jangan lupa ada yang namanya biaya transport.
lihat sendiri dari sabang sampai merauke harga premium/solar subsidi sama semua, trus biaya tranportasi untuk distribusinya dari mana? nah itu yang disubsidi
Printable View
sebenarnya kalau mau serius urusan bahan bakar, kita bisa gunakan gas alam kita yang melimpah ruah. berani ga kita melakukan perjanjian ulang dengan cina yang beli gas kita luar biasa murahnya?
indonesia -dengan pemimpinnya yang arrghhh-? duh skeptisssss... coba berani ga? gebrak dong?
*stres sendiri*
Biaya produksi di nota keuangan ga menjelaskan komponen biaya itu meliputi apa aja, apa distribusi termasuk atau tidak. Tapi untuk sekarang ini pemerintah memang jelas mensubsidi, harga minyak dunia kan mahal. Untuk mengurangi anggaran wajarnya dinaikkan sampai Rp5000, jadi pemerintah tetap memberikan subsidi pemerintah. Tapi pemerintah sekarang ga mau juga menaikkan, alasan politis dan menghindari gejolak sosial.
Perjanjian ulang? mana pemerintah berani, rezim yang saat ini kan punya ketergantungan khusus dengan China
hahhhh....*menarik nafas dalam dan panjang..........
^^
bu aya kalau butuh nafas buatan ada om ancuur yang siap kasih CPR::hihi::
wakakaka... Maksudnya teh, hopeless gitu...saking udah kebangetannya.... Sampai2 hanya bisa narik napas panjang....