-terusan. Sekali lari mengejar mangsa, jarak terjauh yang bisa ditempuh cheetah sekitar 500-an meter. Di atas jarak itu, cheetah harus berhenti berlari atau paru-parunya akan gosong karena panas dan jantungnya meledak karena aliran darah yang kencang. Yang membuat cheetah bisa berlari kencang adalah tubung cheetah sangat aerodinamis. Tubuh yang langsing, dll membantu kecepatan larinya yang mengagumkan. Juga teknik berlarinya yang unik: saat berlari, dia hanya menjejakan satu kaki ke tanah dan mengangkat ketiga kaki lainnya secara bergantian.
4. Tentang latihan lari bagi para atlet
Bgaimanapun, otot manusia bisa dilatih. Dengan latihan yang rutin, otot trisep (yg ada di betis) akan kuat. atlit-atlit lari marathon biasanya memiliki otot trisep yg kuat agar mereka bisa lari lama. biasanya betis mereka kecil dan kokoh. cara kerja otot ini adalah memendek dan memanjang. untuk atlet-atlet lari jarak pendek, yang mereka perlukan bukanlah otot trisep yg kuat, tapi otot quadrisep (di paha) yang kuat. otot kuadrisep ini bekerja dengan berkonstraksi dan memanjang. otot ini bisa bekerja dengan cepat namun cepat lelah. atlit lari jarak pendek hanya perlu bergerak dalam waktu singkat untuk tempo yang gak lama (jarak yg ditempuh sedikit). makanya otot-otot paha mereka kekar-kekar. dan otot paha lah yg mereka latih.
5. Dan tentang pemanasan
Bagi manusia "normal" yg otot-otot kakinya kecil, sebelum lari, proses pemanasan memang diperlukan. Ini agar otot terbiasa dengan peningkatan volume dan kandungan gula darah. Jadi otot gak serta-merta mengeluarkan asam laktat yang menjadi penyebab timbulnya kejang-kejang.
Cheetah gak perlu melakukan hal ini karena sistem fisiologi mereka sudah mendukung hal ini: otot paha yang kuat (agar bisa berlari dalam tempo singkat untuk jarak pendek), lubang hidung yg besar untuk menangkap oksigen banyak-banyak, jantung yang kuat, hati yang besar (untuk mengolah glukosa), nadi yang tebal, paru-paru yang bisa mengembang dg cepat dan besar. Intinya, sistem fisiologi cheetah sudah mendukung buat metabolsime lari cepat. sedangkan sistem fisiologi manusia gak mendukung hal tersebut.
Disclaimer: pengetahuan biologi saya mentok pas kelas 3 SMA beberapa tahun lalu ditambah beberapa buku sains populer yg gak rutin dibaca. kesalahan fakta dan data bisa saja terjadi ;D
sekarang, tretnya udah bisa digembok? :ninja:
klo gw gak percaya teori evolusi, gimana jawabannya?
takdir?
terus bagaimanan situh bisa menjelaskan ttg benda yg jatuh ke bawah? lampu yg menyala? semua juga karena takdir? kalau begitu kenapa situh masih bertanya di forum OSTS jika semua jwabannya sudah bakal jelas: karena takdir ;D
dan buat apa juga repot2 mengenyam pendidikan sekolah formal? :ngopi:
owning.
no body survived against rumus.
Itu jawaban rumus panjang lho, sampe bahas atlet juga ::ngakak2::
Teori evolusi sama gaya gravitasi bumi emang sama, mus? Yang apel jatuh itu bukan gravitasi?
kalau mau jawaban maksa, gravitasi bumi sangat menentukan jalan sejarah evolusi. bipedalisme manusia sangat dipengaruhi gravitasi. Naik saja besar gaya gravitasi bumi dari yg sekarang (1G) menjadi lebih dr 1G (ukuran bumi misalnya segede jupiter) atau lebih kecil dr 1G (bumi segede pluto), maka sejarah evolusi akan berubah drastis dalam hal bentuk organ makhluk hidup.
namun, kaitannya penyebutan saya ttg gravitasi dan listrik di jawaban sebelumnya adalah masalah lain. hanya untuk menjelaskan bahwa orang yg gak percaya evolusi hanya karena masih berupa "teori" (ada miskonsepsi besar karena terpengaruh hasutan beberapa oknum) sama saja dengan orang yg gak percaya kepada sains. jadi buat apa repot-repot sekolah. Hanya karena evolusi meneliti "benda bergerak" yang disebut makhluk hidup, maka seolah evolusi sudah menempuh jalah "yang tidak diridhoi". Padahal kenyataannya, evolusi adalah alat sains murni. Sebagaimana ilmu sains lain, dia netral terhadap keyakinan apapun baik atheis maupun theis.
Jika kita menghindari penjelasan ttg mekanisme makhluk hidup oleh sains dan semuanya digerakan oleh "takdir", mengapa kita masih mengatakan bahwa benda jatuh itu karena gravitasi bukan oleh "takdir"? mengapa kita masih mengatakan bahwa proses terjadinya hujan karena penguapan-pengembunan bukan karena "takdir"? bahwa proses kelahiran bayi itu karena bertemunya sel jantan-betina yg menjadi zigot/embrio bukan karena "takdir"? mengapa masih mau membeli obat jika sakit, bukannya menunggu "takdir" saja?
See? sains itu sangat netral, sebagaimana sifatnya yg empiris, keobjektifitasan sains ga dipengaruhi penafsiran kelompok tertentu :D
Ah, jadi OOT jadinya. tapi jawaban saya sudah final untuk tret ini :cengir:
gila....jawaban rumus mantep banget ::up::
subhanallah allahuakbar
thread close
Cuma mau berdoa semoga mona gak depresi ::hihi::
mona stres karena kalah telak lalu mengalihkan dengan masalah takdir.
lalu rumus rada ngambek karena sanggahan mona terkait takdir lalu
Posted via Mobile Device
intinya mona ngga puas dengan jawaban umus
umus juga ngga suka kalau jawabanya kurang memuaskan para pembacanya
inilah bedanya google dan rumus , kalau google ngga bisa ngambek ::ngaciiiiiiiiiiir::
saya gak ngambek kok. cuman males nerangin kalo org dah mandeg dg mndset kalo evolusi itu bertentangan dg ketuhanan tanpa ngerti apa sebenernya evolusi itu :ninja:
hebat juga ya dari topik fore play bisa nyambung ke evolusi
gara2 rumus tuh, jadi OOT, padahal nerangin soal otot n organ dalem aja cukup.
rumus kalo dah marah ngeri :gemetar:, ngumpatnya pake bahasa sains ;D
Marilah kita foreplay rame2 supaya bisa berevolusi lagi:D
^ mau jadi trio macan setelah menjadi primata skrg, Ju? ;D