hah, pakde ancurr...??
Printable View
meli klo kejadian gak umum.. di liput banyak media dgn jam tayang yg significant makanya jadi TOP
tapi klo serial killer hetero.. lebih banyak terjadi.. tapi mungkin org sudah terbiasa ::doh::
http://3.bp.blogspot.com/_sk0rAKYFeC...00/bencong.jpg
monaaa.. apa sih... ::cabul::
kl kesempatan ekosospol sy rasa kaum gay berhak ya. tp mslhnya, apa nanti tdk m'akibatkan bahwa jd home is fine?
home is fine better.. than home alone :cilukba:
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:A...sjlzq1B8Xus-pg
http://3.bp.blogspot.com/_fZHzRvBMcn...ohjarna448.jpg
Spoiler for brain:
mungkin Ivanka Savic seorang homoseksual yah.. X_X
msh ada aja yg ngira homo itu krn lingkungan ::hihi::
anak2 jd homo itu emg ada kok. percayalah saya tau ::hihi::
tapi mslhnya hal itu hanya bisa dirasakan.
bukan dipahami berdasarkan tulisan atau cerita ::hihi::
Kamu tuh ngelindur apa. Orang maksudnya mana, dijawab apa.Quote:
CHODEE :
ya trus kenapa kalo ada relasi seperti ini? Memang ada masalah? Bedakan gay dengan banci, gay belum tentu maw jadi cewe, dan relasi top dan bottom menurut gw gak ada hubungannya sama biologis. Jadi mengapa mesti inkonsisten? Ini kita ngomongin gay kan? Bukan banci.
Pasangan heteroseksual mandul tidak sama dengan pasangan homoseksualQuote:
yang ini masalahnya di mana? Seorang Pasangan straight yang mandul juga adopsi anak kok, terus kenapa gay yang ga bisa melahirkan anak ga boleh adopsi? Jadi pasangan straight yang mandul ga konsisten? Aneeeh ::grrr::
meski sama mangadopsi anak.
Pasangan homoseksual tidak pernah bisa punya anak secara biologis
meski kau sebut dia 'subur'.
Coba pahami dulu maksud saya. Kalau tidak bisa, ya tidur saja. :)
Quote:
lah kamu ngerti gak arti homoseksual? Ketertarikan seksual terhadap sesama jenis, klo ga ada nafsu sexualnya mah itu bukan homosexual.
Menurutmu, saya mengerti gak ?
---------- Post added at 11:50 PM ---------- Previous post was at 11:35 PM ----------
Kasus di AS :
GUGATAN TERHADAP PROPOSISI 8 DI CALIFORNIA
California pada 4 November 2008 melakukan jajak pendapat yang hasilnya dinamakan dengan Propotion 8, dimana isinya melarang pernikahan sejenis di California . Pemungutan suara di lakukan di seluruh negara bagian California. Hasilnya 52,3 % setuju (menolak pernikahan sejenis) dan 47,7 % menolaknya(mendukung pernikahan sejenis). Semenjak Proposition 8 tersebut lolos untuk disahkan negara bagian California, tekanan melalui jalur hukum semakin tinggi dilakukan oleh para aktivis LGBT untuk menganulir keputusan tersebut.
Pengadilan tinggi California akhirnya mengajukan permohonan pengadilan untuk menganulir Proposition 8. Pengadilan untuk menentukan apakah Proposition 8 dihilangkan atau tidak dimulai pada hari Senin ini (11/1) di San Fransisco. Para penggugat dari Proposition 8 ini adalah seorang pasangan lesbian Kristin Perry dan Sandra Steirdan, serta pasangan gay Paul Katami dan Jeffrey Zarrillo. Uniknya, kedua orang ini justru diwakili oleh dua jaksa yang terkenal konservatif dalam pemikiran mereka, Ted Olsen dan David Boies, yang sebelumnya merupakan penasihat Presiden Bush dan sempat menentang pernikahan sejenis ini.
Yang uniknya juga, pihak yang tergugat adalah gubernur Arnold Schwarzenegger sebagai penyelenggara negara yang memiliki kewajiban meratifikasi hasil dari Proposition 8. Akan tetapi, Gubernur Arnold menyatakan dia tidak mau berurusan dengan kasus ini, karena ia sudah menyatakan sebelumnya bahwa ia memang menentang Proposition 8. Dan ia hanya terpaksa meratifikasi keputusan teresebut karena memang hukum di California seperti itu. Tidak hanya gubernur Arnold, tetapi nama-nama tergugat lain dari pemerintah pun menolak untuk membela Proposition 8 di pengadilan tersebut.
Akhirnya, hanya pihak sponsor Proposition 8 saja yang dijadikan tergugat. Mereka semua terdiri dari kelompok relijius yang biasa menentang pernikahan sejenis dengan argumen bahwa pernikahan sejenis menyerang "fundamental pernikahan dalam arti yang tradisional".
Pada saat pengadilan hari senin tersebut hingga rabu, hampir semua situs LGBT dan kantor berita nasional Amerika menayangkan pekembangan dalam persidangan tersebut. Hal ini memang sangat penting dalam perjuangan LGBT di Amerika, karena California memiliki julukan "Golden State". Tren hukum yang diajukan di negara bagian California biasanya diikuti oleh negara bagian lain. Jadi, semua mata saat ini tertuju pada mahkamah tinggi di negara bagian California ini.Dalam pengadilan nanti, ada empat hal yang akan dibahas dalam persidangan, yaitu: Pengaruh orang tua sesama jenis kepada perkembangan anak, pengaruh pernikahan sesama jenis kepada pasangan lain yang berbeda jenis kelamin, sejarah diskriminasi berdasarkan orientasi seksual, akibat dari prasangka buruk terhadap gay. Saksi ahli juga akan didatangkan pada pengadilan tersebut. Mereka adalah saksi ahli sosiologi, psikologi, serta filsafat. Sedangkan hakim yang akan memimpin sidang ini adalah Vaughn Walker, seorang konservatif pula dari partai republik.
http://2.bp.blogspot.com/_egVt0W6bUr...0/ba-gay10.jpg
Hari Pertama (Senin, 12 Januari 2010)
Sidang dibuka dengan pernyataan pembuka oleh Ted Olsen. Poin-poin penting dalam pidato tersebut adalah:
- Pernikahan adalah suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat.
- Proposition 8 memaksa para gay dan lesbian untuk menjadi pasangan 'kelas kedua' dan tidak sepenting pasangan heteroseksual lain.
- "Domestic Partnership" tidak akan memberikan kebahagiaan apapun bagi pasangan gay dan lesbian karena hanya bersifat materi. Pasangan gay dan lesbian membutuhkan rasa aman agar mereka bisa menjadi setara di mata maskarakat. Agar anak-anak mereka nantinya tidak menjadi malu karena orang tua mereka tidak 'menikah'.
- Proposition 8 tidak konstitusional karena merupakan bentuk diskriminasi terhadap seorang individu tanpa alasan yang jelas.
Therese Walker, seorang jaksa kemudian memberikan penyataan sedikit mengenai akibat dari prosition 8 terhadap meningkatnya kekerasan berdasarkan orientasi seksual di San Fransisco.
Charles Cooper, dari pihak tergugat memberikan pidato pembukanya untuk mempertahankan Proposition 8. Ia memberikan argumen bahwa:
- Pernikahan merupakan hal penting untuk keberlangsungan manusia. Untuk berkembang biak dan mengasuh anak di lingkungan yang stabil dengan kedua figur bapak dan ibu.
- Negara bagian yang mengizinkan pernikahan sejenis akan memberikan dampak buruk, seperti menurunnya tingkat pernikahan, peningkatan tingkat perceraian, serta anak-anak yang besar di keluarga yang bermasalah.
- Masalah pernikahan sesama jenis bukan masalah untuk mencapai kesetaraan, tetapi malah memberikan hak istimewa kepada homoseksual yang melebihi orang biasa.
- Rakyat California sudah memutuskan untuk tidak menginginkan adanya pernikahan sejenis. Jangan melawan rakyat!
- Masalah hak-hak untuk kaum homoseksual tidak sama dengan masalah terdahulu mengenai ras.
Setelah penyataan pembuka dari kedua pihak perwakilan, sidang dilanjutkan untuk istirahat sebentar.
Sidang dilanjutkan dengan penyataan emosional dari pihak penggugat Jeffrey Zarillo. Salah seorang dari pasangan gay. Ia menyatakan bahwa selama hidupnya ia diperlakukan tidak adil oleh masyarakat termasuk dari teman-temannya sendiri. Ia juga menyatakan bahwa ia dan pasangannya menunda untuk memiliki anak karena ia ingin menikah terlebih dahulu. Karena apabila mereka tidak menikah, ia takut anaknya tidak merasa bahwa mereka setara seperti teman-temannya yang lain yang orang tuanya bisa menikah.
http://4.bp.blogspot.com/_egVt0W6bUr...00/we+love.jpg
Setelah Zarillo, dilanjutkan pernyataan dari Paul Katami. Ia menceritakan pengalamannya bertemu dengan Jeff. Ia juga menyatakan bahwa dirinya sebagai gay, bukan berarti ia berbeda dari orang lain. Ia tetap berkewajiban membayar pajak, memiliki rumah sendiri, dan memiliki keluarga. Ia mengatakan bahwa kampanye untuk menyetujui Proposition 8 sangat menyesatkan dan menyakitkan hatinya karena penuh dengan kebohongan dan stereotip negatif. Padahal kampanye proposition 8 sama sekali tidak melakukan penyerangan apapun terhadap golongan tertentu.
Setelah penyataan Katami, pihak dari yang tergugat memutar beberapa iklan yang digunakan untuk kampanye YES on Prop 8.
Setelah pemutaran iklan, kemudian waktu masa istirahat makan siang. Inilah gambaran di luar sidang: Ratusan penentang Proposition 8 memberikan orasi secara bergiliran. Sedangkan di pojokan gedung pengadilan terdapat para pendukung Proposition berjumlah sekitar 30 orang saja dengan slogan-slogannya.
Setelah istirahat, sidang dilanjutkan dengan perdebatan. Katami banyak diserang dalam persidangan oleh Cooper. Terutama mengenai hak-hak warga California untuk melindungi diri mereka dari serangan homoseksual.
Sidang dilanjutkan oleh pernyataan Kristin Perry, salah seorang pasangan lesbian. Ia adalah seorang aktivis perempuan, bekerja di bagian perlidungan anak, serta pencegahan kekerasan pada anak. Ia sudah memiliki 4 orang anak dengan pasangannya Stier.
Stier memberikan penyataan selanjutnya. Ia menjelaskan tentang pernikahannya dengan laki-laki yang tidak bahagia. Setelah ia bertemu Perry, semuanya berubah. Ia merasakan apa yang dia pernah lihat di televisi tentang bagaimana seseorang bisa jatuh cinta.
Stier juga ikut diserang oleh Cooper. Mengenai bagaimana pernikahannya dengan laki-laki tersebut mempengaruhi perkembangan sang anak serta keputusannya untuk memilih bersama Perry.
Kemudian, sidang dilanjutkan dengan penyataan dari saksi ahli. Seorang ahli sejarah pernikahan dari Harvard, Prof. Nancy Cott. Akan tetapi waktu tidak mencukupi sehingga kesaksian saksi ahli dilanjutkan keesokan harinya. (Uki/OV)
Sumber:
http://www.advocate.com/News/Daily_N...ing_Statement/
http://gerakan-gay.blogspot.com
ga semua gay mempunyai smartphone yang bisa diinstall app pendeteksi gay :cengir:
gini deh. kalo seorang cowo (hetero) mendekati seorang cewe (hetero), pdkt lah, flirt lah, dan segala dansa hewan jantan menarik hewan betina, padahal kenyataannya si cewe ga tertarik sama cowo itu. apakah cewe itu dirugikan? kalo ada gay yang mencoba mendekatin kamu, dan kamu ga tertarik, and you told him, then end of story. saya sih ngga bisa menyalahkan orang for trying yah. namanya juga PDKT :cengir:
seperti yang dibilang meliakh, ga hetero ga homo, ada yang agresif, ada yang pemalu. dan kupikir kebetulan aja si ronggo ketemu sama yang agresif :cengir: just take it as a compliment :cengir:
Keremus:
mengenai inkonsisten yang kamu sebutin, kamu membuat anggapan bahwa suatu relasi adalah murni biologis. tapi dalam kenyataannya, apakah suatu relationship itu murni biologis? kurasa ada faktor laen juga seperti psikologis yang membuat suatu relasi itu terjadi. bahkan yang hetero juga begitu kan? so menurutku ini tidak tergantung pada orientasi seseorang.
untuk inkonsisten ke2, saya merasa apa yang chodee sebutkan mengenai cowo mandul bisa diaplikasikan di sini.
saya agnostik mengenai apakah homoseksualitas itu hasil nurture ato nature (walo saya agak condong menganggap itu nature). dan saya pun bukan ahli genetika ato study enough mengenai itu untuk mencoba mengclaim ini itu. buat saya sih, saya melihatnya dari segi humanis aja. dan saya melihat kualitas orang homo sama aja dengan yang hetero. sama ada yang menyebalkan ada yang baik. ada yang kriminal ada yang berguna pada masyarakat, ada yang pinter ada yang bodoh. yang terpenting buatku asal dia tidak menambah kriminalitas dunia, itu udah cukup.
homoseksual dan heteroseksual mendapatkan istilahnya karena orientasi seksualnya. tapi seperti hubungan hetero, menurutku yang homo pun mempunyai keinginan laen seperti berkeluarga, mempunyai pasangan hidup, dll.Quote:
Lalu, pada segolongan kaum homoseksual, saya ingin bertanya, apakah relasi
homoseksual selalu berujung pada seks ? Maksud saya, setidaknya untuk kaum
homoseksual Indonesia, apakah perlu menikah dulu untuk 'mensahkan' hubungan
untuk kemudian melakukan intercourse ?
kalo saya liat sih ya, kampanye pengesahan pernikahan homoseksual yang sedang dikampanye2 kan (at least di amrik), itu berat di urusan legalitas aja. karena orang yang statusnya menikah mempunyai benefit2 tertentu, ntah keringanan pajak, memungkinkan birokrasi ato urusan administrasi untuk pasangan sah ternikah (yang selama ini terbatas pada hetero aja), kunjungan dan kuasa keputusan medis atas pasangan, management aset dan banking, hak waris, harta, pensiunan, asuransi, hak asuh anak, dan berbagai macam ***** bangek laennya. 'hak2' itu selama ini hanya bisa dilakukan oleh pasangan nikah sah, dan selalu menjadi kendala bagi pasangan homo karena mereka tidak bisa menjadi pasangan nikah yang sah di atas hukum.
nah, itu untuk di amrik, yang apa2 berat di hukum dan jelas di atas kertas. sedangkan untuk di indo, ntah lah bagaimana regulasi dan benefit2 hukum kekeluargaan gini, dan apakah akan mendapatkan benefit2 seperti yang didapatkan di amrik juga, ato hanya sekedar trend2an.
ato, mungkin juga ada pasangan homo religius yang pengen 'sah' di depan agama. skarang kan ada gereja2 yang menerima pernikahan pasangan gay secara agamis. cuman untuk urusan kepercayaan gini, saya no komen deh, karena seperti urusan agama2 pada umumnya, berat di "feel good" aja :cengir: so, itu urusan hati dan kepercayaan masing2 deh :cengir:
buat menikah di gereja, kitab suci menentang homoseksual kog mau disahkan di depan wakil Tuhan? apa ga kontradiktif?
Saya tidak bilang suatu relasi (ataupun semua relasi) semata-mata bersifat biologisQuote:
Ndugu:
mengenai inkonsisten yang kamu sebutin, kamu membuat anggapan bahwa suatu relasi adalah murni biologis. tapi dalam kenyataannya, apakah suatu relationship itu murni biologis? kurasa ada faktor laen juga seperti psikologis yang membuat suatu relasi itu terjadi. bahkan yang hetero juga begitu kan? so menurutku ini tidak tergantung pada orientasi seseorang.
(sebenarnya lebih tepat : seksual).
Bahkan jika Ndugu mencermati postingan2 saya, saya sebenarnya bertanya pada
rekan2 jika mereka gay, apakah kelompok ini merasa relasi mereka semata-mata
seksual tanpa kualitas2 semacam 'cinta kasih' atau kualitas2 dalam sebuah relasi
selain seksual. Karena jika seorang gay berkata relasi sepasang gay pasti atau
semata-mata seksual, berarti mereka mereduksi diri mereka sendiri sekadar semata
urusan seksual. Jadi segala jargon dan tema2 HAM, kesetaraan disertai usaha
pembuktian ilmiah, agak mubazir. Toh urusannya cuma seks ternyata.
Kan ada tuh celetukan sebelumnya yang bilang : ya jelas saja ini urusan seks
karena homoseks berarti urusannya seks.
Lha, komentar macam itu kan malah mereduksi nilai kemanusiaan para homoseksual
(dan bahkan heteroseksual). Kita semua tahu, ada kualitas -katakanlah- lebih
agung dari relasi2 manusia selain bahwa mereka membutuhkan seks :)
Soal ini, poin saya adalah, secara natural yang dapat beranak adalah jikaQuote:
untuk inkonsisten ke2, saya merasa apa yang chodee sebutkan mengenai cowo mandul bisa diaplikasikan di sini.
lain jenis yang bersama. Sementara pasangan sejenis tidak bisa. Pasangan
heteroseksual yang tak bisa punya anak karena mandul, itu lain soal.
Masakan pasangan gay kita menyebutnya mandul, kan bukan.
Ini juga bukan soal 'kenapa sih kalau pasangan gay adopsi anak'.
Tapi secara alamiah, yang bisa beranak adalah pasangan heteroseksual.
Jadi saya bukan menyoal boleh-tidaknya, bagus-tidaknya atau layak-tidaknya
para gay mengadopsi anak.
Kalau soal ini, saya sama denganmu.Quote:
saya agnostik mengenai apakah homoseksualitas itu hasil nurture ato nature (walo saya agak condong menganggap itu nature). dan saya pun bukan ahli genetika ato study enough mengenai itu untuk mencoba mengclaim ini itu. buat saya sih, saya melihatnya dari segi humanis aja. dan saya melihat kualitas orang homo sama aja dengan yang hetero. sama ada yang menyebalkan ada yang baik. ada yang kriminal ada yang berguna pada masyarakat, ada yang pinter ada yang bodoh. yang terpenting buatku asal dia tidak menambah kriminalitas dunia, itu udah cukup.
Saya tidak pernah membenci manusia homoseksual atau tak mau bergaul atau bekerjasama
dengannya. Cuma memang saya menolak jadi aktivis/ pejuang hak2 gay karena itu bertentangan
dengan keyakinan saya ( saya berkali-kali diajak-ajak jadi aktivis itu). Kita semua kan punya prinsip.
Tapi saya tidak suka kekerasan dan diskriminasi untuk hal2 tertentu bagi rekan2 homoseksual.
Bagi yang sudah punya anak gw mau tanya, apakah kalian mau anak kalian bergaul dengan para gay ?
yeah..kill the gay, kill the maho...YeeYY ...Kill em all! MazelToV!
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
Spoiler for maho:
para gay ga boleh mengadopsi anak (kasihan katanya, anak2 yang di adopsi oleh kaum gay), ga boleh terlihat seprti kaum hetero yang ada 'cowo' dan 'cewe'nya (soalnya katanya ga natural or so watsover gitu lah) , mereka juga ga boleh menikah (ini ga diakui agama), dan atau menikah secara negara (ga ada aturannya, males juga buat aturan2 begini, kek ga ada kerjaan aja), mereka harus dikutuk, dikucilkan, dibenci dan dihindari (awas entar nyalam tangan lu atau main mata ama pacar lu) pokoknya..Kill the Gays!! Yeeyy...end of the thread, everybody going home with big smile in their face :) and God loves them for killing the gay. ::hihi::
berlebihan deh... ::grrr::
emang ......betapa berlebihannya orang2 itu...
sampai dia bisa membedakan mana yang baik mana yang tidak, saya memilih tidak ingin...terlepas saya masih bisa berteman sama gay/lesbian, tapi saya menghindari anak2 saya terprovokasi menjadi seperti mereka.
---------- Post added at 01:32 PM ---------- Previous post was at 01:31 PM ----------
saya gak bakal bilang salah atau benar, kalau itu subyektif. Tapi hukum di Indonesia sebenernya hanya membolehkan pasangan suami-istri mengadopsi anak
loh kamu kan bilang kalo pasangan gay itu inkonsisten karena dalam hubungannya ada peran cewe dan peran cowo, dan ga semua gay kek gitu, misal nih teman gay gw, ya dia nganggep pasangannya cowo, bukan cewe, pasangannya nganggep dia cowo, bukan cewe, lain halnya kalo banci, dan ga semua gay itu banci. gw nganggep relasi cowo dan cewe yang kamu maksud itu seperti relasi top-bottom, itu imho, bukan seperti relasi cewe-cowo, kan ada juga gay yang versatile, ada juga pasangan gay yang ga punya relasi top-bottom seperti ini. dan walaupun mreka ingin relasi (role-play) seperti cewe-cowo, suami-istri, kenapa gak konsisten? kali aja yang bottom emang punya jiwa cewe, biologis cowo dan dia punya ketertarikan sexual dengan cowo, dia tetap homosexual, karena secara biologis dia cowo, walaupun dia mati2an bilang secara hati dia cewe dan dia pengen jadi cewe, dan kali aja yang top punya fetish dan bisexual, jadi dia punya ketertarikan sexual dengan orang yang secara biologis cowo tapi suka dengan dandanan drag queen. jadi gw ga bisa melihat sisi inkonsistennya, sepanjang itu cowo punya ketertarikan sexual dengan cowo, ya bisa masuk homosexual, terserah dia maw bikin relasi seperti apa, karena toh, relasi itu cuman nama, seprti roleplay.
dan saya ga jawab pertanyaan anda, saya mengomentari komentar anda, jadi suka2 pendapat gw donk ::bwekk::
iya saya ga ngerti kok, ga ngerti kenapa kamu bilang pasangan homosexual seakan2 ga berhak punya anak.Quote:
Pasangan heteroseksual mandul tidak sama dengan pasangan homoseksual
meski sama mangadopsi anak.
Pasangan homoseksual tidak pernah bisa punya anak secara biologis
meski kau sebut dia 'subur'.
Coba pahami dulu maksud saya. Kalau tidak bisa, ya tidur saja. :)
Menurutmu, saya mengerti gak ?[COLOR="Silver"]
kamu cuman bilang ini toh
karena kamu cuman bilang kek gitu, jadi asumsi saya kamu bilang orang gay itu inkonsisten karena maw punya anak. maafkan otak saya yang masih bodoh, cuman saya ga ngerti, kenapa gitu bisa jadi ga konsisten?? %hmmQuote:
2. Ada yang menginginkan anak tapi tentu saja mereka sadar hubungan
homoseksual tak bakal menghasilkan kembang-biak keturunan, jalan
satu2nya adalah mengambil anak.
mnurut gw, keinginan punya anak bukan dihasilkan dari rasa ketertarikan sexual dengan lawan jenis. jadi orientasi sexual ga ada hubungannya sama keinginan punya anak, orang asexual aja ada yang pengen punya anak.
dan apa hubungannya dengan fertilitas seseorang? orang atau pasangan yang ingin mengadopsi anak karena mereka ingin punya anak, bukan masalah fertilitasnya, orang yang ga fertil tapi ga maw punya anak ya nyante aja dia, jadi dalam kasus ini gw pandang pasangan hetero mandul dengan pasangan homosexual itu sama, mreka sama2 ga bisa punya anak dan mreka sama2 ingin punya anak dan mreka sama2 punya hak untuk mengadopsi anak.
orang hetero yang mandul juga secara sadar tau mreka ga bisa punya anak secara biologis, so salah satu caranya ya mengadopsi anak, ini kasusnya sama dengan homosexual kan?
that's my opinion, sorry kalo emang salah mengartikan maksudmu, if yes, so enlighten me :)>-
pasangan hetero meski mandul, alat reproduksi mereka saling melengkapi, gmn dgn gay/lesbi?
aneh, jadi sepupu gw yang diadopsi oleh tante gw? itu gimana? ituloh saksi hidup, dan di aktenya orang tuanya adalah tante gw...gimana..mau diapain mereka itu? kita rajam? kita kutuk...kesian..fyi, tante gw dan temannya adalah dua orang yang mapan, dewasa, sehat secara jasmani rohani..dan anak itu dia ambil dari ibunya yang meninggal swaktu melahirkan...point ku adalah, even mungkin secara hukum itu ga bisa atau belum..tapi secara kemanusiaan....itu manusiawi...
kalau mau dibilang itu artinya ga konsisten atau apalah istilahnya, go on lah...monggo.
dan even secara garis darah, sepupuku itu bukan asli saudaraku, tapi secara batin dan kekeluargaan, mereka gw anggap adik2 gw sendiri...
memang dunia ini absurd, orang mau berniat baik aja dipersulit...orang mau married aja pake ditinjau2 kek lagi mempelajari asal muasal telor dan ayam, siapa yang duluan....kek ga ada kerjaan aja
Alethia,
aku masih menunggu cerita lengkapmu tentang sepupumu yang dibesarkan dua mami.
Apakah dia sudah akil balig atau masih kecil?
Bila sudah akil balig, apakah dua mami mempengaruhi orientasi seksualnya?
@Aslan:
Gue jelas akan mengizinkan anak gue bergaul dengan gay. Babeh-nya aja bergaul ama berbagai orang termasuk anak nongkrong yang perokok dan minum bir, malah ada yang pemakai narkotika.
..lagipula kalau misalnya contoh anak perempuan bernama Bunga, dia tidka suka berhubungan dengan laki2..lalu? apa dia salah?? apa harus secara serta merta dimasukkan ke api neraka dan tidka boleh punya anak adopsi? aneh sekali memang dunia ini....
oke, aku jawab, sepupuku itu perempuan dan skrg sdh kuliah...dan keduanya suka dengan laki2 ..seperti manusia kebanyakan, dia tidak pernah diajarkan unutk suka dengan sesama jenis! lagipula sejak kapan menjadi gay itu di ajarkan dulu?
aneh
Gak ada maksud apa-apa.
Cuma sekedar nambah studi kasus aja.
Thx.
Sekitar gue sebenarnya diam2 ada beberapa yang gay tetapi tidak mengaku. Aku cuma tahu dari orang lain.
Kalau dipikir2, gak ada yang menyuruhku menyukai cewek.
lha, kandalf ini om apa tante toh? maen badminton yok :D
maaphkan daku jg udah agak bernada tinggi...
Aku om-om. :D
gak jago main badminton. Kalah ama nenek-nenek dan kakek-kakek di Miami dan tidak pernah main lagi setelah itu :iamdead:
tapi naek sepeda bsia khan::oops::, kalau gitu maen catur aja..eh udah oot nih...kabuurrr :run:
pernah ngobrol ama dosen dari Belanda, soal kenapa rakyat di Aruba pernah ramai2 demo ketika ratu Belanda berkunjung ke situ. Aruba menganut hukum Belanda, karena masih merupakan persemakmuran Belanda, tapi menolak di bagian legalitas pernikahan sesama jenisnya itu
pak dosen itu juga bilang kalo adik iparnya gay dan anaknya baik2 saja ketika bergaul dengan pamannya itu, malah bisa dibilang dia merupakan paman terbaik bagi para keponakannya. Tapi pada akhirnya pak dosen itu bilang kalo dia lega juga anaknya ga ikutan jadi gay ;))
day/lesbi sadar betul hubungan mrk pasti tdk m'hslkan keturunan. lain sm pasangan hetero yg kl mandul bs memilih
memilih dalam artian gimana? kawin lagi?
Kalo gay tidak menular, kenapa temen2 gay gw berusaha ngajak gw jadi gay ya ?
mereka punya kepercayaan bahwa setelah seorang cowok melakukan kegiatan homosexual maka cowok itu akan jadi homosex, itu sebabnya ada temen gay yang gak brenti2 ngejar gw sampe sekarang udah 6 taon lebih ::grrr::
Dilihat dari keyakinan mereka ini kayaknya agak riskan deh membiarkan anak2 bergaul dengan mereka, kalo anak udah gede dan punya kepribadian mantap sih gak papa kayak si kund...