Astaga, saya tak tahu, darimana Anda menemukan sumber penjelasan teori Big Bang yang aneh ini. Anda membuat teori Big Bang versi Anda sendiri ya?
Teori Big Bang dibuat dengan dua asumsi utama: Universalitas hukum-hukum fisika, dan Prinsip kosmologi. Itu sebabnya gak pernah ada istilah "pusat ledakan", ujung satu lebih dingin drpd titik sekitar pusat ledakan.
Menurut Teori Big Bang, alam semesta awal tersusun dari plasma panas foton, electron dan baryon. Foton secara tetap berinteraksi dengan plasma lewat penyebaran Thomson. Saat alam semesta mengembang, pendinginan adiabatic menyebabkan plasma mendingin hingga membuat electron dapat bergabung dengan proton dan membentuk atom hydrogen. Ini terjadi pada suhu sekitar 3000 K. Pada point ini, foton terlempar dari atom yang sekarang telah menjadi netral dan mulai bergerak bebas di angkasa. Proses ini disebut rekombinasi atau dekopel (melihat pada penggabungan electron dengan nucleus dan pada pendekopelan materi dan radiasi).
Big Bang di awal pasti memiliki suhu yang amat tinggi bahkan bisa dikatakan tak terhingga (singularitas) namun seiring pemuaian ruang-waktu maka suhunya akan menurun. Karena alam semesta merupakan sistem tertutup, homogen, dan isotropik, jika terjadi sisa "ledakan" di suatu saat di tempat lampau, maka akan menciptakan suatu kesetimbangan termal benda hitam (black body) yang seragam di alam setiap pelosok alam semesta.
Benda hitam merupakan suatu idealisasi sistem tertutup yang memiliki kesetimbangan termal dengan distribusi intensitas radiasi berbentuk unik dan universal serta hanya bergantung pada temperatur sistem. Di dalam termodinamika, salah satu cabang fisika yang banyak membahas hubungan antara temperatur dan sifat suatu zat, dikenal hukum Wien yang menyatakan bahwa untuk distribusi radiasi benda hitam perkalian antara panjang gelombang radiasi berintensitas maksimum dengan temperaturnya ekivalen dengan bilangan 0,3. Pengukuran yang dilakukan oleh Penzias dan Wilson tidak persis tepat pada puncak distribusi karena keterbatasan teknologi saat itu, namun pengukuran-pengukuran yang dilakukan selama lebih dari dua dekade, hingga tahun 1991 dengan menggunakan satelit COBE, berhasil mengkonfirmasi distribusi radiasi benda hitam dari CMB dengan akurasi yang sangat mengesankan (lihat gambar). Dari distribusi tersebut diperoleh kesimpulan bahwa temperatur alam semesta saat ini, lebih dari 10 milyar tahun setelah Big Bang, adalah 2,726 Kelvin.
http://staff.fisika.ui.ac.id/tmart/bbdist1.gif
Distribusi intensitas radiasi benda hitam dari radiasi CMB (Cosmic Microwave Background) yang berhasil dikonfirmasi secara akurat oleh pengamatan (eksperimen). Garis merah merupakan perhitungan teori untuk temperatur alam semesta rata-rata ekivalen dengan 2,726 Kelvin. Data-data eksperimen diambil dari berbagai sumber.
Hitungan teori Big Bang menyebut angka 2,726 Kelvin. Angka hasil pengamatan? Nilainya berkisar antara 2,7251 hingga 2,7249 Kelvin
Untuk kali ini saja, saya menggunakan sumber wikipedia, agar bahasa yang digunakan berbahasa indonesia dan mudah dicerna:
http://id.wikipedia.org/wiki/Ledakan_Dahsyat
Coba tunjukan pada saya, mana asumsi Big Bang yang mengatakan bahwa "Padahal menurut teori bigbang, alam semesta terjadi secara random tanpa perancang. Jadi seharusnya ditiap titik yg jauh di alam srmesta ini terjadi perbedaan suhu yg ekstrim."
Saya tidak meminta mana yang lebih benar mana yang lebih salah. Hanya mencocokan saja. Apa Anda masih kesulitan mencerna pertanyaan saya?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)
