politik pencitraan
:run:
Printable View
politik pencitraan
:run:
yah, anggap ajah masuk inpotemen Kabar-Kabari sbg pemanasan buat inpotemen holiwud. Takut yg terakhir gak kesampeian, yg kedua kesampean :ninja:
Bsk menang award mana lagi nih agnes
Kemarin Minggu (15/5), Neng Agnes masuk koran Tempo buat wawancara mengenai "goes interational"-nya itu. berikut kutipannya :D
AGNES MONICA, PENYANYI: KEKURANGAN SAYA TERLALU PERFEKSIONIS
Spoiler for foto:
Jalan goes international yang sudah lama dica nangkan diva penyanyi Indonesia, Agnes Monica, makin terbentang. Setelah tampil sebagai host di karpet merah American Music Awards tahun lalu, ia meneken kontrak dengan Sony/ATV Music Publishing untuk membuat album berbahasa Inggris yang direkam di London, Inggris, dan Los Angeles, Amerika Serikat. Selagi Agnes mengerjakan album internasionalnya ini, pihak manajemen penyanyi Amerika, Michael Bolton, mengajaknya berduet melantunkan Said I Loved You but I Lied. Duet itu termasuk dalam album kompilasi Michael Bolton yang dikabarkan akan dirilis pertengahan tahun ini.
Kabar terakhir, penyanyi yang baru saja mendulang hit lewat lagu Paralyzed di album Agnes Is My Name (2011) ini menerima tujuh penghargaan dalam JpopAsia Music Awards (2010), yakni Artis Favorit, Penyanyi Wanita Solo Terbaik, Artis Paling Menjanjikan, Artis dengan Kemampuan Bermusik Terbaik, Penyanyi Wanita Terseksi, Artis Wanita yang Paling Diinginkan Dipacari, dan Yang Terbaik Menggunakan Jejaring Sosial. Penghargaan ini sebenarnya mengejutkannya."Tiba-tiba, saat mau vote lagi, namaku enggak ada,"kata Agnes.
Ia berbicara panjang tentang pikiran-pikirannya, kehidupan sosialnya yang terampas demi mencapai target-target hidupnya. Ia tetap semangat bercerita kendati masih kelelahan lantaran baru saja mendarat di Jakarta setelah bernyanyi di Medan.
Meski wajahnya terlihat lelah dan tidak berdandan--saat itu hanya mengenakan celana training dan T-shirt--ia tetap memperlihatkan pesonanya yang cantik dan cerdas.
"Perempuan mau secantik apa, kalau bodoh, ya, tidak kelihatan cantik," katanya kepada Istiqomatul Hayati, Nieke Indrietta, Cheta Nilawaty, dan fotografer Wisnu dari Tempo di Restoran Kayangan,Wisma Nusantara I, Jakarta Pusat, Selasa dua pekan lalu. Lantaran tidak berdandan pula, Agnes menolak difoto.
Bagaimana Anda mengetahui menang di JpopAsia Music Awards?
Aku tahunya bukan dari manajemen ataupun Jpop. Itu dari fan aku. Ada dua sampai tiga fan aku yang menulis di Twitter, "Do you know you got five categories?" Mungkin dari Twitter jadi public time line. Jadi orang-orang bisa lihat pada akhirnya banyak orang yang vote aku. Pada saat itu, aku ada di Amerika, lagi berfokus pada proyek yang lain.Ya, udah, aku lihat di Twitter, aku retweet. Lalu aku berfokus ke yang lain, aku benar-benar enggak mikir masalah itu.
Bagaimana proses penentuan juaranya?
Pada first round itu ada seratus orang yang disusutkan menjadi 12 atau semifinal.Tiba-tiba aku dikasih tahu,"Nes, congratulation, ya. Kamu masuk." Pada saat lihat rank-nya, aku nomor satu di Jpop. Jadi ada popularity rank pop. Pada saat mau mem-vote lagi, tiba-tiba namaku enggak ada. Fan aku pada protes. Akhirnya, pada saat aku dicoret, aku juga enggak terlalu pedulikan. Saat aku scrolled Twitter, pihak Jpopnya mengklarifikasi bahwa mereka sempat mencoret namaku karena aku bukan warga negara Jepang, Cina, atau Korea. Andalannya, ya, tiga negara itu.
Penggemar-penggemar aku protes. "Kalau begitu, kenapa dari awal masih dimasukin."Ini seperti membingungkan orang, kayak menipu. Aku enggak mau banyak komentar. Puji Tuhan, aku punya fan yang luar biasa dedicated dan sangat support aku, dan akhirnya pihak Jpopnya sadar, "Oh ya, ini kan ngomongin Asia International Artist Award." Seharusnya, ya, di Asia dan artis internasional.
Mereka memasukkan nama Anda lagi sesudahnya?
Ya. Akhirnya namaku dimasukkan lagi di delapan kategori, yang tadinya lima. Tapi lucunya lagi, yang bikin aku gelenggeleng kepala, aku dimasukkan di delapan kategori tiga hari sebelum voting-nya ditutup. Sementara itu, (pemilihan) sudah berjalan dua bulan atau berapa bulan. Ya, udah-lah, setidaknya namaku sudah masuk aja. Aku enggak marah, tapi lucu. Ini gimana, sih. Aku bisa memahami kemarahan mereka (fan).
Akhirnya aku didukung sama media-media dan fan.
Ada penggemar di luar ASEAN?
Kan aku pernah manggung di Amerika bersama Christian Chavez. Ternyata banyak fan aku dari Amerika Latin, orangorang luar, terutama dari Brasil, Meksiko, dan Portugal, yang memang mereka itu fan berat Chavez. Waktu kami berdua performance itu jadi headline.
Waktu itu aku ingat banget, pada saat American Music Awards itu, follower aku bertambah 10 ribu dalam satu hari. Mereka menggunakan bahasa yang aku tidak ngerti. Bahasa Spanyol.
Anyway, mereka send message ke Twitter aku, ke website aku, yang menyatakan siap mendukung aku. Aku sudah cukup happy, karena buat aku, untuk masuk ke delapan kategori dan dalam waktu tiga hari itu sudah achievement. Knowing that I have fans support me buat aku sudah kemenangan sendiri.
Akan ada seremoni penyerahan penghargaan?
Aku belum tahu. Aku baru mendarat (dari Medan), jadi aku sama sekali belum nanya sama kakak aku atau manajemen aku.
Bagaimana ceritanya diajak Michael Bolton?
Aku di bawah Sony US Publishing. Mereka tahu aku. Mereka menghubungi manajemen aku, bilang ingin kerja sama album duetnya Michael. Ya, sudah, aku ketemu. Dia awalnya cerita-cerita. Dia bilang suka beberapa lagu aku dan bilang suka dengan performance aku. Aku kan ada buku portofolio, ternyata dia dikasih oleh orang Sony. Dia bilang suka sama karier aku. Aku juga cerita kakakku yang suka sama dia.
Berapa lama Anda di Amerika untuk mengerjakan proyek duet ini?
Sebenarnya aku sudah di Los Angeles untuk mengerjakan proyek aku sendiri. Orang sana tahu aku di sana. Michael menghubungi tepat pada waktunya. Jadi semua kejadian aku bikin klip video sama dia pun spontan.
Kapan album Michael Bolton ini keluar?
Kalau enggak salah, keluarnya Juni. Juni apa Juli, ya?
Apa arti pencapaian ini bagi Anda?
Aku diajarin sama mami aku, kalau award itu bukan tujuan. Award itu of course significant tapi bukan yang utama. Award itu hanya dampak dari karya yang aku buat.
Sepertinya Anda selalu punya target dalam hidup?
Ya. Aku belajar makin ekstrem waktu mau kuliah. Aku mulai targetkan diri sendiri, misalnya aku mau IP (indeks prestasi) enggak boleh di bawah 3,7. Dan memang aku jalani. IPK (indeks prestasi kumulatif) aku 3,65. Itu bukan untuk sombong-sombongan tapi mendisiplinkan diri, membiasakan diri untuk suatu target. Buat aku itu penting. Kalau misalnya kita target sepuluh, dapatnya sembilan. Tapi, kalau enggak ada target, kita, ya, biasa-biasa saja. Sementara itu, kalau kita target sepuluh, dapatnya enam, waduh, apa yang salah, ya. Dan mau enggak mau, secara logika kita akan mencari apa yang kurang. Enggak ada alasan, walaupun aku sibuk syuting, sibuk nyanyi sampai pagi, yang namanya belajar, ya, harus belajar. Misalnya, lagi break syuting, aku pasti belajar. Orang lokasi tahu aku bawa-bawa laptop, iPad. Sebenarnya itu salah satu cara melatih diri sendiri, biar aku terbiasa dengan pola hidup sendiri.
Anda tidak pernah merasa lelah?
Karena aku orangnya ekstrem, mukanya capek banget, tapi enggak berasa. Aku ingat banget, aku mau ujian. Aku pulang syuting dan nyanyi pukul dua pagi. Sebenarnya bahannya sudah kelar, tapi aku enggak bisa. Aku merasa belum 100 persen siap. Aku belajar sampai pukul lima pagi, mencoba tidur lagi, pukul enam pagi bangun. Segar. Aku ujian, dan keluar ujian, aku berasa ngantuk sekali. Sejak itu, Mami, kakakku, mengingatkan, "Ini kalau terus-terusan begitu, enggak ada orang yang ngingetin, akhirnya kamu bisa ambruk." Mami bilang, "Nes, mungkin semangatmu, otakmu, dan energimu masih bisa, tapi yang namanya orang butuh istirahat." Ya, udah, aku kurangi SKS (satuan kredit semester), soalnya aku enggak bisa turunin target.
Bagaimana Anda memutuskan keluar dari kampus dan pindah kuliah jarak jauh?
Waduh, itu sampai berantem sama diri sendiri. Itu keputusan berat. Karena aku itu pada dasarnya senang belajar. Karena waktu, pada akhirnya (alasan) aku memilih mundur dan pindah kampus. Aku ambil Political Science itu juga karena mau ambil S-2-nya Hukum. Aku ingin university yang enggak ecek-ecek. Aku penggemar Obama. Dia dulu Political Science. Ternyata (ilmu politik) bukan hanya belajar politik, negara, tapi belajar konsep itself, everything. Belajar demokrasi.
Anda tertarik belajar ilmu hukum apa?
Belum tahu. Tapi ada kemungkinan hukum internasional. Buat aku, pendidikan bukan saja formal, bukan saja waktu aku sekolah. Di Hukum itu, aku suka fakta dan berdebat. Aku suka mikir tapi harus berdasarkan fakta. Kalau di Hukum, yang aku suka faktanya jelas tertulis. Tapi juga dibutuhkan, dia harus bisa berdiplomasi mencapai apa yang dia mau.
Apa jawaban diplomatis Anda untuk orang-orang yang membenci Anda?
Enggak jadi masalah. Karena kita enggak bisa memaksa orang suka sama kita. Bahkan orang yang paling baik sedunia pun tetap ada yang tidak suka. Dan semakin aku dewasa, semakin aku ngerti. Untungnya, aku dekat dengan Tuhanku. Artinya, bukan hanya ke gereja doang. Ini yang bisa bikin aku lebih stabil. Aku kan perfect. Kalau di pekerjaan, aku keras. Aku belajar bagaimana mendisiplinkan diri. Aku harus mematikan indra pendengaran dan penglihatan aku dan tetap berfokus pada tujuanku. Kalau acuan kita apa yang orang lain pikir, bisa gila. Kita tahu seberapa enggak konsistennya orang, aku tahu ini crowd people. Hari ini mereka bisa bilang A, tiba-tiba kalau ada sensasi baru, mereka bisa bilang B. Kalau kita mendengarkan mayoritas saja, hancur karier gue. Bukan hanya karier gue yang kena, personal gue juga kena. Itu yang membuat aku memilih acuan yang enggak bisa digoyang-goyang, karena masalah moral pun tergantung sesuatu.
(sambungan)
Siapa yang memberi dorongan saat Anda merasa dibenci?
Selain Tuhan, ya, keluarga. Mami sama kakakku. Pada saat orang-orang tidak mengerti, kadang kita pengin diterima orang. Pada saat lagi difitnah, banyak banget orang yang tidak mengerti tapi sok mengerti dan berasa paling pintar nge-judge orang, tapi kita tahu wawasannya sangat sempit.
Apakah Anda masih sempat hangout dengan teman-teman Anda ke mal, beli sesuatu yang mahal?
Ya, memang enggak ada. Karena aku di kantor. Tapi jujur, aku orangnya enggak brand minded. Kalau aku melihat barang yang bikin aku senang dan bagus, ya, aku beli. Tapi enggak harus mahal, seperti ini. Ini kan celana training doang (dia menunjukkan celana yang dikenakannya). Ini baju kaus. Tapi buat aku nyaman dipakai.
Bagaimana, sih, gaya natural Agnes?
Fashion itu is in yourself. Artinya, ya, even the simplest thing you can style it of, istilahnya cara pakai, cara mix and match in baju. Dengan baju ini, kamu angkat rambut. Yang penting, enak dipakai. Saya enggak ingin terlihat mewah, itu bukan passion, ya. Yang penting, you care yourself.
Apa kekurangan Anda?
Aku terlalu mikir. Aku be perfectionist. Aku pengin lebih cuek sedikit. Ini lagi belajar.
Buku seperti apa yang Anda suka?
Kalau buku, aku lebih suka yang complicated. Kayak buku detektif atau psikologi. Lebih banyak yang nonfiksi. Aku suka Your Best Life Now karya Joel Osteen.
Pria ideal Anda seperti apa?
Yang pertama, takut sama Tuhan. "Cowok idealku gimana, Ko?" (Ia bertanya kepada Steve Muljoto, kakaknya.) Yang kedua, harus pintar dan berwawasan. Karena itu menentukan dia bagaimana menghadapi masalah. Dan harus stabil emotionally.
Dari semua yang kerap digosipkan dengan Anda, mana yang mendekati kriteria itu?
Masalahnya, yang banyak digosipkan itu wartawan yang bikin, jadi gue bingung ngomongnya gimana. Tapi, kalau sekarang gue belum ada gandengan, berarti enggak ada yang punya kriteria seperti itu (tertawa).
_____________________________________________
BIODATA
NAMA:
Agnes Monica
KELAHIRAN:
Jakarta, 1 Juli 1986
ORANG TUA:
Jenny Siswono dan Ricky Muljoto (anak kedua dari dua bersaudara)
PEKERJAAN:
Penyanyi, pemain sinetron, penari, penulis lagu
PENDIDIKAN:
SMP dan SMA Pelita Harapan
Jurusan Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (2006 cuti dan akhirnya berhenti 2009)
Ilmu Politik, Oregon State University (pendidikan jarak jauh, dari 2009--masih berlangsung)
ALBUM:
Si Meong (1992)
Yess! (1995)
Love Them (2001)
And the Story Goes (2003)
Whaddup A..?! (2005)--kolaborasi dengan Keith Martin
Sacredly Agnezious (2009)
Agnes Is My Name (2011)
Album berbahasa Inggris dengan Sony/ATV Music Publishing--rekaman di London dan Los Angeles (2011)
Album kompilasi dengan Michael Bolton--Said I Loved You but I Lied (2011)
SINGLE:
Matahariku (2008)
Godai Aku Lagi (2008)
SINETRON:
Pernikahan Dini (2002)
Cewekku Jutek (2004)
Bunga Perawan (2004)
Cantik (2004)
The Hospital--drama Taiwan bersama Jerry Yan (2005)
Romance in the White House--drama Taiwan bersama Peter Ho (2005)
Ku Tlah Jatuh Cinta (2005)
Pink (2005)
Kawin Muda (2006)
Jelita (2008)
PENGHARGAAN:
Presenter Program Anak Paling Favorit Panasonic Awards (1999 dan 2000)
Aktris Favorit Panasonic Award (2002 dan 2003)
Anugerah Musik Indonesia (2004)--untuk Penyanyi Wanita Solo Terbaik, Tarian Terbaik/Produksi Tekno, dan Duo atau Grup Terbaik dengan Ahmad Dhani
Pendatang Baru Wanita Terbaik--Anugerah Planet Muzik di Singapura (2004)
Penyanyi Wanita Terbaik dan Produksi R&B Terbaik Anugerah Musik Indonesia (2006)
Penyanyi Wanita Terfavorit MTV Indonesia (2006)
Artis Asia Terbaik--Asia Song Festival-Korea (2008, 2009)
Album Pop Terbaik, Penyanyi Wanita Solo Terbaik, Terbaik dari Album Terbaik Anugerah Musik Indonesia (2010)
Artis Favorit, Penyanyi Wanita Solo Terbaik, Artis Paling Menjanjikan, Artis dengan Kemampuan Bermusik Terbaik, Penyanyi Wanita Terseksi, Artis Wanita yang Paling Diinginkan Dipacari, Yang Terbaik Menggunakan Jejaring Sosial JpopAsia Music Awards (2010)
Nugraha Bhakti Musik Indonesia dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan Asosiasi Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Produser Rekaman Musik Indonesia (2011)
__________________________________________________ __________
BBM-an dengan Tuhan
Setiap kali menerima penghargaan, Agnes Monica tak pernah luput mengucapkan rasa syukurnya kepada Tuhan. Penyanyi muda Indonesia ini memang dikenal amat religius. "Aku cukup dekat dengan Tuhan. Aku suka BBM-an sama Tuhan," kata gadis yang berniat melanjutkan pendidikan ke jenjang strata dua setelah menyelesaikan kuliah secara online di Jurusan Ilmu Politik Oregon State University, Amerika Serikat, itu.
Kecintaan kepada Tuhannya inilah, kata Agnes, yang menguatkan dia saat tengah digunjingkan. "Aku bisa tiba-tiba kepikiran negatif. Kalau sudah begitu, aku melihat apa yang sudah Tuhan kasih ke aku," ujar duta MTV Exit itu.
Ia mengatakan tak ingin terlambat mengenal Tuhan. Caranya, mengerjakan apa yang sudah diperintahkan Tuhan. "Percuma kita ke gereja tiap hari, vihara, atau masjid, tapi dalam kenyataan kita bikin orang susah," ujar Agnes.
Karena itu, demi kecintaannya kepada Tuhan, artis yang disebut bertarif termahal sekali tampil itu enggan dibayar jika melakukan kegiatan pelayanan gereja. "Kadang ada persembahan Tuhan. Itu untuk gereja," kata perempuan yang gemar belajar ini. ISTIQOMATUL | NIEKE INDRIETTA | CHETA NILAWATY
KOk saya merasa kasian yah? :ninja:
Agnes gak tau kapan dia bakal diajak ikut acara seremonial penghargaan artis favorit se-ASIA itu--yg pengumumannya cuma via internet. dia juga gak tau kapan album Michael Bolton yg ada duetnya itu akan muncul ::elaugh::
semangat Gnes! :lololol:
itu kog kayak orang gak konsisten ya...bilang aku...bilang gue....
padahal penghargaan favorit se-ASIA itu adalah prestasi Agnes tertinggi.... :-"
*jadi pengen ngadain polling penghargaan yg semua kategori dan opsi pemenangnya Agnes semua, dg judul artis terfavorit se-dunia :lololol:
Kalo beneran Award fiktif yah kasian bener tuh agnes
udah kebanyakan ngomong...go international nya masih tetep kekeuh jalan tuh? :))
Keburu Kangen Band yang Go Go Girls..
Agmon vs Anggun
10 Fakta Prestasi Anggun
Kita semua tahu bahwa Anggun adalah musisi Indonesia yang namanya paling harum di kancah internasional. Tapi sebenarnya apa saja yang sudah diraih Anggun sebagai musisi lokal yang berhasil go international? Ini daftarnya.
1. Anggun adalah artis Indonesia yang albumnya paling banyak terjual di luar negeri. Ia juga merupakan salah satu musisi Asia yang paling laris dieksport. Albumnya terjual sebanyak 3 juta kopi di dunia Barat.
2. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah masuk nominasi French Music Awards, Danish Film Award (untuk kategori Best Soundtrack), dan satu-satunya musisi Indonesia yang pernah tampil di World Music Awards di Monako.
3. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah mendapatkan penghargaan Medal of Arts & Culture Knights dari Kementrian Kebudayaan Perancis.
4. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia sekaligus artis yang beragama Islam yang pernah bertemu dan menyanyi di hadapan mendiang Paus John Paul II.
5. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah merilis albumnya di Amerika Serikat dan tampil di acara televisi ternama seperti The Rosie O'Donnell Show.
6. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah mengisi soundtrack film Hollywood ("Transporter II"). Film ini kemudian meraih posisi nomor satu di box office Amerika Serikat.
7. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang memiliki lagu hits nomor 1 di Perancis, Belgia, Swiss, Portugal, Spanyol, Italia, dan Indonesia.
8. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah tampil bersama sejumlah musisi internasional papan atas seperti Julio Iglesias, Bryan Adams, Pras dari The Fugees, dan Michael Bolton.
9. Anggun adalah satu-satunya artis Indonesia yang pernah dikontak PBB untuk menjadi juru bicara. Selain pernah jadi duta di bidang kredit mikro, Anggun kini menjabat sebagai juru bicara PBB untuk masalah kelaparan.
10. Ban Ki Moon (Sekjen PBB) secara pribadi menulis surat kepada Anggun, mengundangnya untuk datang ke New York menghadiri acara The World's Leader Forum
Anggun benar-benar ngga NATO :)
lain lah levelnya
halah. jangan samakan anggun dengan Agmon.
gak level gitu lohhhhhhhhhhhhhhh
^ kta gak bandngn levelnya, tap bandingin omongan vs tindakan :ninja: