Originally Posted by
TheCursed
Karena cuma komandan idiot yang mau memerintahkan 14 orang bertempur head-to-head melawan Smaug dan berharap menang.
Selain itu, Oakenshield udah pernah memimpin pertempuran melawan Smaug sebelumnya dengan pasukan yang JAUH lebih kuat. Dan kalah total.
Kalo dia coba lagi menggunakan taktik yang sama, tapi cuma 14 orang... kemungkian besar(baca: limit mendekati 100% pasti), seluruh timnya akan menghadapi sesuatu yang cuma bisa di deskrpisikan sebagai "Saga worthy Heroic and Glorious Death.... But, still an idiot". Dan mereka bisa mengucapkan selamat tinggal kepada cita2 besar bangsa Dwarf untuk mengembalikan kejayaan kerajaan Erebor.
So, untuk konfrontasi kedua ini, dia memilih untuk berusaha nggak berhadapan dengan Smaug saat mengambil Arkenstone. Dengan cara menggunakan skill robbery yang cuma di punyai oleh Bilbo. Skill yang sama sekali nggak di punyai Dwarf manapun dalam tim-nya Thorin.
Makanya Bilbo masuk sendirian.
FYI, Lord of The Rings saga maupun prequelnya, adalah cerita pengalaman pribadi penulisnya, JRR Tolkien, sebagai serdadu PD-I yang di ceritakan kepada anak2nya sebagai dongeng sebelum tidur, di samarkan sebagai cerita fantasi.
So, si penulis punya pengalaman tangan pertama yang jelas, mengenai aplikasi strategi militer yang tepat(dan sepertinya Pak Tolkien lebih suka ke arah small infiltration/sabotage unit) dalam setiap situasi pertempuran.