kata 'dayak' adalah sebutan yg general bagi penduduk asli tradisional Kalimantan. Padahal yg sering disebut sbg 'dayak' itu sebenernya terdiri dr berbagai suku yg sama sekali berbeda budaya, bahasa, dan adatnya. Tapi sama-sama di Kalimantan sih
Printable View
kata 'dayak' adalah sebutan yg general bagi penduduk asli tradisional Kalimantan. Padahal yg sering disebut sbg 'dayak' itu sebenernya terdiri dr berbagai suku yg sama sekali berbeda budaya, bahasa, dan adatnya. Tapi sama-sama di Kalimantan sih
Hmmm ini sampe berurusan ama suku dayak aslinya.
soalnya kawan saya ini lumayan 'peka' ama soal okultisme gitu2an deh.
ada aja anak buahnya yang 'digangguin' pas ngerjain project bikin politeknik itu.
*makanya dalam tim dia, dia terpaksa milih anggotanya cowok semua.
ini nih.. garagara ini, gw ga diterima ama bosnya :))
padahal mayan kalau dapat kontrak 2x periode masa pemilu wagub.
curcol gajebo.. =))
------------------
ok kembali ke masalah jembatan
kalau gini anggarannya tetep pake anggaran daerah kan ya?
yang bertanggung jawab siapa?
tetep kontraktornya kah?
kemarin sudah baca di status sahabatku
sedih membacanya .. :(
sudahkah ditemukan semua korban, belum?
do'a mah gak penting... mentahnya aja X_XQuote:
Originally Posted by nerissa
kalau gak salah baca di tipi, butuh waktu 2minggu buat nyari korban, cmiiw..bun..
Percaya atau gak, rumusnya udah baku cta, proyek fisik : 60persen (itu aja udah termasuk biaya lelang), yang 40persen bagi2...
Kalau proyek non fisik, maksimal cash back 20persen... Jadi realnya cuma 80persen. Itu masih kesunat di panitia yang ecek2...
---------- Post added at 05:32 AM ---------- Previous post was at 05:29 AM ----------
gaungnya ni berita kurang santer ya? Biasanya langsung dimana2 kedengeran ni berita..
Klenik dimana aja masih kesangkut sih, apalagi masalah panggede gitu.. Boro2 pejebet, lha wong di level kroco2 aja banyak yang kena kok. Apalagi kalau mau sok idealis, pasti dikirimin aneh2... Berlindung sama allah swt aja deh.. Insyaallah aman...
katanya ada bis juga yang terjerumus ke sungai ya?
wih
gimana nyarinya tuh..tinggal tunggu mayat mengambang dah :(
waaaaahhhh..... makin runyam aja masalah di negeri ini... ::nangis::
kalau masalah mark up di departemen, maupun didaerah itu mah masalah budaya yang kotor yang ada di republik ini. Walau SBY bilang saya paling depan memberantas, saya pikir ******** doang, wong di jajaran partainya juga para pemain.
---------- Post added at 01:24 PM ---------- Previous post was at 01:19 PM ----------
kalau saya sih melihatnya kayak nganggap enteng, lha maintenance jembatan canggih gini kan seharusnya melibatkan dan kontraktornya expert banget, yang mungkin bisa di indonesia palingan hanya VSL , Freysinet ame Dwidag
pengen tau...kalau bikin jembatan biasa aja, gak kayak sekarang...kira2 bsia gak?
Kan yang menjadi kendala itu sungainya dipakai untuk lalu-lintas batu bara, logging kayu, wisata dlsb, dimana butuh clearance vertikal tertentu dan lebar tertentu. btw sebenernya jembatan seperti itu biasa kok, udah banyak banget, tapi di luar, walau kontraktornya lokal. barangnya , terutama kabelnya kan dari luar juga , supervisi luar juga. ini kan masalah kecerobohan, sesuatu bangunan kalau diperlakukan ceroboh, bisa collapse juga.
jembatan seperti itu kabelnya paling dari austria (VSL), Swedia (Dwidag) atau Freyssinet (prancis), seharusnya yang menangani perbaikan itu ada koordinasi dengan mereka sesuai dg pengalamannya, tapi kok gak ada bulenya. (krn pengalaman kita belum ada)
btw denger2 material besi aja impor dari cina
mutunya gimana tuh?
soalnya barang2 yang dari cina kita tahu sendiri mutunya abal2. %heh
gak jauh2 kyk kualitas hp china. Hehe
gak semua produk china itu jelek, buktinya hampir semua produk barat diproduksi di china... tergantung pesanan, mau yg bagus ada yg jelek juga ada, yg gak ada itu yg murah tapi bagus.
---------- Post added at 12:13 PM ---------- Previous post was at 12:08 PM ----------
lebih baik daripada menfitnah Tuhan.... :
Spoiler for fitnah:
Jembatan Mahakam
(atau Jembatan Mahkota I) adalah sebuah jembatan yang dibangun di atas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan tersebut sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar kota Samarinda.[2] Jembatan Mahakam dibangun pada tahun 1987 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto. Jembatan Mahakam memiliki ciri-ciri rangka baja berbentuk segitiga dan tulisan "JEMBATAN MAHAKAM" berbentuk setengah lingkaran. Jembatan dibangun dengan biaya konstruksi Rp7 miliar oleh kontraktor PT Hutama Karya (Persero) dengan panjang 400 meter, lebar 10 meter dan tinggi sekitar 5 meter di atas permukaan aspal. Jembatan ini memiliki lajur pejalan kaki di sampingnya[1].
Perkembangan
Pada tahun-tahun setelah peresmian Jembatan Mahakam, Jembatan Mahakam adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan daerah Mahakam bagian utara dan Mahakam bagian selatan. Kurang lebih 20 tahun jembatan Mahakam menjadi penghubung antara Samarinda Seberang dengan Samarinda Kota, Pemerintah Kota Samarinda mulai membangun dua jembatan untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di Jembatan Mahakam. Dua jembatan itu adalah jembatan Mahakam Ulu atau Mahulu (dibangun di Kelurahan Sengkotek) dan jembatan Mahkota II (dibangun di Palaran).
Terancam roboh
Sejak dibangun dan diresmikan pada tahun 1987, konstruksi Jembatan Mahakam semakin menurun karena perkembangan Kota Samarinda yang berakibat pada banyaknya kendaraan-kendaraan (baik dari dalam maupun luar kota) yang melewati Jembatan Mahakam karena lebih dekat menuju pusat kota Samarinda meskipun sudah dibangun jembatan alternatif, yaitu Jembatan Mahakam Ulu. Jembatan Mahakam semakin terancam untuk roboh ketika pada tanggal 23 Januari 2010 tiang jembatan ditabrak oleh sebuah ponton batubara[3] meskipun jembatan ini tercatat 6 kali ditabrak ponton.[1] Namun, tabrakan oleh ponton tersebut menjadi sorotan dan perhatian besar karena kondisi konstruksi Jembatan Mahakam yang semakin menurun..
Jembatan Mahakam Rawan Ambruk, Pemprov Kaltim Lapor Menteri PU
Samarinda - Minggu, 27/09/2009 19:58 WIB
Pilar ketiga Jembatan Mahakam di kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mengalami keretakan. Kondisi tersebut menjadikan Jembatan Mahakam yang dibangun tahun 1980-an silam melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu rawan ambruk mengingat beban berat kendaraan yang melintas terus bertambah.
"Jembatan Mahakam sangat rawan dan bisa saja ambruk. Tapi tentu kita sangat tidak menginginkan itu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Provinsi Kaltim Husinsyah ketika berbincang dengan detikcom, Minggu (27/9/2009) malam.
Sebagai antisipasi agar keretakan tidak terus berlanjut dan terjadi di pilar lainnya, Pemprov Kaltim telah mendanai perbaikan seadanya jembatan milik negara tersebut. Menurut Husinysah, kondisi tersebut telah dilaporkan ke Menteri Pekerjaan Umum.
"Baru-baru ini, atas nama Pemprov Kaltim melaporkan ke Menteri," ujar Husinsyah.
Keretakan pilar ketiga tersebut dinilai sangat mempengaruhi kekuatan jembatan. Setiap harinya di bawah jembatan itu dilalui ponton bermuatan batu bara mengikuti alur Sungai Mahakam. Sementara di lajur jembatan seringkali dilalui kendaraan berat seperti trailer.
"Keretakan pilar itu juga diakibatkan ponton yang pernah menabraknya tahun 2008 lalu," tambah Husinsyah.
Kekhawatiran Pemprov Kaltim cukup beralasan. Terlebih lagi pada jam sibuk pada pagi dan sore hari seringkali terjadi kemacetan di atas Jembatan Mahakam dengan beban kapasitas jembatan hingga 20 ton.
"Sangat rawan kalau terjadi kemacetan sehingga mengakibatkan penumpukan ratusan kendaraan. Ya itu tadi karena pilar retak. Kalau lancar-lancar saja sih tidak masalah," terang Husinsyah.
Jembatan Mahakam sepanjang 400 meter itu dibangun di atas alur Sungai Mahakam yang menghubungkan kawasan Samarinda kota dengan wilayah kecamatan Samarinda Seberang. Jembatan tersebut sangat vital bagi pengguna kendaraan sebagai jalur keluar masuk kendaraan dari dan menuju luar kota Samarinda.
Meski Pemprov Kaltim telah membangun Jembatan Mahkota II melalui APBD Provinsi Kaltim sebagai akses alternatif, namun masih sepi dilalui kendaraan lantaran lokasinya yang jauh dari Jembatan Mahakam. "Saat ini masih kita dorong minat masyarakat untuk melalui jembatan itu," tutur Husinsyah.
Sementara Kasat Lantas Poltabes Samarinda AKP Handoko ketika dikonfirmasi detikcom mengakui kepadatan kendaraan di Jembatan Mahakam. Sistem buka tutup direncanakan akan diberlakukan pada tanggal 1 Oktober 2009 mendatang untuk mengurangi risiko jembatan ambruk sekaligus kemacetan saat melintas di jembatan tersebut.
"Saat jembatan dibuka tutup, kita alihkan kendaraan dari dan menuju Samarinda ke Jembatan Mahkota II. Ini demi keselamatan kita bersama," kata Handoko. sumber
Menarik juga apa yng dicermati oleh pak Suratman (pakar konstruksi) di Metrotv kemaren mlmQuote:
Originally Posted by sahabat
Katanya:
klo dibilang pondasinya sering ditumbur ponton, faktanya masih kokoh (tdk ada pergeseran)
klo dibilang tiang penyangga utama yng bermasalah, buktinya masih tegak berdiri
dan tidak terlihat ada deformasi.
Klo dibilang, mungkin gelagar/rangka batang jembatan yng keropos atau patah
Buktinya tdk ada tanda2 meleyot/bengkok, jatuhnya utuh aja
Klo dibilang mungkin sling/tali bentang utama yng fatiq, buktinya masih utuh terpasang
Kemungkinan terbesarnya adalah ... sling/skur (tali penyangga ) ada yng putus dan
tali penyangga yng ada disamping kiri/kanannya tdk kuat menahan.
Pertanyaan selanjutnya, kenapa tali penyangga itu sampai putus?
klo saat itu dibilang ada perawatan/perbaikan, bagian manakah yng diperbaiki?
saran pak suratman, investigasi agar difokuskan ke sling/skur tali penyangga.
pengelola tidak berfikir panjang perkembangan daerah yg semakin lama semakin berkembang, awal yg lalu lalang cuma mbecak.. nah sekarang yg lalu lalang container.. berat mbecak sama container kan jauuuhhhh bgt berbeda :cilukba: (berarti pengelola menganggap enteng negara tercinta ini) ::arg!::
note: 27/09/2009 19:58 WIB sudah ketauan.. knp gak di antisipasi :piso: