^ tambahin kasino sekalian. advertise ke luar negri. dateng para penjudi. dapet devisa dari 'turis', dapet pajak dari hasil lokalisasi. hm.... ::cabul::
Printable View
^ tambahin kasino sekalian. advertise ke luar negri. dateng para penjudi. dapet devisa dari 'turis', dapet pajak dari hasil lokalisasi. hm.... ::cabul::
[MENTION=379]second_life[/MENTION]
yaah, paling tidak permasalahan dibawah solved
1. tdk berada di lingkungan padat penduduk
2. mudah kontrolnya
diluar itu ilegal = harus dicekal (kata [MENTION=63]ishaputra[/MENTION])
halah..halah, jauh2 mpe nusakambangan.
sebelahnya juga ada pulau gitu loh,
lengkap dengan infrastruktur jembatan masih kimpling, aspal blacktop semulus Syahrini,
lahan judi sapi balap juga ada kyk matador di pilem2 eropah,
kicker-ny neh:....ramuan Jamu galian rapat yang legendaris kearifan lokal juga ada...::ngakak2::::ngakak2::::ngakak2::
servis klakson kok yho jauh-jauh...
ah jojox, lupa saya kalo sesepuh servis klakson KM aktif lagi. Pulau mana si yang di sebelah? Jangan2 elu lagi manajernya.
Kayaknya jembatan suramadu..pulau yg dimaksud pulau madura
.
:
Dg tdk menutup mata atas kesulitan ekonomi yg dialami penduduk kawasan dolly..saya setuju dg langkah bu risma.
-Gasim Shahab(user FB wrote):
'Nurani' melarang adanya zina dalam bentuk apapun karena untuk menjaga wanita, karena di dunia ada 3 yang menggoda laki2, harta tahta dan wanita..jadi untuk menjaga harga diri wanita maka dilarang berzina, karena yg paling dirugikan adalah wanita, anda laki2 apa yg bisa membekas? Tidak ada, tp wanita? Keperawanan hilang, naudzubillah bila hamil..Bayangkan itu terjadi di adik perempuan anda atau saudara anda atau siapapun yg ada disekitar anda mas/mbak..berpikirlah lebih dewasa, coba selami hati(nurani) lebih dalam..kalau mau "membayar" wanita tersebut, nikahilah, ada mahar, maka itu lebih baik buat anda, dan membuat anda bertanggung jawab untuk wanita tersebut karena keterikatan anda dan sumpah anda ke 'tuhan'.
Adriano Rusfi
Persoalan prostitusi bukanlah persoalan
tekanan ekonomi, rendahnya keterampilan,
sempitnya lapangan kerja atau tingginya biaya
hidup. Itu semua hanyalah pemicu, bukan
penyebab. Hidup ini sungguh sangat lapang
bagi yang berusaha.
Persoalan prostitusi adalah persoalan sikap
mental yang terlanjur menikmati keuntungan
besar dengan ikhtiar seadanya. Sayangnya,
keuntungan semacam itu cepat menguapnya,
sehingga tak ada yang makmur lewat prostitusi
Mari kita bantu mengubah sikap-mental
saudari-saudari kita. Lihatlah, mereka menutup
wajah-wajahnya dari liputan media. Mereka
malu dengan profesi dan sikap mental mereka
sendiri.
Adriano Rusfi
Persoalan prostitusi bukanlah persoalan
tekanan ekonomi, rendahnya keterampilan,
sempitnya lapangan kerja atau tingginya biaya
hidup. Itu semua hanyalah pemicu, bukan
penyebab. Hidup ini sungguh sangat lapang
bagi yang berusaha.
Persoalan prostitusi adalah persoalan sikap
mental yang terlanjur menikmati keuntungan
besar dengan ikhtiar seadanya. Sayangnya,
keuntungan semacam itu cepat menguapnya,
sehingga tak ada yang makmur lewat prostitusi
Mari kita bantu mengubah sikap-mental
saudari-saudari kita. Lihatlah, mereka menutup
wajah-wajahnya dari liputan media. Mereka
malu dengan profesi dan sikap mental mereka
sendiri.
Adriano Rusfi
Persoalan prostitusi bukanlah persoalan
tekanan ekonomi, rendahnya keterampilan,
sempitnya lapangan kerja atau tingginya biaya
hidup. Itu semua hanyalah pemicu, bukan
penyebab. Hidup ini sungguh sangat lapang
bagi yang berusaha.
Persoalan prostitusi adalah persoalan sikap
mental yang terlanjur menikmati keuntungan
besar dengan ikhtiar seadanya. Sayangnya,
keuntungan semacam itu cepat menguapnya,
sehingga tak ada yang makmur lewat prostitusi
Mari kita bantu mengubah sikap-mental
saudari-saudari kita. Lihatlah, mereka menutup
wajah-wajahnya dari liputan media. Mereka
malu dengan profesi dan sikap mental mereka
sendiri.