-
kalau anaknya belum ngerti banget apa itu adil (ada banyak versi adil, adil untuk siapa, dan waktu yang tepat untuk adil) kayaknya ga usah kasih jawaban yang gawat-gawat, kalau itu anak tetanggaku, aku akan jawab : Tidak, dunia tidak adil.
kalau di tanya lagi : kenapa?
aku jawab : "karena tidak semua orang seberuntung kamu, anak maniis"
terus aku kecup diaaa:cinta:
---------- Post Merged at 03:12 PM ----------
terus kalau dia iseng lagi tanya : Kenapa aku beruntung banget, tante?
aku jawab lagi : Karena tidak semua orang bisa punya tetangga secantik tante
terus aku minta dikecupppp:sokmanis:
---------- Post Merged at 03:14 PM ----------
terus anak itu lari, ngadu sama papanya :
"papaaa, aku dikecup tante itu!!"
terus papanya langsung lari datengin aku..
minta dikecup jugaaaa::clap2::
-
Menurutku, konsep 'adil' dlm benak anak2 itu masih sangat mentah. Mereka biasanya melihat adil dan tidak adil itu sebatas mana yg menguntungkan dan tidak menguntungkan bagi dirinya. Alih2 mencari 'keadilan', sejatinya mereka sedang mencari/menginginkan 'ketidakadilan' yg menguntungkan dirinya.
So, itulah menurutku yg perlu dicermati dan diluruskan sejak dini shg jangan sampe dibiarkan kebawa sampe mereka dewasa nanti.
Jgn sampe nanti awalnya gemar tereak2 'menuntut kedadilan' di-mana2 tetapi ujung2nya malah sangat 'menikmati ketidakadilan' yg terjadi ketika merasa hal tsb menguntungkan dirinya. Banyak sekali lho contoh 'koruptor yg mantan aktifis'. Itulah contoh orang tua yg sifatnya ndak pernah berubah seperti balita. Tua itu pasti, dewasa itu pilihan.
:ngopi:
-
^dapet pov baru dari djisamsu. makasih ya kop::bye::
-
"Anywhere can be your heaven, if you have the will to live, regardless the fairness"
tapi klo anak 7 tahun kayanya jangan diceritain model Evangelion gitu deh ;D
ceritain kaya cerita "Bobo" nya simbok ajah ::bye::